FF “Secret Married” Part 10 [Eunhyuk-Jaena]

hyukna

FF “Secret Married” Part 10 [Eunhyuk-Jaena]

 

Author : Kim Yeon Young [@DeanClouds]

 

Cast : Lee Hyuk Jae, Park Jae Na

 

 

Support Cast : Shindong, Donghae, Shin Michan, Etc…

 

Genre : Married life, Romance (?)

 

Ps : TYPO! Selalu menjadi warning pertama dalam setiap ff saya *PLAKK , Gaje, Aneh dan juga membosankan……..!! harap maklum yaaa😀

 

Kyaaaa! Sudah Part 10 yaaa… akhirnya bisa publish juga. Okelah maaf jika dalam part ini nanti tidak sesuai yang kalian inginkan. Tapi inilah mau saya, maunya nulis gag jelas😛

 

Baiklah langsung saja…….

 

Happy Reading!!!!

 

 

Tanpamu bagaimana aku bisa hidup setiap hari.

 

Aku tahu kau belum berakhir

tapi, jangan menangisi ruang kosong yang ku tinggalkan.

 

Hatiku hanya memilikimu

dan hatimu hanya memilikiku.

Sikap yang sama, bukti cinta kita.

 

Langit yang sama, tempat yang berbeda

Kita terpisah untuk saat ini, sesuatu yang tidak pernah terlupakan.

Tolong ingatlah…..

 

Sebelumnya……….

 

 

Jaena perlahan mulai merasakan kehangatan yang menjalar diseluruh tubuhnya. Dekapan tangan Hyukjae dan juga ciumannya membuatnya lupa bahwa didepannya ini ada seorang pria lain. Dengan lembut Jaena mulai membalas lumatan bibir Hyukjae. Hyukjae yang sadar akan ini kemudian memiringkan kepalanya lagi untuk mencari posisi yang lebih nyaman mencium kembali gadis yang sangat ia rindukan. Keduanya seperti menyalurkan kerinduan mereka yang terpendam selama berhari-hari.

 

Walau ciuman mereka sedikit menuntut namun, sisi lain Hyukjae hanya ingin menunjukkan bahwa Jaena adalah miliknya. Dan lihatlah, Jaena.. Ia juga menerima perlakuan Hyukjae. Bukankah itu tandanya Jaena juga menginginkan Hyukjae?

 

Donghae hanya dapat menahan nafasnya. Dia marah. Ya tentu saja. Tangannya mengepal melihat pemandangan yang menyesakkan dadanya. Dikepalanya seolah-olah ada api begitu panas yang siap membakar apa saja yang membuatnya lebih besar.

 

 

Part 10

 

Author POV

 

 

Sudah cukup Donghae menyaksikan pemandangan yang mampu membuatnya hilang kendali. Sebelum ia terlalu dikuasai emosi, pria ini memilih untuk meninggalkan tempat ini secepatnya. Melajukan mobilnya dengan cepat. Raut wajah penuh amarah dan juga emosi yang meluap-luap.

 

“Argghhhh!!! Siallll………….!!” pekik Donghae… matanya memerah. Sungguh ia sangat tidak terima dengan apa yang ia lihat.

 

“Park Jaena!!! Lee Hyukjae…!!” pekiknya lagi. Baginya sekarang adalah bagaimana meyakinkan Jaena bahwa dia adalah pria yang bisa membahagiakan hidupnya dan juga menjadi suaminya.

 

Sementara Donghae berusaha melupakan apa yang ia lihat, Jaena dan Hyukjae kini saling terdiam. Setelah apa yang Hyuk lakukan pada Jaena didepan Donghae tadi sebenarnya membuat Jaena sedikit shock. Hyukjae muncul lalu dengan tiba-tibanya menciumnya?!!

 

“Maafkan aku…..” Ucap Hyukjae pelan setelah ia cukup mampu mengendalikan emosinya saat usai mencium gadis disampingnya ini.

 

Jaena masih sibuk mengatur nafasnya agar tidak terdengar gugup. Sebenarnya ia sangat ingin berkata merindukan Hyukjae. Tapi.. Ini sangat sulit. Sama saja ia memaksa Hyukjae untuk tetap disisinya.

 

“Kau menyesal telah menciumku?”

 

Hyukjae menoleh kearah Jaena. Tapi gadis ini belum berani untuk menatap Hyukjae. Baginya kalau ia sampai menatap tepat wajah Hyukjae, Ia takut tidak bisa menahan laju air matanya.

 

Wajah itu yang ia sangat rindukan. Wajah yang ingin ia sentuh.. Hidung, Pipi, dan bibir. Tapi itu sangat menyakitkan.

 

“Uh..? Menyesal?! Aku tidak akan pernah menyesal mencium seorang gadis yang…..”

 

Hyukjae terdiam. Ia tidak bisa melanjutkan kata-katanya, tapi matanya masih menatap wajah gadis ini. Sungguh dari samping Jaena tampak cantik. Jaena merasa ada yang aneh dengan kata-kata Hyukjae kemudian menoleh kesamping dan tepat! Pandangan mereka saling bertemu.

 

“Gadis apa?”

 

“Gadis yang telah menjadi istriku.” Hyukjae hanya bisa meyalahkan dirinya sendiri saat seperti ini. Lelaki macam apa dia? Melindungi istrinya saja tidak bisa? Ani, bukan hanya melindungi. Menyatakan kalau ia sangat mencintai dan membutuhkan Jaena saja sulit sekali.

 

Jaena menyadari bahwa Hyukjae masih saja sama. Menganggapnya seorang istri, tapi tanpa ada rasa cinta? Padahal dalam hatinya, Jaena ingin sekali Hyukjae mengatakan itu. Walaupun untuk hidup terus bersama tidak mungkin tapi ia harus tahu perasaan Hyukjae sebenarnya.

 

 

“Kau kurus sekali….. Apa kau tidak pernah makan. Hum?” kata Jaena mengalihkan pembicaraan. Ia tahu Hyukjae menciumnya hanya untuk menjaga harga diri didepan Donghae.

 

 

“…..” Pria ini masih diam dan menatap wajah Jaena. Entahlah apa yang ada dipikiran Hyukjae saat ini. Yang dia ingini adalah menatap sebanyak-banyaknya wajah gadis yang ia rindukan.

 

 

“Aku dengar kau tidak pernah latihan? Bagaimana jika kau kalah nanti.” kata Jaena lagi.

 

 

“…..” Hyukjae lagi-lagi diam. Kerongkongannya terasa sulit sekali untuk menelan ludahnya sendiri. Sangat sulit, nafasnya tercekat ketika mendengar nada bicara Jaena yang seperti orang ingin menangis.

 

Mata gadis itu mulai berkaca-kaca.

 

“Kau terlihat pucat. Apakah kau sakit?”

 

Hyukjae masih diam.. Ia mengepalkan tangannya saat Jaena mulai menanyakan hal itu padanya. Sungguh ia merasakan sakit yang paling dalam saat ini. Kenapa semua terjadi saat ia mulai mencintai gadis yang ada didepannya ini.

 

 

“Kau makan ramen setiap hari. Itu yang membuatmu seperti ini.” kata Jaena lagi. Ia sadar Hyukjae tidak menjawabnya karena apa. Tangan Jaena meremes ujung mantelnya. Ia menunduk untuk menyembunyikan air matanya yang menetes dipipinya.

