FF “Secret Married” Part 5 [Eunhyuk-Jaena]

 

FFSecretMarriedPart 5

Author: Kim YeonYoung(@DeanClouds)

Cast: Lee Hyukjae, Park Jaena (Lee Jaena)

Support Cast: Lee Donghae, Lee Sungmin, Park Jungsoo, Shindong, ShinMichan, Han Gaein.

Genre: Married life,Comedy(?),Romance,Friendship.

Ratting: PG-15

Ps: Typo……pasti dan masih bertebaran….!!!!#plakkkk

Okelahhh…. Part ini mungkin tidak sesuai harapan….wkwk *ditendang * Aneh, dan belum memuaskan (?) apakah ada Kisseu scene-nya?? Hiaaaaa…..

Baiklah.. langsung saja..

Happy Reading…….


Sebelumnya……….

“Yaa Tuan Nona bangun………..” Petugas kebersihan menggelengkan kepalanya saat melihat posisi tidur mereka yang saling berpelukan.

Hyuk dan Jaena mengerjapkan matanya saat sinar matahari pagi mulai menyinari pagi ini dan membuat mata mereka sedikit silau. Hyuk masih belum bisa membuka matanya. Dan Jaena merasa sedikit berat ditubuhnya. Saat Jaena berusaha bangun ia sangat terkejut…….

“Yaaa… Ige mwoyaaa!! Hyukjae-yaaa bangun!!!!!!!!!!! kau menindihku!!” teriak Jaena histeris.

Part 5

Author POV

Hyukjae yang mendengar teriakan Jaena lantas membuka matanya perlahan dan menguceknya. Dengan sedikit terkejut ia beranjak dari posisinya. Kakinya bahkan ada diatas perut Jaena. Jaena menatap kesal pada Hyukjae. Sedang Hyukjae hanya merasa biasa saja.

“Aish!! tubuhku sakit semua” keluh Jaena. Hyukjae bangun dan merapikan baju dan wajahnya yang kusut. Jaena tidak habis pikir, kenapa ia bisa tidur dengan Hyukjae dengan jarak yang begitu dekat. Aish!!

Hyukjae kemudian menatap Jaena. Ia ingat sekarang tadi malam mereka terjebak hujan dan berteduh disini.

“Issshhh~ “ keluh Hyukjae seketika lehernya merasa pegal.

“Perutku lapar sekali……..” keluh Hyukjae lagi.

Jaena menatap Hyuk tidak percaya dan menggelengkan kepalanya. Memang Hyukjae belum makan sejak sore hari kemarin. Saat menunggu Jaena-pun ia lupa makan. Jaena menatap Hyukjae kemudian ia menggelengkan kepalanya. Pria ini bahkan belum mencuci wajahnya dia sudah ingat perutnya yang lapar. Dasar!!

__oOo__

“Sudah lama aku tidak naik bus. Woaaa! Nyaman juga yaa..” kata Hyuk saat keluar dari bus bersama Jaena. Kemudian Jaena hanya memasang wajah kesalnya pada Hyuk.

“Seandainya kau tidak menjemputku pasti aku tidur dengan nyenyak dirumah!” kata Jaena mencibir Hyukjae.

“Yaaa.. apa kau lupa? Bahkan tadi malam kau sangat nyaman tidur dalam pelukanku. Dasar!” jawab Hyuk tidak mau kalah. Jaena berjalan mendahului Hyukjae. Ia tidak mau Hyuk melihat wajahnya yang memerah karena mengingat kejadian malam tadi. Malam dimana mereka berpelukan untuk pertama kalinya.

“Yaaa… apa ini masih jauh?” Tanya Hyuk yang kini ada disamping Jaena.

“Tidak. Kita mampir ke Supermarket dulu. Bahan makanan dilemari es sudah habis” Jawab Jaena yang berjalan seiringan dengan Hyukjae.

“Yaaa.. beli ramen terusss!!ne?” goda Hyukjae pada Jaena. Jaena menatapnya kesal. Ia tahu ia tidak bisa memasak. Setidaknya kemarin Soora eonni memberi tahu Jaena dasar memasak. Yaitu bumbu-bumbu memasak. Yaa sebelum kekampus kemarin. Jaena bertemu disalon dengan Soora, lantas Soora sekalian membuat rambut Jaena berubah. Yaa terbukti Hyuk sedikit terpesona oleh penampilan barunya.

“Aissh… Kau ini. Aku bisa membuat bubur, memasak air, memasak nasi dan ramen!!” jawab Jaena percaya diri. Hyuk menghentikan langkahnya kemudian menatap Jaena. Ia ragu gadis seperti Jaena bahkan bisa membuat bubur? Memasak nasi? Pasti Jaena sedang sakit atau mungkin gara-gara hujan kemarin malam pikirannya sedikit kacau. Ahh!! tidak. Tidak.

“Kau tidak percaya?” kata Jaena meyakinkan Hyukjae.

“Tidak” jawab Hyuk singkat. Kemudian Hyuk menarik pergelangan tangan Jaena untuk berjalan sejajar dengannya. Jaena sedikit tersentak dengan perlakuan Hyuk. Tapi ia tidak berontak. Ia membiarkan tangan Hyukjae menggenggam pergelangan tangannya kemudian ia tersenyum. Ia berpikir kenapa Hyuk menjadi seperti ini dan kenapa juga dia menyukai saat ini.

“Kau mengajakku kemana? Supermarketnya disebelah sana” tunjuk Jaena yang mengarah ke supermarket. Tapi Hyukjae terus saja berjalan tanpa menghiraukan kata Jaena barusan. Lalu kemana Hyukjae mengajaknya.

__oOo__

“Yaaaa Hyukjae-ya. Bawa ini juga. Aish! Kau tidak lihat bawaanku banyak ashhh. Menyebalkan” keluh Jaena.

Hyukjae berbalik dan menatap kesal Jaena. Kemudian meraih kantong belanja yang ada ditangan Jaena.

“Kau ini menendang kakiku saja kuat. Membawa barang seperti ini saja mengeluh. Isshh!” Jaena hanya membalas dengan memainkan bibirnya saja.

“Itu lain bodoh!!” jawab Jaena membalas tidak mau kalah.

“Yaa!!… sudah sarapan seharusnya kau kuat!!” kata Hyuk lagi. Ya Hyukjae tadi mengajak Jaena sarapan disebuah cafe yang menyediakan menu sarapan pagi. Walaupun hanya roti panggang dan sandwich sudah cukup membuat keduanya kenyang.

“Ne ara! Baru mentraktirku sekali saja diungkit-ungkit, pelit!!” cibir Jaena. Hyukjae kemudian berbalik dan menatap Jaena.

“Kau ini…. seharusnya kau berterima kasih. Suamimu sudah berbaik hati memberikanmu sarapan roti. Ara!”

Jaena tertegun saat mendengar Hyukjae berkata suami. Seolah lain terdengar ditelinganya. Memang mereka tidak pernah meyebutnya secara langsung. Hyukjae juga demikian. Ia seperti baru sadar telah mengucapkan kata-kata itu.

