FF “Secret Married” Part 7 [EunHyuk-JaeNa]

FF “Secret Married” Part 7

Author : Kim Yeon Young (@DeanClouds)

Cast : Lee Hyuk Jae (EunHyuk), Park Jaena / Lee Jaena

Support Cast : Lee Donghae, Lee Sungmin, Shindong, Shin Minchan (OC), Han Gaein (OC), and others

 

Genre : Romance (?), Married Life, Friendship, Comedy (?)

 

Ratting : PG-15

 

Ps : Typo wannabe *PLAK * jangan heran jika mata kalian sakit sehabis membaca FF ini karena banyaknya typo =.=”

Mueheheheh.. PART 7 sudah bisa hadir, Mianhaeee… lamaaaaaa banget yaaa *lempar duit😛 * maklum saya sibuk membuntuti Yeye kemanapun dia pergi -___-” *abaikan

 

 

Langsung saja yaa

 Happy Reading

 Author POV

“Aishh… kenapa mereka berdua melakukan ini pada kita!! Awas saja!!” Hyukjae merasa geram dengan tingkah Shindong dan Michan. Sementara Jaena, ia masih mencengkeram lengan Hyukjae. Gadis ini merasa takut jika berada ditempat seperti ini.

“Aigoo…. Cepat, Buka pintunya!!”

Hyukjae masih berusaha membuka pintunya. Tapi sepertinya pintu ini sulit dibuka. Kemudian dia mengedarkan pandangannya dipenjuru sudut ruangan. Ya ruangan ini adalah tepat disebelah perpustakaan, tapi sudah tidak terpakai. Sehingga banyak rak dan kursi yang berserakan. Lebih tepatnya ini ruangan untuk buku-buku yang sudah rusak.

 

“Aigoo.. Hyukjae-yaa! Lakukan sesuatuuuuu!!” pekik Jaena.

 

“Iyaa..Iyaa!!Kau tenanglah. Apa kau begitu takutnya dengan hantu. Tsskk sulit dipercaya” Gersah Hyukjae.

Jaena mengeluarkan ponselnya dengan tergesa-gesa. Hyuk menatapnya bingung. Sebenarnya ia mau menelpon siapa??

“Kau menelpon siapa?” tanya Hyukjae penasaran.

“Donghae… siapa tahu dia bisa membantu” jawab Jaena tanpa melihat Hyukjae.

Tanpa pikir panjang Hyukjae langsung merampas ponsel dari tangan Jaena. Jaena tersentak ketika ponselnya berpindah tangan.

 

“Yaakk!!” pekik Jaena dan akan merebut kembali ponselnya. Tapi.. Hyukjae masih saja menggenggam erat ponsel Jaena.

 

“Kau selalu mengandalkan Donghae dan Donghae. Apa dia itu pahlawanmu hum?”

Jaena mendelik saat Hyukjae mengatakan kata-kata tersebut, kenapa pria ini menjadi sangat sensitif sekarang. Marah? Untuk apa dia marah saat mendengar nama Donghae yang keluar dari mulut Jaena.

 

“Kau ini kenapa?!” tanya Jaena sedikit dengan nada tinggi pada Hyukjae.

 

“Kau tidak suka jika aku menyebut Donghae? Kau cemburu dengannya?!” Jaena mulai menebak-nebak dengan nada mengejek tentunya. Hyukjae berpikir sejenak. Ia sadara dengan apa yang ia lakukan. Lalu Hyuk mulai menormalkan mimik wajahnya, ia sedikit gelagapan dengan apa kata Jaena.
Cemburu?

Cemburu dengan Donghae?! Tidak mungkin…

“Aku hanya tidak ingin status kita ketauan itu saja!! Tasskk, kau ini kenapa percaya diri sekali. Mana mungkin aku tertarik gadis sepertimu. Paboo~”

Hyukjae menyentilkan jarinya didahi Jaena yang menyebabkan gadis itu merengut.

 

“Lalu kenapa kau menciumku. Kenapa kau menciumku malam kemarin?” Jaena menatap wajah Hyukjae seolah-olah ia sangat tahu apa yang menyebabkan Hyukjae seperti ini.

 

Hyukjae, pria ini sebenarnya tidak sanggup bernafas. Rasa gugupnya mengalahkan segalanya. Debaran jantungnya sangat keras saat Jaena mulai menyinggung masalah ini. Ciuman.

 

“Mwo?!!”

“Ne, Kenapa kau lakukan itu padaku?” tanya Jaena lagi.

 

Hyukjae berusaha mengalihkan pandangannya tapi tatapan mata Jaena sangat tajam hingga ia sulit untuk berpaling.

 

“Itu.. Itu… karena..-”

Tok..Tok…

 

”Kalian masih didalam!!!!!” Teriak seseoarng yang menyebabkan pandangan mereka kini tertuju pada arah pintu.

 

“Itu.. Shindong!!” Pekik Jaena.

 

“Ne. Kami masih didalam!!! Cepat BUKA! Atau aku akan membunuh kalian berduaaaaaa!!!” Teriak Jaena sangat kencang dan Hyukjae hanya bisa menutup telinganya.

 

“Ara!! Kami akan membukanya!! Tapi kalian harus janji jangan apa-apakan kami setelah ini. Dan kami juga akan berjanji untuk kalian. Eotte?!” kini giliran Michan yang buka mulut.

 

“Tsskk! Mereka ada-ada saja… Apa sebegitu menakutkannya dirimu sehingga mereka berdua takut denganmu. Huh!?” kata Hyukjae pada Jaena. Gadis ini hanya memperlihatkan smirknya pada Hyukjae, benar-benar gadis yang aneh. =,=

 

“Kau belum tahu seberapa sadisnya diriku ini jika aku sedang marah!!!” kata Jaena dengan nada yang dibuat lebih menyeramkan sehingga Hyukjae menjadi bergidik sendiri.

 

“YA!! Kalian didalam jawab aku!!” Pekik Michan lagi.

 

“Ne. Ne.. Aku janji!! Cepat BUKA!!”

 

 

__oOo__

HyuNa’s Apartement

 

 

Seorang gadis dan juga seorang pria tampak sibuk memperhatikan detail sudut ruangan apartement ini yang tergolong mewah ini. Michan dan Shindong, keduanya sangat antusias mengetahui apa saja isi apartement ini. Entahlah, bisa dibilang mereka berdua seperti belum pernah melihat apartement mewah sebelumnya. =,=

 

“Sepertinya mereka memang dipaksa menikah” bisik Shindong pada Michan.