 

 

Greeepppppppppp

 

 

Dengan satu tarikan Hyukjae dapat merengkuh tubuh Jaena. Mendekap erat tubuh gadis ini dan disandarkannya kepala Jaena tepat didadanya, mengusap pungung Jaena. Tubuh Jaena menegang saat merasakan tangan Hyukjae mulai mendekapnya semakin erat.

 

Jaena dapat mendengar getaran entahlah? Sepertinya suara tangis Hyukjae yang sengaja ia tahan. Tapi Jaena sendiri juga tidak bisa menahan laju air matanya. Sungguh ini sangat miris.

 

Jaena bisa menghirup aroma ini. Aroma tubuh Hyukjae… Aroma yang sangat ia suka. Begitupun Hyukjae. Ia menghirup dalam-dalam aroma tubuh Jaena seolah ingin menyimpannya diparu-parunya. Sungguh ini sangat menenangkannya.

 

 

“Kau sudah puas bertanya padaku hum? Kau ingin bertanya apa lagi? Ayo tanyakan padaku Jaena-ya?” ucap Hyukjae masih terdengar dengan isakannya.

 

Jaena hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ia juga tidak bisa berkata, lidahnya seakan kelu. Ini sebenarnya bukan sifat Jaena yang seperti ini. Menangis didepan pria yang baru ia kenal dan telah berhasil merebut hatinya? Tidak pernah terbayangkan olehnya sebelumnya.

 

 

“Kau tidak ingin menanyakannya lagi? Hum.. “ kata Hyukjae lagi. Pelukannya semakin erat seiring gejolak hatinya yang kian ingin memiliki gadis ini.

 

 

“Kau tidak ingin menanyakan apakah aku merindukanmu atau tidak Jaena-ya? Sungguh kau tidak ingin menanyakannya padaku?”

 

Jaena seketika tersentak mendengar apa kata Hyukjae ini. Merindukannya? Apakah Hyukjae merindukannya? Jaena, apa dia tidak salah dengar?

 

Hyukjae melepaskan pelukannya perlahan-lahan. Ia kemudian menatap lekat-lekat wajah Jaena. Menatap secara detail lekukan wajahnya.. mata, hidung, bibir. Semua yang ada pada Jaena ia sangat merindukannya.

 

“Kau mungkin akan mencaciku atau kau bisa bilang aku ini pria yang paling bodoh. Tapi kau harus tahu satu hal Jaena-ya.”

 

Jaena mendongak dan menatap tepat dimata Hyukjae. Mata pria ini masih sedikit berair, Apakah ini begitu mengharukan? Rasa sakit yang Hyukjae rasakan, Jaena juga bisa merasakannya.

 

Jaena masih terdiam. Ia bisa merasakan saat tangan Hyukjae meraih tangannya dan menyisipkan jari-jarinya pada selajari lentiknya. Perasaan hangat dan juga debaran jantung yang sangat hebat kini mulai menghinggapi dirinya.

 

 

Hyukjae meletakkan tangan Jaean yang telah ia genggam tepat didadanya dan membuat Jaena tersentak.

 

“Kau tahu.. hati ini berdebar sangat hebat saat aku didekatmu. Saat aku menatapmu dan juga saat aku menyentuhmu. Mendengar suaramu saja debaran ini sangat keras Jaena-ya.”

 

Jaena ingin menyadarkan dirinya. Apakah ini mimpi? Apakah nyata Hyukjae mengatakan ini semua. Itu sama dengan apa yang ia rasakan saat bersama Hyukjae.

 

“Awalnya aku tidak menduga perasaan ini muncul begitu cepat. Bahkan ini sangat hebat… Melihatmu menangis karena terluka olehku, ini sakit sekali. Aku bisa merasakan apa yang kau rasakan. Sakit sekali saat kau pergi dariku. Berhari-hari tanpa ada dirimu disisiku. Ini sakit sekali Jaena-ya.” Hyukjae memukul dadanya dengan tangannya yang menggenggam tangan Jaena.

 

Hyukjae menahan air matanya yang ingin keluar saat melihat Jaena mulai menampakkan tanda-tanda ia akan menangis. Hyukjae masih memegang erat tanganya didada Hyukjae. Gadis itu kemudian tertunduk. Ia tidak mau menatap wajah Hyukjae yang sepertinya bisa membuatnya bertambah sedih saja.

 

 

“Aku sangat tidak suka jika pria lain menyentuhmu. Kau bersamanya terus dan mengabaikanku. Aku sangat tidak terima jika kau seperti itu padaku, jadi tolonglah kau mengerti perasaanku padamu.” kata Hyukjae jujur.

 

Jaena mendongak menatap Hyukjae. Tatapan teduh dari mata Hyukjae menyiratkan hal lain. Semacam meyakinkan Jaena bahwa ia milik Hyukjae. Tapi.. apakah perasaan Hyukjae sama dengannya? Jaena membasahi bibirnya sekilas sebelum ia berbicara.

 

“Hyukjae-ya apakah kau__” kata Jaena terputus saat tiba-tiba dengan cepat bibir Hyukjae mencium bibirnya. Menempelkan bibirnya tepat dibibir Jaena kemudian menyesapnya pelan. Ini membuat Jaena terkejut sekaligus kehilangan kesadaran. Hyukjae benar-benar membuatnya tidak bisa berkutik.

 

“Jeongmal boghosipta…. jeongmal saranghae… saranghae Lee Jaena.”

 

Belum sempat Jaena menormalkan pikirannya karena ciuman sesaat Hyukjae, ia menjadi lebih gila lagi karena kata-kata Hyukjae padanya. Apa mencintainya??

 

Kakinya lemas. Keringat dingin mulai membasahi tubuhnya. Sungguh, ini bagaikan mimpi.

 

“Tetaplah menjadi istriku. Aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja dari sisiku! Aku akan membuktikan bahwa aku lelaki terbaik yang akan menjadi suamimu. Pendamping hidupmu selamanya Lee Jaena.”

 

 

__oOo__

 

Udara malam ini cukup dingin, penghangat ruangan dikamar Jaena sepertinya tidak berpengaruh banyak. Bukan masalah dingin yang sebenarnya tidak bisa membuatnya tidur. Ada hal yang sangat mengganjal yang membuatnya sulit untuk memejamkan matanya.

 

Dilihatnya jam dinding kamarnya, sudah menunjukkan pukul 3 pagi.

Tiga jam yang lalu ia melihat Hyukjae pergi dari hadapannya… Sudah tiga jam berlalu sejak Hyukjae menyampaikan perasaannya padanya. Dan sudah tiga jam pula Jaena seperti orang gila. Kadang tersenyum sendiri. Kadang ia ingin menangis.

 

Memikirkan kata-kata Hyukjae. Walau cukup terdengar aneh, tapi kata-kata itu masih Jaena ingat sampai detik ini.

 

“Aishhh!! Bagaimana bisa aku diam saja tadi… Ya Jaena-ya!! Kenapa juga Hyukjae jelek itu seenaknya menyuruhku tetap disisinya. Dasar pria bodoh!” gerutu Jaena sendiri saat mengingat bagaimana Hyukjae meninggalkannya tadi.

