FF “Secret Married” Part 6 [Eunhyuk-Jaena]

 

FF “Secret Married” Part 6

 

 

Author : Kim Yeon Young (@DeanClouds)

Cast : Lee Hyukjae, Park Jaena (Lee Jaena)

Support Cast : Lee Donghae, Lee Sungmin, Park Jungsoo, Shindong, Shin Michan, Han Gaein.

 

Genre : Married life, Comedy (?), Romance, Friendship.

 

Ratting : PG-15

 

Ps : Typo…… pasti dan masih bertebaran….!!!! #plakkkk

 

Kyaaaa………akhirnya bisa merilis(?) FF ini lagi.. setelah aku sangat bad mood==”   sudahlah, jangan dibahasyaaa!!

Okelah..langsung saja…..

Happy Reading

Sebelumnya

“Appa………Hikssss” Tangisnya pecah dan ia mendekap ponselnya. Jaena belum tahu keberadaanku. Dia terus saja menangis.

Baru kali ini aku melihatnya begitu terpukul. Tidak, kenapa aku ini. Dadaku sakit melihat gadis ini menangis. Sepertinya kakiku enggan berjalan menjauh. Aku ingin memeluk tubuh gadis ini, bagaimanapun caranya agar dia berhenti menangis dan bersedih seperti ini.

Greeppp……….

Dengan satu tarikan aku berhasil meraih tubuhnya dan menenggelamkannya kedalam pelukanku. Aku sudah gila sekarang. Jaena sedikit tegang dan meronta. Tapi kekuatannya tidak sebanding denganku. Aku malah menariknya semakin mempererat pelukanku.

Isakannya masih terdengar jelas… tanganku mengusap pungungnya. Memberikan ketenangan bahwa masih ada aku didunia ini yang siap berbagi kesedihan, kebahagiaan dengannya. Jaena-ya, kenapa aku ini? Tolong katakan padaku.

Part 6

Aku tidak tahu, mengapa aku ingin sekali dia membagi kesedihannya denganku. Air matanya seperti pukulan keras dihatiku. Tidak bisa membiarkannya menangis karena kesedihannya. Tidak bisa.

 

Jaena, gadis ini masih menangis. Entahlah kenapa dia begitu terpukul. Gadis yang aku kira dia begitu tegar dan kejam sekarang mengapa terlihat sangat lemah dan seperti gadis pada umumnya.

“Tenanglah…. ada aku disini”

Tangisnya sedikit mereda. Entahlah yang aku rasa dia sedikit lebih tenang. Perlahan Jaena meregangkan tubuhnya dari dekapanku, aku juga demikian. Aku melonggarkan pelukanku. Kulihat Jaena menunduk dan menyeka air matanya. Kenapa aku gugup…gugup sekali. Aku harus bisa bersikap seperti biasa, aku tidak bisa begini terus.

Hening!!

“Kau ternyata sangat cengeng yaaa…” kataku mencoba memecah suasana. Aku masih penasaran dengan wajahnya yang penuh dengan air mata ini. Aku sedikit menunduk untuk melihat wajahnya sekilas.

Jaena tidak menatapku. Tanpa menjawab perkataan dariku, gadis ini malah langsung pergi meninggalkanku. Tsskk!! apa aku salah bicara?? Yaa, kenapa dia malah mengacuhkanku. Seharusnya dia berterima kasih padaku. Tapi, tidak.. jangan-jangan dia menertawakanku karena aku memeluknya tadi. Aigoo, bodoh sekali kau Hyukjae-ya!!! Bodoh!!!!!!

Jaena POV

Ya Tuhan!! Apa yang barusan aku lakukan?? Tidak, pria jelek itu bahkan memelukku dan aku sangat menerima perlakuannya. Jaena-ya, kau kenapa. Aigoo pasti otakku sedikit bermasalah, bukannya Hyukjae juga aneh. Kenapa dia memelukku?? Tapi aku merasa nyaman sekali saat tangannya mendekap erat tubuhku. Aku seperti sangat memerlukan pelukan itu.

Aku menggelenglan kepalaku berulangkali untuk mengusir pikiran tentang pria itu. Ya Lee Hyukjae, dia sekarang menguasai pikiranku. Kenapa debaran ini masih ada, jantungku selalu berdebar kencang akhir-akhir ini saat tubuhnya menyentuh bagian tubuhku. Aigoo!

Sepertinya mandi akan lebih baik, Ya..aku memang belum mandi. Sehabis memasak telur gulung yang seperti racun itu, aku langsung mendapat telepon dari Appa.

Ceklek!!!!!!!!!

Yaa, pasti itu Hyukjae, aku segera masuk kedalam kamar mandi. Aku tidak mau dia menertawakanku karena aku ini sebenarnya cengeng. Dan juga wajahku sangat buruk kalau menangis. Pasti dia puas karena melihat aku menangis. Awas saja jika mengejekku, pasti hidupnya tidak akan tenang. Akan aku buat dia kesakitan!!!! Aish!!

Author POV

Hyukjae masih sibuk dengan laptop didepannya, dan sesekali melirik kearah pintu kamar mandi. Kenapa Jaena lama sekali dikamar mandi, apa dia ketiduran?? Apa gadis itu mencoba bunuh diri?? begitulah pikiran Hyukjae saat ini.

Ia gusar, kemudian tanpa menunggu lama Hyukjae melangkahkan kaki menuju kamar mandi. Hyuk tidak mendengar adanya suara didalam kamar mandi. Apakah dugaannya benar. Jaena kenapa-kenapa?? Hyuk menggelengkan kepalanya. Jaena tidak mungkin melakukan hal bodoh seperti itu.

Entahlah, kenapa dia sangat mengkhawatirkan gadis itu.

“Jaena-yaa! Kau didalam??” teriak Hyukjae dari luar.

“……….”

Belum ada sahutan. Hyukjae masih sangat penasaran dengan apa yang terjadi dengan Jaena.

“Yaaa!! Jaena-yaa!! kau kenapa?” teriak Hyukjae semakin frustasi sepertinya. Jaena gadis ini sebenarnya mendengar teriakan Hyukjae diluar. Dia hanya takut saja keluar dari kamar mandi. Pucat dan gugup itulah yang ia rasakan saat ini.

“Jaena-ya!! jawab.. kau kenapa??!! Baiklah, akan aku dobrak pintunya!!!!”

Jaena membulatkan matanya seketika saat mendengar kata Hyukjae barusan. Apa mendobrak? Apa Hyukjae sudah gila!!!

“Yaa, kau gila!!” jawab Jaena dari dalam. Seketika Hyukjae menghentikan kegiatannya yang akan mendobrak pintu kamar mandi.

“Yaa…kenapa diam saja tadi. Kau membuatku cemas.. dasar!” gerutu Hyukjae. Jaena merengut, tapi ia masih enggan keluar dari kamar mandi.

“Kenapa kau cemas. Kau mengkhawatirkanku” jawab Jaena dari dalam. Hyukjae sedikit kelabakan karena kata-katanya sendiri. Sedikit gugup menanggapi pertanyaan Jaena.

“Mwo!! kata siapa?? Cepat keluarlah, aku juga ingin kekamar mandi!!! Aish!!” jawab Hyuk mengelak.

Jaena semakin cemas. Bagaimana caranya ia keluar, kalau Hyukjae masih belum tidur. Aishh!! ia berulangkali menggerutu sendiri didalam kamar mandi karena kecerobohannya sendiri.

