[Mini FF] “Destiny” One Shoot

ying_and_yang_by_Deepinswim

[Mini FF ] “Destiny” One Shoot

Author : Deani (@yesungcharger)

Cast : Lee Donghae, Kim Heejung

Genre : Entahlah/?

Lenght : One Shoot.

Ps : Membosankan. Feelnya kurang banget. Maaf *BOW

Tiba-tiba kepikiran ingin membuat cerita aneh ini WKWKWK… Aduh, si Ikan. Maaf ya, jika kurangggg panjaaaang/?

!!! Jangan lupa, sambil muter ‘Destiny’-nya Super Junior

Dan, ini sebenarnya untuk seseorang yang sangat berambisi menjadi pendamping Dongek selamanya. Padahal itu semua kan, gag mungkin!!! Buat, Cici. Visual jeer… ^^ Maaf hanya bisa membuat cerita polos/? ini, maklum. Buatnya juga sambil tiduran sama Yesung. EAAAAAK xD

Okey, Happy Reading^^

Seoul, hari ini cuacanya sangat cerah. Kemungkinan besar acara out door yang diadakan Sekolah ini juga akan berjalan dengan lancar. Siswa-siswi yang menggunakan seragam khusus panitia tampak sibuk menyiapkan berbagai kelengkapan acara perpisahan untuk kelas tiga.

Seorang siswa—yang memakai seragam panitia, satu ini, malah memilih menjauh dari hiruk pikuk, keramaian ini. Duduk di bangku, yang terdapat rooftop gedung sekolah ini. Menatap ke depan. Menikmati pemandangan kota dari atas sini adalah favoritnya selama menjadi siswa di Paran High School ini. Tidak akan banyak yang menyangka ini, sama sekali.

Menghembuskan nafas panjangnya sambil memejamkan matanya dia akan sangat merindukan Sekolah ini. Sangat. Apalagi pada seseorang yang telah mengubah hidupnya, cara pandangnya selama ini. Seseorang yang berhasil menyentuh hatinya. Membuatnya selalu bergetar tiap kali melihat senyum yang indah itu merekah di wajah cantiknya itu. Seseorang yang membuatnya mengenal, kata Cinta yang sesungguhnya.

Ini konyol memang, tapi itulah kenyataannya. Dia tidak bisa jauh dari gadis ini. Tidak bisa. Tapi, keputusannya kali ini. Akan membuatnya, jauh dengan gadis yang dia cintainya ini. Mungkin untuk sementara waktu. Mungkin.

Dia, begitu banyak yang mencintai. Gadis-gadis di Sekolah ini, semuanya bahkan tahu, dia seorang yang sangat tampan. Baik. Manis. Type semua gadis, kebanyakan. Dia juga seorang player. Yah, memanfaatkan ketampanan wajahnya, itu tidak salah, kan? Dari situ, dia tahu rasanya di sayangi. Di puja. Di cintai. Dia memang membutuhkan itu, karena di dalam keluarganya. Ia hanya merasa disayangi oleh kakak laki-lakinya saja. Ke dua orang tuanya sudah meninggal saat dia masih kecil. Usianya kala itu, masih 3 tahun. Dan, hidup tanpa kasih sayang ke dua orang tua itu. Tidaklah, enak.

Ponselnya berdering. Membuyarkan dia dari lamunannya. Sebuah pesan, dari seorang gadis yang masih berstatus sebagai salah satu kekasihnya.

‘Babeeee, kau di mana? Acaranya sudah mulai dari tadi. Guru Kim, juga mencarimu’

DEG! Hanya mendengar namanya di sebut, jantungnya sudah berdebar-debar. Lihat, kan. Bagaimana efeknya sedahsyat ini. Dia tidak salah, kan. Mencintai gurunya sendiri.

Dia, diam tidak membalas pesan. Bahkan, Jihyun—Kekasihnya saja tidak tahu tempat favoritnya ini. Hanya ‘gadis itu’ yang tahu, tempat favoritnya. Hanya dia…

***

Senyumnya merekah saat melihat, sesosok yang di kenalinya sedang duduk sendirian. Angin semilir menggerakkan rambutnya yang terurai. Membuat wajahnya semakin terlihat sangat cantik. Tapi, kemudian dia merasa ada yang lain dari sosok pria yang sudah di kenalnya, setahun ini. Ada yang lain.

Dia bergerak mendekat. Dan seperti biasa. Dia duduk di samping, muridnya ini. Dulu dia murid yang paling di bencinya, karena sikapnya yang selalu membuatnya kesal. Setiap kali pelajarannya. Dia, selalu membuat ulah, dengan mengerjainya. Tidak hanya itu, bahkan pernah bertengkar hanya karena adu opini saat membahas tentang mata pelajarannya. Bahkan, dia dulu ingin mengundurkan diri saja, dari Sekolah ini. Ya. Dia, guru baru saat itu. Menggantikan guru yang sedang cuti karena melahirkan. Sehingga dia mengajar kelas tiga.

Semuanya berubah, ketika suatu malam. Saat dia, akan merayakan Anniversary yang pertama dengan kekasihnya, Choi Siwon, di sebuah cafe. Dia ingin memberi surprise pada kekasihnya, karena kekasihnya sangat sibuk. Jarang bertemu dengannya. Hanya intensitas, telepon dan pesan saja, mereka berhubungan. Tapi, tanpa ia duga, justru Siwon tidak bisa datang. Walau hanya sedetik saja. Hingga membuatnya, seperti gadis tolol. Menunggu Siwon datang. Band yang akan menyanyikan lagu, untuk mereka berdua, yang khusus di pesan olehnya, di cafe ini, terpaksa di batalkan, karena yang dia tunggu tidak datang. Tidak akan. Sedih. Hatinya sakit. Menangis tersedu, sendirian.

Saat yang tidak terduga, bahkan tidak pernah terfikirkan olehnya. Sesosok yang membuat hari-harinya kesal oleh tingkah lakunya sebagai siswanya. Ternyata, sekarang ada di atas podium mini kafe ini. Menyebutkan namanya—Untuk Gadis Cantik di sana, Kim Hee Jung, sebelum akhirnya dia memetik senar gitar dengan ahlinya. Kemudian suara merdunya, menghiasi ruangan ini.

“Donghae…” Gumam Hee Jung, melihat siswa—menyebalkan, itu dengan terperangah. Dengan indahnya, perpaduan gitar dan suara merdunya dalam ‘Lovely Day’, Donghae membuat dia tidak bisa berkutik. Tanpa terasa, ia terharu oleh nyanyian dan suara merdu Donghae. Ya, Tuhan. Ini indah sekali. Bahkan semua pengunjung dibuat takjub oleh penampilan muridnya ini.

Tapi, yang menjadi pertanyaan adalah, kenapa Donghae ada di sini? Kenapa Donghae tahu dia di sini? Apa, dia mengikutiya?

Lagu selesai, seluruh pengunjung memberi tepuk tangan meriah pada penampilan Donghae dan kini tatapan Donghae tertuju padanya. Hanya padanya. Entah kenapa, dia menjadi salah tingkah dengan tatapan Donghae. Bahkan, rasa kesalnya telah menguap karena aksi Donghae malam ini.

Perlahan Donghae bergerak menuju ke tempatnya , dengan senyum yang sulit diartikan. Dia, sangat tampan malam ini. Dengan tshirt putih vneck dan jas biru muda semiformalnya—lengan yang hanya sampai siku. Muridnya ini, benar-benar membiusnya. Hingga sulit berkedip. Tidak. Jangan terpesona. Dia mungkin hanya ingin menjeratmu, seperti gadis-gadis di Paran High School, kebanyakan.

Donghae tiba di depannya. Heejung, menelan ludah dengan susah payah. Apa Donghae mengerjainya lagi, seperti yang ia lakukan di dalam kelas saat ia mengajar? Dia diam. Menunggu apa yang akan Donghae lakukan. Donghae yang berdiri di depannya, dan dia yang duduk. Kini, keduanya menjadi bahan tontonan semua orang yang berada dalam cafe ini.

Donghae menunduk sedikit hingga wajahnya sejajar dengan wajah Heejung. Tatapannya intens. Dalam dan begitu membuat jantungnya berdebar. Ada apa ini??? Saat bersama Siwon saja, dia tidak merasa seperti ini.

CUP! Heejung tersentak, dan matanya membelahak. Sebuah bibir yang lembab dan lembut menempel di pipinya. Apa yang di lakukan Donghae, barusan. Di tempat umum? Dia mencium gurunya sendiri, kan?