 

“Tapi itu sudah tepat. Yahh. Kau memang benar Jaena-ya…. setidaknya kau jangan menjawab kau juga mencintainya. Ada hal yang lebih penting dari itu semua. Nama baik keluarga Hyukjae hancur gara-gara aku…”

 

Tak lama setelah ia memikirkan itu semua. Ponselnya berdering… Jaena kemudian meraih ponselnya dan melihat nama yang ada dilayar ponselnya ia kembali berdebar-debar. Raut wajahnya berubah seketika.

 

Gugup.

 

“Yaa.. kenapa malam-malam seperti ini dia menelpon? Aishh!”

 

Jaena membiarkan teleponnya dan tidak mengangkatnya. Akhirnya ponsel itu berhenti berdering. Namun.. sesaat kemudian ia mendengar ada nada pesan masuk.

 

 

“Aku tahu kau belum bisa tidur. Angkatlah. Aku ingin bicara sebentar saja!”

 

Jaena membulatkan matanya seketika saat membaca pesan Hyukjae. Kenapa Hyukjae seperti peramal saja, tahu akan hal yang Jaena lakukan. Dasar. Ini berarti dia juga belum bisa tidur? Aigoo kenapa bisa sama. -____-”

 

 

Jaena belum membalas pesan Hyukjae, namun ponselnya kembali berdering. Telepon dari Hyukjae kembali.

 

“Mmhh….” Jaena mengangkat telepon Hyukjae dengan nada yang dibuat-buat seperti bangun tidur. Ia tidak mau Hyukjae tahu kalau dia juga belum bisa tidur.

 

“Kau masih tidur?”

 

“Seperti yang kau dengar. Aku masih mengantuk.” jawab Jaena dengan nada yang sama pula. Dibuat agak bermalas-malasan.

 

“Oh. Kalau begitu aku tutup saja teleponnya. Kau__”

 

“Jangan!” Jaena menutup mulutnya seketika. Kemudian ia menyesali kata-katanya. Kenapa dia bisa melontarkan kata ‘Jangan’. Aish! Bodoh.

 

“Maksudku. Aku sudah terlanjur bangun… bicaralah, akan aku dengarkan.” kata Jaena pelan.

 

Terdengar suara kekehan kecil dari mulut Hyukjae sedangkan Jaena hanya mampu merutuki kebodohannya sendiri. -____-”

 

“Lusa groupku akan tampil. Aku harap kau datang untuk melihatku. Apa kau keberatan?”

 

Jaena tampak berpikir. Datang kekampusnya? Selama kurang dari seminggu ini, ia bahkan tidak masuk kuliah. Tapi ini demi Hyukjae. Dan pria ini masih suaminya bukan?

 

“Kau tidak mau.. Baiklah. Gwenchana… Aku akan menunggumu hingga kau kembali ke appartement.”

 

“Aku akan datang.” jawab Jaena mantap. Hyukjae yang ada diseberang sana tampak tersenyum simpul mendengar jawaban Jaena.

 

“Mm.. walau sebentar aku akan datang untuk mendukungmu.”

 

“Ne. Arasseo. Kau ingat janjimu bukan?”

 

“Janji?” Jaena mengernyitkan alisnya.

 

“Jika aku menang nanti bukankah kau pernah berjanji akan memasakkan makanan untukku? Apa kau lupa.”

 

“Apa kau pernah berjanji seperti itu? Yaa Lee Hyukjae.. kenapa ingatanmu buruk sekali.”

 

“Yaaa Jaena-ya. Kenapa kau bodoh sekali.”

Keduanya terkekeh saat melontarkan kata-kata yang terdengar lucu bagi mereka. Sesaat kemudian mereka sama-sama berhenti tertawa hingga tidak tahu lagi ingin bicara apa. Canggung. Dan suasana ini membuat keduanya sama-sama berdebar.

 

“Mm….Jaena-ya.”

 

“Mwo?”

 

“Aku serius dengan kata-kataku tadi. Aku tidak bercanda dengan apa yang aku katakan padamu. Jadi kau harus mengingatnya baik-baik.”

 

“Kata yang mana?”

 

“Apakah kau mau aku mengucapkannya lagi. Sepertinya kau suka sekali aku mengucapkannya?”

 

“Mwo? Kau ini apa-apaan. Tidak seperti itu. Hanya saja aku tadi __”

 

“……” Hyukjae terdiam menunggu apa kata Jaena. Jaena menginggit bibirnya ia takut untuk mengucapkan kata yang menurutnya memalukan. Ia tidak seperti ini sebelumnya terhadap pria.

 

“Aku terlalu merindukanmu…” jawab Jaena pelan namun Hyukjae masih bisa mendengarnya dengan jelas.

 

“Aku merindukanmu.”

Seperti mimpi Hyukjae mendengar itu dari mulut Jaena sendiri. Ia sempat tidak percaya itu Jaena sendiri yang mengucapkannya. Debaran jantungnya kian tidak terkontrol. Sungguh membuat Hyukjae semakin gila.

“Jaena-ya…..” Hyukjae memanggil Jaena tapi kelihatannya teleponya sudah ditutup oleh Jaena. Gadis itu kini sedang menutup wajahnya dengan bantal karena ia sangat malu telah mengucapkan kata bahwa ia juga merindukan Hyukjae.

 

Hyukjae tersenyum senang mendengarnya. Walau Jaena belum mengucapkan kalau ia juga mencintainya tapi bagi Hyukjae ini seolah memberikan sedikit ketenangan bagi dirinya.

 

 

__oOo__

 

 

Seoul University.

 

 

Suasana tampak riuh disebuah ruangan yang memang sangat besar ini. Dorm kampus Hyukjae dan juga Jaena. Karena memang sedang diadakan sebuah kompetisi yang setiap tahunnya selalu diikuti oleh berbagai kelompok group dance mahasiswa dikota Seoul ini.

 

“Hyukjae-ya… Apa kau sudah yakin akan mencium Miri? Kau ingin menghancurkan Jaena…Kau gila?” protes Shindong saat Hyukjae mempunyai ide untuk benar-benar mencium Miri.

 

“Apa wajahku cukup keren untuk berakting?”

 

“Yaa! Hyukie-ah.. kau ini!!” Shindong berusaha memukul Hyukjae tapi pria ini malah berlari.

 

“Mana mungkin aku melakukannya. Kau bodoh sekali…. bibirku ini hanya untuk Lee Jaena. Kau mengerti?”

 

Mereka tidak tahu ada kehadiran sesosok gadis dibelakang Hyukjae.

 

“Hyukie oppa.”

 

Hyukjae menoleh seketika dan mendapati Gaein sedang berdiri dibelakangnya. Seketika suasana menjadi sedikit aneh.

 

“Kau? Untuk apa kesini?” kata Hyukjae pada Gaein. Gaein tampak menundukkan wajahnya, sesaat kemudian ia mendongak dan menatap Hyukjae. Tampak raut penyesalan diwajah Gaein. Entah dibuat-buat atau tidak.

 

“Aku ingin bicara padamu.”

 

“Tidak perlu… Aku sudah cukup jelas. Pergilah sebelum aku berkata kasar padamu!” tegas hyukjae. Shindong hanya menatapnya dengan tatapan kesal pada Gaein. Tapi gadis ini seperti sangat memohon pada Hyukjae.

 

“Aku ingin mengatakan rahasia besar untukmu.”

 

Hyukjae mengernyitkan alisnya. Rahasia besar? Apa maksud Gaein ini membuatnya bingung.

 

“Mwo?”

 

“Jaena.. perusahaan Jaena dan juga Donghae. Ini rahasia Lee Donghae!” jawab Gaein.