“Bodoh!!Bodoh Kau Jaena-ya. Bagaimana bisa kau kekamar mandi tanpa membawa pakaianmu? Huh!! Aigoo, pakaianku yang tadi sudah basah.. Eottokeo?” rutuk Jaena sendiri. Sementara Hyukjae masih penasaran dengan Jaena yang ada didalam kamar mandi. Hasilnya dia menunggu Jaena didepan pintu kamar mandi. -_____-

“Yaaa.. Jaena-ya!! cepatlah, aku juga ingin kekamar mandi” Teriak Hyuk lagi, padahal sebenarnya ia hanya ingin tahu saja. Kenapa gadis ini berlama-lama dikamar mandi.

“Aigoo!!! Eottoeke?? Bodoh!! Bodoh.. kenapa tadi kau tergesa-gesa Jaena-ya.. jadinyaaa.. kau lupakan? Kau lupa membawa seluruh pakaianmu. Aish!!”gerutu Jaena sendiri. Sementara Hyukjae sibuk menempelkan telinganya dipintu kamar mandi. Mencoba mendengar apa yang terjadi dengan Jaena.

“Yaa! Perutku mulas Jaena-ya. Ayolahhh!!”

Jaena menghembuskan nafas beratnya kemudian mengambil nafas dalam-dalam lagi. Yaaa! Dia akan mengambil keputusan terberatnya. Keputusan yang pasti membuat ia malu seumur hidupnya.

Jaena membuka pintu kamar mandi pelan-pelan.

Ceklek!!!

Jaena mengeluarkan kepalanya (?) kemudian mendapati Hyukjae ada didepannya dengan sedikit terkejut. Jaena memasang senyum palsunya. Aneh, menurut Hyukjae.

“Cepat keluar!!” perintah Hyukjae. Dia belum tahu kalau Jaena hanya memakai handuk saja.

“Eumm… Boleh aku minta tolong?” kata Jaena dengan sangat pelan. Hyukjae mengernyitkan alisnya. Minta tolong, ada apa dengan gadis ini. Batinnya.

__oOo__

“Yaaa!! Ppali… kau meneleti satu-persatu huh!!” Teriak Jaena dari dalam kamar mandi.

Hyuk tidak menjawabnya, pria ini bukannya sibuk meneliti pakaian dalam Jaena tapi, memegang saja sepertinya ia sangat gugup.

“Aigoo! Mimpi apa aku tadi malam.. bahkan aku baru pertama kali memegang pakaian dalam wanita.” gumam Hyukjae tidak percaya. Ia melihat begitu banyak warna dan motif yang berbeda beda dari pakaian dalam Jaena, hingga bra yang dipakai gadis ini. Bingung!!!

Yaa, Hyukjae bingung, yang mana yang akan dipakai Jaena nanti. Ia menggaruk kepalanya berulangkali. Kemudian menggelengkan kepalanya menghilangkan pikiran kotor lelakinya. ‘Fighting!’ gumam Hyukjae. Kemdian ia mulai untuk memilih pakaian dalam Jaena.

“Hyukjae!! ppali, kau mau aku mati dikamar mandi! Awas saja, sampai kau berani menertawakanku nanti!” ancam Jaena, ia takut kalau Hyuk melihat berbagai macam celana dalamnya Hyuk akan tertawa. Jaena salah besar, bahkan Hyuk sangat gugup.

Berulangkali pria ini bahkan sulit untuk menelan ludahnya sendiri.

“Nee..” sahut Hyukjae. Tangannya masih memilih bra yang cocok untuk Jaena.

“semoga pilihanku ini tepat!” gumamnya lagi. Ya! Semua sudah ia pilih, termasuk pakaian yang akan dipakai Jaena untuk tidur malam ini.

Tokk tok…

Hyukjae mengetuk pintu kamar mandi Jaena. Dengan cepat Jaena membukanya, kemudian tangannya hendak meraih pakaian yang ada ditangan Hyukjae.

“Bilang apa?” Hyukjae mencoba menggoda Jaena. Karena ini kesempatan bagus untuk membuat gadis ini sedikit kesal. Jaena menatap Hyukjae kesal. Hyukjae, dia hanya memasang wajah datarnya agar tidak dicurigai bahwa ia sebenarnya sedikit gugup. Ya, dia melihat sedikit bagian tubuh Jaena. Bahu Jaena yang terekspos kini Hyukjae bisa melihatnya dengan jelas.

“Ishhhh kau ini memanfaatkan keadaanku!!” jawab Jaena tidak terima.

“Baiklah.. kalau kau tidak mau. Aku akan kembali-”

“Ara-ara!! Tsskkk….”

Hyukjae tersenyum puas melihat wajah Jaena yang kesal bercampur malu itu. Ternyata gadis sangat lucu dan juga menggemaskan. Apalagi saat ini Jaena hanya menggulung rambutnya keatas. Sungguh ia sangat cantik dimata Hyukjae saat ini. Walau sebenarnya gadis ini bukan kriterianya, tapi kenapa seolah Jaena ini sangat indah dimata Hyuk saat ini.

“Gomawo…” kata Jaena pelan. Tapi gadis ini tidak berani menatap Hyukjae, hanya menundukkan wajahnya. Ia tidak mau Hyukjae melihat wajahnya yang bersemu merah itu. Harga dirinya runtuh sudah dihadapan pria yang dianggapnya sangat menyebalkan.

“Ige..”

Braakkk!!

Jaena langsung menutup keras pintu kamar mandi setelah ia mendapatkan barang yang sangat ia perlukan. Pakaian serta pakaian dalamnya. Hyukjae hanya tersenyum kemudian melangkah pergi membiarkan Jaena dikamar mandi dan merutuki dirinya sendiri.

__oOo__

Seoul University………

Jaena berjalan agak cepat karena perutnya sangat lapar, dan ia ingin segera kekantin. Sial. Tadi pagi ia bangun kesiangan jadinya membuat sarapanpun tidak sempat. Ahh, apa dia lupa. Dia-kan tidak bisa memasak. Maksud Jaena adalah membuat roti panggang saja -_______-”

Demikian Hyukjae, ia juga begitu. Ia berjalan sangat cepat untuk menuju kantin. Cacing-cacing diperutnya sudah berteriak kelaparan. Saat dikelas saja ia tidak konsentrasi. Ia terus saja memegang perutnya yang lapar. Karena sejak sore hingga saat ini belum makan sama sekali.

“Ahhh…….. “ Jaena menghempaskan dirinya dikursi salah satu sudut kantin. Beruntung ia dapat tempat duduk. Karena kantin saat ini sangat ramai.

Matanya berbinar saat melihat makanan kesukaannya sudah ada didepannya seperti belum makan selama satu minggu. Ia sangat kelaparan. Tangannya memegang sumpit dan akan segera melahap makanan yang sudah sangat ia ingin makan.

“Yaaa!!!”

Pekik Jaena saat tiba-tiba Hyukjae ada didepannya dan meletakkan makanannya dimeja yang sama dengan Jaena.

“Kau kenapa disini!!! pergi… kau tidak tahu semua orang akan-”

“Yaa, tidak ada tempat selain disini!! lagi pula, apa orang-orang curiga. Tidak akan yang mencurigai aku duduk denganmu. Karena mereka pikir Hyukjae tidak mungkin tertarik dengan gadis sepertimu. Jadi kau tenang saja Park Jaena”

Jaena cukup ternganga mendengar penjelasan Hyukjae, apa Hyukjae pikir Jaena-lah yang tidak pantas untuknya? Dasar. Percaya diri sekali dia.