Hyukjae kemudian menjauhkan tubuhnya dan berbalik lagi

“Kajja… aku ada kuliah pagi” kata Hyukjae sambil berjalan mendahului Jaena. Jaena diam tidak menjawab. Ia masih mencerna kata-kata tersebut. Memang terdengar biasa saja. Tapi bagi Jaena ini langka. Jaena tersenyum simpul kemudian menyusul langkah cepat Hyukjae.

“Yaa tunggu aku..!!” teriak Jaena.

“Lelet sekali……!!”

Tanpa sadar mereka ada yang mengawasi mereka dari jarak yang tidak terlalu jauh. Pria tampan ini kemudian melepas kacamata hitamnya.

“Jadi suaminya bernama Hyukjae. Pria yang sama saat aku temui dikampus.” Kata Donghae lagi. Kemudian ia melajukan mobilnya kembali. Ia seakan tahu apa yang harus dilakukan.

Donghae teringat dengan apa kata anak buahnya tadi malam.

“Gadis ini sengaja menikah dengan Lee Hyukjae. Anak bungsu dari keluarga Lee. Stars Group perusahaan Hotel yang dikelola keluarga gadis itu mengalami kebangkrutan. Sehinga tuan Lee menikahkan anak gadisnya dengan anak Presdir Lee dari Stars Gruop yang memang mereka berteman sejak lama. Ya untuk melunasi semua hutang-hutang Appa dari gadis ini” itulah kata-kata yang didapat anak buah Donghae.

“Jadi intinya Jaena dipaksa menikah hanya untuk membayar hutang. Aku juga bisa…. Jaena-ya. Tunggu aku. Aku akan membebaskanmu dari pernikahan konyol ini” kata Donghae optimis.

__oOo__

Hyukjae sesekali melirik gadis disampingnya ini. Walau ia berkonsentrasi menyetir tapi tetap saja ia ingin melihat gadis disampingnya ini. Jaena yang hanya memakai celana jeans dengan Tshirt biasa saja dikampusnya terlihat menarik dengan tatanan rambutnya yang hanya digerai saja. Gadis ini sibuk dengan dirinya sendiri yang berkutat dengan ponselnya, tidak sadar bahwa laki-laki disampingnya kini tengah memperhatikannya.

“Kau pulang jam berapa!” tanya Hyukjae datar.

“Aku jam 1 siang… wae?” jawab Jaena tanpa menoleh kearah Hyukjae disampingnya. Hyuk hanya mengangguk pelan.

“Kenapa kau berganti warna rambut?” tanya Hyuk mengabaikan jawaban dari Jaena. Walau ia konsentrasi dengan menyetirnya tapi dari sudut ekor matanya ia masih bisa melihat ekspresi wajah Jaena.

“Apa terlihat jelek?! Ahh.. sudah kuduga…ini gara-gara Soora eonni” rutuk Jaena. Ia merasa tidak cocok dengan warna dan gaya rambutnya sekarang.

“Mwo Soora nuna?” Hyukjae sedikit terkejut karena jawaban Jaena. Dia belum tahu kalau Jaena menemui Soora, Nuna-nya itu.

“Eum.. Ne..aku bertemu dengannya kemarin dan dia menyuruhku menemuinya disalon langganannya. Aish! Tau begini aku tidak akan kesalon… Tskkk!” Jaena seperti tahu kalau Hyukjae pasti akan mengejeknya karena gaya rambutnya tapi… Kali ini…

“Siapa bilang itu jelek! Kau bahkan terlihat lebih cantik..” jawab Hyukjae pelan. Walaupun pelan tapi Jaena masih bisa dengan sempurna mendengarnya.

Hyukjae berhenti bernafas sejenak, mengingat apa yang ia katakan tadi. Barusan ia bahkan memuji Jaena. Jaena menatap lurus kedepan tanpa berkedip kemudian menatap Hyukjae. Apakah pria disampingnya memujinya apa hanya gurauan saja.

“Mwo? Apa kau bilang?” tanya Jaena memastikan. Hyukjae seperti kehilangan kendali. Tapi ia ingat. Ia harus segera sadar dan memasang wajah normalnya. Sial! Batin Hyukjae

“Eum.. tidak ada!” Jawab Hyukjae dan Jaena kemudian merengutkan bibirnya. Tapi ia sadar dan dengan jelas ia telah memuji Jaena.

“Kau tidak mau turun…..” kata Hyukjae saat Jaena masih belum tersadar jika ia sudah tiba dikampusnya.

“Ahh…ne..” jawab Jaena kemudian membuka pintu mobil Hyukjae.

“Jamkanman!” kata Hyuk menarik tangan Jaena. Hyuk sadar kemudian melepas genggaman tangan dari tangan Jaena.

“nanti tunggu aku disini. Kalau aku belum datang jangan kemana-mana. Arasseo!” kata Hyukjae dengan nada memerintah. Jaena menatap Hyukjae tidak percaya. Apakah ini perintah atau apa??

“Eumm” Jaena kemudian mengangguk pelan dan pergi dari hadapan Hyukjae. Entahlah kenapa ia juga menuruti apa perintah Hyukjae ini. Mereka tidak sadar Donghae ada disekitar tempat mereka dan memang melihat dengan jelas Jaena keluar dari mobil Hyukjae.

“Jaena-ya…….”
Panggil Donghae mendekat, Jaena terlihat gugup. Apakah Donghae tau dia keluar dari mobil Hyukjae. Hyukjae yang belum pergi dari sana kemudian agak menundukkan wajahnya agar tidak terlihat dari luar.

“Eum.. Donghae-ya” jawab Jaena sedikit gugup sambil sedikit menoleh kebelakang memastikan bahwa Hyukjae tetap berada didalam mobil.

Dengan sigap Donghae merangkul pundak Jaena dan berjalan seiringan. Donghae melirik sekilas kedalam mobil dan memastikan Hyukjae-lah yang berada didalam mobil tersebut.

“Kajja ikut aku… ada yang ingin aku bicarakan” Ajak Donghae sambil masih memeluk pundak Jaena. Hyukjae melihat mereka berdua berjalan seiringin yang terus mengumbar senyum.

“Jaena selalu tersenyum jika bersama Donghae. Apa mereka memang saling menyukai? Cihhhh.. yaaa! Hyukjae apa pedulimu… Aish!” kata Hyukjae sendiri kemudian menyalakan mesin mobilnya dan melajukan Audy merahnya itu.

__oOo__

“Jaena-ya yakin tidak pulang bersama kami” ajak Michan dan mendapat anggukan Shindong disampingnya.

“Tidak usah.. aku menunggu-”

“Ahh pasti Donghae lagi, ne? Atau Sungmin oppa…” tebak Michan yang mendapat pelototan dari Jaena.

“Yaaa… kau ini mengada-ada. Aku menunggu…emm.. Jungsoo oppa” jawab Jaena tersenyum palsu. Senyum yang dibuat olehnya agar aktingnya terlihat bagus dan meyakinkan.

“Ohh.. baiklah kalau begitu. Kami pergi dulu….” kata Shindong sambil melambaikan tangan mereka. Jaena duduk dibangku panjang dengan menyibukkan diri mendengarkan music yang mengalun diheadphone-nya.