Heejung masih terpaku. Menahan nafas sejenak. Mengumpulkan kesadarannya. Donghae berlutut di depannya, memegang kedua tangannya. Ini semakin membuatnya ingin pingsan. Seharusnya, ia menampar murid kurang ajarnya, kan. Seharusnya. Tapi, badannya seperti tidak bisa digerakkan sama sekali. Bahkan jantungnya, berdebar dengan sangat kencang saat ini. Ini, tidak mungkin! Ini mimpi!

“Maafkan, aku…” ucap Donghae dengan tulus. Sorot matanya terlihat rapuh, sedih. Tidak. “Kau mau memaafkan, aku?”

Dia menggunakan bahasa seperti Heejung ini adalah gadis seusianya. Padahal gurunya ini, usianya jauh di atasnya. Terpaut 5 tahun.

“Donghae, apa yang kau lakukan—“ Heejung berbisik. Donghae masih berlutut di depannya, hingga semua orang kini malah asyik menonton mereka berdua. “Berdiri, Donghae. Aku—“

“Aku akan berdiri, kalau kau mau memaafkan aku, dan—“

“Jangan bercanda, Donghae. Bagaimana kalau staff guru, siswa Paran, tahu kalau—“

“Aku tidak peduli!” desis Donghae. Heejung memejamkan matanya. Kenapa menjadi seperti ini? Lihatlah, bahkan kedua tangannya masih di genggam erat oleh Donghae. Ya, ampun. Muridnya yang satu ini. Telah mencuri banyak perhatiannya.

Lalu, apa yang membuat Donghae berubah menjadi seperti ini? Pertanyaan ini muncul dalam benak Heejung saat ini.

“Okey. Aku—“

“Terima! Terima! Terima!”

Heejung terkejut ketika seluruh orang di sini, berteriak TERIMA! Apa yang di terima? Mereka mengira, Donghae melamarnya, begitu? Yang benar saja. Mereka semua salah. Heejung menatap Donghae, bahkan pria ini hanya tersenyum samar. Dasar.

“Terima? Maafku?” katanya menggoda. Heejung menahan senyum, melihat wajah murid tampannya satu ini. Dari awal mengajar di kelas Donghae, ia tahu. Muridnya ini berbeda dari lainnya.

“Ada syaratnya.” ucapnya pada Donghae. Donghae mengernyit. “Apa?” tanya Donghae.

“Kau harus menerima tawaran Kepala Sekolah untuk mengikuti privat, agar kau lulus. Bagaimana?”

Donghae tersenyum miring, penuh arti. Justru itu, memang rencananya. Dia ingin, Gurunya yang cantik ini menjadi, guru privatnya. Gurunya yang menyita perhatiannya, setiap hari. Membuatnya tidak karuan dan frustasi akan perasaannya sendiri.

“Baik. Aku bersedia mengikuti, privatmu. Bahkan setiap hari…”

“Be—benarkah?” Heejung terkejut. Ada apa dengan muridnya ini? “Kau, tidak bercanda?” ulangnya ragu.

“IYA! Aku sungguh-sungguh. Jadi, kau menerima—maafku?” ucap Donghae sungguh-sungguh. Heejung tampak berpikir. Kemudian, tersenyum simpul.

“Ya.”

“Akhhh!!!!!” Heejung memekik saat Donghae tiba-tiba berdiri dan memeluk tubuhnya erat dan sedikit mengangkatnya. Semua orang bertepuk tangan melihat dua orang ini. Mereka semua mengira, mereka sepasang kekasih. Padahal… hanya sebatas guru dan murid. Apa terlihat mereka seumuran?

Heejung tidak mengira, hari yang akan ia kira menjadi hari paling sedih—karena Siwon tidak bisa datang. Berkat Donghae, hari ini menjadi lebih indah. Dia merasa, bahagia. Apalagi, malam itu Donghae membawanya jalan-jalan dengan motor sportnya. Membuat, malamnya lebih berwarna. Ia lebih mengenal sisi lain, dari muridnya yang menyebalkan ini.

Sejak malam itu, Donghae mulai sering menghabiskan waktunya bersama Heejung. Pulang sekolah, kadang dia rela, tidak ikut teman se-gengnya untuk berkumpul, menghabiskan waktu, atau sekedar bersama para penggemar-penggemarnya. Dia, lebih memilih bersama dengan Guru Kim.

Heejung, tanpa ia sadari. Dia sudah merasa sangat nyaman, mengajari Donghae. Bahkan, ia rasa Donghae berubah total. Tidak pernah mengerjainya, lagi. Di dalam kelas, saat pelajarannya, Donghae bahkan terus saja menatapnya. Entah, dia mendengarkan pelajaran, atau memang terus menatapnya? Tapi, yang membuat ia takut. Perasaan aneh selalu muncul, jika dia tidak bersama Donghae. Jika, Donghae selalu bersama dengan para gadis-gadis yang selalu memuja, setiap saat. Entahlah… ia selalu berusaha keras menepis itu semua. Dia selalu, menyadarkan dirinya, bahwa dia masih mempunyai Siwon. Bahwa, Donghae adalah muridnya. Bahwa dia jauh lebih tua dari Donghae. Bahwa Donghae dianggapnya, adiknya sendiri. Tapi—semua itu, terlalu sulit.

Terlebih Heejung, menjadi tempat Donghae mencurahkan isi hatinya, terutama saat dia kesepian. Tanpa, Ibu, Ayah.. dan kakaknya sibuk mengurusi bisnis peninggalan orang tuanya. Heejung, juga merasa mendapat teman yang bisa di ajak untuk berbagi. Terlebih, Donghae selalu ada saat Heejung membutuhkan. Bukan, Siwon—Kekasihnya.

Siang itu, menjelang sore. Heejung menunggu Siwon yang berniat menjemputnya. Tapi, bahkan sampai detik ini, Siwon juga belum muncul. Langit mendung, dan semakin gelap. Sial, dia tidak membawa card untuk naik bus, dan uangnya? Astaga… Kebiasan Heejung, dia lupa membawa uang tunai lebih. Bagaimana ini?

Dari kejauhan. Sesosok tengah memperhatikannya. Dia, melakukan kebiasaan seperti ini sudah lama. Hanya saja, tidak ada yang tahu. Ia melakukan ini, hanya memastikan gadis itu aman. Dia tidak bisa berbuat lebih dari ini. Sudah cukup ia melihat senyum cantik gurunya itu. Sudah cukup kebersamaannya di akhir pekan dengan privat yang diberikan olehnya. Dia, bukan pria yang cukup baik. Dia masih jauh dari kata mapan.

Tiba-tiba, ia ingat satu hal. Setelah kelulusan, bukankah dia tidak akan bertemu sesering ini dengan gadis pujaannya ini? Melakukan yang terbaik, yang dia bisa. Apa salahnya?

Dengan bergegas, ia melajukan motor sport merahnya, menuju tempat di mana gadis itu berdiri sekarang. Gadis, ya, Donghae lebih suka menyebutnya seperti itu. Perbedaan umur yang tidaklah jauh dan juga wajah gurunya itu yang sangat tidak sesuai dengan umurnya. Membuatnya, kadang percaya. Gurunya itu… adalah masa depannya, kelak.

Heejung terkejut saat melihat apa yang ada di depannya ini. Donghae, muridnya? Kenapa jam segini masih berada di sini? Batinnya. Oh, mungkin Donghae hanya sekedar lewat karena habis berkumpul dengan teman se-gengnya. Atau mungkin, dia barusan mempersiapkan acara sekolah, untuk perpisahan. Dia kan termasuk panitia acara, kan?!

“Naiklah,” perintah Donghae. Helm masih menempel di kepalanya, tapi, kaca sebagian telah di buka, menyisakan mata tajamnya saja. Demi apapun. Heejung terperangah, melihat betapa sempurna, muridnya ini. Tampan, dan juga terlihat sangat keren.

Jantungnya bertalu dengan hebat. Apa? Jantung? Kenapa seperti ini? Aku bukan siswi SMA lagi, masa itu sudah lewat, bukan? Heejung, buka mata lebar-lebar. Batinnya mengingatkan.

“Tapi aku sedang menunggu—“

“Sebentar lagi hujan. Apa kau ingin kedinginan di sini.?” Heejung terdiam. Siwon belum membalas pesannya. “Naik. Dan pakai ini.” Donghae melemparkan helm pada Heejung dan seketika ia menangkapnya.

Beruntung Heejung tidak memakai rok kali ini. Dia memakai celana panjang, yang pas melekat menunjukkan kaki jenjangnya. Heejung sudah siap. Dan Donghae tersenyum dengan smriknya.