 

__oOo__

 

 

 

Jaena berjalan sedikit ragu saat memasuki area kampusnya karena setelah pernikahan dengan Hyukjae terungkap dengan fakta yang menyakitkan ia belum pernah sama sekali masuk kedalam kampus ini.

 

“Jaena-ya. Kajja….” ajak Michan sambil menarik pergelangan tangan Jaena.

 

“Michan-ah.. aku malu.” kata Jaena pelan. Michan berdecak pelan melihat Jaena yang sudah berubah. Yang ia kenal Jaena bukanlah gadis yang seperti ini. Sungguh Jaena sekarang terlihat lebih sensitif. Entah apa yang membuatnya seperti ini.

 

“Kau ingin melihat Hyukjae apa tidak!” kata Michan pada Jaena.

 

“Emm.. Tapi tanpa aku dia pasti akan tampil, apa bedanya.” jawab Jaena asal.

 

“Begitu? Arasseo… Aku jamin setelah ini kau pasti akan menyesal tidak akan melihatnya lagi.” kata Michan dengan nada mengancam.

 

“Ya… apa maksudmu?”

 

“Kalau Hyukjae setelah ini pergi meninggalkanmu. Apa kau masih bisa melihatnya lagi, huh?”

 

Jaena sedikit bingung dengan kata-kata Michan. Meninggalkannya? Bukankah yang ingin berpisah itu Jaena. Kenapa kini seolah Hyukjae yang ingin meninggalkannya?

 

“Michan-ah. Apa maksudmu?” tanya Jaena bingung.

 

“Mm.. Anniya. Ahh sudahlah, kau masuk apa tidak terserah padamu. Aku harap kau menyaksikan bagaimana Hyukjae menepati janjinya padamu.”

 

Michan segera berbalik dan hendak meninggalkan Jaena yang masih terpaku karena kata-katanya.

 

“Jamkanman!”

 

Lengan Michan tiba-tiba ada yang merangkul dan itu tangan Jaena. Michan menoleh dan mendapati Jaena tengah tersenyum. Sulit bagi Michan untuk tidak tersenyum saat ini, melihat sahabatnya yang sangat ia rindukan. Melihat Jaena kembali tersenyum merupakan hal yang paling ia inginkan.

 

“Kajja… “

 

 

__oOo__

 

Hyukjae dan Groupnya memang sudah berada diatas stage dan siap-siap untuk menunjukkan kebolehan mereka. Tapi masih ada yang mengganjal dihati Hyukjae, Jaena belum juga menampakkan diri. Apakah Jaena tidak jadi datang?

 

Musik sudah berdentum dengan sangat keras. Sorak-sorak dan teriakan pada gadis-gadis itu sudah sangat terdengar jelas. Dan Hyukjae berserta groupnya sudah dengan lincahnya menunjukkan kebolehan dance mereka.

 

Hyukjae sesekali matanya menatap kearah penonton tapi, Jaena sepertinya tidak ada. Kini saatnya Hyukjae dance bersama Miri. Histeris para gadis tidak dapat terelakkan. Semua memanggil nama Hyukjae. Jelas mereka sangat iri dengan Miri yang dengan mudahnya disentuh oleh Hyukjae.

 

Sementara semua gadis berteriak histeris tapi ada satu gadis yang hanya menatap tajam kearah stage. Gadis itu mengepalkan tangannya. Kesal. Rasa panas tiba-tiba mendera tubuhnya. Tidak berkedip sedetikpun apalagi saat Hyukjae akan mencium gadis itu.

 

 

“Andweeee!!” suara teriakan para gadis disana. Mereka tidak sadar yang lebih sakit ada diantara mereka. Jaena, istri Hyukjae.

 

Seketika Jaena memalingkan wajahnya saat melihat dance Hyukjae itu. Ia tidak kuat melihatnya dengan matanya. Kemudia Jaena teringat saat Hyukjae menciumnya.

 

“Dia melakukan ini dengan gadis lain. Berarti saat itu denganku hanya latihan saja. Hyukjae.. Kau benar-benar!!!” Jaena merasa sangat kesal. Ia menghela nafas panjang untuk menormalkan dirinya agar tidak terbawa emosi.

 

Pertunjukkan selesai……. Tinggal menunggu hasilnya saja. Dan hasilnya akan diumumkan seminggu lagi melalui radio kampus ini.

 

“Kyaa!! Daebak!” Pekik Michan. Jaena hanya diam saja… memang pertunjukkan sangat bagus. Hyukjae ternyata mempunyai pesona yang sangat kuat dan ini dapat membuat semua gadis berteriak histeris padanya. Kenapa Jaena baru menyadarinya sekarang? Benar-benar bodoh.

“Jaena-yaa… kajja! Kita menyusul mereka dibackstage.” ajak Michan. Jaena hanya diam saja saat Michan mulai menarik tangannya. Tak berapa lama mereka sampai dan dengan sangat antusias banyak para gadis yang menyambut semua dancer favoritnya. Termasuk Hyukjae tak luput dari kerumanan gadis-gadis itu.

 

“Shindong-ah… kalian sangat keren!” puji Michan dengan wajah berseri seri. Sementara Jaena kini matanya menatap Hyukjae yang sibuk dengan gadis-gadis itu. Jaena merasa sangat tidak berguna sama sekali. Gadis ini selalu tampak merengut setelah menyaksikan adegan Hyukjae yang mencium partner dancenya.

“Ne, Michan-ah. Gomawo…”

 

“Ahh.. Jaena-ya. Aku senang kau datang kesini.” ucap Shindong. Jaena segera tersentak saat Shindong menyebut namanya. Ia terlalu sibuk menatap Hyukjae.

 

“Ahh.. Ne. kalian sangat hebat.” ucap Jaena. Dan Michan hanya menatap Jaena aneh, wajah Jaena tidak seperti tadi yang antusias. Ini semacam cemburu. Shindong memberi kode pada Michan dan Michan mengerti akan hal ini.

 

“Mmhh… Aku pergi dulu.” kata Jaena segera beranjak meninggalkan tempat ini.

 

Baginya percuma saja disini toh Hyukjae juga sepertinya tidak mengharapkannya. Lalu apa maksudnya menyuruh Jaena menyaksikan pertunjukkannya. Apa karena Hyukjae ingin menunjukkan adegan ciumannya dengan gadis itu? Menyebalkan………

 

Hyukjae sebenarnya tahu akan hali ini. Ini adalah cara bagaimana ia dapat mengetahui perasaan Jaena yang sebenarnya. Segera ia mengikuti kemana Jaena sekarang.

 

__oOo__

 

 

“Jaena-ya..” panggil Donghae saat melihat Jaena berjalan begitu cepat.

 

Jaena sepertinya tidak mendengar panggilan Donghae. Gadis ini terus saja berjalan tanpa menghiraukan apapun. Baginya ia sangat menyesal datang dan melihat Hyukjae dengan seenaknya mencium gadis lain. Apakah yang Hyukjae katakan saat malam kemarin adalah gurauan?

 

“Jaena-ya.”

 

Donghae menahan Jaena dengan memegang lengan Jaena. Gadis itu tersentak seketika.

 

“Donghae-ya.”

 

“Aigoo! Kau sama sekali tidak mendengar panggilanku.” keluh Donghae.