Ia tidak menyadari sosok Donghae yang memperhatikannya. Donghae memastikan siapa yang menjemput Jaena. Apakah benar Jungsoo atau suaminya.

Dua jam kemudian…

Jaena mendengus kesal berulang kali saat Hyukjae belum juga datang. Beberapa kali ia melihat jam ditangannya dan juga melihat disekelilingnya. Belum ada tanda-tanda Hyukjae muncul. Padahal jarak kampusnya dengan apartemennya tidak memakan waktu lama. Tapi kenapa Hyukjae belum juga datang.

“Aish!! aku sudah kirim pesan. Kenapa dia belum juga datang! Aigoo! Lee Hyukjae apa kau mau mati sekarang juga!” gerutu Jaena sendiri. Jaena kemudian berpikiran untuk menelpon Hyukjae. Tapi sebelum ia menelpon, ponselnya berbunyi. Panggilan dari Hyukjae

“YA!!! Kau masih mau hidup!!!” pekik Jaena saat ia baru mengangkat teleponnya.

“Aigoo!! pelankan suaramu…. kau ini wanita apa bukan. Huh!” jawab Hyukjae. Tapi Jaena memang kesal, ia sudah disuruh menunggu Hyukjae malah sepertinya lupa akan janjinya.

“Kau tidak kuliah!! Issshh.. kenapa menyuruhku menunggumu.. aku bisa pulang dengan Michan.. “ jawab Jaena kali ini menyalahkan Hyukjae.

“Ne… mianhae. Tadi eomma menyuruhku pulang. Dan sekarang aku ada dirumah.” jawab Hyuk pelan.

“Mwo!! Jadi-”

“Ne.. kau sudah makan?” tanya Hyuk mengabaikan perasaan kesal Jaena. Jaena mengernyitkan dahinya. Kenapa Hyuk bertanya ini padanya? Apa dia ingin aku membelikan makanan dari kartu kreditnya? Pikir Jaena.

“belum… wae?” jawab Jaena seikit mereda dari amarahnya.

“Bagusss… “

“Mwo? Kau mau mentraktirku lagi?” tanya Jaena penasaran.

__oOo__

Jaena POV


Aku duduk ditengah-tengah keluarga baruku. Ya keluarga Lee Hyukjae. Jangan tanya bagaimana keadaanku sekarang. Jika perlu bawakan dokter spesialis jantung disini. Karena sewaktu-waktu jantungku ini berdetak up-normal. Yaaahhh walaupun aku tidak pertama kali kesini tapi ini lebih mendebarkan aku tidak tahu kenapa bisa seperti ini.

Aku melirik sekilas kearah Hyukjae disampingku. Pria ini justru asyik makan dari tadi tanpa memperhatikan aku ini gugup, ataukah aku baik-baik saja. Baiklah kau tidak akan selamat Hyukjae jelek!! Ahh ani.. dia tidak jelek menurutku. Aigoo!! Jaena-ya, kau gila apa tidak waras.

“Jaena-ya… makan yang banyak. Kau tampak kurusan…” kata eommonim dengan lembut padaku. Aku membalas dengan senyuman. Senyuman palsu yang aneh. -_____-”

Aigoo!! banyak sekali memang makanan yang tersedia. Kalau saja tidak ada Eommonim dan Soora Eonni aku pasti menghabiskannya. Makhlum diapartement kami, aku hanya makan makanan cepat saji. Ayam goreng praktis, dan juga ramen. -____-”

“Jangan salah.. dia makannya banyak sekali. Soora nuna pernah membuatkan makanan untuk kami. Dia sendiri yang menghabiskannya.” jawab Hyukjae dengan mulut penuh dengan makanan.

Aish!! Harga diriku dipertaruhkan dengan sigap aku menginjakkan kakiku tepat dikaki Hyukjae. Rasakan!!

“Ahh…. Appo-yo!!” pekik Hyuk kesakitan dan aku seketika melototkan mataku kearahnya.

“Hahhaa.. kalian lucu sekali. Mmm Aku senang kau menghabiskannya. Lain kali eonni buatkan yang banyak untukmu Jaena-ya” kata Soora eonni sambil tersenyum padaku. Hyukjae menggeleng pelan. Mungkin ia bertanya-tanya kenapa kakaknya justru membelaku.

“Jinjaaa…. Eonni-ya. Aku merepotkanmu” jawabku pelan.

“Lain kali kau bisa belajar masak dengan eomma kalau kau mau Jaena-ya” ajak eommonim. Aku menatap ragu eommonim, aku takut dan malu karena kemampuan memasakku sangat buruk.

“Kemarin lusa Jaena belajar sedikit masakan denganku. Dia juga bertanya apa makanan kesukaan Hyukjae.” jawab Soora eonni.

YA!!! kenapa Soora eonni malah membocorkan rahasia!! Aigoo, matilah kau Jaena. Aku yakin Hyukjae pasti akan mengejekku. Atau bisa jadi ia akan besar kepala.. Ya Tuhan!! tapi alasanku apa jika ia bertanya nanti……..
Pingsan!! aku ingin pingsan sesaat saja..

Author POV

“Kemarin lusa Jaena belajar sedikit masakan denganku. Dia juga bertanya apa makanan kesukaan Hyukjae.” jawab Soora

Hyukjae berhenti mengunyah makanan dimulutnya dan menatap Jaena yang ada disampingnya. Apa benar gadis ini bertanya pada kakaknya? Makanan kesukaannya? Hyukjae entah kagum apa merasa apapada gadis ini. Yang pasti ia tidak mengira Jaena seperti itu.

“Eonni-ya!!!” kata Jaena sambil menahan malu.

“Aigoo! Menantuku… eomma senang jika kau mempunyai niat untuk memasak.” kata nyonya Lee pada Jaena. Soora tersenyum menatap Jaena yang masih malu dan kemudian menatap Hyukjae yang kini sedang larut menatap Jaena.

“Hyukjae tidak jahat padamu-kan? Dia itu memang sedikit buruk pada sesuatu yang tidak ia ingini” kata Soora pada Jaena.

“Yaa!! nuna… aku tidak seperti itu. Justru dia yang sering menyiksaku!” Jawab Hyukjae membela dirinya. Jaena menatap Hyukjae dengan tatapan membunuh.

“Eonni-ya. Eommonim jangan percaya apa kata-katanya. Mana mungkin aku menyiksanya. Justru dia-”

“Hei.. kau lupa menginjak kakiku!! Huh.. kau tidak tahu betapa sakitnya dulu…” Elak Hyukjae. Dan kini Soora dan Nyonya Lee malah menyaksikan mereka berdua dengan tatapam aneh.

“Yaaa…siapa suruh kau mengatakan tubuhku berat!! siapa suruh juga kau menangkap tubuhku waktu itu” jawab Jaena tak mau kalah. Dan ia tidak ingin Hyukjae menang kali ini.

“Aish!! kalau aku tidak menggendong tubuhmu, pasti kau akan lumpuh seumur hidup!!” balas Hyukjae lagi. Kedua saling bertadu tatapan masing-masing.