Hyukjae kini malah tanpa dosa langsung makan dengan lahap tanpa memperdulikan Jaena yang sedang kesal menghadapinya. Jaena merengut sekilas. Kemudian ia langsung memakan makanannya.

“Kau ini.. kenafa bangun kesiangan..” kata Hyuk dengan mulut penuh makanan. Jaena menatap Hyuk kesal.

“Ne, kau juga kenafa bangun kesiangan. Kenafa menyalahkanku!!” Jawab Jaena juga kesal sama seperti Hyukjae. Mulut Jaena juga penuh dengan makanan. Tangan keduanya kini malah sibuk menyumpit makanan untuk dimakan lagi. Aigoo!~ mereka berdua seperti orang kelaparan.

“Aish! Kau kan seorang gadis. Ingat kau juga seorang istri. Seharusnya kau bangun pagi, lalu membuat sarapan!” kata Hyukjae lagi tentunya masih sambil makan. Jaena tidak menanggapi kata Hyujae. Baginya mengisi perut lebih penting sekarang, dari pada bertengkar dengan pria didepannya ini.

“Aishh!!” gerutu Hyukjae saat melihat Jaena malah asyik makan sendiri tanpa memperdulikan apapun yang Hyuk katakan. Dasar gadis aneh.

“Rupanya kau disini Jaena-ya”

Tiba-tiba suara yang tidak asing itu mengagetkan Jaena dan juga Hyukjae. Keduanya langsung menoleh dan seketika mendapati Donghae sedang dudukdisamping Jaena. Hyukjae dan Jaena menghentikan kunyahan makanan dimulut mereka dan menatap Donghae.

“Eum.. Donghae-ya..” kata Jaena sedang Donghae tersenyum lantas mengusap puncak rambut kepala Jaena. Hyukjae dia mendelik seketika saat melihat ini kemudian ia melanjutkan aktifitas makanannya lagi.

“Ne, Kau tidak makan” tanya Jaena lagi. Ia sebenarnya cukup canggung bila bersikap dengan Donghae didepan Hyukjae.

“Sudah barusan dan melihat kau disini. Aku langsung kesini. Eumm habis makan kau langsung pulang?” tanya Donghae sesekali melirik Hyukjae yang sedang asyik dengan makanannya.

“Ne.. aku langsung pulang wae” jawab Jaena sambil menyumpitkan makanan kemulutnya.

“Nonton Film bersamaku…” ajak Donghae. Seketika Hyukjae meletakkan sumpitnya dan menenggak minuman didepannya.

“Mwo, tapi nanti Appa dan Jungsoo oppa pulang dari Jeju. Jadi jangan sekarang” jawab Jaena. Sementara Hyukjae mendengar apa setiap pembicaraan dua makhluk didepannya ini.

“Baiklah. Terserah kau saja. Eh itu dimulutmu”

Donghae seketika mengusap bibir Jaena dan sekitarnya yang belepotan akibat saus Jjajangmyeon. Jaena sedikit terkejut. Bagaimana mungkin Donghae melakukan ini didepan suaminya? Ahh ani, Jaena lupa kalau Donghae belum tahu siapa suaminya. Tapi kenapa tatapan Hyukjae mengarah tajam kearahnya. Jaena bahkan tidak berani menatap Hyukjae.

“Dia temanmu Jaena-ya?” tanya Donghae pada Jaena.

“Ne, bukan. Dia temannya Shindong. Aku baru mengenalnya wae?” jawab Jaena sedikit ragu sambil menatap Hyukjae. Sementara Hyukjae ia semakin kesal pada jawaban Jaena barusan. Tidak temannya? Baru mengenalnya. Itu membuat Hyukjae kecewa.

Hyukjae seperti tidak berguna saja ditempat ini sehingga ia memutuskan akan meninggalkan tempat ini. Hatinya sesak sesak melihat pemandangan gila menurutnya. Memamerkan kemesraan didepannya secara terang-terangan. Rahangnya sedikit mengeras tapi ia masih bisa menahannya.

“Kau mau kemana? Kita belum berkenalan.. Aku Lee Donghae. Teman dekat Jaena” kata Donghae tersenyum pada Hyukjae yang sekarang berdiri didepan Jaena dan Donghae.

“Ne, aku Lee Hyukjae” jawab Hyukjae singkat kemudian melangkah pergi. Entah mengapa, Hyukjae merasakan Donghae ini tidak menyukainya. Tatapan mata Donghae ke Hyukjae seolah ada rasa benci. Tapi itu hanya perasaan Hyukjae sendiri.

Jaena menatap pungung Hyukjae yang terus menjauh tanpa menyadari bahwa Donghae memperhatikannya.

“Cepat habiskan makanmu!! Kau ini…!”

“Ahh.. nee…” jawab Jaena lalu mengalihkan pandangannya.

__oOo__

“Hyukie oppa.. ternyata kau latihan disini” sapa Gaein ketika tiba diruang latihan dance Hyukjae bersama Shindong dan lainnya.

“Ne, kau mencariku?” jawab Hyukjae sambil mengusap keringatnya dengan handuk putihnya, ia berlatih dengan sangat keras barusan.

“Aku merindukanmu. Kau kemana saja akhir-akhir ini hum?” gadis itu semakin mendekat kearah Hyukjae. Tapi, pria ini justru agak risih jika gadis ini bersikap seperti in didepan banyak orang.

“Aku haus. Kau ada minuman?” tanya Hyukjae mengalihkan pembicaraan. Shindong dan teman yang lainnya memperhatikan Hyukjae dan Gaein.

“Ige…aku bawakan ini untukmu” Gaein mengeluarkan sebotol minuman untuk Hyukjae. Dan Hyukjae meminumnya hingga habis. Wajahnya datar tanpa ekspresi tidak seperti biasanya. Itu yang dilihat Gaein kali ini.

“Kau kenapa? Sakit?”tanya Gaein memastikan. Hyukjae menggelengkan kepalanya.

“Anniya..!! “ jawab Hyukjae datar. Sementara gadis ini merasa lain, Hyukjae sudah tidak seperti dulu. Dulu Hyukjae bahkan selalu sering mencari Gaein, tapi sekarang seolah Hyukjae sudah tidak mencintainya lagi.

“Hyukie oppa.. aku ingin bicara padamu”

Hyukjae belum menatap Gaein. Pandangannya masih menatap lurus kedapan dan menata nafasnya yang terengah karena latihan barusan.

“Mwo? Bicaralah” jawab Hyukjae. Gaein semakin merasa ada yang aneh pada diri Hyukjae, jawaban Hyukjae-pun terdengan datar dan dia tidak menatap Gaein.

“kita bicara ditempat lain saja” ajak Gaein lebih serius. Hyukjae menatap gadis disampingnya ini kemudian ia sadar bahwa banyak orang yang tengah memperhatikan mereka.

“Lain kali saja. Aku masih capek. Pulanglah. Aku mungkin akan pulang larut malam” kata Hyukjae pada Gaein. Gadis ini menatap Hyukjae tidak percaya. Hyukjae secara terang-terangan menyuruhnya pergi. Ini artinya, dia menolak ajakan Gaein.

“Kau?? Kau mementingkan latihan dibanding aku” jawab Gaein sedikit keras dan membuat Shindong menatap kearah Hyukjae dan juga Gaein. Shindong ia mendengar apa yang Hyuk dan gadis ini bicarakan karena jarak mereka tidak terlalu jauh.