 

“Kau mau pulang? Mm.. Ikut aku. Ada sesuatu yang ingin aku berikan padamu.” Donghae seketika menarik Jaena untuk mengikuti langkahnya tapi Jaena menolaknya.

 

“Donghae-ya. Aku sedang tidak ingin kemana-mana.”

 

Donghae menoleh dan menatap Jaena. Jelas Jaena tidak mau karena ia masih teringat kejadian tadi sehingga mempengaruhi moodnya.

 

“Kau kenapa? Kau tidak ingin pergi bersamaku. Ya Jaena-ya… “ Donghae terlihat sangat kecewa dengan hal ini. Tanpa aba-aba dari Jaena Donghae segera menarik paksa Jaena agar mau ikut dengannya.

 

“Ya. Donghae-ya.. kau mau kemana. Aish!” Jaena terlihat kesakitan karena cengkraman tangan Donghae. Donghae terus saja berjalan dan membawa Jaena. Ia sudah tidak peduli lagi dengan pura-puranya yang sangat sabar menunggu Jaena untuk menerimanya. Ia semakin muak dengan semua ini.

 

“Donghae-ya. Kau mau bawa aku kemana?” Jaena semakin meronta.

 

Donghae terus membawanya hingga keparkiran mobil. Dengan wajah yang cukup membuat Jaena takut karena bukan seperti Donghae yang ia kenal.

 

“Donghae-ya. Kau kenapa sih? Lepaskan…”

 

Donghae membuka pintu mobilnya dan menghempaskan Jaena ke jok mobil. Donghae menatap Jaena dengan tatapan yang sangat lain. Seolah ingin sekali memiliki gadis ini.

 

“Jaena-ya. Aku cukup bersabar sekali… sangat sabar bahkan. Dan aku mungkin pria bodoh didunia ini.” kata Donghae dengan nafasnya yang memburu. Sementara Jaena tampak kebingungan dengan perilaku Donghae. Seperti ada yang tidak beres dengan Donghae.

 

“Maksudmu apa? Donghae-ya.. sebenarnya kau ini kenapa?” tanya Jaena tidak mengerti disamping wajahnya yang sedikit ketakutan oleh Donghae.

 

“Jaena-ya. Apakah kau juga mencintaiku. Katakan padaku! Setelah apa yang kita lewati bersama selama ini, apakah ada rasa cinta dihatimu untukku?” tanya Donghae penuh dengan penekanan membuat Jaena takut untuk bersuara.

 

Jaena takut menyakiti Donghae, selama ini memang Donghae memang sangat baik padanya. Tapi, ia memang tidak mencintai pria ini. Entahlah, Jaena hanya menganggap kebaikan Donghae adalah sebagai teman. Itu saja.

 

 

“Aku….”

 

“Kau mencintaiku bukan?” tanya Donghae lagi. Donghae sepertinya takut jika Jaena mengatakan hal lain. Hal yang membuatnya sangat bodoh dan tidak berguna sebagai seorang pria.

 

“Donghae-ya. Aku tidak bisa mencintaimu….” jawab Jaena pelan.

“Aku… aku tidak bisa mencintaimu. Maafkan aku. Selama ini aku kira kita hanya__”

“Kau mencintai pria lain” tanya Donghae memotong kata-kata Jaena. Gadis itu mengalihkan pandangannya. Ia tidak ingin Donghae tau bahwa memang benar ia mencintai pria lain yang tak lain adalah suaminya sendiri. Hyukjae.

 

“Tatap aku Jaena-ya.”

 

Donghae menarik dagu Jaena sehingga gadis itu menatap Donghae. Sungguh tatapan mata Donghae membuatnya masih sangat takut. Ia ingin lari dari sini tapi, kekuatannya tidak sebanding dengan pria ini.

 

“Kau mencintai siapa katakan padaku!”

 

Jaena masih diam. Ia sulit sekali untuk mengatakan ini.

 

“Hyukjae. Lee Hyukjae? Jadi selama ini kau menyukai pria itu huh?” tanya Donghae memburu.

 

“Donghae-ya. Sungguh.. jangan seperti ini. Kau membuatku takut sekali…. kau bukan Lee Donghae yang aku kenal. Tolong kendalikan dirimu.”

 

“Cukup Jaena-ya. Aku sudah tahu sekarang. Kau mencintainya bukan?”

 

“Donghae-ya. Aku bisa jelaskan padamu.. kita sudah bersahabat sangat lama. Aku sudah menganggapmu sebagai saudaraku sendiri.” tegas Jaena. Donghae memukul Jok mobilnya dengan kepalan tangannya.

 

“Aku tahu itu. Tapi ini semua sangat menyakitkan. Aku sudah membuatmu sakit… tapi hasilnya seperti ini.” kata Donghae pelan namun dapat terdengar oleh Jaena. Jaena mengernyitkan alisnya. Ia bingung dengan apa kata Donghae.

 

“Maksudmu apa? Kau berbuat apa Donghae-ya. Kau berbuat apa padaku. Hum?”

 

Donghae tidak menjawabnya. Pria ini sebenarnya sangat menyesal tapi keinginan memiliki Jaena juga sangat besar. Ia tidak kehilangan Jaena dengan cara seperti ini.

 

Donghae menghela nafas panjangnya. Kemudian ia menatap Jaena sendu. Matanya masih memerah dan berair. Ini membuat Jaena semakin bingung.

 

“Kau mau memaafkan aku jika kau tahu yang sebenarnya.”

 

“Donghae-ya. Kau membuatku semakin bingung saja. Ppali katakan padaku. Apa ini menyangkut keluargaku hum?”

 

Donghae hanya mengangguk, tapi sebenarnya ia tidak mempunyai keberanian untuk menceritakannya.

 

“Apa yang kalian lakukan didalam mobil seperti ini!”

 

Donghae dan Jaena segera menyadari ada seseorang yang tengah menatap mereka dengan tatapan tajam yang sangat sulit diartikan. Hyukjae, pria ini sudah ada disini. Entah sejak kapan keberadaanya. Jaena-pun juga tidak tahu.

 

“Donghae-ya. Jangan kau ganggu Jaena lagi. Sudah cukup semua itu!” Hyukjae menatap Donghae dan Jaena bergantian.

 

“Jaena-ya. Turun!” kata Hyukjae lantang. Jaena semakin tidak mengerti kenapa Hyukjae datang tidak tepat waktu, saat Donghae akan menjelaskan sesuatu yang penting untuk ia ketahui.

 

“Hyukjae-sshi.. aku masih ada pembicaraan penting dengan Jaena. Dan aku__”

 

“Pembicaraan?Hhh… apa kau belum puas menghancurkan keluarganya. Dengan kelicikan orang tuamu kau menghancurkan ekonomi keluarga Jaena. Apa itu yang mau kau bicarakan?”

 

Jaena membulatkan matanya tidak percaya dengan apa kata Hyukjae. Kemudian ia menatap Donghae, pria didepannya ini terlihat sangat marah.

 

“Yaa.. Hyukjae-ya. Apa katamu tadi?” pekik Jaena.

 

“Donghae-ya… apakah ini yang akan kau jelaskan padaku? Sungguh… Donghae-ya!! katakan padaku!!!” Jaena seakan tidak bisa mengendalikan dirinya.

 

“Kau punya bukti apa menuduhku seperti itu? Coba katakan… Jaena-ya. Apa kau percaya orang seperti dia?” kata Donghae lagi..