“Pegangan padaku,” perintah Donghae lagi. Dan Heejung melihat sekelilingnya. Siapa tahu, ada yang memergoki nya. Beruntung sudah sepi. Ia ragu-ragu melingkarkan tangannya pada perut Donghae. Tapi, memang keadaan motor sport seperti ini—jok menurun. Hingga dadanya menempel pada punggung Donghae. Sungguh, ini membuatnya semakin gugup.

“Jangan berpikiran mesum.” kata Heejung pelan. Memperingatkan Donghae.

“Ya, ampun. Tidak akan, Bu.” Donghae menggoda Heejung, dengan memainkan nada bicaranya, apalagi kata ‘Bu’

“Tapi, aku mungkin sedikit, tegang.” lanjut Donghae pelan. Heejung terkejut. Mendengar apa kata Donghae barusan.

“Donghae!” pekik Heeujung saat ia hendak protes, motornya melaju tanpa ia sadari. Ia mengeratkan tangannya pada perut Donghae. Membuatnya tersenyum penuh arti dibalik helmnya.

Heejung terkesiap saat ia sedang asyik menikmati punggung Donghae. Tiba-tiba Donghae, menepikan motornya. Hujan mulai turun dengan deras. Membuka helmnya dan juga helm Heejung. Donghae merapikan rambut Heejung, dengan ekspresi yang entah. Heejung sendiri , bingung dibuatnya. Perasaan macam apa ini? Gugup masih melandanya.

“Maaf, aku tidak membawa mantel.” ucap Donghae, menyesal. “Aku selalu, menerobos hujan tiap kali hujan turun.” lanjutnya, kini menatap ke depan. Menyaksikan beberapa anak kecil bermain air, yang menggenangi tepian jalan.

Heejung menatap Donghae dari samping. Begitu sempurna rahang pria ini. Begitu tampan. Apa? Pria?!! Dia muridmu, kau tahu?

“Ke—kenapa menerobos, hujan? Kau tidak takut akan sakit—“

“Tidak. Lagi pula, jika aku sakit. Ada sedikit keuntungan dariku. Kakak, akan meluangkan sedikit waktunya untukku.” jawabnya lemah. Heejung sedih mendengarnya. Donghae yang tampan dan kesepian. Malang sekali.

Tenggorokannya seperti tercekat mendengar ini. Sulit sekali menelan ludah. Matanya sedikit memanas.

“Kau, tidak boleh begitu. Bagaimanapun juga, kesehatanmu lebih penting, Donghae.” ujar Heejung. Donghae menoleh ke arahnya.

“Kau mencemaskan, aku?” dia tersenyum menggoda. Heejung salah tingkah. Raut wajahnya memerah.

“Ayo…”

Belum sempat ia memulihkan wajahnya yang memerah, Donghae menariknya ke jalan, hingga air hujan kini membasahi keduanya. Heejung berteriak pada Donghae, tapi justru dia mengabaikan teriakan protes Heejung. Donghae tetap menggenggam tangannya, hujan-hujan berdua dengan tawa yang menghiasi keduanya, karena bermain air. Ini, tidak pernah terjadi dalam diri Heejung, sebelumnya. Ia merasa bahagia. Melihat tawa Donghae. Melihat betapa lepasnya mereka berdua tertawa. Seperti tidak ada yang menghalangi mereka. Bahkan status mereka berdua.

Donghae tiba-tiba memeluknya. Erat. Hujan masih turun. “Kenapa, kau bisa membuatku seperti ini…” gumam Donghae. Nada suaranya terdengar sangat sedih. “Aku, tidak salah kan? Perasaan ini, tidak mungkin salah…”

“Donghae. Apa yang kau bicarakan—“ suara Heejung pelan, walau suara hujan mendominasi tapi tetap Donghae bisa mendengarnya. Donghae meraih wajah Heejung dengan kedua tangannya.

“Aku benci semua ini. Aku benci perasaanku padamu. Kau tahu, sejak kau melihatku menangis di rooftop gedung sekolah. Sejak saat itu, aku menganggapmu sebagai musuhku. Kau tahu, kelemahanku. Kau satu-satunya yang merasa tidak tertarik dan sayang padaku. Aku membenci itu. Hingga, kau selalu hadir di dalam mimpiku setiap malam. Menganggu pikiranku, setiap saat. Setiap aku bernafas.” Donghae tetap menatapnya. Dia bergetar. Apa yang harus Heejung lakukan, muridnya mengatakan bahwa dia hadir di dalam mimpinya? Apa ini? Jantungnya makin berdebar dengan kencang.

“Aku sudah menepisnya, dengan membencimu. Setiap hari, membuatmu kesal dan marah padaku. Tapi—tapi aku selalu merasa sedih jika melihatmu menangis. Kau menangis karena aku dan kau ingin berhenti mengajar, kan?”

Heejung menelan ludahnya dengan susah payah. Dia tercengang dengan penuturan Donghae, yang mengejutkannya.

“Tapi, rasa benci itu hanyalah kamuflase dari perasaanku. Aku hanya ingin kau menyayangiku. Aku ingin kau perhatian padaku, selayaknya gadis-gadis lainnya.”

“Donghae… aku…”

“Aku tahu! Aku tahu! Ini keliru, ini salah, kan?” wajah Donghae terlihat kacau, terluka. Dan sedih… dia merasa rapuh saat ini. Dia juga menyayangi Donghae. Wajarkan, seorang guru menyanyangi muridnya. Tapi… ada perasaan lain… Donghae begitu perhatian. Membuatnya menghangat jika mengingat segala perlakuan Donghae padanya.

“Perasaanku, lain padamu.” jelas Donghae, “Aku, tidak menganggapmu sebagai seorang guru. Kau, gadis yang mengagumkan, Kim Heejung.”

DEG! Donghae, muridnya baru saja menyebutkan namanya. Dadanya bergemuruh. Tatapan Donghae masih menguncinya. Lekat. “Biarkan aku menciummu—“

Belum sempat dia protes, bibir lembut Donghae sudah membungkam bibirnya. Dinginnya air hujan, kini tidak terasa. Hanya kehangatan bibir Donghae yang ada di permukaan bibirnya. Membangkitkan gelenyar aneh dalam dirinya. Gila! Dia di cium oleh muridnya, sendiri. Betapa kurang ajarnya. Di jalan, dalam keadaan hujan? Basah kuyup. Heejung memejamkan matanya, menikmati hisapan lembut bibir Donghae, yang bercampur dengan air hujan. Tangan Donghae semakin menarik wajahnya, menciumnya lebih dalam.

Apa dia bisa marah? Dia akan marah dengan Donghae? Tapi, ciuman ini menggetarkan hatinya. Begitu intens. Sangat dalam, dan dia menikmati. Ciuman. Ini.

Terengah-engah mereka berdua. Heejung mengambil nafas sebanyak-banyaknya saat tautan bibirnya terlepas. Ia kehabisan oksigen. Donghae masih di depannya. Memegang wajahnya dengan kedua tangannya. Begitu dekat dengannya. Donghae juga sibuk mengambil oksigen. Dia juga terengah.

“Kau, tidak menamparku?” bisik Donghae dengan senyum mengembang. Heejung memerah. Dia harus berkata apa?

“Kau lemas, sehingga tidak kuat untuk menamparku?”

TIDAK. Batin Heejung menjerit.

Donghae melepas jaket hitamnya, memakaikannya pada Heejung. Menutupi tubuh Heejung yang basah, hingga menampilkan lekuk yang menggodanya. Guru atau gadis yang baru ia cium di jalan, di tengah hujan. Brengsek sekali, dirinya?

“Ayo, pulang.” Heejung bergerak menjauh dari Donghae. Sebenarnya ia menyembunyikan wajah merahnya. Tapi, Donghae malah menatapnya sedih. Apa dia sudah salah, mengungkapkan apa isi hatinya.

Mereka tiba di depan rumah Heejung yang sederhana. Heejung melepas helm, begitu juga Donghae. Mereka berdua diam. Ada perasaan aneh, kini melanda mereka berdua. Terutama, Heejung. Perasaannya, berbunga-bunga. Tidak. Ini salahkan? Apa iya, dia mempunyai perasaan dengan muridnya. Pria yang usianya, masih remaja? 18 tahun, sedangkan dia 23 tahun?

“Masuklah, dulu. Minum teh, kau basah sekali.” Heejung menawarkan diri. Bagaimanapun, juga dia tidak mau menjadi seorang yang jahat bukan.