 

“Ne, kau tahu-kan sifat Jaena seperti apa. Aku yakin dia dan Hyukie oppa memang terpaksa. Tapi..”

 

“Apa..” tanya Shindong penasaran. Tapi mata mereka masih sibuk meneliti ruangan ini.

 

“Tapi aku yakin mereka akan saling menyukai” kata Michan optimis.

 

“Ne, maksudmu..”

 

“Kita buat mereka menunjukkan rasa sukanya.. Ahh… manis sekali”

 

“Johtaaa!!!!” Shindong menyetujui apa yang dikatakan Michan kali ini. Mereka berdua terkekeh pelan. Tanpa disadari Jaena sudah ada dibelakang mereka.

 

 

“Kalian sudah selesai melihat-lihat isi apartement kami!!!”

Jaena muncul dengan membawa dua gelas jus yang sengaja dipesan oleh dua makhluk ini. Michan dan Shindong langsung menoleh dan mendapati Jaena menatap mereka tajam.

 

“Aish kau ini!! Jaena-ya. Sungguh ini sangat mewah.. Woaa beruntung sekali kau” puji Michan sambil menyrobot gelas yang ada dinampan begitu juga Shindong. Ia juga telah menengguk habis satu gelas jus. Benar-benar =.=

Jaena melihat kedua sahabatnya ini, kemudian menggeleng pelan.

 

“Kalian ini memanfaatkan keadaanku!!” kata Jaena pada dua orang sahabatnya.

 

“Anniya! Siapa juga yang memanfaatkan. Kami hanya bertindak adil saja.” jawab Shindong yang disetujui anggukkan oleh Michan.

 

“Ne. Benar! Kami akan merahasiakan hubungan kalian. Secret Married-nya kalian. Dan kami jamin tidak akan bocor selagi kau baik pada kami!! Bukan begitu Shindong-ah” kata Michan menambahkan dan melirik Shindong.

 

“Kalian!!!” Jaena menahan amarahnya. Bagaimana tidak, Michan dan Shindong ini sangat doyan makan dan juga doyan apapun yang serba gratis.

 

“Yaa.. Bagaimana ceritanya kalian menikah?! Kami penasaran….” tambah Shindong semakin berbinar.

 

Kemudian matanya menatap sosok dibelakang Jaena yang sedang mengusap rambut basahnya. Hyukjae, dengan wajah biasanya dia keluar dari kamar dan dengan menggunakan tshirt V-Necknya tapi pria ini mampu membuat Jaena dan Michan menatapnya. Terpesona!

 

“Omo.. Hyukie oppaa..” gumam Michan terpesona.

 

 

__oOo__

 

 

“Huaah… kenyang jugaa…” kata Shindong sambil mengusap perutnya yang sedikit melebihi rata-rata =,=

Demikian dengan Michan. Gadis ini juga tampak kekenyangan dengan apa yang mereka santap dimeja makan bersama Shindong, Jaena dan Hyukjae. Jaena tampak geram melihat kelakuan kedua sahabatnya ini. Doyan makan!

 

“Aigoo… kau sangat baik Hyukie-ya. Lain kali kami akan kesini lagi, boleh kan” kata Shindong.

 

“Tentu saja boleh.. benarkan Jaena-ya” Jawab Hyuk menatap Jaena. Jaena menatap Hyuk kesal. Ia seperti terkunci. Bergerak kesana salah, bergerak kesini salah. Ia ingin sekali menendang semua orang didepannya. Termasuk Hyukjae.

 

Bagaimana tidak, sudah jelas Jaena berniat mengusir Michan dan Shindong. Tapi Hyukjae justru menawari mereka makan. Dan hasilnya Jaena menggoreng ayam goreng siap sajinya dan memasak beserta mi cup kesuakaannya dan semua habis dalam satu waktu. Menyebalkan!!!

 

“Kyaaa… Hyukie oppa. Ternyata kau sangat baik hati. Jinja! Beruntungnya Jaena mempunyai suami sepertimu” puji Michan menatap Jaena dan juga Hyukjae bergantian.

 

Hyukjae tampak tersenyum simpul dan malu. Sedang Jaena ia masih saja memasang wajah kesalnya. Apa beruntung!!! Baik.. semua itu tidak berlaku sama sekali bagi Jaena.

 

“Kalian menyebalkan!! Cepat pulang…” kata Jaena pada Michan dan Shindong.

 

“Aigoo….Baiklah… kami akan pulang” Michan tampak merengut, kemudian ia menatap Hyukjae dan tersenyum.

 

“Hyukie oppa. Kami pamit dulu. Lain kali pasti kami akan sering mampir” kata Michan. Hyukjae hanya tersenyum mendengarnya.

 

“Ne, Hyukie-ya. Pastikan Jaena tidak melukaimu, kau hati-hati ne” kata Shindong menepuk pundal Hyukjae seolah menenangkan Hyukjae. Dasar!

“Yaa!! Cepat pergi!!” pekik Jaena sambil mendorong kedua makhluk menyebalkan itu.

 

“Ne,Ara-ara!! Kau pasti sudah tidak sabar ingin berduaan dengan Hyukie oppa. Ne!”

 

“APA!! Yaa.. Mati kau Michan-ahhhh!!!”

 

 

BRAKKKKK

 

 

Pintu tertutup dengan sukses dan kedua makhluk itu sukses juga keluar dari apartement mereka. Jaena bernafas lega sambil mengusap dahinya. Hyukjae manatap Jaena, kenapa gadis ini tampak menyeramkan tapi justru itu yang menarik dari Jaena. Disisi lain, kadang ia terlihat sangat lemah.

 

 

“Mereka membuat onar saja!” kata Jaena sambil berlalu dari hadapan Hyukjae.

 

“Sepertinya mereka belum tahu kita menikah karena apa. Kau belum bercerita dengan meraka?” tanya Hyukjae pada Jaena. Jaena kini menatap Hyukjae yang ada dibelakangnya.

 

“Ne?? Ahh.. belum. Aku belum bercerita.. Aku tidak tahu harus memulainya dari mana”

 

“Kau bilang saja kita menikah atas dasar saling mencintai” jawab Hyukjae dengan enteng. Jaena membulatkan matanya.