“Gaein-ya apa maksudmu? Kau tidak lihat sekarang aku sedang latihan. Kita masih bisa bicara lain waktu” jawab Hyukjae bangkit dari duduknya. Gaein kesal sekali dengan Hyukjae, ia sudah rela datang mencari Hyuk tapi sikap Hyuk malah mengecewakannya.

“Baiklah!!!Aku pergi!!” Jaena dengan menatap kesal Hyukjae pergi meninggalkan tempat ini. Hyukjae menundukkan wajahnya. Kenapa ia kesal dengan Jaena malah gadis lain yang terkena imbasnya?

“Kau tidak apa-apa?? kalian bertengkar?” tanya Shindong yang kini menghampiri Hyukjae.

“Ne, gwenchana… kita latihan lagi…” jawab Hyukjae.

Hyukjae meletakkan handuk kecilnya, kemudian matanya melihat ponselnya yang tergeletak disana. Ada beberapa pesan masuk. Dibukanya ternyata pesan dari Jaena.

‘Yaa..Aku masih menunggumu ditempat biasa’

‘Heii…kau lama sekali??Kau dimana?’

‘Hyukjae-yaaa!!cepat balas pesanku!!’

Hyukjae tersenyum miris membaca pesan dari Jaena. Jadi Jaena tidak pulang dengan Donghae dan menunggu Hyukaje ditempat yang Hyukjae minta. Kemudian ia membalas pesan tersebut

‘Pulanglah dulu.. aku ada urusan dengan Gaein’

Send………

Hyukjae menghembuskan nafas beratnya setelah menulis pesan itu. Tidak apa-apa, toh Jaena tidak menyukainya, mana mungkin gadis itu akan marah dengannya hanya karena ia ada urusan dengan Gaein begitulah pikiran Hyukjae saat ini.

__oOo__

Pip.. pipppp….

Hyukjae membuka pintu apartemen kemudian dengan malas masuk kedalam kamar. Rasa capek dan letih memang menderanya karena ia latihan dengan sangat keras. Bahkan teman yang lain sudah pulang, Hyukjae bahkan berlatih sendirian tadi. Hyukjae berjalan menuju kamar, dilihatnya kamar masih sepi. Pandangannya menuju kamar mandi. Hyukjae-pun berjalan kekamar mandi dan ternyata disana juga tidak ada yang dicarinya. Ya, Jaena apakah ia belum pulang.

Hyukjae keluar dari kamar dan menuju dapur. Jaena juga tidak ada. Kemana perginya gadis ini. Apa dia tersesat?? wajah Hyukjae kembali pucat setelah ia sadar Jaena juga tidak mengabarinya.

Hyukjae meneken touchscreennya dan menelpon Jaena. Ia tidak peduli menelpon Jaena terlebih dulu, tidak peduli ejekan Jaena karena ia menelonnya dan ingin tahu keadaan gadis ini.

“Yaa.. kau dimana” pekik Hyukjae cemas.

__oOo__

Jaena tampak murung dan duduk sendirian dikursi panjang sebuah halte. Ia lupa membawa member card untuk naik bus, dan ia juga membawa sedikit uang untuk naik taxi saja tidak cukup. Jadi ia memutuskan untuk menunggu Hyukjae dihalte yang dekat taman kota.

Ya, seharian ia menghabiskan waktu ditaman kota ini sendirian. Entahlah, apa yang membuatnya yakin Hyukjae akan menelpon dan menjemputnya. Yang ia tahu, ia yakin Hyuk pasti akan menjemputnya.

Sudah berjam-jam ia duduk sendirian. Membaca pesan dari Hyukjae bahwa ia sedang ada urusan dengan Gaein, tidak mungkin Jaena akan menganggu mereka. Gadis ini lantas membuka tasnya dan memainkan psp ditasnya. Sudah lama ia tidak memainkan games kegemarannya ini karena sudah semua games ia tamatkan. Ia berniat membeli baru, namun ia belum mempunyai uang yang cukup.

Dugaannya benar.. Hyukjae kini menelonnya.

Tak berapa lama…..

Audy berwarna merah kini berhenti tak jauh dari halte tempat Jaena duduk. Pria didalam mobil tersebut menatap lurus kearah gadis yang dianggapnya sangat menakutkan kini mengapa ia begitu takut jika terjadi hal yang buruk pada gadis itu. Lega saat mengetahui Jaena baik-baik saja. Itulah yang ia rasa saat ini.

Jaena melihat mobil Hyukjae sudah datang dan tak lama kemudian Hyukjae keluar dari mobil tersebut. Pria ini memasang wajah kesalnya, sangat kesal.

“Masuklah..” perintah Hyukjae pada Jaena. Gadis ini merasa lain, Hyukjae kenapa tampak menyeramkan menurutnya. Tapi, ia kembali fokus, dan masuk kedalam mobil.

 

Tanpa banyak kata Hyukjae melajukan mobilnya. Ia juga tidak menatap Jaena.

Sesampainya di apartement, sikap Hyukjae masih sama. Diam. Jaena jadi risih sendiri, ia harus tahu kenapa Hyukjae seperti ini. Apa dia marah karena menjemput Jaena, apa Jaena menganggunya dengan Gaein tadi. Pikir Jaena terus menerus karena tidak biasanya Hyukjae seperti ini.

Hyukjae langsung masuk kedalam kamar dan Jaena-pun demikian. Ia mengikuti Hyukjae.

“Kau sakit?” tanya Jaena saat Hyukjae melepas jaketnya.

“Anniya…” jawab Hyukjae singkat. Sebenarnya Hyukjae ingin sekali bicara seperti biasa dengan Jaena tapi gadis ini membuat Hyukjae teringat saat siang tadi. Ia begitu mudahnya disentuh oleh pria lain didepannya. Apa Jaena sengaja seperti itu didepannya. Apa ia memang suka sekali melakukan itu dengan Donghae, dipeluk atau bahkan dicium??

“Kau marah karena menjemputku?” tanya Jaena lagi. Ia merasa tidak enak sendiri jika ia menganggu Hyukjae dengan Gaein. Hyuk diam tidak menjawab. Ia sibuk memilih pakaian dan memilih untuk mandi.

“Tadi itu aku tidak mempunyai cukup uang untuk naik taxi. Card untuk naik bus ketinggalan, karena biasanya juga pulang bersamamu. Lain kali aku tidak akan menganggumu lagi dengan Gaein. Mianhae..” ucap Jaena. Kemudian Hyukjae berbalik menoleh kearahnya. Gadis ini juga menatap Hyukjae.

“Kau bodoh sekali Jaena-ya” kata Hyukjae. Jaena tampak bingung dengan kata-kata Hyukjae.

“Mwo? Bodoh?” Jaena mengernyitkan alisnya. Kenapa Hyukjae selalu menyebutnya bodoh. Aish Jinja!!

“Berapa lama kau menungguku menjemputmu?” tanya Hyukjae lagi.

“berapa lama? Aku kurang tahu, aku menunggumu sejak sore, ahh ani siang menjelang sore..” jawab Jaena gugup. Entahlah malam ini kenapa Hyukjae lain sekali. Ia takut kalau itu bukan Hyukjae melainkan jelmaan ataukah itu sebenarnya siluman. Sepertinya Jaena terlalu mengada-ada -_______-

“Kenapa tidak menghubungiku! Kalau ada seseorang yang berniat jahat padamu dan kau kenapa-kenapa bagaimana. Huh? Kau ini juga perempuan,apakah baik jika berada diluar dimalam hari sendirian??!” kata Hyukjae dengan menatap tajam kearah Jaena.