“Kau tidak marah denganku—“ Heejung mendongak, mendengar Donghae mengatakan itu barusan. Tentu saja. Ya! Aku marah! Kau menciumku di jalan. Di tengah hujan, dan aku tidak berdaya, olehmu. Padahal kau masih di bawahku? Batinnya melotot.

Tapi, lihatlah. Muridnya ini begitu tampan dengan tampilan basah seperti ini. Dan dia, baru saja menciummu! Kau suka, itu kan?!!

“Untuk apa?” tanya Heejung, gugup.

“Aku menciummu? Dan, aku juga sangat menyukaimu—“ katanya bersungguh-sungguh dan terlihat tulus.

APA! Batin Heejung memekik? Menyukai? Gila! Apa dia sinting? Tapi, kau juga menyukainya kan, Heejung?

“Aku perlu mengatakan ini. Besok senin, aku ujian kelulusan. Aku perlu meyakinkan semua ini.” Donghae mendekat ke arahnya. Oh, tidak bagaimana kalau ke dua orang tuanya mendengar ini?

“Ini. Lebih dari yang kau tahu!” tegasnya. Matanya berkilau, menunjukkan kesungguhan.

“Donghae, ini begitu—“

“Tidak perlu kau pikirkan untuk menjawabnya. Aku tahu. Aku tahu. Kau mempunyai kekasih. Aku, masih 18 tahun, aku masih remaja, bukan pria yang kau inginkan. Kau, tidak usah—“

Suara mobil menghentikan pembicaraan serius Donghae. Seseorang keluar dari Audy mewah itu, dan berjalan cepat menuju mereka berdua. Itu, Siwon.

“Ya, Tuhan! Apa yang kau—“ Siwon terkejut melihat penampilan Heejung yang basah kuyup, “Kau kehujanan?” lanjutnya tergagap.

“Oh, maafkan aku… aku sibuk di kantor. Ada rapat sialan, yang mendadak.” meraih Heejung untuk di peluknya. Tapi, justru Heejung tidak mendengar alasan Siwon. Tatapannya tertuju pada apa yang sedang berdiri menatapnya, dengan sendu. Raut wajah sedih, bercampur marah.

Seketika darah Donghae berdesir, melihat gadis yang di cintainya, berada dalam pelukan pria lain. Bukan pria lain, pria ini kekasih dari Heejung. Panas membara di hatinya. Ia, ingin menarik Heejung. Tapi, dia siapa? Hanya murid SMA-nya saja, kan? Dia jauh berbeda dengan pria kekasih gurunya ini. Sangat jauh…

“Ayo, masuk. Kau harus mengganti ini segera, sayang kau kedinginan.” Siwon meraih Heejung dan menuntunnya masuk. Heejung berbalik, menatap Donghae. Muridnya yang tampan, menatapnya nanar. Kedinginan. Ya, Tuhan. Ia tidak bisa bergerak untuk menghindar dari pelukan Siwon yang kini menggiringnya masuk. Donghae masih diam di tempatnya. Menyaksikan dia, masuk ke dalam. Dan menghilang di balik pintu. Hatinya sakit, melihat Donghae seperti itu.

Sejak saat itu, Heejung selalu memikirkan lebih, lebih Donghae. Donghae, juga sedikit lain padanya. Jarang mengirimi pesan, sekedar menyapa atau mengingatkan makan padanya. Muridnya itu, bahkan tidak menelponnya lagi. Heejung cemas. Kenapa Donghae? Apa dia baik-baik saja. Tapi, melihat Donghae mengikuti ujian, dia sedikit lega. Walau tidak bertegur sapa.

Sejak, ujian Sekolah. Otomatis, dia sudah tidak atau jarang bertemu dengan Donghae, karena aktifitas kelas tiga, sudah selesai. Tapi, ia senang jika ada perkumpulan panitia, Donghae ikut dalam panitia untuk acara perpisahan sekolah. Entah, kenapa dia selalu mencuri pandang pada muridnya, ini.

Hingga, akhirnya Donghae memberanikan diri. Mendekatinya, di acara rapat terakhir panitia perpisahan. Hanya berdekatan saja. Membuat jantung Heejung hendak keluar dari tempatnya. Betapa, hampir gila dia karena tidak bisa bercengkrama dengan Donghae, beberapa akhir-akhir ini. Bahkan sudah dua minggu lamanya.

Di ruangan ini, hanya mereka berdua. Donghae dan dirinya.

“Merindukanmu…” gumam Donghae, sedikit mununduk. Heejung menghangat mendengar kata Donghae barusan. Apa? Dia kembali seperti murid SMA yang sedang berbunga-bunga? Astaga, Heejung! Sialan, wajahmu memerah.

“Jaketmu… masih di tempatku.” gumam Heejung, mengabaikan apa kata Dongahe barusan. “Kapan, kau akan—“

“Simpan saja, dulu.” potong Donghae cepat. “Mau, makan siang?”

“Eh?” Heejung tergagap. Ini, bukan kebersamaan pertama kali dengan Donghae, untuk makan siang? Tapi, dia sekarang sangat gugup. “Di mana—“

“Sayang!!!” pekik seseorang membuat Heejung dan Donghae menatap ke depan, seorang gadis tengah berlari ke arah Donghae. “Kau ke mana saja. Aku lapar, makan siang ya?” gadis ini bergelayut manja di lengan Donghae. Donghae dengan wajah biasanya. Menghardikkan bahu. Gadis itu salah tingkah, mengetahui, ada seorang guru di sebelah Donghae.

“Ah, guru Kim. Maaf, aku tidak—“

“Tidak apa-apa. Aku pergi dulu…” Heejung merasa hatinya sesak. Donghae, masih saja sama. Lalu apa pengungkapan isi hatinya kala itu. Hingga membuat Heejung terus memikirkannya? Heejung melewati bagian belakang Donghae dan Jihyun—kekasih Donghae, agar wajahnya yang menahan rasa cemburu tidak di ketahui oleh Donghae. Tapi…

Tangannya di tahan oleh Donghae. Tangannya, di tahan oleh. Di genggam erat. Heejung terkejut. Donghae menggenggam erat tangannya, di saat ia bersama gadis lain. Muridnya juga? Donghae bahkan tidak menatapnya—masih menatap ke depan, sedang Heejung di belakangnya. Hanya genggaman tangannya yang semakin mengerat di rasa oleh Heejung, saat ini. Seperti Donghae menandakan. Tetap di sini. Aku ingin bersamamu. Aku tetap padamu.

Heejung merasakan sengatan listrik menjalar ke seluruh tubuhnya. Ini tidak mungkin, hanya sentuhan tangan, bisa seperti ini efeknya? Ingin sekali, dia menyentak tangan Jihyun yang masih menggelantung bebas di lengan Donghae dan kenapa kepala gadis itu di rebahkan di bahu Donghae??? Sialannya lagi, Donghae masih menggenggam erat tangannya. Tidak mau di lepaskan.

***

Heejung tersadar dari lamunannya saat Donghae mencium pipinya. Heejung merona seketika dan Donghae tersenyum menatapnya. Senyum yang membuat Heejung merasa hangat.

“Jihyun, mencarimu… kau tidak turun.” ajak Heejung sedikit gugup. Donghae menatap ke depan lagi. Menghembuskan nafas panjangnya. “Kau, ada masalah?” tanya Heejung hati-hati.

“Ini…” Donghae mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya. Sebuah kotak mungil, terbungkus kado warna merah. Heejung menerimanya dengan hati-hati…

“Apa?” tanya Heejung penasaran.

“Kau, bukannya ada acara besok malam?” tanya Donghae mengabaikan pertanyaan Heejung. Heejung menunduk, sedih mengingat acaranya dengan Siwon. Siwon dan keluarganya akan melamarnya. Tapi…

“Ya.” jawabnya lemah.

“Itu, hadiah ulang tahun. Sebenarnya, besok aku akan memberikannya. Tapi—“

“Apa isinya?!” Heejung memotong perkataan Donghae. Ia tidak mau melihat Donghae sakit, melihat raut wajah Donghae yang membuat hatinya seperti dihantam sesuatu yang begitu menyesakkan.

“Aku boleh membukanya?”

“Jangan sekarang.” Donghae memperingatkan. Kini, mereka bertatapan. Entah sorot mata Donghae kali ini sulit di artikan oleh Heejung. Heejung berdesir seketika saat Donghae menggenggam tangannya erat.

“Ulang tahunmu, kan nanti malam…”lanjut Donghae. “Bukalah, saat tepat jam dua belas… aku akan menelponmu, nanti malam.” suara Donghae terdengar pelan.