“Menangkap? Menggendong?” tanya Nyonya Lee sekaligus menyadarkan mereka berdua akan perkataan yang baru mereka keluarkan. Jaena menatap Soora dan mertuanya itu. Dia kemudian menggeleng pelan, menyesali kebodohannya.

“Yaaa… apa kalian!?”

“Bukan seperti yang kalian bayangkan!!!” pekik Hyukjae seketika saat eommanya mulai menerka-nerka. Sedangkan kakaknya hanya tersenyum melihat tingkah adik dan adik iparnya itu.

__oOo__

“Haaasssh…. kau ini. Awas saja kau ikut makan!!” kata Jaena protes saat ia merasa keberatan membawa makanan yang dibawakan oleh mertuanya, eomma-nya Hyukjae pada mereka.

Hyukjae berjalan didepan Jaena sedang Jaena hanya menggerutu terus sepanjang koridor menuju apartement mereka.

“Aissh! Kau ini lelet sekali… cepat! Aku tidak ingin ada yang melihat” kata Hyukjae tanpa dosa membiarkan gadis ini membawa dua bekal makanan, sedang ia masih dengan menggunakan kacamatanya seolah tebar pesona.

“Yaa.. memangnya kau artis? Kau penyanyi, anggota Boyband, huh! Dasar percaya diri sekali” ejek Jaena saat penyakit Hyukjae mulai kambuh.

“Kau belum tahu seberapa mempesonanya aku, makanya kau bisa bilang seperti itu. Aku ini terkenal diseluruh kampus. Siapa coba yang tidak mengenal Lee Hyukjae yang tampan ini. Kalau ketauan aku berjalan denganmu, bisa-bisa reputasiku akan hancur seketika!!” jawab Hyuk panjang lebar membuat Jaena ingin menyubal mulutnya dengan sepatunya itu.

“Arasseo!! Arasseo…!! mana ada orang terkenal tidak pernah gosok gigi!” jawab Jaena enteng. Sedetik kemudian Hyukjae berhenti melangkah dan menoleh kearah Jaena.

“Mw-mwo….. kau bilang apa tadi??” tanya Hyukjae sedikit gugup. Rahasianya terbongkar sudah…..

Jaena tersenyum licik kemudian berjalan lagi mendahului Hyukjae dengan sangat percaya diri. Ia yakin Hyukjae pasti ingin tahu, kenapa ia bisa tahu Hyukjae jarang menggosok gigi. Hyuk kemudian setengah berlari menyusul Jaena.

“Yaaa!! kenapa kau bisa menyimpulkan aku…. aku… jarang menggosok gigi” kata Hyukjae dengan merendahkan nada bicaranya tepat saat bagian menggosok gigi. Jaena menoleh kearah Hyukjae.

“Kau kira aku bodoh…. bahkan sikat gigimu selalu kering saat kau selesai mandi. Bodoh!! kau ini menjijikkan sekali…. mana ada gadis yang mau berciuman denganmu jika kau jorok seperti itu. Aku yakin gadis itu bodoh dan kehilangan indra perasa!!!” jawab Jaena panjang lebar membuat Hyukjae menganga mendengar penjelasan Jaena.

Gadis ini sangat berbahaya dan cerdas rupanya, pikir Hyukjae.

“Aish Jinja… kau bahkan meneliti sikat gigiku…sebegitu perhatiannya kau denganku? kau kurang kerjaan!!!” jawab Hyukjae kesal.

Jaena seperti mengabaikan apa kata Hyukjae, yang penting ia tahu kebiasaan buruk Hyukjae ini. Ia menekan tombol Lift.

“Sudahlah….. apa susahnya bilang Iya!! benarkan apa kata-kataku tuan Lee Hyukjae..” jawab Jaena dengan tersenyum geli. Hyukjae tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia hanya bisa menghela nafas panjang. Sabar, sabar. Ia harus sabar toh ini memang kenyataan. -________-”

Keduanya diam…didalam ini hanya ada mereka berdua. Jaena sesekali menatap Hyukjae tersenyum geli, mengingat ia telah mengatakan hal buruk tentang Hyukjae. Hyukjae mendelik kearahnya

“Yaaakk kau gila!! kenapa tersenyum sendiri!!” Hyukjae kesal. Jaena masih belum menjawab, ia hanya terkekeh pelan melihat ekspresi wajah Hyukjae yang seperti itu.

Teeeppppppp!!!!

Lampu lift tiba-tiba padam dan….. Lift berhenti bergerak!!

“Yaaa!!!” Pekik mereka bersamaan….dan seketika Jaena menjatuhkan bekal makanan mereka.

Hyukjae mengeluarkan ponselnya, begitu juga Jaena. Keringat dingin langsung keluar begitu cepat, Jaena takut akan hal seperti ini. Ia takut dengan ruangan yang begitu gelap, ia masih takut dengan hal-hal yang berbau hantu dan sejenisnya. Tidak sesuai dengan kelakuannya yang kejam terhadap Hyukjae.

“Cepat tekan tombol daruratnyaa….” kata Jaena sambil memegang ponselnya.

“Kau ini…Iyaaa… sebentar” Hyukjae merasakan ada tangan mencengkeram kuat lengannya. Apakah tangan Jaena. Sepertinya Jaena sangat ketakutan. Jaena terus merepat dan disisi Hyukjae. Hyukjae yang sadar menoleh kearah gadis disampingnya ini.

“Tombolnya juga tidak bisa….Aish!” jawab Hyukjae pelan. Walau dengan penerangan dari ponsel mereka, tapi Hyukjae bisa melihat kecemasan diraut gadis ini.

“Jinja….!! Aigoo!! sampai kapan….” jawab Jaena cemas… berbeda dengan saat ia tertawa kemenangan tadi. Hyukjae menjadi simpati dengan Jaena.

“Kau takut??” Tanya Hyuk pada Jaena yang kini malah semakin kuat mencengkeram lengan Hyukjae.

“Ne…” jawab Jaena pelan.

“Sini…..” kata Hyukjae meraih tubuh Jaena kemudian memeluknya erat. Walau hanya memeluk dari samping saja, tapi Jaena merasa ia sedikit nyaman, dan rasa takutnya sirna. Seperti saat Jungsoo oppa-nya memeluknya saat ia ketakutan dulu saat masih kecil.

Aneh… Hyukjae pria ini justru memberikan kenyaman baginya. Detakan jantung Hyukjae berdetak begitu cepat saat Jaena menyandarkan kepalanya didadanya. Hyukjae berulangkali menghembuskan nafas beratnya, agar jantungnya berdetak normal. Tapi, sepertinya sia-sia.

“Kau takut gelap…?” tanya Hyukjae pelan..

“Emm…aku takut sekali, gelap pasti menakutkan karena menurutku akan banyak hantu berkeliaran!!” jawab Jaena polos. Hyuk menahan senyumnya, gadis ini kenapa lucu sekali. Pemikirannya bahkan seperti anak kecil.

“Jangan tertawa!!… tempat gelap seperti inilah, sunyi sepi, sempit!! aku benci suasana seram seperti ini..” Jawab Jaena seolah enggan ditertawakan oleh Hyukjae.

“kau ini seperti anak kecil saja.. menggelikan” ledek Hyukjae.