Jaena ternganga mendengar apa kata Hyukjae barusan. Apa ia tidak salah dengar?? Benar itu Hyukjae yang berbicara padanya?? Wajah Hyukjae juga terlihat berbeda dari biasanya. Pria ini kenapa??

Jaena akan menjawab perkataan Hyukjae, tapi tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ia langsung mengalihkan pandangannya pada ponselnya yang tergelatk disampingnya. Nama yang muncul ada ‘Donghae’ kenapa pria ini menelonnya?
Jaena dengan ragu menekan touchsreennya….

“Yoboseyo Donghae-ya..” jawab Jaena pelan.

Hyukjae seketika menarik ponsel dari tangan Jaena dan memutuskan sambungan telepon dari Donghae. Jaena terkejut dengan sikap Hyukjae. Kini ponsel Jaena ada ditangan Hyukjae.

“Ya, kau ini kenapa. Kembalikan ponselku” pinta Jaena. Hyukjae malah santai dan duduk ditepi ranjang tepat disamping gadis ini. Jaena menatap Hyukjae kesal dan tangannya berusaha meraih ponselnya.

“Kembalikan…” pinta Jaena lagi. Tangannya mencoba meraih ponsel yang ada ditangan Hyukjae. Hyukjae malah tersenyum smirk pada Jaena.

“Aish.. kita masih bicara kenapa kau seenaknya menerima telepon. Huh!” sahut Hyukjae dan kini Jaena mulai geram dengan tingkah Hyuk. Ia dibuat bingung hari ini dengan Hyukjae.

“Yaa, itu bukan urusanmu!! Lee Hyukjae.. kembalikan!!!” pekik Jaena dan membuat telinga Hyukjae sedikit nyeri akibat suara Jaena yang merdu. Jaena semakin tidak sabar, ia kemudian berdiri dan berusaha menjangkau tangan Hyuk yang memegang ponselnya.

“Tentu saja urusanku!! Kau ini istriku.. jadi apapun yang menyangkut denganmu. Aku berhak tahu. Terlebih lagi, jangan ulangi kebodohanmu seperti tadi!!!!” jawab Hyukjae. Jaena membulatkan matanya tidak percaya.

“Mwo?!!! Apa kau bilang?? “ Jaena menatap Hyukjae tidak percaya. Kemudian dengan cepat tangan Jaena meraih tangan Hyukjae. Seketika Hyukjae juga mencengkeram kuat tangan Jaena.

Kedua sorot mata kini bertemu dan akhirnya, Jaena tersadar ia harus segera meraih ponselnya. Tangan satunya meraih tangan Hyuk, namun kekuatan pria ini jauh lebih kuat dibanding dia. Kini dengan cepat Hyukjae membalikkan posisi Jaena.

Jaena kini berada dibawah kekuatan Hyukjae dengan badannya ada dibawah Hyukjae. Hyukjae tersenyum dengan smirknya.

“Ya, Hyukjae-ya!! berikan ponselnyaaa..padaku!” Jaena masih berusaha merampas ponsel yang ada ditangan Hyukjae, dengan posisinya yang ada dibawah Hyukjae, ia masih bisa meraih-raih ponselnya. Tapi Hyukjae, pria malah sibuk menatap wajah Jaena yang ada dibawahnya. Memperhatikan secara detail wajah Jaena yang dirasa semakin menarik dan cantik jika dilihatnya dari atas.

Jaena POV

“Ya, Hyukjae-ya!! berikan ponselnya padaku!”

Aku masih berusaha meraih ponselku yang ada ditangannya, tapi. Tapi kenapa Hyukjae malah tidak bergeming. Aigoo, aku baru sadar ia memperhatikan wajahku. Ya Tuhan, bodoh sekali, bahkan posisiku kini ada dibawah kendalinya. Bagaimana mungkin aku membiarkannya terus seperti ini.

Hyukjae tetap diam, entahlah tatapannya sulit diartikan. Aku berusaha meronta agar aku bisa lepas dari dan bangun dari posisi ini. Tapi disaat aku berontak, justru tangan Hyukjae kuat menahan tanganku.

Tatapan kami sama-sama bertemu, entah kenapa disaat seperti ini justru debaran jantungku berdebar sangat kencang. Ya, Jaena-ya kenapa kau malah menatap wajahnya terus? Huh? Wajah pria ini justru terlihat sangat menarik. Apa yang aku bilang barusan.

Tangan Hyukjae masih menahan kedua tanganku. Entahlah, aku tidak tahu apa isi pikirannya saat ini. Yang pasti sekarang aku masih berdebar saat wajahnya mulai menunduk dan sepertinya dia akan????
Aigoo… Apa ini benar??

Nafas kami mulai beradu satu sama lain. Bahkan aku bisa merasakan hembusan nafas Hyukjae dipermukaan kulitku. Aku masih bisa melihat Hyukjae memejamkan matanya sebelum bibirnya yang lembut dan sedikit basah itu berada diatas bibirku. Kini bibir itu menutup bibirku dan mulai bergerak sangat lembut. Hyukjae melumat bibirku atas dan bawah bergantian. Ya Tuhan, pria ini menciumku. Hyukjae, apa dia sadar. Dia telah membuatku berhenti bernafas, sungguh ini pertama kalinya aku berciuman. Dan ini dengan Hyukjae?? tapi kenapa aku nyaman saat seperti ini.

Secara otomatis mataku ini turut terpejam dan kini aku mulai bisa membalas ciumannya. Ciuman yang sangat lembut dan intens. Entah kenapa, aku serasa dibuat melayang atas perlakuannya kini. Hyukjae ini seperti bukan Hyukjae yang aku kenal. Tak berapa lama, kenapa kau rasa lumatan bibirnya bertambah sedikit menuntut. Bibir dan lidahnya bergerak lebih agresif.

Ini tidak boleh, ini tidak boleh. Aku yakin, ini akan ke hal-hal yang lebih jauh lagi karena aku merasakan tangannya menekan tengkukku dan leherku untuk mencium lebih dalam. Bahkan aku sangat sulit bernafas kali ini. Dia sebenarnya kenapa?? Aku berusaha melepas tautan bibirnya dari bibirku tapi tubuhku masih dibawah tubuhnya. Dasar pria ini……..aku kesulitan bergerak. Dengan kekuatan yang sedikit kumiliki, aku berhasil melepas tautan bibirnya.

Nafasku dan dan nafasnya terdengar terengah. Bibir Hyukjae terlihat merah akibat ciumannya. Ya Tuhan. Aku masih dibawahnya? Seketika, itu aku melihat wajah Hyukjae berubah. Dengan cepat ia bangun dari atasku dan pergi berlalu begitu saja. Apa! Dia bahkan meninggalkan aku disini dengan seribu macam pertanyaan dan tentunya, aku terlihat bodoh!!!

Braaakkkkk!! Pintu kamar mandi tertutup. Hhh, dia mudah sekali pergi mandi setelah menciumku seperti tadi. Aku membayangkannya saja ngeri.