“Mungkin, telepon terakhirku… karena besoknya, kau sudah menjadi milik orang lain. Aku akan—“

“Donghae…” potong Heejung, wajahnya memanas. Air mata yang ia tahan ingin rasanya segera keluar. Donghae menatapnya sendu. “Jangan…”

“Aku… aku harap. Kau berbahagia…” Ucapnya pelan. Sedih dan terlihat kacau. Heejung menggeleng. Tumpah sudah air mata yang ia tahan, mengalir di pipinya. “Kau, mencintainya dan dia juga mencintaimu… aku juga mencintaimu, tapi—“

Heejung menggeleng lemah mendengar ini semua. Dia bingung. Dia besok akan di lamar, keluar Choi. Apa dia akan membatalkan ini semua, demi cintanya pada muridnya ini? Apa kata orang tuanya nanti? Apa dia akan mencoreng muka kedua orang tuanya hanya karena, cintanya yang di anggap bodoh?

“Hey. Jangan menangis…” Donghae menangkup wajah Heejung dengan kedua tangannya, lalu mengusap air mata Heejung dengan jarinya.

“Kita, masih bisa bertemu, kan?” Heejung terisak. Donghae menggelengkan kepalanya. Dia belum memberitahu pada Heejung, “Kenapa? Kuliahmu, di Seoul University. Itu tidak—“

“Tidak mungkin…. kita bertemu seperti sekarang ini.” elak Donghae, ia ingin memberitahu gadis ini bahwa, dia akan—

“Apa, Jihyun dan kau—“ Raut wajah Heejung tampak terkejut dan terlihat sangat sedih. Donghae menggeleng. “Donghae, kalian berdua—“

“Tidak!” potong Donghae kemudian menarik tubuh Heejung kedalam pelukannya. Ia terisak di bahu Heejung. Bagaimana dia mengatakan dia akan pergi untuk melanjutkan kuliah di London? Dan besok Heejung akan di lamar oleh kekasihnya. Dia menumpahkan segala kekacauan hatinya dengan memeluk erat Heejung. Dia tidak bisa memiliki, gurunya lagi. Tidak bisa.

“Hidup dengan baik, aku ingin kau terus berbahagia. Kau gadis yang luar biasa dan aku mencintamu…” ucap Donghae menciumi rambutnya. Menghirup aromanya, seperti tidak akan bertemu dengannya lagi.

“Jangan katakan itu, ku mohon.” bisik Heejung terisak. Donghae melepas pelukannya dan meraih wajah Heejung untuk lebih dekat dengan wajahnya.

“Katakan padaku, kau juga mencintaiku, kan?”

Heejung terkesiap. Dia ingin mengatakannya. Tapi…

“Katakan, aku mohon…” bisik Donghae di depan wajahnya.

“Donghae, kita sangat berbeda, kau—“

“Aku tidak peduli. Aku mohon….”

“Aku tidak bisa…” Heejung memejamkan matanya. Ia sakit mengatakan ini. Tapi, besok adalah saat keputusan yang tepat. Dia yakin, mencintai Donghae. Sangat yakin.

“Kenapa?” bisik Donghae lemah. Ia tahu, Heejung, gurunya juga mencintainya. Tapi, ada hal lain yang membuat gurunya itu tidak berkata jujur. Ya, dia masih belum menjadi pria yang di inginkan? Donghae tahu itu.

“Donghae… aku…”

“Ssstt… tidak perlu. Aku sudah cukup dengan seperti ini.” Heejung merasakan bibirnya telah tertutup sesuatu yang lembut dan basah. Donghae, menciumnya kembali… begitu hangat dan hatinya kembali berdesir.

***

Heejung menimang-nimang hadiah dari Donghae. Jam 12 malam, masih lama, sekarang masih jam 8 malam. Tapi, tidak ada salahnya kan, mengintip?

Tiba-tiba, ponselnya berdering. Di lihatnya. Nama Jihyun muncul. Ada apa muridnya malam begini menelponya???

“Hallo, Jihyun.”

“Ibu!!!” suara Jihyun menangis tersedu. Heejung terkejut. Kenapa Jihyun menangis.

“Donghae, Guru Kim. Donghae pergi….”

“Apa!” pekik Heejung terkejut.

***

Heejung berlari sekuat tenaga menyusuri penjuru Incheon, Airport. Membayangkan apa kata-kata yang di tulis Donghae dalam kotak hadiahnya tadi. Semuanya membuatnya menangis. Ia ingin menjerit memanggil nama itu…

Kalau kau membuka hadiah tak bernilai ini, mungkin aku sudah ada di pesawat dan menuju tempatku yang baru. Maaf, aku tidak memberitahumu. Aku sangat sedih, jika berpamitan denganmu. Demi, Tuhan. Aku sangat tidak ingin berpisah denganmu. Aku tahu, ini konyol. Tapi, aku benar-benar mencintaimu. Dan, aku harap. Kau juga, mencintaiku, Heejung-ah.

Jika kau jadi menikah. Tolong, hiduplah dengan baik. Mencintai keluargamu, dan berbahagia. Aku akan sangat bahagia, jika kau bahagia. Kau sudah bertambah usia sekarang, dan aku masih jauh lagi menuju usiamu saat ini. Tapi, percayalah. Aku, bisa menjadi pria yang kau idamkan, walau itu semua butuh proses. Kau mau menunggu ku?

Jika saja, aku lebih awal bertemu denganmu dan lahir lebih dulu dari mu. Apakah, takdir akan berkehendak lain? Aku akan selalu memikirkan ini dalam benakku.

Mencintaimu, Lee Donghae.

Heejung mengambil nafas panjang. Keberangkatan ke London? Dengan terengah dia bertanya kepada petugas di sana. Semoga belum terlambat. Semoga. Tapi, tiga patah kata dari petugas tersebut membuat wajahnya pucat seketika. Kakinya lemas. Ia tidak punya tenaga. Menganga, tidak percaya. Apakah seperti ini, perjalanan cintanya?

Donghae. Dia… Dia telah pergi. Pergi meninggalkan dia sendiri di Seoul. Meninggalkan dia dengan perasaan cinta di hatinya. Pandangannya mengabur. Air mata jatuh kembali di pipinya. Mengalir deras di pipinya. Dia bersimpuh di sini. Tidak kuat berdiri. Separuh jiwanya sudah hilang… dia pergi… Donghae, murid yang sangat ia cintainya kini telah pergi.

Heejung, meremas kuat liontin kalungnya yang ada di genggaman tangannya—yang ia bawa, hadiah dari Donghae. Hadiah, terakhir, mungkin. Air matanya masih mengalir deras. Tidak peduli, orang menatapnya aneh. Di tidak peduli. Hatinya sakit mengingat semua kenangan bersama Donghae.

“Aku belum mengatakan, kalau aku mencintainya. Aku belum mengatakannya….” gumamnya dalam tangis yang begitu hebat. “Aku, mencintainya. Aku mencintainya…” menunduk dengan berlinang air mata, tidak ada yang lebih buruk dari ini. Dia seperti tidak bernyawa. Separuh raganya pergi, bersama Donghae. “Dia meninggalkan aku…”

5 tahun kemudian…

Seseorang mengamati dengan kagum dan penuh kerinduan dengan sesosok yang tengah berada di dalam kelas itu. Semua masih sama. Kecantikannya bahkan tidak memudar seiring dengan bertambah usianya. Gadis itu, tumbuh menjadi wanita yang sangat mengagumkan. Pria itu, dengan setelan Jas yang melekat pas di badan tegapnya. Tersenyum simpul mengamati semua gerak-gerak wanita yang tengah serius memberi pelajaran pada siswanya.

Dia teringat, masa-masa dia dia dulu. Masa saat dia masih berseragam dan bersama wanita itu… Kemudian, senyumnya memudar. Berganti dengan senyum masam. Menghela nafas panjang, kemudian menunduk karena, ada yang menarik-narik ujung jasnya.

“Daddy. Es climnya habis… “ ucap bocah ini dengan mulut yang belepotan dengan es krim coklat.

“Jino… katanya ingin Mommy?” Donghae mencubit pipi gembul Jino.

“Mommy!!!” pekiknya girang. Donghae segera meraih bunga mawar putih—yang ia persiapkan, lalu diberikannya pada Jino.

***

Heejung terkejut ketika di dalam kelasnya ada seorang anak kecil. Dia amat lucu. Sangat lucu. Lalu, siapa orang tau bocah lucu ini? Dan apa di tangannya? Setangkai mawar putih. Semua siswanya tampak bingung dengan hadirnya, makhluk kecil di sela-sela pelajaran mereka.