 

“Kau gila!! tidak akan… Aku akan menceritakan yang sebenarnya. Untuk apa berbohong pada mereka, toh mereka juga sudah tahu status kita. Aku tidak mau terlihat seperti memanfaatkanmu. Memanfaatkan hartamu itu saja”

 

Jaena kemudian pergi meninggalkan Hyukjae. Hyukjae masih menatap punggung Jaena yang menghilang dibalik pintu kamar.

 

“Apa untuk berpura-pura saja kau tidak mau kita saling mencintai Jaena-ya. Sungguh begitukah dirimu padaku” gumam Hyukjae. Seketika ia sadar jantungnya berdebar hebat. Kemudian ia menggelengkan kepalanya.

 

“Hyukjae-ya, ige mwoya!”

 

 

__oOo__

 

 

Cafetaria. Seoul University

 

 

“Kalian memang sudah tahu kalau keluargaku sedang terbelit hutang, hingga semua usaha Appa sudah berpindah tangan. Dan untuk lainnya kalian belum tahu. Usaha yang ada di luar negeri juga mengalami pailit, dan sekarang keluargaku hanya punya satu usaha. Itupun hanya Hotel diSeoul, jadi untuk itu aku menikah dengan Hyukjae untuk melunasi semua itu.”

 

“Kalian boleh menjauhiku jika kalian tidak suka dengan ini tapi… aku harap kalian tidak membenciku. Aku tidak memanfaatkan kekayaan Hyukjae atau apa tapi ini semua terpaksa. Hyukjae dan aku sepakat merahasiakan ini”
Papar Jaena panjang lebar, Michan masih menggenggam tangan Jaena. Begitupun Shindong, dia seperti terharu mendengar apa kata Jaena.

 

Ternyata hidup sahabatnya ini sangat pelik, tapi justru Jaena pandai menyembunyikannya dari mereka berdua.

 

“Jaena-ya. Aku dan Michan tidak akan membencimu. Kita akan selalu bersama-sama.” kata Shidong.

 

“Gomawo” jawab Jaena tersenyum.

 

“Ne. kami akan selalu bersamamu apapun yang terjadi. Aku-kan juga calon kakak iparmu, mana mungkin aku menjauhimu.”

“Yaa, mana mungkin Jungsoo oppa tertarik padamu” gersah Jaena menanggapi Michan yang sangat percaya diri. =,=

“Aish!! Lihat saja nanti!! Oya, satu lagi, kami akan menyembunyikan ini sampai kau dan Hyukjae memplubisasikan hubungan kalian sendiri” tambah Michan lagi

 

“Mwo? Hubungan?”

“Heem.. apa kau tidak ingin semua orang tahu kau istri Lee Hyukjae?!! Apa kau juga tidak berniat menyukai Lee Hyukjae?! Ayolah Jaena-ya… kau sungguh tidak berniat-”

“Jaena-ya!!!”

Kata Micha terputus ketika mendengar seseorang memanggil Jaena. Semua menoleh dan ternyata. Donghae sedang melambaikan tangannya kearah mereka. Terutama Jaena.

 

“Em… Aku pergi dulu ya. Donghae mengajakku jalan-jalan”

Jaena meraih tas slempangnya kemudian sedikit berlari menuju tempat dimana Donghae berdiri. Michan dan Shindong kemudian saling menatap satu sama lain.

 

“Sepertinya mereka belum menyadarinya. Kita buat saja Jaena dan Hyukjae cemburu?!” papar Shindong.

 

“Kau ada ide?” tanya Michan.

 

 

“Tentu saja” jawab Shindong tersenyum lebar. Michan-pun juga tersenyum. Mereka berdua mengapa saling kompak. Apa kerena marga yang sama ‘Shin’ -______-”

__oOo__

 

 

HyukNa’s Apartement.

 

 

Hyukjae dengan malas membuka pintu apartementnya. Kemudian melangkahkan kaki menuju lemari es. Sebelum membuka pintu lemari esnya. Hyukjae melihat ada tulisan kertas disana. Kemudian ia mengambilnya.

 

“ige mwoya?”

Akhirnya Hyukjae tersenyum membaca tulisan itu. Isinya adalah, nama-nama bumbu masakan dan juga catatan takaran air untuk memasak nasi. Aigoo!!

 

“Bodoh sekali… bumbu masakan dia juga tidak hafal” kata Hyukjae sendiri. Kemudian ia tersenyum geli, lantas terbesit dibenaknya untuk menambahi sedikit tulisan disana.

 

Dengan cekatan Hyukjae mangambil bolpointnya kemudian menuliskan sesuatu disana. Hyukjae kembali menempelkan kertas kepintu lemari es.

 

 

Hyukjae selesai mandi dan menatap jam dinding dikamarnya sambil mengusap rambutnya yang basah karena keramas. Pukul 9 malam. Jaena juga masih belum pulang, kamarnya masih sepi. Hyukjae kemudian melangkahkan kaki menuju ruang tengah dan dapur. Hasilnya tidak ada.

 

“Aish!! Jinjaa… Apakah harus seperti ini setiap hari. Dia selalu pulang malam.” gerutu Hyukjae sendiri

 

“Sabar Hyukjae-ya. Kau ini kenapa” kata Hyuk lagi.

Ting…..

Pintu terbuka dan Hyukjae segera menuju ruang tamu mereka. Hyukjae melihat Jaena baru pulang. Hyuk masih menatap Jaena yang melepas sepatunya.

 

“Kau sudah pulang” kata Jaena saat menatap Hyukjae ada didepannya.

 

“Tentu saja sudah.”

Jaena lalu melewati Hyukjae dengan begitu saja tanpa melihat Hyukjae yang sedang kesal dengannya. Menyuruhnya pulang terlebih dulu dan terlebih lagi ia keluar dengan Donghae. Semua itu membuat Hyukjae kesal.

 

“Kenapa kau selalu pulang malam, padahal kau tidak ada rapat dengan semua panitia?! Kau kemana dengan pria itu?”

 

Jaena kemudian menoleh kebelakang, dia menatap Hyukjae yang sepertinya sedang mengorek tentang keberadaan dengan Donghae.

 

“Hhh.. Kau ini kenapa?! Dia punya nama Donghae.” jawab Jaena menatap Hyukjae tidak kalah tajam. Hyukjae semakin mendekat kearah Jaena.

 

“Tsskk.. kau menyukainya bukan!? Bilang saja… kau menyukai pria itu” kata Hyukjae lagi pada Jaena.