 

“kau mau bukti? Jika aku membeberkannya apa kau tidak malu dengan Jaena? Hum” kata Hyukjae menjelaskan memang ia mempunyai bukti rekaman dari Gaein. Gadis itu sempat merekam percakapan Donghae dengan dirinya dan juga saat Donghae menelpon seseorang yang sudah pasti anak buahnya.

 

“Tskk! Kau benar-benar ingin aku memutarnya?” tawar Hyukjae.

 

“Disini?” kata Hyukjae menambahi. Jaena menatap Hyukjae was-was, apakah benar ini semua Donghae yang melakukannya. Sungguh ia tidak percaya. Donghae semakin ketakutan.

 

“Kau?” kata Donghae tidak percaya Hyukjae mengetahuinya. Ini sungguh diluar dugaannya. Bisa dipastikan Jaena akan sangat membencinya.

 

“Aku mendapatkannya dari Gaein dan Gaein itu adalah temanmu bukan?”

 

__oOo__

 

 

Mobil Hyukjae melaju menuju apartementnya. Jaena tampak bingung yang ia inginkan adalah pulang dirumahnya. Bukan di apartement dengan Hyukjae.

 

“Yaaa… Kenapa ini arah apartement? Hyukjae-yaa….. Aku ingin pulang kerumah!” kata Jaena pada Hyukjae. Sementara Hyukjae terus saja menatap kedepan. Ia sama sekali tidak menghiraukan apa kata Jaena.

 

“Kau gila!”

 

“Tsskk… Apartement itu juga rumah kita. Dan kau harus menuruti apa kata suamimu. Sudah cukup kemarin kau meninggalkanku seperti orang yang bodoh.” jawab Hyukjae enteng. Jaena yang masih terpukul dengan apa yang ia ketahui tentu saja ingin berbagi dengan orang tuanya. Tapi Hyukjae egois sekali. Entah kenapa juga ia juga menurutinya.

 

“Tidak perlu khawatir dengan Appa dan juga Jungsoo Hyung. Mereka sudah tahu yang sebenranya hanya saja menyembunyikannya darimu.” tambah Hyukjae lagi.

 

Jaena membulatkan matanya menatap Hyukjae. Ia sangat terkejut kenapa Hyukjae juga sudah tahu dengan semua ini.

 

“Kau juga sudah tahu? Kenapa kau menyembunyikannya dariku. Huh!” pekik Jaena.

 

“Aigoo. Aku juga baru tahu tadi… setelah aku mendapatkan informasi dari Gaein, aku segera menghubungi Aboeji. Dan ternyata beliau sudah tahu. Dan aku heran kenapa beliau begitu baik. Sulit menemukan orang seperti Appamu. Sungguh aku bangga sekali padanya.” jelas Hyukjae.

 

“Aku masih ingat tadi… beliau mengatakan, Bisnis dengan cara kotor tidak akan bertahan lama. Biarkan seperti itu, waktu yang akan menjawabnya. Sungguh, kata-kata itu membuatku malu dan merasa bodoh. Aku malu karena mungkin aku tidak akan bisa menjadi seperti beliau.”

 

Jaena masih menatap Hyukjae dengan mata yang berkaca-kaca. Kenapa Appanya menyembunyikan ini semua. Pasti ini demi kebahagian Jaena. Dan Jaena paham akan sifat Appanya ini.

 

“Appa…. “ Jaena merasa terharu dengan penuturan Hyukjae tentang Appanya.

“Kenapa mereka selalu membuatku merasa bersalah.” Jaena menyesali dirinya sendiri. Seharusnya ia mendengarkan apa kata Appanya saat ia berada dirumah, Jaena memang dilarang bertemu dengan Donghae. Tapi, ia malah menemui Donghae diam-diam.

 

“Hei! Sudahlah… jangan menangis lagi.” kata Hyukjae saat melihat Jaena mulai menitikkan air matanya lagi. Entahlah dia sangat cengeng sekarang.

 

“Siapa yang menangis?!” elaknya sambil mengusap sedikit air mata yang sudah mengalir dipipinya.

 

“Setelah ini. Aku janji padamu.. Aku tidak akan membuatmu menangis.” kata Hyukjae dan membuat Jaena menatap Hyukjae kembali.

 

“Apa maksudmu…”

 

 

Hyukjae hanya membalasnya dengan senyumnya. Senyum simpul yang kini bisa merontokkan hati seorang Jaena. Hyukjae tidak menjawabnya dan hanya berkonsentarsi menyetir. Sesaat kemudian Jaena merasakan sentuhan lembut diujung kepalanya. Tangan Hyukjae mengusap lembut ujung kepalanya.

 

Skinship yang demikian, walau tidak banyak justru membuat hatinya kembali berdesir.

 

 

__oOo__

 

 

HyukNa’s Apartement.

 

 

Sinar matahari pagi sudah masuk kesela-sela korden tipis jendela kamar ini membuat Jaena mengerjapkan matanya yang memang masih terasa berat. Saat ia sudah membuka matanya, yang ia lihat pertama adalah wajah sesosok makhluk yang membuatnya merasa tidak sendiri lagi. Hyukjae, pria ini masih tertidur dengan wajah yang sangat menggemaskan. Jaena tersenyum simpul. Tangannya tergerak untuk menyibakkan rambut Hyukjae, meraba pipi Hyukjae. Wajah yang sangat ia rindukan kini nyata ada didepannya dengan jarak yang sangat dekat.

Ia tidak tahu kenapa ia bisa menyukai seseorang yang tidak ia duga. Bahkan saat pertama bertemu dengan Hyukjae ditaman. Jaena bahkan mengejek pria ini sangat jelek. Tapi sekarang… Bahkan pria ini sangat tampan dimatanya.

 

“Mmhh….” Hyukjae menggeliatkan badannya. Seketika Jaena kelabakan… Ia takut jika Hyukjae tahu akan hal ini. Ini tidak boleh, bisa-bisa Hyukjae mengolok-olok dirinya nanti.

 

Saat Jaena akan bergerak menjauh dari tubuh Hyukjae pelan-pelan agar Hyuk tidak tahu tapi dengan tidak terduga sama sekali Hyukjae menarik tubuh Jaena agar mendekat kearah tubuhnya kembali. Tangan Hyukjae mendekap erat tubuh Jaena dan membuat Jaena gugup dan terkejut dengan sikap Hyukjae ini.

 

“Yaa… Lepaskan..” ronta Jaena. Tapi apa daya kekuatannya tidak sebanding dengan kekuatan Hyukjae. Yang ada justru Hyuk mendekap tubuhnya erat.

 

“Mhhh.. Aku masih ingin seperti ini.” jawab Hyukjae dengan suara seraknya dan masih memejamkan matanya. Jaena sudah agak tenang dan ia tidak berontak. Entahlah rasa nyaman dan hangat kini menjalar diseluruh tubuhnya.

“Tanganmu halus sekali Jaena-ya.” gumam Hyukjae kini mulai membuka matanya untuk menatap wajah Jaena dari jarak sedekat ini.

 

“Mwo?” Jaena tersentak.. berarti Hyukjae tahu saat ia meraba pipi Hyukjae? Aigoo… Malu sekali!!!! wajah Jaena seketika memerah dan ia buru-buru mengalihkan pandangannya.

 

“Tsskk.. Kau baru tahu aku tampan bukan? Kau mulai terpesona olehku.” kata Hyukjae percaya diri.