“Isshhh!!” Jaena seketika mencubit pinggang Hyukjae.

“Aww………Isshhhh~” Hyukjae kesakitan karena ulah Jaena. Hyuk kemudian menatap kebawah dan mendelik kearah Jaena.

“Kau ini….suka sekali menyiksaku!!” rutuk Hyukjae kemudian melonggarkan pelukannya dan melepas tangannya yang melingkar ditubuhnya. Seketika Jaena menahan tubuhnya.

“Jangan dilepas!! biarkan dulu…” kata Jaena mendongak menatap Hyukjae. Hyuk yang melihat ekspresi Jaena seketika mengurungkan niatnya.

“Jungsoo oppa selalu melakukan ini padaku….” katanya lagi. Kemudian dengan perlahan disertai detakan jantung Hyukjae yang seolah seperti drum yang berbunyi dengan keras, ia kembali memeluk tubuh gadis ini.

“Apakah sudah nyaman….” tanya Hyukjae. Jaena tersenyum sambil mengangguk.

DEG

Hyukjae seketika enggan mengedipkan matanya, walau samar-samar melihat wajah Jaena yang tersenyum tapi ia melihatnya gadis didepannya ini tersenyum dengan sangat manis dan berbeda. Senyum yang mempesona dan menggetarkan hatinya.

Jaena gadis ini bahkan tidak mengalihkan pandangannya. Matanya juga tertuju pada wajah Hyukjae. Ia enggan berhedip, atau syaraf-syaraf ditubuhnya tidak bekerja dengan baik. Bisa-bisanya ia juga menatap wajah Hyukjae terus seperti ini.

Hyukjae POV

Bodoh!! kenapa aku bertanya seperti itu…

Yaaa, Jantung…apa kau kambuh lagi. Apa kau sakit. Jantung ayolah! Ayo jawab… jangan berdetak dengan sangat kencang seperti ini saat gadis sadis ini didekatku. Aigoo! Aku pastisudah gila. Mataku…mataku seolah menancap tepat dimatanya. Enggan berkedip, Jaena juga sepertiku. Apa dia mengangumi wajahku… tidak! Hyukjae-ya kau percaya diri sekali. Bagaiman mungkin gadis kejam ini tertarik padamu.

Berpalingah Jaena-ya, jangan menatapku terus seperti itu. Kau tahu tatapanmu seperti menyuruhku untuk menatapmu terus. Wajahnya kenapa begitu teduh dan cantik, berbeda dengan wajahnya saat ia menyiksaku dengan kelakuannya atau dengan kata-kata pedasnya. Aish! Barusan aku memuji cantik??

Entah kenapa, aku kini menatap bibirnya. Singkirkan pikiran lelakimu Hyukjae-ya. Kau tidak mungkin menciumnya. Apa? Mencium gadis ini……

Saat mendebarkan tiba, ditambah dengan suasana hening seperti ini. Aku gugup sekali. Ya Tuhan, perasaan apa ini. Kenapa tiba-tiba aku menurunkan wajahku untuk menjangkau bibirnya. Jaena diam, dia tidak berontak sepertinya. Hanya cengkraman tangannya dipinggangku yang agak menguat. Apa dia juga tahu aku akan menciumnya? Mwo… menciumnya…?? sepertinya pertahananku akan runtuh….

Seketika aku memejamkan mataku…dan aku merasakan deru nafasnya dipermukaan kulit wajahku. Debaran ini masih belum berhenti. Entahlah, dengan Gaein-pun aku tidak seperti ini. Kenapa aku ingin menciumnya, jangan bertanya ini padaku. Aku juga tidak tahu kenapa.

Saat aku akan menempelkan bibirku..kulihat sekilas, gadis ini juga memejamkan matanya. Aku tidak peduli lagi setelah ini dia menyebutku apa….tapi….

Tepppppppppp!!!!!!!!!!!!

Lampu menyala seketika dan Lift mulai bergerak…

“Ehh…..” seketika aku membuka mataku dan Jaena juga membuka matanya. Sadar akan posisi kami yang seperti sepasang kekasih yang akan berciuman. Jaena seketika melepas pelukannya dan menjauh dariku.

Aku!! jangan ditanya aku seperti apa sekarang. Malu. Jelas sekali, Jaena juga begitu. Aku rasa ia perlu topeng untuk menutup wajahnya yang bersemu merah itu. Aku mengalihkan pandanganku agar tidak menatap wajahnya. Sial, debaran ini belum usai. Aku harus memeriksakan ini ke Dokter.

Tingggggg!!!!!

Hhhhhh… akhirnya penderitaanku berakhir. Pintu lift terbuka dan aku segera berjalan mendahuluinya. Yaa agar dia juga tidak melihat wajahku yang aneh ini karena apa yang akan aku perbuat didalam lift sialan itu.

Hyukjae-ya, kau hampir saja kehilangan harga dirimu. Ya harga dirimu hampir runtuh didepan gadis kejam itu, gadis yang suka menyiksamu. Aku berulangkali menggelengkan kepalaku, mengilangkan pikiran tentang gadis itu. Tidak mungkin aku tertarik dengannya, bahkan aku akan menciumnya….

“Yaakk!! Hyukjae-ya..bantu aku!!” apa dia memanggilku. Aish! Apa dia tidak punya malu. Apa dia melupakan hal tadi… gadis aneh..aku bahkan masih memikirkan hal memalukan tadi.

Aku berbalik dan menoleh kebelakang. Tepat dia dibelakangku dengan wajah merengutnya. Kenapa dia manis sekali saat kesal seperti itu. Cukup! Hyukjae-ya.. berhenti memujinya…!!

“Ne… sini..” aku meraih bekal yang ada ditangan kanannya.

“Ini juga…” pintanya lagi sambil menyerahkan bekal yang satunya.

“Mwo!! kenapa dua-duanya?? Ini..Aishh” Gadis ini tanpa aba-aba meletakkan bekal satunya didepanlu dan aku dengan bodohnya menerimanya.

Jaena tersenyum kemudian berbalik…

“Yaakk! Kau mau kemana…” teriakku kesal. Enak saja dia menyuruhku lantas ia pergi begitu saja, dia kita aku ini pembantunya. Dibutuhkan saat ia perlu sesuatu. Dasar!!

“Aku akan menemui Donghae sebentar….!! makanlah dulu kalau kau lapar..” jawabnya berbalik sebentar kemudian pergi berlalu begitu saja. Aish! Jinja… ada gadis sepertinya.

“Istri macam apa!! dengan terang-terangan berselingkuh didepan suaminya sendiri!!!”

Seketika wajah kesalku menjadi sedikit miris. Gadis itu bahkan sesekali berlari menuju lift dan sepertinya tidak sadar aku menatapnya terus. Seperti itulah perasaan senangnya jika akan bertemu dengan pria pujaannya??

Dan aku melihatnya menghilang bersamaan dia masuk kedalam lift. Kenapa terasa menyedihkan diriku ini?

__oOo__

Author POV

Hyukjae duduk tepat menghadap jam dinding dikamarnya. Menatap kenapa jam ini seolah lama sekali untuk berputar.