 

Jaena tidak mengerti dengan Hyukjae. Walau sudah hampir 2bulan bersama Hyukjae, tapi baru kali ini pria ini bersikap aneh padanya. Tidak, sejak ciuman itu ia merasakan Hyukjae selalu lain dengannya.

 

“Maksudmu apa?! Menyukainya atau tidak bukan urusanmu. Itu bukan urusanmu Lee Hyukjae” jawab Jaena sembari berlalu dari hadapan Hyukjae. Ia tidak mengerti dengan sikap Hyukjae belakangan ini, baik lalu marah-marah. Membuatnya bingung saja.

 

Dengan sigap tangan Hyukjae menarik lengan Jaena. Jaena kemudian berbalik menatap Hyukjae dan meringis kesakitan.

 

“ Yaa!! Lepaskan..” pekik Jaena.

 

“Aku belum selesai berbicara denganmu kenapa kau seolah mengacuhkanku. Huh!” kata Hyukjae sembari terus menatap Jaena.

 

“Mwo…Aku mengacuhkanmu. Tsskkk.. Yaa Lee Hyukjae-sshi. Sebenarnya kau ini kenapa. Apa aku salah jika aku pulang malam. Aku salah jika aku keluar dengan Donghae, Apa aku salah. Huh” Papar Jaena.

 

Rahang Hyukjae mengeras seketika dan tangan kirinya mengepal kuat dikala ia mendengar apa kata-kata Jaena barusan. Sungguh. Hatinya sakit, sesak bagai dihantam pukulan keras sekali.

 

“Salah!! Kau salah.. Kau salah Jaena-ya! Kau tidak menghargai aku sama sekali sebagai suamimu!!”

 

Hyukjae sadar betul kata apa yang barusan ia katakan. ‘Suami’ Jaena sedikit terhenyak ketika Hyukjae mengatakan kata-kata tersebut.

 

“Suami? Kau lupa… kau lupa kita sepakat-”

“Lupakan itu semua!!” potong Hyukjae. Jaena menatap tepat dimata Hyukjae, debaran jantungnya kini berdebar begitu cepat. Memang Hyukjae sangat menyeramkan kali ini, tapi kenapa justru ia berdebar hebat.

“Mwo?! Yaa.. apa maksudmu lupakan?”

 

“Jika kau keluar lagi dengan pria itu.. Donghae, ya Donghae. Setidaknya kau bilang ada dimana. Dan satu lagi, kau harus-”

“Apa hakmu!! Hei, kau lupa. Kita ini sepakat tidak mencampuri urusan pribadi masing-masing. Kau berlebihan sekali Hyukjae-ya!!” Jaena menatap Hyukjae tidak kalah tajam. Sepertinya emosi keduanya sangat membuncah kali ini.

 

“Jadi, kau membantahku?!!” Hyukjae bertanya dengan nada sedikit merendah dan tetap matanya menatap Jaena.

 

“Ne!! Dan memang urusanku dengan Donghae, atau pria manapun tidak ada urusan denganmu!!” jawab Jaena.

 

Hyukjae berdecak kesal. Kemudian ia mengalihkan tatapannya dari wajah gadis ini. Dengan cepat Hyukjae melepas cengkaraman tangannya dilengan Jaena. Seketika itu Jaena meringis kesakitan dan ia hanya bisa menatap punggung Hyukjae yang menghilang dibalik pintu kamar.

 

Tunggu!! Hyukjae bahkan masuk diruang kerja mereka. Ruangan yang sebenarnya adalah kamar, tapi hanya ada sofa dan rak buku disana.

Jaena mendengar pintu yang tertutup dengan keras. Jaena masih memegangi lengannya yang merah akibat cengkraman tangan Hyukjae.

 

“Kau kenapa Hyukjae-ya! Kau membuatku bingung, bagaimana menyikapi semua ini. Aku bingung sekali” kata Jaena sendiri saat Hyuk sudah menghilang dibalik pintu.

 

Sementara Hyukjae yang kini ada didalam mengacak rambutnya frustasi. Gila! Jaena membuatnya seperti ini. Dia mencoba menenangkan dirinya dengan menarik nafas dalam-dalam, tapi pikirannya masih saja kacau.

 

“Kenapa aku ini. Hhhh! Yaaa Jaena-ya. Kau membuatku seperti ini. Kita baru saja saling mengenal, kenapa rasa ini muncul begitu cepat… sangat hebat!!” gumam Hyukjae sendiri.

 

“Argghhhhhhhh…. Kenapa aku lakukan hal seperti tadi. Bodoh! Bodoh kau Hyukjae-ya!!!”

__oOo__

 


Cafetaria, Seoul Univesity.

 

 

“Jadi kalian masih belum saling menyapa satu sama lain selama seminggu ini?” tanya Michan pada Jaena yang kini ada didepannya.

 

Gadis ini seolah tidak mempunyai tenaga untuk menjawab ‘Ya’. Hanya anggukkan saja dari kepalanya dan itu seperti terpaksa. Shindong dan Michan saling mengkode satu sama lain. Entahlah, sepertinya mereka akan melakukan sesuatu untuk ini.

 

“Hyukjae.. Dia bahkan tidak sekamar lagi denganku. Ahh.. baiklah kalau itu memang maunya. Aku juga tidak peduli” akhirnya Jaena buka mulut setelah menutup rapat bibirnya untuk bersuara.

 

“Jadi kalian selama kalian tidur bersama satu ranjang!!” pekik Michan langsung mendapat jitakan dari Jaena karena suara yang melebihi sirine ambulance.

 

“Aish.. Appo-yo” keluh Michan sambil mengusap kepalanya.

 

“Kau ini. Pelankan suarmu atau kau dan semua gadgetmu akan tinggal nama” ancam Jaena.

 

Michan tampak merengut mendengarnya. Shindong juga tampak berpikir, mereka berdua sudah tidur satu ranjang. Mustahil bila belum melakukan apapun. Terlebih lagi ini sudah memasuki bulan ke tiga pernikahan mereka.

 

“Yaa.. kenapa kau menatapku seperti itu” kata Jaena setelah melihat Shindong yang terus menatapnya dengan tatapan aneh.

 

“Anniya!! Emm, aku hanya berpikir saja. Kalian tidur satu ranjang selama hampir 3 bulan. Tinggal hanya berdua, berdua saja dalam satu ruangan. Apakah kalian?”

Jaena mendelik kesal pada Shindong. Bisa-bisanya Shindong mengira mereka sudah melakukan hal-hal seperti layaknya suami istri.