“Mommy!!” pekik bocah itu, membuat Heejung terkejut. Jino, menyerahkan bunga itu pada Heejung. Heejung ragu-ragu, dia masih bingung dengan semua ini.

“Ini, dali Daddy, buat Mommy!” kata Jino lagi. Seluruh siswanya yang berada di dalam kelas tampak menggoda Heejung. Suara gaduhpun tidak dapat di elakkan. Heejung menunduk, mendekati Jino.

“Anak manis. Siapa Mommy kamu? Aku bukan—“

“Kata Daddy, kau Mommyku!” mulut Jino membuat gerakan lucu saat berbicara. Heejung tersenyum simpul, sekaligus gemas.

“Baiklah, di mana, Daddymu sayang?” tanya Heejung.

Heejung mengikuti arah pandang bocah laki-laki di depannya ini. Pandangannya tertuju pada satu titik yang sedang berdiri, menatapnya. Dengan setelan jas formal, pria itu tampak sangat berbeda. Sangat tampan dan berkharisma. Pria itu tersenyum simpul padanya. Dia tidak pernah lupa senyuman itu. Tidak akan pernah lupa.

“Donghae…” gumam Heejung pelan. Dan matanya kini memanas. Pria itu semakin mendekat ke arahnya. Membuatnya sulit berkutik. Kakinya sulit di gerakkan. Tatapan pria itu, menguncinya. Donghae, pria itu benar. Donghae… Ia ingin menangis sekarang.

“Merindukanmu…” ucap Donghae pelan, tepat di depannya.

*** THE END ***

Hayo!!!! Jino anak siapa? Heejung masih perawan ting ting apa sudah janda WKWKWK sedangkan Donghae??? *jawab sendiri😄

Beneran muter Destiny deh ya, agak masuk/? Kalau gak masuk ya dimasuk-masukin *ambigu -_____-”

Udah jangan panjang-panjang *digampar* Wkwkwk gag tahu deh, ceritanya ngeblur sama kek Dungek :p Gag ngefeels dan acak adut. Buatnya juga sehari setengah/? -_- *BOW

Yodah, Happy Besdey buat Cici aka Pisual Jadi-jadian WKWKWK Gimana, lo puaskan masuk di dalam FF gw!! Haks, Cepet lulus dan buruan mengejar jodoh untuk bertemu majikan/? Kamu si Dungek -_-

Akhir kata, Chorong pamit… Mau take vokal bareng ayang Yesung dulu… Byeeee<3333

183 thoughts on “[Mini FF] “Destiny” One Shoot

      • gue juga udah baca nih kak, sedih ih kasian hae. sini sama aku aja *kecup2hae

        Heejung menikah dengan siwon, mereka hidup bahagia. Donghae kuliah bisnis di London tapi dia selalu memantau keadaan heejung di korea.
        Setelah usia pernikahan mereka menginjak 1 tahun, heejung hamil.
        Pas heejung mau melahirkan, siwon membawa heejung ke rumah sakit, namun karena siwon terburu-buru, mereka mengalami kecelakaan.
        Heejung melahirkan di tempat kecelakaan, heejung selamat, bayi selamat namun siwon tewas karena mendapat luka benturan keras saat melindungi bayi dan istrinya dari benturan kecelakaan dengan tubuhnya.
        Penduduk sekitar menolong mereka, tapi siwon ga bisa di selamatkan.
        Heejung koma selama beberapa bulan, namun setelah bangun dari koma nya, heejung tidak bisa mengingat kenangan nya selama dia menikah bersama siwon. Memori kehidupan mereka terhapus begitu saja, termasuk fakta bahwa heejung telah memiliki anak.
        Selama beberapa bulan itu donghae yang selalu menemani heejung di rumah sakit, dan bahkan dia mengambil cuti di kampus agar bisa menjaga heejung.
        Saat heejung siuman, donghae tidak memiliki keberanian untuk mendekati nya karena donghae belum memiliki apa2. Begitu juga dengan jino, donghae tidak bisa begitu saja mengenalkan jino kepada heejung sebagai anaknya, karena ingatan heejung yang menghilang.
        Jadi donghae kembali ke amerika dengan membawa jino, dan heejung tetap menjalani kehidupan seperti biasa di korea tanpa menyadari hal yang terjadi pada dirinya beberapa tahun belakangan, keluarga heejung pun mendukung keputusan donghae untuk membawa anak heejung yang sudah tanpa ayah dan akan mengenalkannya suatu hari nanti.
        3 tahun setelah tragedy itu, donghae kembali ke korea dengan mengajak jino untuk menemui ibu kandungnya.
        WAKAKAKAKAKKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKKAKAKAKAKAKAKAK INDOSIAR BANGET

  1. Apaaa iniii… ep.ep nya sii ikan tp buat nya pas tiduraan sm yesung….. *aq jugaa binguuung dr mana asalnya jino…. ???!!

  2. Aku gak muter destiny tapi masuk aja tuh wkwk, feelnys juga lumayan kok, itu endingnya tanda tanya besar. Trus ada adegan di film india juga, ujan”an harusnya muter lagu kuch kuch hota hai xD ccok sama scene pgangan tadi. Ini beneran oneshot? Nanggung bgttt, endingnya gak happy jga gak sad hehe.

  3. ,, butuh SQUEL ! Unnie ff mu selalu daebak ..Itu anaknya donghae namanya Jino mengingatkan saya with mantan yg namanya Jino jg SM Rookies :p LolxD .. Unnie kpan kau buat ff castnya yesung oppa i miss him dan aku merindukan(¿) ff yesung mu itu🙂

  4. sequel wajib ini eonni masih remang endingnya *bahasa apa ini* jino anak nya siapa jg eon, pkoknya SEQUELL *teriak pake toa brng yesung*

  5. KAK DEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAN GUE SESEK INI BACANYA SUMPAH BUTUH OKSIGEN,
    KAMPRET SIALAN INI MIRIP PENGALAMAN GUE KEMAREN NGAJAR,
    BEDANYA SAMA BANGET LAGI 5TAHUN HEH ??? JATUH CINTA SAMA MURID ??? LU AH BIKIN CERITA DARI PENGALAMAN PRIBADI GUE -_____-
    MAACIH MAACIH KADONYA INDAH BANGET INI LEBIH INDAH LAGI KALO BIKIN SEQUEL WKWKWK
    DEMI APA AKHIRNYA KIM HEEJUNG ADIK KANDUNG KIM HEECHUL AKHIRNYA DEBUT JUGA,
    AI LOPYU KAKA LIDER CHORONG…..

    NB :
    GIMANA KALO SEQUELNYA BIKIN YG BDSM ? RED ROOM ??? AYOLAAAH

  6. Aduhhh.. Perlu sequel nih.. ƍäª bisa menghayal aq jino itu anaknya sapa. Bisa jadi ponakan nya… Atauuuuuu– selama dongek di london ngehamilin anak org lagi! Andwaeee!!!!
    Sequel dong deaannn..

  7. Huaaa,, keren banget,, nyesek deh ceritanyaa,,
    Kak dean buatin saquel nya yayaya… penasaran jino itu siapa.? Heejung jadi nikah atau gak sama siwon,, ned sequel..huaa..
    Selalu menunggu karya karya mu selanjutnya kak… xiixii~🙂

  8. ohhh….bang ikan kau sungguh seorng cassanova >_< kereeen…. ampe guru pun klepek-klepek ama dirimu😄

    eonni sekuel dong,,, penasaran nih tuh jino anak sapa???