“Mwo!! Yaa.. kau percaya diri sekali… justru kau itu pria yang paling jelek yang pernah aku temui makanya aku heran kenapa aku bisa___”

Jaena menghentikan kata-katanya saat ia menyadari akan mengatakan hal yang dianggapnya memalukan untuk diucapkan.

 

“Hmm… apa? Bisa apa?” tanya Hyukjae. Tentu saja ia menggoda Jaena, sebenranya ia tahu Jaena akan seperti ini, tapi ia mencoba menggodanya dengan cara membuat Jaena cemburu seperti kemarin.

 

“Anniya! Sudahlah… aku ingin kerumah Appa!” Jaena mencoba mengalihkan pembicaraan dengan mencoba lepas dari pelukan Hyukjae ini.

“Aigoo.. Kau ini tidak bisa romantis. Akukan masih merindukanmu, dan kau bilang kau juga merindukanku? Hum?”

 

Wajah Jaena semakin memanas saat Hyukjae mengatakan hal ini. Memang benar, Tapi ia tidak mau seperti ini. Ahh sulit sekali dijelaskan.

 

“Mwo? Kau ini… kenapa kau tidak urus saja bagaimana gadis-gadis yang mengerumunimu itu!” kata Jaena kesal. Kemudian dia tersadar dengan kata-katanya. Aigoo! Pasti dia sangat malu. Yaahh Hyukjae mungkin tahu dia sedang cemburu.

 

“Sudahlah.. Aku mandi dulu.” Jaena akhirnya bergegas bangun dari ranjangnya. Sementara Hyukjae terus menatapnya dengan kekehan kecil. Hyukjae tahu yang sebenarnya. Jaena sedang cemburu dengan gadis-gadis kemarin.

 

“Satu hari ini.. Aku akan mengajakmu kemana saja kau mau..!!” kata Hyukjae tiba-tiba. Jaena menoleh dan sudah mendapati Hyukjae dengan wajah seriusnya.

 

“Kau? Kau kenapa?”

“Satu hari ini.. Aku akan mengajakmu kemana saja kau mau. Anggap saja ini imbalan karena kemarin aku membuatmu marah padaku. Ani, aku membuatmu cemburu padaku!” jawab Hyukjae.

“YAKK!! Siapa yang cemburu. Aku hanya kesal kau mengabaikanku!” elak Jaena.

“Ya ya ya. Lee Jaena. Aku akan perhatian padamu… “

 

“Isshh! Menyebalkan!”

 

__oOo__

 

 

Lottee World

 

 

“Kau senang?” tanya Hyukjae saat mereka akan kembali pulang. Tampak berseri-seri sekali wajah Jaena kali ini seakan ia melupakan satu hal. Kesedihannya yang ingin berpisah dengan Hyukjae. Ya gadis ini sudah memutuskan untuk menjalani hidup dari awal dengan Hyukjae seiring pernyataan cintanya padanya.

 

“Humm.. Neomu haengbokhage. Gomawo!” jawab Jaena tersenyum pada Hyukjae.

 

Hyukjae kemudian meraih tangan Jaena untuk digenggamnya erat. Jaena merasakan sesuatu lain saat Hyukjae meremas pelan jari-jari lentiknya. Ia menatap Hyukjae, tatapan mereka bertemu dan membuat dadanya berdesir.

 

“Jaena-ya… Saat aku pergi nanti kau jangan sekali-kali memberikan tanganmu ini untuk dipegang pria lain.” batin Hyukjae.

 

“Kau harus bahagia seperti ini setiap hari! Jangan membuatku cemas lagi…”

 

“Uhh? Kau ini __”

 

“Mm.. satu lagi. Aku tahu satu hal sebelum kau memberitahu perasaanmu padaku. Aku akan sabar menunggunya.” kata Hyukjae lagi dan membuat Jaena melongo seketika. Pria ini benar-benar membuatnya salah tingkah.

 

“Kajja.. Bukankah kau ingin menemui Appa dan juga Jungsoo Hyung?” kata Hyukjae mengalihkan pembicaraannya.

 

Jaena tersadar dari tatapannya yang terus saja menatap Hyukjae. Seiringan mereka melangkah bersama, Hyukjae masih menggenggam erat tangan Jaena. Gadis ini menatap Hyukjae dari samping kemudian seulas senyum terkembang dibibirnya.

‘Jaena-yaa…. setelah aku pergi nanti… kau jangan membenciku. Aku jamin rasa cintamu padaku malah semakin besar karena aku tahu pasti kau akan merindukanku. Maafkan aku tidak bilang bahwa aku akan pergi. Pergi dan kembali menjadi laki-laki yang bisa kau andalkan.’ itulah kata-kata dalam hati Hyukjae seiring kuatnya ia menggenggam tangan Jaena. Sungguh ini membuatnya sakit.. Tapi ini sudah menjadi keputusannya…

 

 

=TBC=

 

 

Tetetetetttttttttttttttttttttt……. *intro SPY

 

Wkwkwk….. Mianhae… Lamaaaa banget publishnya. Jiahh… kaya ff dinanti saja *miris

-__-”

 

Oke La… maaf jika cerita part ini Hancur Bin Lebur!!! *plakk

Tapi…saya buatnya sambil ngempet sesuatu yang akan keluar dari hidung saya… kkekke😄

 

Baiklah… Apa cerita selanjutnya? Silahkan ditebak!!!

 

Yang tertinggal dengan part sebelumnya silahkan klik

 

141 thoughts on “FF “Secret Married” Part 10 [Eunhyuk-Jaena]

  1. JANGAN BILANG INI BAKALAN SAD ENDING! JANGAN BILANG HYUKJAENYA BAKALAN PERGI ENTAH KEMANA! ngamuk nih gue. pokoknya harus happy ending. ini blm so sweet ini mereka masih belum confessing perasaan mereka yg sebener-benernya. pokoknya jangan ending dulu apalagi sad ending

  2. hyuk jae mau pergi kemana??? jangan pergi.!!!!
    kasihan jaena yang udah mulai suka hyuk jae malah pergi..!!andwae..!! jangan sad ending^^
    di tunggu part selanjutnya…

  3. Hmmmm…. Hae g bakal ganggu2 mereka lagi kan ya…
    #Sini Hae sama aq aja *Abaikan
    Ohhhh jadi Hyuk mw pergi ninggalin Jaena, sepertinya mw kuliah or kerja diluar negeri supaya makin mandiri n bisa ngebahagiain jaena…
    Okelah kl gitu…
    Hyuk belajar yg rajin yaaaa *KissBye

  4. Jgn2 hyukjae mo lanjut kul di luar negri.
    Tumben donghae jd antagonis. Emang apa sih yg dilakuin keluarga donghae buat jthin ekonomi klrg jaena?

  5. Thor.. Ini happy ending kan… Ayolah thor hyuki sama jaena terus ya thor.. Hehe.. Ditunggu banget lanjutannya.. Jangan lama-lama ya thor.. Penasara..

  6. Hyukppa Kissing sma Jaenaeonni???ikutan donk#d jewer jaenaeonni
    mO juga donk d ke2p in sma hyukppa#ngarep
    Omo!hyukppa nya mO kmna tuh???jngn lma2 ya hyukppa …#peluk hyukppa
    anyeong aku readers bru salm kenal🙂
    crita Ff nya BAGUS BNGT d tung’u nex part nya Kak …
    Gomawo🙂

  7. Akhirnya mereka balikan, yeayyyyy, trs masalah yg dibuat donghae jg udah ketauan…

    Tapiiii itu hyuk mau prg kemana thor??? Aishhh baru baikan masa udah mau ditinggal sih thor?