 

“Mwo!! Kau kira aku dan dia!??? Kau gila…. kami bahkan tidak pernah melakukan apapun! Sungguh, hanya ciuman dimalam itu. Tidak lebih!!”

 

Jaena seketika menutup mulutnya dengan telapak tangannya setelah ia sadar apa yang ia ucapkan. Bodoh! Bodoh! Dia ceroboh sekali.

Michan dan Shindong menatap Hyukjae dengan tatapan aneh mereka.

 

“Jadi kalian?? Kau hanya melakukan ciuman saja dengan Hyukjae begitu Jaena-ya?” tanya Michan memastikan.

 

Jaena berulangkali menggelengkan kepalanya. Ia bingung harus berkata apa. Sungguh kalau sudah begini ia sulit menyembunyikan rahasia. Aigoo!

 

“Lebih dari ciuman mungkin?” tebak Shindong.

 

“YA!! Tidak akan pernah. Cukup sekali saja dia menciumku tidak akan terjadi apapun lagi!!” jelas Jaena. Sontak membuat Shindong dan juga Michan tidak mampu menahan tawa mendengarnya.

 

“Kyaa! Johta! Akhirnya”

“Aigoo. Uri Jaena sudah dewasa sekarang. Hyukie oppa sudah menciummu. Ahh manis sekali Jaena-ya!!” goda Michan. Membuat Jaena mengeluarkan semburat merah dipipinya.

 

“Berhenti menggodaku!! Awas kalian…..”

 

“Ayo ceritakan padaku Na-ya. Bagaimana rasanya bibir Hyukie oppa. Hum?”

“DIAM!!!”

 

Mereka bertiga tidak tahu, ada seorang pria mendengar segala pembicaraan mereka. Donghae, pria ini menahan amarahnya. Tangannya mengepal seketika saat mendengar bahwa gadis yang ia cintai telah berciuman dengan suaminya. Walau ia tidak melihat langsung tapi, hatinya sakit sekali.

 

 

__oOo__

 

 

 

“Sepertinya kita perlu perubahan sedikit ditengah-tengah penampilan group kita” Ujar Shindong saat beristirahat sejenak. Hyukjae disamping sedang berselanjar kaki dengan peluh yang melekat ditubuhnya.

 

“Mwo?” tanya Hyukjae menatap Shindong.

 

“Kita sisipkan lagu Boa saja, untuk itu kita perlu dancer yeoja seperti dilagu tersebut. Eottoke? Kau akan bertindak sebagai dancer pria yang berdansa dengannya… Hum?”

Hyukjae tampak berpikir, kemudian tanpa menunggu jawaban dari Hyukjae. Shindong sudah tersenyum puas.

 

“Aku sudah ada calon dancernya. Dia dancer yang cukup terkenal dikampus ini cantik dan juga sexy” Jelas Shindong sambil menyenggol lengan Hyukjae. Hyukjae hanya tersenyum kecut saja. Baginya sekarang semua tidak semenarik dulu. Entahlah sejak ia mengenal gadis yang menjadi istrinya sekarang, pikirannya selalu dipenuhi Jaena.

 

“Dan dia sangat mau jika dipasangkan dengan mu Hyukjae-ya” tambah Shindong dengan semangat. Hyukjae tidak percaya Shindong sangat semangat akan hal ini.

 

“Kau sudah menyiapkannya. Tsk! Bahkan kau belum memintaku setuju apa tidak”

 

“Haaaah.. Ini semua demi Group kita Hyukjae-ya. Apa kau mau kita kalah. Huh?” jawab Shindong beralasan.

 

“Ara! Kapan mulai latihan dengannya?” tanya Hyukjae sambil meminum air mineral yang ada ditangannya.

 

“Sekarang!” jawab Shindong enteng.

 

“Uhukk……..uhukkk!!” Hyukjae terkejut saat Shindong menjawabnya. Dasar, kenapa mendadak sekali.

 

“Ya, kenapa cepat sekali. Kau ini! Bahkan aku tidak tahu bagaimana gerakannya?” protes Hyukjae pada Shindong.

 

“Tenang Hyukjae-ya. Aku sudah mempersiapkannya, jadi kamu nanti tinggal mengikuti gayaku saja. Dan kamu praktekan dengan dancer kita. Arasseo” jelas Shindong dengan senyum yang sangat lebar. Sementara Hyukjae masih belum mengerti jalan pikiran Shindong.

 

“Aish. Baiklah. Terserah padamu saja” jawb Hyuk pasrah. Shindong lagi-lagi hanya tersenyum melihat Hyukjae yang tidak bisa berkutik.

 

“Emm.. sebentar lagi gadis itu akan datang. Oh ya, Jaena kenapa jarang sekali bersammu. Apakah kalian masih?”

 

“Jangan bahas masalah itu lagi” potong Hyukjae.

 

Hyukjae memang sedikit bercerita pada Shindong kalau dia dan Jaena sedang tidak akur, ahh ani. Sedang tidak saling menyapa. Karena setiap haripun mereka juga tidak akur -_________-”

 

“Arasseo!” Jawab Shindong. Tak lama kemudian ponselnya Shindong berbunyi. Shindong kemudian meraih ponselnya.

 

“Michan-ah…” jawab Shindong.

 

“………”

 

“Ne, aku disini dengan Hyukjae. Wae?” jawab Shindong melirik Hyukjae. Hyukjae sepertinya juga mengikuti pembicaraan Michan dengan Shindong.

 

“Ne, kau kesini saja dengan Jaena. Nanti pulang bersam-sama. Eoh?”

“………”

“Apa!! Jadi tadi Jaena bersama Donghae?” Shindong lebih menaikkan nada suaranya sambil melirik Hyukjae. Hyukjae terdiam seketika dan sepertinya ia ikut terpancing dengan omongan Shindong dan juga Michan.

 

“……..”

“Jinja!! Jadi…jadi Donghae benar-benar menyukai Jaena dan berniat menjadikan Jaena kekasihnya!” Shindong sedikit berbisik pada Michan tapi Hyukjae masih bisa jelas mendengar apa yang dikatakan Shindong.

 

Lagi-lagi.. Ia harus menahan amarahnya. Ia harus bisa bersikap biasa saja seolah tidak mendengar apa kata Shindong barusan. Tidak boleh. Ia tidak boleh emosi.

 

“Baiklah.. segera kesini” kata Shindong kemudian menutup sambungan teleponnya.