  9. EONNI
    GANTUNG TAHU#PLAKK 😦
    ITU KENAPA SI DONGEK TIBA? TIBA PUNYA DEDE'(?) TERUS NASIB BANG WOWON GIMANA? #DIGEPLAK -_-”

    EH KEUNDAE, TANPA MUTER DESTINY PUN FEEL NYA DAH DAPET KALI EON🙂
    KERASA AJA CINTA SAMA SESEORANG TAPI KAYAK MUSTAHIL BUAT BERSATU
    KKK~

    OVERAL GOOOOODDD… LAH
    HANBEON DDO….DI TUNGGU LANJUTANNYA ‘NOTHIN ON YOU’ 😉

    FIGHTING EONNI-YA 😛😛

  10. Hahaha akhirnya kelar baca juga eon pas baca komen2 anak-anak diwall mu makin penasaran si om aiden mau diapain😀 . DANNNN ini alurnya cepet banget ya kebiasaanmu yang nulis secara detail banget soalnya. Tapi kerenn hahaha dengan bikin dadakan salut😀 kalau misal aku nebak sih ini antara anak adopsinya donghae / malah donghaenya udah nikah dan si heejungnya masing single lol. Kalau masalah sequel nya sok mangga aja deh tapi aku dukung demo diatas buat lanjutan wkwkwkkw. Tapi aku nunggu banget kyuchanmu aja deh jangan lama-lama eon fenasaran sumpah >_____________<

    Regard

    Miss Kim❤ aka selingkuhan bang minho ^^v

  11. HASTAGAAAAAHHHHHH DONGEK BRONDONG?? /MATI/
    /hidup lagi/
    DONGE DEMEN AMA GURUNYA?? /MATI LAGI/
    /hidup lagi/
    kenapa donge harus demen ama bu gurunya? Suzy sebagai temen sekelasnya kan patah hatiii…
    Ya udiiinn,, suzy ama hyukjae ajah yang ketua osis(?) *ngarang cerita sendiri*
    itu juga anak siapa, nongol-nongol manggil emak?
    dongek gak bener nih ngajarinnya…
    Lu parah kak… bikin cerita ngegantung. Lu kate jemuran? *gantung author*

    Oke!!! Next project.. Shin HyunMi *a.k.a suzy* ama Lee HyukJae ya…
    HARUS ada Vanilla-nya.. BDSM dikit gakpa-pa deh….

    Sekian sepatah dua patah komentar dari member terimut JRStan suzy..
    sekiranya ada kata yang menyinggung itu emang disengaja wkwkwk

    Happy birthday for my beloved tante..
    our beloved visual *gampar dulu*
    Wish you all the best…

    Suzy

  12. awalnya males baca pas tau cast-nya si visual mesum aka heejung -_- Tapi pas baca malah makin males. DAN KENAPA MUSTI BAWA BAWA SIWON??? -,,,-
    POKOKNYA NTAR KALO DIBIKININ SEKUEL, PARK MAERI aka GUE, MUSTI IKUTAN NONGOL JUGA SEBAGAI JODOH DUNIA AKHERAT NYA SIWON!!! u.u
    sekian komen dari Princess Manager atau Eunji atau Park Maeri *halah* terima kasih😛

  13. Author nya berhasil membuat orang penasaran dan bingung..
    Jino itu anak siapa? ikut2 yg lain ahhhh…
    Sequel sequel sequel… hehehehehehe…

  14. hahahahahahha…..
    gue cuma mau numpang ngakak ajaa….
    buat semua readernya kak dean klo mau tau jawabannya itu pertanyaan diatas,,,liat dipesbuk gue aja uda gue jawab nohhh disono,,,,,
    dan lu kak dean jangan dibikinin sequel,,,,
    wkwkwkwkwkwkkwkwkwk

    SUKA BANGET NYIKSA ORANG…apalagi PISUAL JEER!!!!!

  15. Awalnya romantis bgt, eh end nya dibikin bingung, itu jino anak siapa coba trus heejung jd nikah sama siwon g’? Oya trus donghae duda gitu???? Walaupun cerita bagus tp end nya nyebelin nih. Apakah berniat utk squel kalau iya ditunggu🙂

  16. BUBAAAR DEH SEMUANYA, GAUSAH PADA NANYA JINO ANAK SIAPA, SIWON GIMANA
    SIWON SELINGKUH SAMA CHOI SOYOUNG
    JINO ITU ANAK HEEJUNG SAMA SETAN MESUM ALIAS CHO KYUHYUN, KENPA BISA CHO KYUHYUN ???? HEEJUNG SETRES DI SIWON SAMA DONGHAE TRUS DIA GA SENGAJA KETEMU KYUHYUN DI BAR TERJADILAH ONE NIGHT STAND SAMA KYUHYUNTERUS LAHIR JINO, NAH SI JINO SAMA KYUHYUN DITITIPIN KE DONGHAE,
    JADI JELAAAAS KAN SEKARANG ?????

  17. Menurut sudut pandang gue! #plaaak.
    Donghae udh nikah, trus punya anak nama nya jino, istri nya donghae meninggal setelah ngelahirin tuh si jino.
    Yaudah deh, donghae kembali ke korea, nemuin si heejung!..
    The end *happy ending*
    hahaha engga deh, menurut gue sih gitu, yaudahlah yah jangan dimasukin ke hati #plaaak *ngomong apa sih gue??* “abaikan” -__-

  18. JR BOCHOR… AMPUN. UDAH KEABISAN LAPAK YE AMPE GELAR LAPAK DISINI JUGA??? OTL
    *amanin siwon* POKOKNYA DIA AMAN DAN NYAMAN MA GUE.. JANGAN BIKIN ENDING YANG ANEH ANEH KALIAN -_- PALING BENER YA ENDING BIKINAN GUE!! TITIK.

  19. ini gimna sih jadinya ceritanya? jadi tuh anak siapa?
    jangan2 anakku ama abang yesung?
    *plak
    annyeonghaseo author
    kayaknya gue reader baru deh *tebar kembang api*
    senang terdampar di blog andaaa

    p.s
    ceritanya bagus kok, tapi tapi,… kepanjangan
    may be itu yg bikin feelnya jdi muter2 dan akhirnya ga trll brasa

  20. Masyaallah ni epep *tebarmenyan :3 ini epep ga pantes ditiru broh, sama anak SMA😀 kalo ditiru bisa masuk BK loh._. murid macam apa itu ciuman dngn guru’a sendiri? mnding jg sma aku bang :3 #plakk tapi ttep bgus ko;;) sehquel bisa kali eon *kecupmanja xD

  21. Eonni aku bingung #pegangan biar ga jatoh.. -.-”
    jino ank siapa tuh, perasaan yg tdi nya mau nikah si Heejung knpa yg bawa ank malah si Donghae oppa ? #banyak tanya -.-”
    Bagus eon ceritanya, ada typo sih beberapa tpi tetep keren ko
    sequel boleh kali ? Kkkk~ ^^

  22. Menurut gue, di london si dongeek dan hyukjae ketemu dipelataran toko tapi sebelum ketemu mereka mainan topi dulu, pertama si dongek mau makek tu topi tapi karena gak kece jadi dia gak jadi pakek nahh di sisi lain si hyukjae yg nyobain kok malah kece eeh terus dipakek. Next dijalan si hyukjae mainin HP *khas anak cabe,jalan kaki sambil mainan HP* dan gak sengaja ngejatuhin tu topi, terus gak sengaja ngeliat topi mahal ada dijalan dongek mungut *lumayan gratisan* nah pada malam itu juga mereka ketemu karna dongek yg kelelep ama pesona hyuk terjadilah yg namanya ONE NIGHT STAND dan lahir lah JINO si setan kecil, dongek sama hjukjae nikah terussss karna kelakuan si jino yg lebih setan dari Kyuhyun maka si Hyukjae gak tahan dan akhirnya gantung diri di pohon jambu depan rumah gue,gue mau nyelamatin tapi yaa apa boleh buat Sungmin oppa nelarang sih *abaikan* Oke balik kecerita
    Melihat hyuk Qo’it dongek setress dia ikutan jadi anggota geng motor yg hobinya ngeyadongin cewek buleek ternyata eh sungguh ternyata waktu asik MAIN sama buleek si dongek ngeliat bulek yg sexy body nya six pack kalo gak salah namanya Chorong apa Chanting ya gue rada lupa .Singkat cerita si dongek fall in love ama tu bule , mereka hidup bersama hampir satu tahun dan akhirnya dongek baru sadar ternyata cewek six pack itu kok mirip amat ama SIWON setelah diselidiki BINGO ternyata tu cewek beneran siwon, Nah setelah di INTERMEZO si siwon akhirnya ngaku kalo sebenernya dia jadi kayak begitu karna frustasi lamarannya ditolak ama gue *jangan protes*.
    Udah gitu aja kok, FF chorong yg ini bener-bener mudah ditebak keleesss ngapain pada minta sequel cobaaaaa.

  23. Eonniee Jino it anak siapa?trz gmna nsib Choi Siwon??it Heejung nunggo Donghae slma 5th??trlalu byk pertanyaan diatas kepala q eonniee

  24. Duuuh kesian hidup lu Ongek bhahaha…
    Terus si Ongek udah nikah? atau itu anak nemu di London? Terus si Heejung jadi nikah saka ayang Siwon? Semoga gak/? :p
    Doooh gue pengen es climbnya, Jino-ya~~~ hahahaha

  25. Di bagian akhirnya bner2 bkin penasaran!!!!! -,-

    anak donghaekah? masa 23 tahun udah punya anak segitu ? kira2 umur anaknya berapa? *plakss* abaikan -_-‘

    baca ep2 ini jd teringat drama ‘Big’ . . . .cinta antara guru ama murid –____–

    Unnie,, ep2 ‘Nothin On You’ nya slalu ditunggu…. benar2 penasaran ama lanjutan yg itu.. hihi….