“Jam 10 malam…. apa dia hobi sekali pulang malam!! Aish Jinjaa… “ gerutu Hyukjae kesal. Kemudian ia merebahkan tubuhnya…matanya kini menatap foto pernikahan, bisa disebut seperti itu. Foto terkeren menurutnya. Jaena jatuh dan ia membopong tubuhnya. Terlihat keren karena seperti foto pangeran menolong tuan putri yang pingsan… Seulas senyum tersunging dibibirnya.

Entahlah, sejak kapan ia hobi menatap foto itu. Gadis itu terlihat sangat menawan dengan balutan gaun yang serba putih, ditambah wajahnya yang terlihat polos saat memejamkan matanya seperti itu. Siapa laki-laki yang tidak tergoda dengannya.

Bahkan Hyukjae mengabaikan perutnya yang dari tadi berbunyi, lapar. Itu yang ia rasakan sejak tadi. Ia menunggu Jaena pulang, hanya sekedar makan bersama. Perlahan matanya menutup….rasa lelah yang didera dan kantuknya kini membuat Hyukjae memejamkan matanya.

__oOo__

Gadis itu berjalan dengan sedikit cepat… tapi ia tidak menyadari mobil yang mengantarnya bahkan mengikutinya dengan laju yang sangat pelan.

Ia sesekali menengok jam ditangannya. Teringat pesan dari Hyukjae, suaminya yang memintanya segera pulang tentunya disertai ancaman yang membuat Jaena kesal.

“Aish!! bisa tidak, dia tidak mengangguku. Ancaman apa itu tidak bermutu sama sekali. Mengancamku menyebarkan foto pernikahan?? Apa dia sudah gila….” gerutu Jaena sendiri…

Mobil itu hanya berhenti tepat didepan gedung apartement yang menjulang tinggi. Gadis itu masuk dengan mudahnya. Dan pria itu tetap mengawasi Jaena.

Piipppppppp..Piiip…..

Jaena membuka pintu apartement, kemudian mencari dimana Hyukjae. Sepi. Jaena kemudian melangkahkan kaki menuju kamar.

“Yaakk!! Hyukjae-yaa… kau sudah gil-”

Jaena berhenti berkata saat melihat Hyukjae sudah terkapar diatas ranjang mereka. Jaena mendengus kesal. Ia berjuang mati-matian kesini dengan cepat. Ia malah seenaknya tidur.

“Aish Jinja!!”

__oOo__

Perlahan Hyukjae membuka matanya matanya. Terasa agak berat baginya, namun silau matahari yang masuk melalui celah korden kamarnya membuat ia sedikit terganggu. Matanya membuka dan binggo!! tepat dihadapannya, Jaena gadis yang ditunggunya semalaman masih begitu damai dalam tidurnya. Tidur meringkuk dengan wajah polosnya. Tergerak Hyuk untuk membangunkannya karena kemarin malam ia kesal dengan gadis ini. Tapi ia urungkan.

Seulas senyum terkembang dibibir Hyukjae. Ia lega, gadis ini ada disampingnya kembali. Tangannya tergerak menyingkap anak rambut yang menutupi sebagian wajah Jaena. Hyuk berpikir sejenak tentang kejadian kemarin, disaat ia akan mencium gadis ini. Ia tetap betah memandangai wajah gadis ini, entah sejak menikah dan tidur bersama, ia baru sadar kalau saat tertidur seperti ini wajah Jaena sangat cantik.

Jaena bergerak sedikit, seketika itu Hyukjae menjauhkan wajahnya dan buru-buru bangun. Ia tdak ingin ketahuan diam-diam suka menatap Jaena saat masih tertidur.

“Hmmmh…” gumam Jaena kemudian bangun dan duduk diranjangnya. Ia melihat Hyukjae yang menuju kamar mandi.

“Yaaa…kau sudah bangun..” tanya Jaena. Hyuk tidak menoleh, sekedar untuk menghilangkan kegugupannya.

“menurutmu..” jawab Hyuk singkat. Kemudian mencari pakaian yang ada dilemarinya.

“kau ada kuliah? Kalau tidak ada, biar aku berangkat sendiri. Tidak usah menjemputku!” kata Jaena lagi. Hyuk menghentikan aktifitasnya mencari pakaiannya, sedetik kemudian tangannya mengepal. Gadis ini bahkan menyuruh Hyukjae tidak menjemputnya.

Hyukjae berbalik, lalu menatap Jaena tajam. Jaena yang masih duduk diranjangnya sedikit takut melihat ekspresi wajah Hyukjae. Apa dia salah bicara? Apa kata-katanya menyingung Hyukjae.

“Kau siapa menyuruhku seenakknya!! kata siapa kau boleh pergi dan pulang dari kampus sendirian!” kata Hyukjae pada Jaena dengan nada meninggi, seperti emosinya akan meledak. Jaena menelan ludah dengan susah payah untuk menenangkan dirinya. Apa Hyukjae sakit, kenapa pagi-pagi dia seperti kerasukan setan?

“Ne.. aku mengerti” jawab Jaena pelan. Kenapa justru ia menuruti apa kata Hyukjae. Jaena sendiri juga tidak tahu.

Tanpa berkata lagi, Hyukjae menutup pintu kamar mandi dengan keras hingga membuat Jaena sedikit terkejut. Jaena bingung dengan sikap Hyukjae ini, kemudian ia ingat membuatkan sarapan. Yaa! Setidaknya sambil belajar memasak. Sambil tersenyum ia bangun dari ranjangnya dan menuju dapur.

Hyukjae yang kini ada didalam kamar mandi menghela nafas panjang. Lega! Tangannya ditempelkannya didadanya, detakan jantungnya kambuh lagi. Kemudian ia menatap dirinya dicermin wastafel.

“Yaa… apa yang kau katakan Hyukjae-ya!! kau ini kenapa?” kata Hyukjae sendiri.

Hyukjae POV

Setelah selesai mandi dan aku kini mulai menggosok gigi. Ya setelah gadis itu mengetahui kebiasaanku yang malas menggosok gigi. Aish!

Saat membuka pintu kamar mandi, kulihat Jaena tidak ada dikamar? Apa dia pergi karena marah aku membentaknya? Andwe… segera aku membuka pintu kamar kami. Tapi sepertinya aku salah…

Aku mencium bau aneh. Ini seperti bau masakan? Tunggu! Apa dia memasak. Tidak, ini pasti mimpi. Selama hidup berdua, dia tidak pernah membuat masakan. Aku melihatnya sibuk didapur, ternyata benar ia memasak.

Jaena sepertinya tahu keberadaanku. Ia menoleh kemudian tersenyum padaku. Aish! Jangan tersenyum seperti itu Jaena-ya, kau tahu senyummu itu membuatku betah menatapmu terus dan juga membuatku berdebar.

“Kau sudah mandi… “ tanyanya. Ia sedikit berkeringat dan menambah kecantikannya. Ishh! Pagi-pagi kau sudah memujinya berulangkali Hyukjae-ya.

“menurutmu..” jawabku singkat kemudian menghampirinya. Dia tidak menjawab dan sepertinya ia sibuk dengan apa yang diolahnya. Ia membuat apa sebenarnya??