Arghhhh!! Bodoh, kau Jaena… Dia telah menciummu dan kamu juga membalas ciumannya??? lalu siapa yang paling bodoh?!! Huh. Yang jelas, itu aku!! Aku yang Bodoh!!!
Tidak mungkin…!! Appa, Eomma, Jungsoo Oppa?? Huaaaa………..Bibirku sudah tidak perawan!!! Lee Hyukjaeeee…..!!!!

Hyukjae POV

Yaaaa!! Apa yang aku lakukan barusan…….!!!?? Hyukjae-ya. Kau telah menciumnya, kau mencium gadis kejam itu. Ya Tuhan, kenapa bisa? Pasti aku sudah gila. Ya, aku sudah gila. Bagaimana kalau dia membunuhku setelah ini. Aish Jinja. Kenapa aku sulit mengontrol diriku sendiri tadi.

Aku bercermin pada cermin wastafel dan mengatur nafasku. Ya tenang Hyukjae, tenang. Tapi detakan jantungku ini masih berdebar-debar jika aku masih mengingat dengan Jaena. Tuh, kan menyebut namanya saja detakannya ini muncul kembali.

Tangan aku letakkan didadaku berusaha mengontrol, agar tidak berdebar dengan keras lagi. Kemudian aku menatap diriku dicermin. Apa aku terlihat seperti pria bodoh? Lalu kenapa aku tadi marah-marah dengannya?? Apa aku ini .. Aku ini cemburu? MWO!!!!

Yaa!!! Ini Tidak Mungkin!!!!!!!!! Tidak Mungkin!!!!!!!!

Author POV

Pagi ini susana tampak hening. Hening sekali. Belum ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Hyukjae ataupun Jaena sendiri. Mereka masih sama-sama malu, bahkan untuk bertatap muka. Tapi, Hyukjae ingin sekali menyapa walau hanya selamat pagi. Tapi, lidahnya seakan kelu untuk mengatakan itu.

Jaena, dia sibuk memanggang roti untuk sarapan dirinya dan Hyukjae. Walau hanya roti panggang, Hyuk tidak keberatan, yang penting gadis ini sudah berusaha bangun pagi dan membuat sarapan untuknya.

Keduanya makan dalam diam. Sungguh, Hyukjae benci suasana seperti ini. Ditambah Jaena dia malah terlihat tidak seperti biasanya. Entahlah, apa dia marah dengan Hyukjae. Tapi dia bukan type gadis seperti itu. Dimata Hyukjae sekarang, gadis ini semakin cantik dengan pakaian sederhana untuk berangkat kekampus. Hyukjae seringkali melirik kearah gadis didepannya ini. Sebenarnya Jaena tahu, tapi rasa gugupnya membuat ia memilih diam.

Memang mereka masih teringat ciuman mereka tadi malam. Sungguh, diluar dugaan sama sekali. Jaena sebenarnya ingin menanyakan, tapi ia tidak mau. Ia lebih malu jika membahasnya.

“Kau pulang jam berapa nanti” kata Hyukjae memecah keheningan. Jaena kemudian menatap Hyukjae, sedang pria ini masih sibuk dengan makannnya.

“Aku agak sore, karena nanti menyelesaikan proposal dengan Sungmin oppa” jawab Jaena. Hyukjae kemudian menatap Jaena didepannya.

“Mwo? Sungmin lagi??” Hyukjae sepertinya lupa bahwa Jaena menjadi panitia acara dikampusnya untuk akhir bulan nanti.

“Ne, Wae? Kamikan memang partner. Acara sebentar lagi dimulai, dan kami harus bekerja sama lebih ekstra lagi” jawab Jaena sambil mengunyah rotinya. Hyukjae tidak percaya, kenapa banyak lelaku disampingnya? Aish Jinja… membuat orang kesal saja.

“Kau akan lebih sering pulang sore?” tanya Hyukjae pelan.

“Eumm…sepertinya begitu. Kalau kau keberatan pulang bersamaku, aku bisa pulang sendirian. Bisa juga aku meminta tolong Sungmin oppa mengantarku, kau tenang saja. Aku tidak akan mengganggumu dengan Gaein” jawab Jaena panjang lebar, membuat Hyukjae ternganga dibuatnya.

Gadis ini, gila. Bisa-bisanya minta diantar oleh Sungmin. Apa dia tidak tahu sekarang Hyukjae kesal setengah mati.

“Siapa bilang kau boleh pulang bersama Sungmin. Kau bisa membuka rahasia, bagaimana jika dia mengikutimu, huh!? Tidak boleh, setiap kau pulang sore tunggu aku. Aku usahan untuk menjemputmu!”

Jaena hanya menganggukkan kepalanya singkat. Ia tidak tahu, kenapa ia akhir-akhir ini tidak bisa menolak kata-kata pria didepannya ini. Hyukjae segera bangkit berdiri dan mengambil kontak mobilnya.

“Cepat!! aku tidak mau terlambat….” kata Hyukjae pada Jaena.

“Aishhh!! Iyaa.. iyaa…”

Hyukjae tersenyum membelakangi Jaena, entahlah ia senang jika membuat gadis ini menurut dengannya sekaligus kesal. -_____-”

__oOo__

Terlihat Jungsoo sedang ada didepan kampus dimana Jaena dan Hyukjae menuntut ilmu (?) sehari-hari. Pria ini tampak terlihat tampan dengan jas putih dan kemeja biru mudanya. Sesekali mengedarkan pandangannya kepenjuru arah.

Tampak Michan dan Shindong yang tengah berjalan, kemudian tatapan Michan tetuju pada sosok yang sangat ia kenal dan ia kagumi. Kakaknya Jaena. Michan langsung berlari kearah Jungsoo dan juga Shindong mengikutinya dari belakang.

“Jungsoo oppa!!” teriak Michan sambil tersenyum manis kearah Jungsoo. Pria ini-pun membalas senyuman yang tak kalah manis dan menunjukkan dimplenya. Shindong membukukkan badan dan menyapa Jungsoo.

“Ne, kalian melihat Jaena?” tanya Jungsoo pada Michan dan juga Shindong.

“Mwo? Jaena, mungkin dia sudah didalam. Kami agak kesiangan tadi” jawab Michan masih tersenyum manis. Seperti mengharapkan Jungsoo -________-

“Ne, kau mencari Jaena, kenapa tidak menelponnya” tanya Shindong.

“Ponselnya tidak aktif. Dan lagi pula, aku memberinya hadiah karena aku baru pulang dari Jeju” jawab Jungsoo.

“Hadiah?? “

“Eum.. nomor ponsel suaminya juga aku kurang tahu. Kalian tahu nomor ponsel Hyukjae?” kata Jungsoo tanpa dosa dan langsung membuat Shindong dan juga Michan SHOCK!!!!

Mulut Michan terbuka lebar sementara Shindong juga terkejut, ia menganga tidak percaya. Jaena? Suami, Hyukjae??

“Ja…Jaena??? Suu..su..suami???” jawab Michan gugup. Sambil menutup mulutnya. Ia menggelengkan kepalanya tidak percaya. Sungguh mereka berdua seperti mendapat shock therapy dipagi hari.

“Hyu…Hyu..Hyukjaee??” kini giliran Shindong cukup terkejut mendengar nama partner dancenya disebut. Apakah mereka berdua mimpi??

“Ne, kenapa kalian terkejut? Apa Jaena belum memberitahu kalian. Dia sudah menikah”

“MWO!! MENIKAH!!” pekik keduanya. Dan langsung bisa menggetarkan bumi ini, apalagi teriakan Shindong -______-”

__oOo___

Hyukjae yang kini sedang bersama Shindong, dan sudah selesai latihan-pun bersiap-siap untuk pulang. Walau tadi Jaena bilang pulang terlambat, tapi Hyukjae akan menunggu Jaena.