    Next gpl ya tjor, penasaran nih😀

  8. sudah ngira kalo semuanya ulah donghae. baru ini nemu donghae jadi antgonis, biasanya si ikan klop bgt sm monyetnya xD

    loh? ini hyuk kok jadinya pergi? mau kemana hyuk? wamil?
    atau menghampiriku? :”> /plakk

    ditunggu next part

  9. Akhirnya diupdate juga..😄 *telat ‘–
    Nah..nah.. Knp TBC?? G reelaaaa~ *plaak #lebe
    Poor donghae.. *Peluk2 hae #d tendang
    Eonnie~ jngan pisahkan mereka lagi~😥
    Next chap jgn lama2 ne eonnie~ penasaran~ >< #sod0rin yeppa ke eonie #plaak~

  10. yon kalau kata nya leeteuk oppa mah ini ‘Daebakkia’😀
    bg eunhyuk mau kemana ? Udh kurus ah . Jgn pigi piigi lagi nyari kitab suci . Bnyk tantangannya loh . Ntar bg eunhyuk lgsg mati ditempat .–.
    Yon yg ini kok kyk nya rasanya lbh enak gitu ya ? Lbh dpt gitu feel nya😀

  11. Yak! apa-apaan part ini, Hyukkie mau kemana?
    kemana, kemana, kemana?? *ala Ayu Ting2

    takutnya dia pergi terus gak pulang-pulang kayak Bang Toyib? ANDWEEEEEEEEEEEE😄
    Ditunggu part selanjutnya yaCh thor

  12. akhirnya bisa komen jg,,,biasanya baca di hp n ga bisa komen..huhuhuhu T.T
    keren FFnya dah ditunggu2 lanjutan FF ini, akhirnya di publish jg…
    btw,,tuh eunhyuk mw kemana???? jgn sad ending yah…. please
    di tunggu loh lanjutannya..🙂

  13. hati aku mencelos eonn baca ini beneran deh ini konflik.ny berasa banget tapi gak kaya sinetron keren ah pokok.ny🙂
    tapi tunggu dulu itu hyuk mau pergi kemana ?

  14. S’telah m’nunggu skian lama akhir nya d’publish jga,,ya walaupun agk k’tinggaln baca nya..

    Aigoooo…
    TBC,,eon penasaran hyukjae pngen pergi k’mana…??

    Next part jngan lama2 ne eon…
    D’tunggu lho..

  15. Eon yang Yeoppo . .
    jangan pisahin mereka yah .? gak kuat aku lihatnya , Pokoknya harus HAPPY ENDING ~!! kalau enggak ntar aku masakin sup cangkang ddangkoma buat eon ,
    hahaha xD , *di gantung Yesung Oppa #abaikan
    -_- , NEXT nya jangan Lemot” ne Eon🙂

  16. mwo ? hyukjae mau kemana tuh eonn ? masa baru seneng2nya udah mau pergi u,u
    penasaran, baca sekarang apa besok ya part 12 nya? takut besok ga ada bacaan dikantor #curcol😀
    #eonn jgn pusng sm coment q yg geje ini ya #muehehehe😀

    eonn FF nya sukses bikin aku jd suka sm hyukjae😀

  17. hyukjae y emang mau kemanakan udah baikkan sama jaena trus kenapa pergi???? kenapa mau ninggalin jaena setelah keadaan y udah membaik…..
    part ini q baca y adrenalin nail turun kyk rolercoster krn hubungan jaena n hyukjae y jd runyam n pisah gt n dinghae juga ngedeketin n akhir y jaena tau semua masalah asal muasal y dari donghae n appa n oppa y juga tau,,,, bakalan masalah lagi deh krn hyuk y mau pergi,,, penasaran sama alesan y hyuk pergi ninggalin jaena itu apa,, padahal hibungan y uda baik n sedikit sentuhan kecil ja bisa buat mereka balik sama2 lagi….

  18. Thor kau mengubah cara pandangku ke hyuk jae…*jiahhh bahasa gue*
    Aq dulu kurang suka klo main cast nya eunhyuk,tapi di ff ini eunhyuk KERENNNNNNNNNNNNNNNNN……..Aku jadi mulai jatuh cinta ma hyukkie…kyaaaaa…. *peluk ikan mokpo*

  19. .aq sangat” terLambat ..
    .so sweet .. Wah .. Donghae kira” mau ngapa’in Lgi ych ???
    .knf Gaein bka rahasia ???
    .akhir x .. BiLang ‘Saranghae’ juga ..
    .Hyuk Jae mau k mna ???
    .Lanjutttttt …

  20. wuah mkn seru jh eoon.
    sifat hyuki smkin dewasa jh di ff ini eonn.
    ah aq jd mau jdi sie na-ya.
    hehehe tp castnya lain. hae oppa mksudnya.

  21. Kyaa。。。。romantis sangat!!🙂

    mwo???? hyukppa emang mw kemana??? belajar k luar negeri atw gimana???? arrghh。。。。。penasarn thor😉

    next langsung

  22. itu hykjae mw kemana kleuar negeri(?) ahh aku tahu hyukjae mw kemana pasti ketempat ku kan terus nikahin aku tuk jadi bini keduanya wkwkwk#ditabok jaena….

    oke oke pergilah hyuk tp jgn selamanya ya,,,ntar kasian si jaena bisa” dia gila krna tak ada kw disisi nya hghghgggg…..

  23. andwaee…. jgn pergi oppa….
    gmna dgn nasib qu nnti #plakk, abaiknn….
    ngebutt bcx thourr, ktinggalan jauhh… next part dluww~~~~ yuhhuuyy

  24. Haeppa udh ketahuan deh,, tra gae in kok jd baik gt mau ngasi tau hyukie kalo donghae jahat? Appanya jaein baik bgt,, ada orang yg kyk gt?
    Hyukie oppa pst mw bljr klwr negeri ya. .?
    Biar bisa aktf n sukses d dunia bisnis, ngelindungin jaena,, udh ga main2 lg mw jd penyanyi, rapper, maupun dancer ya? Itu demi jaein? Sumpah envy …

  25. Ahhh akhirnya kelemotan(?) si hyuki buat nyatain perasaannya udah berakhir tinggal jaena aja yg menyatakannya secara gamblang..
    Ehhh itu si hyuk mau minggat study ke luar negeri buat jd calon CEO kahh?? Yahh bang klo bini elu di tinggal” gitu trus di jambret(?) orang gmana?? Si hae bakal muncul lg gk y nanti??

  26. Mau kemana oppa???
    Apa jangan” mau belajar untuk meneruskan perusahaan appanya hyuk jae??
    Belajar mandiri..???
    Hebaaaaat!!! Demi jaena, bisa berubah gitu…

  27. Hyuk jar akan pergi kmna ??Meninggalkan jae na ?? Oh no… Akan kan hyuk jae akan bertransformasi menjadi laki” yg lebih baik ?? *sok tau*
    Next part…

  28. Hyuk jae akan pergi kmna ??Meninggalkan jae na ?? Oh no… Akan kan hyuk jae akan bertransformasi menjadi laki” yg lebih baik ?? *sok tau*
    Next chapter…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s