“Kau memasak apa?tumben sekali.. kau sakit Jaena-ya” kataku sambil menempelkan tanganku didahinya. Dia menepisnya sambil merengut.

“Yaa! Aku hanya membuat sarapan. Tapi sepertinya gagal…” kata sedikit pelan.

“Kau membuat telur gulung?” tanyaku. Ia mengangguk pelan. Kulihat tidak seberapa buruk tampilannya. Tapi aku ragu dengan rasanya. Apa bisa dimakan?

“kau belajar dari mana??” tanyaku lagi.

“Internet…” jawabnya pelan. Tidak diragukan lagi. Pasti dia malu kalau belajar dari nunaku. Tapi mengapa kemarin lusa ia bertanya pada nuna makanan kesukaanku??

“Ini yang sudah jadi, coba kau makan” pintanya. Jaena menyerahkan sumpitnya. Dengan ragu aku mencomot makanan yang telah ia buat. Jaena antusias dengan hasilnya. Dan……

Aku mengunyah pelan. Apa benar seperti ini rasanya dadar gulung?? dengan sangat terpaksa aku menelannya. Jangan ditanya seperti apa!! kau tahu air laut? Ya seperti itulah rasanya. Sedikit memasang wajah normal yang aku paksakan Jaena menatapku curiga dan cemas.

“Coba sini..” Jaena menyumpitkan makanan itu kedalam mulutnya. Dan seketika…

“Hueekkkkkkkkkkk.. ciihhhhh” Jaena memuntahkan makanannya. Kemudian ia menatapku aneh.

“Kau sudah gila!!” katanya padaku. Aku hanya geli menatapnya kemudian segera berlari menuju lemari es, mengambil susu strawberryku untuk menghilangkan rasa asin dimulutku. Aish gadis itu bahkan berhasil memaksaku memakan makanan racun seperti itu.

Aku meliriknya saat aku meminum susu kegemaranku. Dia seolah menyesal atas masakannya ini. Kemudian pandangannya tertuju pada ponselnya.

“Yoboseyo..” jawabnya menerima telepon. Dari siapa? Donghae? Pria itu lagi.. Cihhh, kenapa aku begitu tidak suka melihatnya dengan pria itu.

“Ne..Appa. Aku baik-baik saja” jawabnya.

Oh ternyata telepon dari Appnya. Aku menutup lemati es, dan pura-pura tidak mendengarnya. Berjalan menjauhinya dan menuju kamar.

“Aku kuliah hari ini. Mianhae aku tidak bisa ikut ke Jeju untuk ulang tahun resort kita, emm ani.. sekarang bukan resort kita lagi” jawabnya dengan sangat pelan dan menunduk.

Kenapa dengannya? Kenapa juga aku jadi mengikuti perbincangannya dengan Appanya. Kelihatannya dia sangat merindukan Appanya ini. Apa yang aku dengar? Resort di Jeju?

Aku terhenti didepan pintu kamar untuk menyimak pembicaraan Jaena dengan Appanya. Bahkan hal terkecil seperti ini-pun aku ingin tahu. Gila!

“Jaga diri Appa, Jungsoo oppa tidak setiap waktu menemani Appa, ne?”

Kenapa dia seperti gadis yang sangat lembut sekarang. Begitu perhatian dengan orang tuanya. Suaranya merendah, seperti seoarang yang bersedih. Aigoo! Kau kenapa jadi seperti ini Hyukjae-ya.

“Tidak apa-apa. Memiliki hanya satu Hotel saja tidak masalah, yang penting Appa sudah sehat dan hidup dengan baik. Dan keluarga kita bebas dari hutang, itu sudah cukup”

“Aku tidak marah, Resort yang diJeju dijual. Appa itukan sudah lama kenapa dibahas lagi. Tidak usah berpikiran macam-macam disana.”

Jaena kenapa bicara seperti itu, dia sepertinya menangis. Aku tergerak untuk melihatnya dari dekat. Punggungnya bergetar, apa dia menangis??

“Appa-ya… jangan pikirkan aku. Aku bahagia, siapa bilang aku menyesal menikah. Demi Appa, Jaena akan lakukan yang terbaik!!” ucapnya. Kulihat dia sekarang menutup mulutnya. Ia menagis hebat.

“Aku tidak menangis… Appa jangan hiraukan apa kata orang-orang tentang keluarga kita. yang penting kita sudah bebas dari hutang dan bisa melanjutkan hidup!!”

“Nee.. aku mencintaimu…!! aku juga merindukanmu.. Appa baik-baik diJeju. Kalau ada apa-apa telepon Jaena. Ne”

Clip…. Jaena menutup ponselnya kemudian ia menangis dengan sangat hebat.

“Appa………Hikssss” Tangisnya pecah dan ia mendekap ponselnya. Jaena belum tahu keberadaanku. Dia terus saja menangis.

Baru kali ini aku melihatnya begitu terpukul. Tidak, kenapa aku ini. Dadaku sakit melihat gadis ini menangis. Sepertinya kakiku enggan berjalan menjauh. Aku ingin memeluk tubuh gadis ini, bagaimanapun caranya agar dia berhenti menangis dan bersedih seperti ini.

Greeppp……….

Dengan satu tarikan aku berhasil meraih tubuhnya dan menenggelamkannya kedalam pelukanku. Aku sudah gila sekarang. Jaena sedikit tegang dan meronta. Tapi kekuatannya tidak sebanding denganku. Aku malah menariknya semakin mempererat pelukanku.

Isakannya masih terdengar jelas… tanganku mengusap pungungnya. Memberikan ketenangan bahwa masih ada aku didunia ini yang siap berbagi kesedihan, kebahagiaan dengannya. Jaena-ya, kenapa aku ini? Tolong katakan padaku.

=TBC=

Wissshhhhhhhh… TBC Again…kekekek😄
Apa-apaan ini……… ceritanya fiuhhhhhhh gag  jelasss… wkwkkw *ditendang kedorm suju, enak, betah,😛

Hiaaaa… yang mau protes silahkan… yang mau mencekik silahkan atas gagalnya part ini… *joget octopus bareng suami, yesung😛

Part sebelumnya www.cloudyesung.wordpress.com

 

 

100 thoughts on “FF “Secret Married” Part 5 [Eunhyuk-Jaena]

  1. mian baru smpet kmen d’part ini..

    hyukjae akui saja klau kau emang udh jtuh cinta sma jaena..
    jaena juga…
    mreka berdua udh sma” cinta tpi gengsi buat ngakuin…

  2. Wahhh,,,aku first ne .
    huffttt, cerita nya keren bgd author smga ajh mereka ber2 cepet-cepet saling jatuh cinta🙂

    Wah author gak sabar ni nunggu part selanjutnya,,,

    hehe,,,jgn lama-lama yh author part selanjutnya…

  3. Omona..
    Benar” ya cHingu-ya Hari ini sudaH meMbuat Q seNang BGT..
    #Lebay😛

    toLong cepat di Posting keLanjutannya ya cHingu-ya..
    JebaL.. JebaL..
    hhehe

    figHting cHingu-yaa..😀

  4. waaaahhh..
    Hyukjae mulai suka tuh ke Jaena😀
    knp liftnya keburu hidup lgi sih
    kn gk jdi dah ciumannya -_- *plaaakk😀
    hahaha

  5. Waah, Hyukie oppa cemburu nih sama Haeppa…^^
    sneng bgt, Hyukjae skrang udah nunjukin perhatian sama Jaena…
    Makin seru ffnya..