 

Tidak lama kemudian…

Hyukjae sudah bertatap muka dengan dancer yang akan duet menari bersamanya. Hanya penambahan sedikit dipart tarian di groupnya. Hyukjae sudah memulai gerakannya begitu juga dengan gadis didepannya ini. Gadis itu Miri. (bayangkan gerakan Boa dan Hyukjae di Only One)

“Yaa.. Hyukjae-ya. Kenapa kau enggan mendekat dengannya. Miri-ya, lebih dekat dengan Hyukjae tatapan mata kalian kurang tajam. Saat tangan Hyuk menyentuh tanganmu kau juga harus seolah-olah mau dicium oleh Hyukjae” Miri mengangguk mengerti dengan arahan Shindong.

 

“Dan kau Hyukie-ya, kau juga begitu bayangkan saja Miri gadis yang kau cintai dan kalian seolah-olah sepasang kekasih” Jelas Shindong pada Hyukjae.

 

Hyukjae pria ini hanya mampu mengangguk pasrah. Ia sangat tidak berselera (?) menari. Terlebih menari dengan gadis didepannya ini. Bukan apa, ia masih teringat apa kata Shindong ditepeon tadi. Jaena dan Donghae? Apa mereka sudah menjadi pasangan kekasih? Itu berarti lambat laun, Hyukjae harus merelakan Jaena dari genggaman tangannya? Berpisah? Ini membuatnya pusing. Sangat sesak!!

 

“Yaa, Hyukie-aah gwenchana?” tanya Shindong memastikan Hyukjae baik-baik saja.

 

“Nan gwenchana. Ayo kita mulai lagi” Hyukjae mulai tersenyum simpul. Senyum palsu yang ia tunjukkan sebenarnya hatinya saat ini sedang kacau.

 

“Shindong-ah.. Hyukie oppa!!” Teriak Michan yang baru datang dengan Jaena disebelahnya.

 

Hyukjae memandang kearah Michan dan juga gadis yang ada disebelahnya. Debaran jantungnya berdebar hebat saat tatapannya mengarah pada Jaena, dan tepat Jaena juga tengah menatapnya. Wajah yang ia rindukan. Tunggu! Ia merindukan Jaena. Tapi kemudian ia mengingat lagi… mengingat apakah Jaena dan Donghae?? itu semua membuatnya ingin menarik perasaannya.

 

“Kajja!!! latihan lagi… “ ajak Hyuk sekali lagi

__oOo__

 
HyukNa’sAppartement.

 

Jaena terus mengingat apa yang Hyukjae lakukan tadi. Ia sangat menyesal mengikuti Michan yang menunggui Shindong dan Hyukjae berlatih. Gila. Dia menatap pemandangan yang seharusnya tidak ia lihat. Hyukjae dengan mudahnya menyentuh dan juga hampir saja mencium gadis dancer itu. Aigoo! Kenapa Jaena jadi tidak terima.

 

 

Ini pertama kalinya Jaena pulang bersama Hyukjae setelah mereka saling diam. Kalau bukan karena paksaan dari Michan dan juga Shindong, Jaena enggan masuk dan ikut pulang bersama Hyukjae ini. Pria yang membuatnya kesal setengah mati.

 

 

Ia tidak tahu harus berbuat apa sekarang, menonton televisi diruang tengah sendiri tapi pikiranna tidak fokus pada apa yang ada didalam televisi. Melainkan terus saja mengumpat didalam hati. Kemudian ia menatap pspnya yang tergeletak disampingnya. Bahkan itu adalah hadiah dari kakaknya Jungsoo, tapi kenapa ia bosan memainkan benda kesayangannya.

Gila. Kenapa semua berubah. Kenapa hanya gara-gara pria itu dia menjadi klimpungan seperti ini.

 

“Arghh!! Gila…” gerutunya sendiri. Dengan terpaksa ia bangkit dari duduknya dan menuju dapur.

“YA.. !! Fighting Jaena-ya!! Sekarang waktunya makan”

Dengan senyuman lebar ia membuka lemari es untuk mencari sesuatu yang bisa ia masak. Ya, mungkin makan adalah solusi terbaik. Tapi saat membuka lemari es. Matanya menangkap tulisan aneh dikertas yang ia sengaja tempelkan.

 

 

Fighting!! Nae Yeobo-yaaa…”

Jaena bingung harus kesal ataukan tersenyum senang. ‘Yeobo’ terdengar aneh dan geli. Tapi tulisan ini seolah memberinya semangat. Ini tulisan Hyukjae. Tulisan Hyuk untuknya??

 

“Hyukjae-yaa..” gumam Jaena pelan. Kemudian ia ingat akan siapa dirinya sebenarnya. Dia adalah gadis yang dinikahi Hyuk karena masalah keluarga. Bukan karena keinginan pria itu sendiri.

Jaena kemudian mengambil beberapa nuget dan juga mi cup yang masih tersisa. Karena ia beberapa minggu ini juga tidak berbelanja. Ya, karena dia dan Hyukjae juga masih sama-sama diam belum berbicara satu sama lain.

 

Dengan telaten Jaena mulai menggoreng nuget dan sejenisnya.

“Buatkan mi cup satu untukku juga”

Jaena menoleh, dan ternyata Hyukjae ada disampingnya sedang melihatnya menggoreng. Hyukjae seperti tanpa dosa memerintah Jaena. Seperti tidak terjadi apa-apa.

 

 

DEG

 

 

“Kau..?”

 

“Buat sendiri” jawab Jaena masih dengan nada ketusnya kemudian ia mengalihkan pandangannya.

Sial. Hyukjae bukannya pergi. Pria ini justru masih ada disamping Jaena. Jaena bisa melihat itu dari sudut ekor matanya. Hyukjae bahkan betah menatap gadis ini dari samping. Baginya, sangat lain saat memasak seperti ini.

Apron yang berantakan. Rambut yang masih tergerai. Dia sangat menawan dimata Hyukjae. Walau sebenarnya Hyukjae sudah yakin dengan perasaannya, tapi mengingat Jaena dan Donghae. Ia menjadi pesimis gadis ini juga memilki perasaan yang sama dengannya.

 

Apa mungkin Jaena percaya, bahwa ia sudah menyukainya? Secepat itukah? Tidak mungkin ada yang percaya… tapi hatinya tidak bisa berbohong. Inilah perasaannya pada Jaena.