  26. huaaaaa #jegerrrrr!!
    ini ? in i apa eonnie aku suka ceritanya huaaaaa in i blm kelar…
    lanjutkan lanjutkan lanjutkan lanjutkan pokoknya lan juuuuuuuuut

  27. Ternyata komenan gue tadi pagi kaga masuk.
    Gue baca kak! GUE BACA!!! Tapi maap beribu maap, tiap kali gue baca nama heejung(?) otak gue nge-replace otomatis pake nama haejin a.k.a gue. Cuman yaa gue mah ogah kalo disuruh jadi guru, mendingan CLEANING SERPIS, suka ngeri sendiri ngebayangin masa depan para murid kalo gurunya gue kak. Dan, APA LO BILANG MINI FF?? Ini panjang woi!!! /mendesah jahat/

    Betewe, eniwe, baswe,, ini kado ulang tahun buat si CICI ya? CICI SIAPA?!! #NyengirMesum

    @LaksmiCantik

    • WKWKWKKWKW ya ini mah cuma 12 halaman sih La, nguquq jadi ya termasuk pendek… gw juga la, adegan adegan yang rada gimana, ngebatin buatnya WKWKKWK

  28. kesiann banget lu hae disetiap ff potek mulu.haha. aduhhh bu gulunya pedopil :p, digantung pula nasibnya sama si author. hahahaha

  29. Ih da lma kgak bca ff buatan mu eon.ff mu terakhir yg aq baca Merried By Scandalnya kyuhwi.tnggal yg kyu n channie noh blon aq bca.pelepas rindu jdnya dgn ne ff.

  30. dia seorang yang sangat tampan. Baik. Manis. Type semua gadis, kebanyakan. Dia juga seorang player. Yah, memanfaatkan ketampanan wajahnya, itu tidak salah, kan? Dari situ, dia tahu rasanya di sayangi. Di puja. Di cintai.
    hahahahhahaa.. setuju bgt sama kalimat ini..
    sedih,,senyum2 sndr pas baca nie ff.. mksh ya..

  31. kesiann banget lu hae disetiap ff potek mulu.haha. aduhhh bu gulunya pedopil :p, digantung pula nasibnya sama si author. hahahahahaha
    -heegenius-

  32. Gantung ah, jadi pembaca disuruh nerka sendiri ya… =____=

    Anak siapa Jino?
    Anak angkatkah?
    Gimana dgn lamarannya Siwon?
    Apa donghae nikah d London ampe punya Jino?
    Kenapa dia mesti manggil HeeJung, Mommy?

    Msh banyak lg pertanyaan yg berkeliaran di otak gw kak. :3 *tendang*

  33. ceritanya unik..keren biasanya kebalikan muridnya yg cewek..
    dah lama g buka blog ini..ternyata dah banyak yg dipublis..maaf chingu g bisa komentar di nothing on you, memorinya g cukup, maklum bukanya pake hp, jadul lagi..hehe
    keren banget ceritanya chingu..karakternya sesuai dengan kyuhyun…q suka banget ceritanya..next partnya ditunggu…fighting!!

  34. duh msa gantung gini c. …….penasaran tingkat dewa, kenapa karyamu selalu bisa nyata perhatian otak saya duh si ikan udah keren……pengen jadi heejung. ……daerah and keren….

  35. Yahh gantungg.. sequel donk.. but aku suka bnget critanya.. sukses bkin aku terharu .. kerrn bgt, pas lagi hujan2an donghae nyium heejung..#ngiler sosweet bgt critanya..

  36. ahhh itu jino kluar dri mana?._. donghae udh nikah kah? trs siwon sm heejung jdi nikah? heee bingung, sequel yaa eonn^*^
    btw, our ring dilanjut dongg, nunggu bgt ini ^*^

  37. Kyakkkkkkkkkk
    It anak q ma donghae. Ckckckckckkck
    Authorrr…..q mw dong kenak cipok ma tuh namja.
    Aigooooo……ff mu benar” DAEBAK
    Ngebayangi kyk mna wajah trlula donghae pas lihat siwon ma heejung msuk krumah na.
    Aigoooo…donghae ya..jngan brsedih msih ada q di smping mu chagie #plak
    Sequel na yah jngan lpa
    #digamparauthor
    Kekekekekkekkeke

  38. dohhh thor… ini mengharu biru (?) *apa* sedih ya kisah cinta kaya gini. ckck.. yakin donge udah dapet penggantinya heejung? ;;; ahh donge kaga kuat nahan iman *ini ga nyambung* scene pas di bandara bikin mewek sumpah thor😥 dan itu si jino anak siapa coba?😦 jangan jangan anakku yang dibawa kabur donge. hehe.. ahh walaupun singkat tapi keren thor…

  39. Annyeong, new reader in here..
    Ahh ternyata blog ini banyak terdapat ff, dan seru cerita’y.. author’y juga sepertinya seru..
    Salam kenall..🙂

  40. keerrrennnn….
    tp kasian donghae.
    perbedaan umur mereka jauh klo wanitanya lbh dewasa. mungkin klo pria yg 5 tahun lbh tua itu gpp. tp klo wanitanya yg lbh tua. itu jd masalah.
    ternyata siwon mencintai istrinya. aku fikir enggk. cz dia cuek bgt..

    • gajadi masalah ko, cinta itu ga mandang umur kali yaah, mau cowo nya yg lebih tua atau cewenya yg lebih tua mereka berjk punya kisah cinta kok,
      kamu kamu mislim ato non muslim ??
      kalo muslim berarti tau cerita Nabi Muhammad dong yaah, istri Nabi Muhammad kan lebih tua, kalo gatau coba search di gugel deh,

  41. kyaaa~ menguras hati ini mah storynya .. Kesian sama hae. Donghae udh punya anak aja,? Nikah sma siapa bang??😀 .. Kalau Duda kaya Si Donghae aku sih mau2 aja ,, wkwkwk😀

  42. Thor, aku butuh sequel..
    Endingnya gantung banget, banyak pertanyaan yg belum terjawab.. Apakah heejung sudah menikah? Apakah donghae sudah menikah? Jino itu anaknya siapa? Gumana nasibnya siwon? Gimana nasibnya jihyun? Dan apakah cinta heejung-donghae akan bersatu?
    Kasih sequel thor..

  43. SEQUEEEEEL!!! Tanda tanya melayang banyak di otakku. Jino anak siapa? Anak Donghae? Dengan siapa? Heejung gimana? Siwon? Jdi nikah sama Heejung? Lalu….

    AAAAAA… AUTHOR, YOU MADE ME CURIOUS!!!

  44. yg masih kepikiran itu, si jino asalnya darimana/? masa iya anak angkat dongek kan secara gitu gag mungkin masa iya si dongek angkat2 anak orang (?) tp ya setidaknya ceritanya maksud lah walopun bagian endingnya masih rada2 gimana gitu😀 kak dean mah ffnya as usual, ddaebakk!! hwaiting kak😄

  45. yg masih kepikiran itu, si jino asalnya darimana/? masa iya anak angkat dongek kan secara gitu gag mungkin masa iya si dongek angkat2 anak orang (?) bagian endingnya itu loh yg bikin penasaran😀 kak dean mah ffnya as usual, ddaebakk!! hwaiting kak😄

  46. Huaaaa…
    DAEBBBAKKKK,,,,
    Ini ep ep btuhhh SEQUEL pke BANGETTTT di tambah S lgi….
    Yaaa eonn…eonnie cantikk dehh…
    Ciusaannn bkinn SEQUEL yaaa…

    TTD : Istri Lee Donghae >_<

  47. ini mau komentar mlah ngakak liat komen2 nan ka dean sama tmen2 nya😄
    jino anak siapa? donge nikah trus istri.a meninggal? apa gmana?

  48. Karna galau nungguin NOY yang belum dipost sama author :3
    saya pun ngubrek2 librarynya deh, dan nemu mini ff ini😀 sunguuuuuhhhh ini feelnya donghae dapeeeeettttttttttttt bangeeettttt😀 Keren author!!! (y)

  49. Aaaaak nangggung kak deee
    Trus jeno anak siapa ? :3
    Donghe kalo udh nikah msak ya ngaku2 jeno anak nya heejung aw
    Hrusnya ada sequell tp apa dayaaa :”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s