  6. Waah, Hyukie oppa cemburu nih sama Haeppa…
    sneng bgt, Hyukjae skrang udah nunjukin perhatian sama Jaena…^^
    Makin seru ffnya..

  7. Kyaaa~ jelas sudah semuanya!!

    Ayolah hyukkie oppa, mengaku sajalah kau!! Kekkke~

    part selanjutnya jangan lama lama ya eon*kedipkedip

  8. hm,, hyuk oppa.jd makin peduli aj a nih dgn jeana..perkembangan yg bgus…hehehehe🙂
    mereka kpn ya honeymoon ny?
    D TUNGGU LNJUTNNY..🙂

  9. wah akhirnya setelah sekian mengobrak abrik nemu juga lanjutan epep ini hehee.. thor next ya… klo ada yg diproteks epep ini kasih tau PWnya heheee.. keep hwaitiing!! ^^

  10. Jaena dh mulai memerankan sosok istri…meskipun rasa masakannya spt rasa air laut hehehe… Hyukjae dh ga tega lihat jaena nanggis makanya dy langsung narik jaena kdlm pelukannya, so sweet bgt. Lanjut lagi ah bacanya.

  11. .skinship bertebarannnnn .. Ikut dong … Tpi , kLo bsa am Yesung Oppa ajja .. Kkkkkk~
    .Haeppa ingin ng.bebas’in JaeNa dri prnikahan konyoL itu .. ANDWEEEEE ..
    .itu mLah bkin dia sakit .. Ciee yg beLa”in masak .. WLaupun hsiL x mematikan …
    .mLang nasibmu Oppa ..
    .Lanjutttttttt ..

  12. Em sbelumnya mian bru coment di part ini Thor.. karena mnurut q critanya Daebak!! sayang kalo g ninggalin jejak.. Sbnernya aq bcanya telat jdi mian jrang komen.. Tpi yg jlz ff nya keren bgt… Mereka romantis bgt.. gemez dh hh

  13. q jadi ikut sesih ma pa yg di alamin sama Jaena,,,, dia sayang bgt sama appa y n hyukjae ngeliat n ngedenger semua yg diomongin jaena ma appa y n jd ikut kasian ma jaena j ikut ngerasa pa yg dirasain hyukjae yg ngeliat jaena mpe segitu y ke appa y….
    donghae masi ja nyelidikin,,,, ngeri deh ngebayangin donghae yg jahat gini….

  14. Waah sepertinya Eunhyuk sudah mulai terang2an menunjukkan perasaannya ke Jaena..

    Coba yang di lift lampunya jgn nyala dulu, pasti terjadi sesuatu diantara mereka..wkwkwk xD

    lanjut baca..

  15. ya ampun ya ampu
    sumpah gak nyesel kebangun tengah malem iseng2 googling ff hyuk
    nemu iniiiii
    langsung rapel 5 part duluuu
    kereeennn …..
    mau lanjutin baca tp udah waktunya berangkat kerjaa
    bakal penasaran niiiii nantii hiksss….

  16. Yaa lampu!!! Knp kau cepat sekali menyala????
    Itu yg beli resortnya jaena si donghae kagi. Ya donghae,, berhentilah berperan antagonis….

  17. wuuuah romatis bngt eonn..
    baik jaena and hyuki udh pda tmbul rasa.
    tpi blm mngrti prasaan msng. bca part ini ad lcunya, so sweet, dn deg2an. hehe

  18. Kyaaa keren eoni..
    Mereka terlalu gengsi untuk menggungkapkan isi hati masing2,, kekek
    Lanjut bcaa À᪪à᪪нĦ◦◦ penasaran..
    Eoni slalu buat penasan.. Ђёђёéђёђё

  19. donghae oppa udah tau kalau suaminya jaena eunhyuk , terus dia bakalan ngerebut jaena dr eunhyuk
    Kira2 apa rencana donghae oppa ?

  20. JaeNa : karena kamu lagi lope lope di udara nyok.

    wkwkwk.. ciiieee bang enyok males sikat gigi ni ye .. Tpi aslinya enggak kan bang ?

    enyok : palalu gundul … ya enggaklah #padahalIYA

  21. kyaa makin romantis deh. bnyakwdegan2 yg membuat mereka semakin dekat dan mulai saling mengerti🙂
    hotel yg di jeju ada sangkut pautnya sama hae kayaknya ya..

  22. Haduhh hyukie oppa makin lama makin banyak skinship ni ke jaena sosweett..jadi envy saya bacanya..benih benih cinta muali tumbuh nih diantara mereka😀 ciee

  23. Hyuk Jae romantis sekali tapi dia nyebelin wkwk :v
    aaa suka suka sukaaa, emang Appa nya Jaena ngutang ke siapa?

  24. resortnya di jual lagi? apa ulah donghae? trs gmn cr donghae rebut jaena? bikin keluarga jaena bangkrut, ato bikin keluarga eunhyuk kesulitan? emng seberapa berkuasa sih appanya donghae?
    kasian jaena,, nangis gt,, hyuk hiburlah na-ya

  25. Resort di pulau jeju???
    Jangan” peninggalan eommanya??
    Maksudnya banyak kenangan ttg eomma jaena gitu.
    Kasian jaena, kayaknya dia tertekan dengan pernikahan ini.
    Tapi dia bisa apalagi. Emg cm keluarga hyukjae yg bisa bantu keluarga appa jaena.
    Donghae oppa jahaat, kalo smpe jaena tau donghae pelakunya gmn ya?
    Apa jaena bakal menjauhi haeppa??
    Atau bakalan membencinya??
    Haeppa sadar doong! Jangan terobsesi sm jaena.
    Itu namanya bukan cinta…
    Cinta kan gak harus memaksakan kehendak smpe melakukan hal seperti itu.

  26. Haish jinja aku gk suka sama karakter donghae di sini *Mian author*

    Mulai berdetak kencang jantung kalian berdua ?? Mulai ada rasa kah??
    Next chapter…

  27. Ckck…jaena ya..ksih gremny g kira“..aiihh..sprti ilmuan ge uji prktek ajja..haha si hyuk mpe sudi nelen..waahhh..gentle x…kkk
    gmn nnti klo jaena tau hae yg bkin prshaan appany bmslh y???

  28. jaena kenapa??bersyukur ada eunhyuk n langsung inisiatif meluk jaena.. hmmm..donghae di balik ini semua kan?please jangan jadi jahat oppa..;(

  29. Aaaaaa makin lucu couple ini di tiap partnayaa><. Ahh kesel deh kenapa liftnya tiba2 nyala kan mereka gajadi kisseu😦.
    Tp kesel deh donghae udah rau gitu jd pengen ngancurin hubungam mereka gituu ahhhh bikin sebell ajahh. Mending hyuk buruan menghalalkan jaena biar ga bisa dilepaskan merekanyaa hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s