 

“Kenapa kau disini terus. Kalau kau mau makan, mi cup nya ada dilemari. Tinggal seduh dengan air panas” Jaena tidak berani menatap Hyukjae ia hanya sibuk dengan kegiatan menggorengnya.

 

“Aku ingin kau yang membuatkannya. Kau lupa sudah berapa lama kau tidak membuatkan aku sarapan, kau tidak membuatkan aku ramen tiap malam. Istri macam apa kau ini. Huh?”

 

Jaena hanya terbengong mendengar apa Hyukjae. Kemudian dia menoleh dan tepat menatap Hyukjae. Kenapa Hyukjae tiba-tiba seperti anak kecil seperti ini.

 

“Kau…Kau??” Jaena sedikit gugup saat akan protes dengan apa kata Hyukjae.

 

“Kalau memasak sebaiknya tali apron-nya diikat…..”

Jaena belum bisa menjawab, Hyukjae sudah ada dibelakangnya. Tangannya dengan sigap mengikat tali apron Jaena. Jaena terdiam, ia dapat merasakan hembusan nafas Hyukjae dilehernya karena Hyukjae memang sangat dekatnya.

Debaran jantung kedunya bisa terdengar satu sama lain karena memang sangat keras dan begitu cepat berdetak.

 

“Nah… seperti ini” kata Hyukjae saat selesai menalinya.

 

“Rambutmu juga harus diikat agar tidak menganggumu saat memasak”

Jaena hanya bisa melongo, ia tidak sanggup berkata apa-apa. Dengan telaten Hyukjae mengikat rambut Jaena. Sangat pelan ia memperlakukan Jaena seperti ini. Setiap helai rambutnya, ia perlakukan dengan lembut karena takut melukai gadis ini.

 

Entah dorongan apa, Hyukjae melakukan ini pada Jaena. Yang pasti ia tidak ingin berlama-lama diam dan tidak ada interaksi dengan gadis yang dianggapnya kejam ini.

 

“Chaa sudah selesai…..” kata Hyukjae saat sudah selesai mengikat rambut Jaena. Jaena belum berani mengeluarkan kata-kata.

 

 

__oOo__

 

“Pelan-pelan…” kata Jaena saat melihat Hyukjae makan seperti orang yang sangat kelaparan. Sudah dua cup ia habiskan dan ini cup ketiga. Jaena melihat Hyukjae memang tidak tega, pria didepannya memang tampak kurus belakanganan ini.

 

“Ini salahmu. Aku makan seperti ini karena kau..” jawab Hyukjae sambil menyumpitkan mie kedalam mulutnya.

 

“Mwo?! Kenapa bisa. Task. Memang apa salahku?” tanya Jaena pada Hyukjae yang ada didepannya ini.

 

“Ne, kenapa kau tidak pernah membuatkan aku ramen huh? Walau kau kita tidak bertegur sapa, membuatkan makanan itu wajib. Kau lupa, aku memberimu kartu kredit?!!” Jelas Hyukjae menatap Jaena.

 

“Ya, mana ada aturan seperti itu. Kalau marahan tidak ada interaksi sama sekali, walaupun itu membuatkan ramen. Tsskk! Lucu sekali..” jawab Jaena tidak terima.

 

Hyukjae terdiam sesaat. Ia berhenti mengunyah makanan dimulutnya. Gadis ini benar-benar bisa merubah segalanya.

 

“Jaena-ya..”

 

“Mwo?” jawab Jaena sambil menyumpitkan mie kedalam mulutnya. Tetap saja cuek dengan cara makanannya yang berantkan tapi ini justru menarik dimata Hyukjae.

 

“Kalau ada pria lain mengisi hatimu dan ia ingin menjadi kekeasihmu bagaimana??! Kau akan menerimanya atau tidak!?” tanya Hyukjae pelan.

 

Jaena menghentikan makannya dan menatap Hyukjae didepannya. Ditatapnya wajah Hyukjae yang tampak serius. Kenapa pria ini hari ini sangat aneh sekali??

“Nde??”

 

“maksudku, kalau ada pria menyukaimu dan kau menyukai pria itu. Apakah kau akan menerima pria itu? Kau akan meninggalkan pernikahan ini dan menjalin hubungan dengannya?” tanya Hyukjae lagi.

 

Sungguh debaran jantung Jaena berdebar hebat. Gila! Kenapa ia merasa sakit saat Hyukjae menanyakan ini. Dadanya terasa sesak. Mata Hyuk masih terus saja menatap Jaena. Begitu juga sebaliknya.

 

“Kau juga akan meninggalkan aku Jaena-ya!?” tambah Hyukjae semakin membuat Jaena ingin berteriak kencang bahwa itu semua tidak akan mungkin.

 

Tapi.. Tapi.. kenapa rasanya sangat sulit untuk menjawabnya. Kenapa?

 

“Kenapa harus bertanya seperti ini” protes Jaena.

 

“Anniya.. kau jawab saja. Kau pasti akan meninggalkan pernikahan ini dan juga aku…” kata Hyukjae pelan.

 

 

=TBC=

 


Preview Next Chapt!!

 

Entah kenapa setiap sentuhannya ditubuhku membuat aku semakin sulit terkendali. Tatapan matanya sungguh membuatku enggan untuk berkedip. Tidak! Ini hanya latihan dance saja. Tidak mungkin Hyukjae seperti apa yang aku pikirkan”

 

Setiap yang ada ditubuhnya adalah keindahan.. sulit sekali mengungkapkannya. Sungguh sangat indah. Menyentuhnya walau hanya seperti ini saja sudah membuatku gila dan semakin membuatku sulit untuk menormalkan syaraf otakku”

 

 

==oOo===

Kyaaaaaa!! Cuplikannya agak gimana gitu yaaaa.. Hurrrrrrr~~
kekekekek😄 hayo tebak kira-kira mereka ngapain berkata seperti itu??? *PLAKK *

Okelak, saya minta maaf jika lamaa banget ngepost FF ini. Maklum saya orang sibuk *Diinjek * sibuk terpesona oleh Yeye yang semakin COOL!! Dan Hyukjae yang semakin Errr.. saja
😄😄

Oke… aku tunggu komennya yaa… !!!

Yang mau Po “Our Love” masih bisaaa…😄

Klik www.cloudyesung.wordpress.com

 

 

 

 


 

75 thoughts on “FF “Secret Married” Part 7 [EunHyuk-JaeNa]

  1. HYAAAA akhirnya dipublish juga ><

    part ini sukses bikin nyer²an (?) .___.
    kurang panjang thor u_u

    itu cuplikannya bikin imajinasi berlebihan deh wkwk +_+

  2. Kurang panjang….
    lebih panjang lagi dong thor…
    sebenernya tadi udh baca baru sempet coment sekarang
    thor next part jangan lama2 ok???