“Hyukie-ah… “ panggil Shindong.

“Ne, “ jawab Hyukjae sambil mengusap keringatnya dan hendak berganti Tshirt, karena Tshirt yang ia pakai sekarang sudah basah dengan keringat. Ia tidak mau Jaena mengejeknya lagi, karena bau keringatnya. Sudah cukup mengejeknya tentang menggosok gigi….

“Tadi Jaena pesan, kau ditunggu diruangan belakang perpustakaan. Entahlah, katanya ada yang ingin ia bicarakan denganmu” kata Shindong pada Hyukjae. Hyukjae mengernyitkan alisnya. Apakah benar Jaena yang menyuruh Shindong, tapi untuk apa??

“Bukannya Jaena sedang rapat dengan teman-temannya” jawab Hyukjae. Shindong langsung memasang wajah serius seserius mungkin.

“Kau tidak percaya ya sudah. Kalau dia sampai kenapa-napa disana aku tidak mau tahu, yang penting aku sudah sampaikan padamu” jawab Shindong sambil melirik kearah Hyukjae.

“Baiklah..” jawab Hyukjae. Dan Shindongpun tersenyum puas.

Sementara itu……..

“Yaaa, Michan-ah.. kau tidak tahu, aku sedang menyelesaikan tugas. Huuh!!” Jaena kesal karena Michan tiba-tiba ada disampingnya dan menganggu konsentrasinya. Sungmin hanya tersenyum menatap kedua gadis ini.

“Isshh!! Aku juga terpaksa kesini..” jawab Michan santai.

“Mwo? Terpaksa..?” Jaena sedikit bingung.

“Ne, aku disuruh Hyukjae untuk memberitahumu. Dia sedang menunggumu diruang belakang pepustakaan sekarang. Entahlah katanya ada yang ingin ia bicarakan denganmu”

Jaena mengernyitkan alisnya, tidak mungkin Hyukjae pasti memberitahunya sendiri. Ahh, ia lupa ponselnya mati. Kebiasaan, ia lupa mencharge ponselnya.

“Mwo? Shirheo” tolak Jaena.

“Aishh! Katanya dia akan melakukan hal yang bisa membuatmu menyesal seumur hidup jika kau tidak datang” ancaman Michan membuat Jaena sedikit bergidik. Apa benar pria itu mengancam Jaena?? Dasar!!

“Aishh… baiklah…!” jawab Jaena kesal. Michan tampak tersenyum puas.

__oOo__

“Aishhh!! dimana pria jelek itu” Jaena tampak gusar saat melihat jam ditangannya, ia ijin hanya satu sepuluh menit. Tapi ini sudah lebih, Hyukjae juga belum muncul.

Tiba-tiba ia mendengar derap langkah orang mendekat kearahnya. Dan ternyata. Bingo!!

“Yaa, kau lama sekali. Cepat katakan, kau mau apa memanggilku kesini” kata Jaena yang kini kesal menatap Hyukjae. Sementara pria didepannya ini, justru bingung. Bukannya dia yang menyuruh Hyukjae kesini.

“Yaa, bukannya kau yang menyuruhku kesini!!!” jawab Hyukjae.

“Kau.. Yaa!! bukannya dirimu yang ingin berbicara penting denganku, Huh?” Jaena sepertinya tidak mau kalah. Mereka tidak menyadari keberadaan dua makhluk yang menjebak mereka.

“Aiggoo, mereka sepertinya suka bertengkar yaa”

“Ne, tapi mereka pandai menyembunyikannya dari kita”

“Eumm.. kita lihat saja.. aku berharap mereka bermesraan, kenapa malah bertengkar” kata Shindong, dan langsung mendapatkan jitakan dari Michan.

“Baiklah… pasti yang memberitahumu…” Hyukjae berhenti berbicara, memutar otaknya. Apakah dalang dari semua ini??

“Michan!!”

“Shindong!!”

Keduanya bisa bersamaan saat menyebut nama Michan dan Shindong. Shindong dan Michan yang merasa sudah terbongkar lantas menutup pintu perpustakaan dengan sangat keras. Tidak berniat mengunci tapi sepertinya………

“Yaa!! itu merekaa!!! Heiiiiiii!!!” Teriak Jaena dengan sangat keras. Begitupun Hyukjae.. ia berusaha membuka pintu. Tapi sepertinya pintu memang terkunci.

“Yaaa… mereka menguncinyaaa……” kata Hyukjae. Jaena jangan ditanya kalau diruangan seperti ini pasti ia berpikir yang tidak-tidak.

“Kyaaaaaaaa. Eotoekeee…….” pekik Jaena. Hari semakin gelap, pasti sebentar lagi malam. Dan berubah menjadi gelap. Ya ruangan ini pasti akan gelap.

“Isshh!! kenapa pintunya sulit sekali dibukaaa..!!!!!”

“Lakukan sesuatu Hyukjae-yaaa!! aku tidak mau terkurung disini semalaman.. aku takut!!!!!!!” Jaena semakin Histeris.

 

 

==TBC==

Hiaaaaaaaaa…… Tbc-nyaaa aneh yaaa… *Plak *

Kekekekekek… Mianhae. Part ini memang aneh, dan juga membosankan. Kisseu juga begitu aneh.. Hahahha
Akhirnya bisa ngepost Part 6 ini karena saya sibuk bantuin mertua buka cafe barunya.😄😄 *lirik Yeye

Huehh… Aku sangsi banyak yang nungguin.. -______-”

Biasalah, aku tunggu komenan kalian!!! gomawo~~^^

Masih dibuka PO ya, yang mau mesen buku aneh saya *plakk *

Klik disini www.cloudyesung.wordpress.com

85 thoughts on “FF “Secret Married” Part 6 [Eunhyuk-Jaena]

  1. Haha Shindong tiba2 berubah jadi evil begitu wkwkwk~~ apa mereka serius ngurung hyuk ama jaena di perpus?! apa yg akan terjadi kalau tu bener2 terjadi??!! Huaaaa penasaraaan!!!
    Next nya jangan lama2 ya eon ^^

  2. Ahirnya di rilis(?) juga scene yg di tunggu2*plakkk~

    yak!! Hyukkie oppa kau itu kan memang siluman!!!! Siluman kece ^o^ hehe~

    part selanjutnya segera ya eon??? *joged gangnam style -__-“

  3. Akhir nyaa di rilis jga…

    Waaah udch k’tauan tuch jaena am hyukjae udch nikah,,nnga secret maried lgie doonk…

    Tpie aq tnggu ya next part ny..:)

  4. Aduh hub hyukjae n jaena jd canggung sjk mrka kissing…heheh jjungsoo polos bgt sich ksh tau ke michan m shindong klo jaena sdh menikah dgn hyukjae…mrka berhasil dikerjain michan n shindong dgn mengunci di ruangan perpustakaan…makin seru nieh n lanjut ya

  5. .kkkkk~
    .aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ..
    .Kisseuuuuuuuuuuuuuuuu ..
    .astga .. Pke acra meLumat Lgi /Yadong Mode On kkkkkk~
    .akh .. Hyukppa kLo cemburu mengerikan ..
    .untng egk Lngsung bkin Lee Junior .. /Yadong Stay On
    .Teukppa dgn tampang poLos x bLg SUAMI n MENIKAH .. Wjar sich , dia kn egk tau kLo mreka diam” ..
    .wahhh , kya x ShinChan yg bkaLan dket’in mreka d kampus .. ShinChan Jjang !!
    .Lanjutttttttt ..