  3. .omo omo ..
    .d preview , terLaLu banyak Tubuh n sentuh .. Aq negatif … Gkgkgk~ Yadong berkibarrrrr ..
    .coba dong ! Jgn gengsi .. !! Emg kLo Cinta , knf ? KLo cemburu knf ? Itu hrus d smpai’kan .. Agr pasangan tau .. /sok bijak
    .bner wow ..
    .tuh kn ShinChan yg bkaLan bkin mreka sadar n mengakui perasaan msing” ..
    .d tunggu next x !!
    .annyeong !!

  4. Akhirnya keluar juga ini lanjutannya thor hehehe itu previewnya aga mengarah2 gmn gtu

    Note: di part2 sblmnya aku comment pake nama febsung thor nah di part ini berubah hahaha

  5. Huaa eOnnie-yaa..
    sDang seNang”x OppadeuL menang di MAMA d taMbah eOnnie Posting FF..
    LengkapLah sdaH kBahagiaan ku😀

    Menurut ku Apa Jaena mnggantikan Miri or hNya Latihan saJa dgn Hyukppa sbLum dgn Miri??
    MoLLaseo haNya eOnnie yg tau😛

    JebaLLLL cepat d Posting ya Lanjutan’x..
    sUngguH peNasaran dgn Part selanjut’x..
    jgn Lama” ya eOnnie..

    figHtinggggg eOnnieeee-yaaaaa😉

  6. aigoo.. itu Shindong sama Michan usil banget kkk~~

    Hyuk udah ngakuin perasaannya nih (meski ke dirinya sendiri aja), Jaenanya kapan dong? huhuhu sama-sama suka tapi jaim. kkkk

    itu next chap-nya sesuatu sekali adegannya. kayaknya yang dance only one jadi HyukNa ya?
    next partnya cepetan yaaa.. udah ga sabaar ^^;;

  7. Big thanks to shindong n michan, duo gaje ini bakal jadi penyelamat Hyuk-Na kekeke…
    Hyuk-Na moment didapur itu, bikin aq senyum2 sendiri hehe…
    Sepertinya couple nari Hyuk part selanjutnya berubah jadi jaena kyaaaaaa >.<

  8. ya lagi-lagi aku ketinggalan part ini ahhh.
    mengapa berat ungkapkan cinta padahal dia ada emang aneh tuh hyuk sama jaena liat cuplikan selanjutnya jadi pengen buru-buru baca gak sabar penasaran banget ni aku

  9. part ini hubungan jaena n hyuk masuk dlm situasi tegang2 y,,,, baca y hadi ikut2 tegang….
    mereka berdua udah ngerasa salinh suka satu sama lain tapi blm mau oada ngungkapin yg da mendam cemburu n jd marah2 kyk hyuk cburu y udah meledak itu mpe ngelakuin itu…..
    donghae denger semua yg diomongin jaena ma shindong n michan,,, pa donghae bakal bgelakuin sesuatu kah??? ngeri donghae y juga cemburu gitu….
    cuplikan part selanjut y bikin penasaran….

  10. Yaaa Hyukjaenya serius banget..
    Suka banget bagian hyuk ngiket tali apron sama nguncir rambut jaena, so sweet xD

    Wah cuplikan next chapnya seru..
    Lanjut next chap😀

  11. aigooo aq mkn pnasran jh sm crtanya eonnn.
    hyuki udh bnr2 cnta sm na-ya.
    setiap tindkn hyukie buat aq mau pnya pcar yg sifat dan prilaku kya hyukie.
    haha ngarep yh eon.

  12. Eunhyuk oppa apa susahnya sih bilang cemburu .
    kalau udah blg cemburu tinggal ungkapin perasaanmu .
    Udah deh jaena pasti mau jd milikmu .

    Dari pada marah2 sendiri hayoo

  13. huhh wow..
    ga bosen” aku bilang “daebak” sumfeh keren bgt..
    eoh hyuki kw tak mncintai gaein lgi eoh? bgus”.

  14. kyaa~~ hyukjae cemburu terus, tp jaena kurang peka dikit😦
    dance only one itu sama jaena aja, pasti dpt feelnya hehe
    kalo jaena keluar sama hae suka ngapain aja tuh? kurang jelas dkit hehe

  15. Kyaaaa hyuk mulai galau sama perasaannya nih..wahduh pisah ranjang nih mereka..ayo shin dong & minchan,selamatkan mereka berdua..buat mereka nyatain perasaan masing-masing dan buat mereka secepatnya bersatu,sebelum hae pa ngelakuai rencana yang aneh-aneh untuk merka..

  16. ini hyuk beneran mulai cinta jaena bgt hiks :”” haeppa sudah kubilang kan, jgn ganggu mereka, ada aku oppa… *kemudianhening* -_-v

  17. Yeeeee hyukie uda sadar klo sayang..
    Tp bagian akhir bikin nyesek..
    Itu di preview kayagnya jaena y yg jadi dancer cwe ny?? Cieeeee……
    Masih was” ama tindakan yg bkal dilakuin hae #tutupmata

  18. Kyyaaa lama” aku greget sma couple ini… Susah bgt ya hyuk jae untuk mengungkapkan perasaan ?? * eunhyuk : Iya. Emang lo Kira gampang !!!*

    Jangan berkata seperti itu hyukjae… Membuat ku sedih… *Lebay*…

  19. Kirain hyuk ksih tulisan paan..ciieee..nae yeobo…mkin lupain prjnjian konyolny tuuhhh…
    ck..gtu donk..gentleman..nglahin wat ngjak dmai dl_an..klo g yg da jaena mkin jauuhh d bwa hae..kkk

  20. baper nih..hyuk oppa jangan pesimis..klo cinta kejar dan perjuangkanlah…jngn mw kalah sama donghae yg punya modus jahat ke jaena..semangat oppa!!

  21. Yahh kesel deh kalo akhirannya gini:( , hyukjaenya udh pasrah gitu sama pernikahannya sama jaena:(. Bagus sih caranya shindong sama michan biar mereka mengekspresikan kecemburuannya masing2 biar jelas deh sama perasaannya masing2. Lanjutt lg deh baca next chap^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s