  6. ketawan juga mereka ma temen2 y…. kira2 bakal disebar pa dirahasiain n yg tau cuma mereka2 ja yg deket????
    tegang bgt pas hyuk narah gara2 cemburh tapi akhir y seneng krn mpe ada insiden ciuman gitu krn hyuk saking cemburu y ngak bisa ditahan….

  7. Hhaaaa ternyata michan sm sindong malah tau dari jungsoo xD

    wah seru nih lg di kunciin berdua di ruang yg gelap jg..
    Penasaran sm kelanjutannya..

    Lanjut..

  8. annyeong… mian baru di part ni aku bisa komen. biasaLah gara2 koneksi inet yg lemot jd ga bs komen di part sblmnya.

    suka dehh sama ff di wp ini.. seruu… tp rada sebbbeL Sihh sm peran donghae disini… jahat cuyy. doi kan biasku di SJ

    Ora popo… intinya aku suka sama nih ff.
    DAEBAK

  9. Kecemburuan terjadi pada hyukjae…
    Ckckkk…

    Kenapa setiap part ff ada adegan romantis yang woww…

    Akhirnya michan dan shindong tahu yg sebenarnya..
    Dan donghae??
    Huaaa….

  10. Lumayannnn …. lagi suntuk dapat hiburan
    nyicil 1 part lagiii
    asik asik udah ketauan .. muncul bala bantuan biar mereka cepet deket .. hihihi

  11. Wah wah… Jungsoo, shindong, michan benar benar…
    Apakah rahasia mreka akan terbongkar???
    Kita.liat d oart selanjutnya…
    Jekek ~~😀

  12. haha makin seu jh eonn crtanya🙂.
    adegan kissnya bkin geeer. sush mndskripsikan.
    lucu ngliat michan sm sindhong pda trkejut, usil lg pd ngrjain hyuki sm na-ya. bgaimnakh slnjutnya.
    lanjuuut bcanya🙂

  13. Penasaran apa motif michan sama shindong ngajak jaena sama eunhyuk ketemuan terus dikunciin gitu .
    Jangan2 mereka mau ngelakuin sesuatu

  14. Astaga, Park Jung Soo BABO !!! Bwahahahaha.
    HyukNa sibuk nyembunyiin stautuz’y,, lah ini dtng” nyari jaena dngn polosnya jaena udh nikah,, yaampun sumph g bz brhnti ktwa,, ahahahaha.
    aigoo pnasarn ap yg akn trjdi slnjtnya,, hahay.
    Ciee yg bru dpt first kiss, ehm🙂

  15. Teukppa。。polos bgt pas blg aku g taw no. suaminya、hyukjae。。:D

    Wah bakalan da adegan romantis nich kyanya😉

  16. woahh!! pernikahan mereka kebongkar isshh gara” ahjussi itu jadinya gini kan*digetokTeuk,,,

    bertengkar mulu ya ni copel hedewww tapi saya suka hghggg….
    aigoo dipart enam pun malam pertamanya belum adaaa#yadong again….dikirain pas yg diranjang itu wkwkk#pletakkk

  17. leeteuk oppa dengan polosnya bilang kalau jaena udah nikah dan lebih parahnya nyebutin eunhyuk oppa suami jaena,, akhirnya shindong oppa dan michan tau rahasia eunhyuk oppa & jaena yg telah susahpaya mereka jaga….
    …apa yg terjadi selanjutnya?? dengan nasib eunhyuk oppa & jaena yg terkurung di perpustakaan??

  18. waaaaa udah ketauan ya ;D
    aduh itu jungsoo ahjussi pake bongkar rahasia segala -__-
    hahaa makin seru ceritanya!
    Jjang

  19. michan-shindong idenya bgus deh,haha. hyukra bkal ngapain ya di dalam ruangan? (btw ruangan apa itu) tp part jungsoo kenapa sdkit? trus donghae jg sdkit partnya hehe.

  20. Huaaahh shindong n michan dah tao klo mereka dah married, ck! Sumpah klo liat muka’a jungsoo pas tnya numb’a hyukjae kyak’a lucu deh kkk~

    Thorr boleh aq tanya? Di part sebelum’a ‘kan jaena buatin sarapan buat hyuk berarti itu pagi kan ya?? Trus kenpa dipart ini jaena mandi trus pergi tidur?? Buat sarapan’a smpe siang ya thorr?? ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ mian ya lancang..

    Next part..😉

  21. Cieee hyuk mulai over protect nih ke jaena..akhirnya sahabat mereka tau juga kalau hyuk & jaena dah nikah berkat si penyelamat mrk junsoo oppa🙂
    Kissue nya so sweet bangett deh..hyuk pa kau membuat ku envy

  22. mulutnya si jung soo ember banget coba’
    main jeplak aja bilang
    klo jae-na itu udah nikah dan
    punya suami yg namanya hyuk-jae
    o.O

  23. kyaaa asli ngakak pas Michan sama Shindong tau, astagaaaaa leeteuk oppa dirimu terlalu polos

    hmm author sering2 dong kissingnya, kkkkk

  24. tbc nya gaenak bgt :s ah padahal biasku donghae oppa tp gatau kenapa aku senang d part ini gaada dia *maafkan aku oppa* malah senyum2 sendiri hyukkie mulai falling in love sm jaena xD

  25. yahh,,,, ketahuan deh mereka menikah,, tp untung cm sahabat mereka yg tau,, kayaknya mereka juga sadar n ngerti eunna couple nyembunyiin status mereka,,
    apa lg maunya si haeppa?

  26. Cieeeeee yang uda mulai cemburuuuu…
    Cieeeeee yang uda mulai berani tium2(?)…😉
    Cieeeeee yang rahasianya kebongkarrrr..
    Hahahaha
    penasaran ama apa yg bakal dilakuin hyuk jae🙂

  27. Ahahahahaha, temen”nya pada iseng banget ya ternyataaa..
    Mereka malah pengen nyatuin hyuk-jaena.
    Biar gak berantem terus..
    Bagus bagus bagus. Aku dukuuung!!!!
    Jungsoo oppa dtg di waktu yg tepaaaat!!!
    Hahahahha…

  28. Michan dan Shindong.sdh tau kalau hyuk jae dan jae na sdh menikah…. Wahh. Berita yg sangat menggemparkan…. Trus apa yg akan terjadi ?? Read next chapter…

  29. Hoho..teukie…!!! akhrny trbngkar jg..wlo cm shindong n michan yg tau…mpe shock dgrny..wkwkkkk
    hyuk dah mlai nnjukin nih…hihi

  30. donghae, michan , ama shindong dh tw ,, tinggal sungmin ama gae in ajh ,, gae in ? ,, lupakan ,, ommo ada adegan kisseu nya kyaa ,, seneng deh ,, ommo mereka terjebak ,, eciee ,, bedua terus euyy ,, next read

  31. Wahhh akhirnya kebongkar jugaa nih pernikahan mereka gara2 jungsoo ㅋㅋㅋㅋㅋ . Shindong sama michan iseng banget ngejebak mereka berdua deh, penasaran gimana nanti hyuk sama jaena jelasin tentang pernikahannya ke michan sama shindong ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s