FF “Secret Married” Part 4 [Eunhyuk-Jaena]

FF “Secret Married” Part 4

Author : Kim Yeon Young (@DeanClouds)

Cast : Lee Hyuk Jae (Eunhyuk), Park Jae Na (Lee Jae Na)

Support Cast : Park Jungsoo, Lee Donghae, Shindong, Shin Michan, Han Gae In, Etc

Genre : Married Life, Romance, Friendship, Comedy (?)

Ratting : PG-13

Ps : Typo…. Typo…. selalu bertebarannnn *geplakkkk

Hiuuuhhh~~ part 4 akhirnya munculllll…….. disaat moodku sedang buruk, aku menulis FF ini,dan hasilnya sangat buruk *jedotin pala ketembok

Dannn dari pada banyak kata Langsung saja………

Happy reading…….

 

Author POV

“Andweeee!!!!!!”

Pekik Hyukjae dan Jaena bersamaan. Semua mata kini menatap mereka berdua yang tiba-tiba bisa mengeluarkan kata-kata itu secara serempak. Termasuk Gaein dan Sungmin.

Jaena dan Hyukjae bertatapan. Kemudian mata Jaena menata Sungmin. Begitupun dengan Hyukjae, ia kini menatap sekelilingnya dengan tatapan aneh. Semoga saja tidak ketauan.

“Kalian berduaaa??” Shindong menunjuk Jaena dan Hyukjae bergantian. Gaein menatap Hyukjae dan juga Jaena. Ia heran kenapa Jaena dan Hyukjae bisa kompakan.

 

“Ahh.. maksudku…….” Jaena tidak bisa beralasan. Dia bodoh sekali walau hanya untuk berakting. Sungmin mengernyitkan dahinya. Kenapa Jaena tiba-tiba gugup sekali.

“Kalian kenapa kompak sekali. Apa kalian?” Michan menatap Hyukjae dan Jaena. Jaena kini menatap Hyukjae yang berusaha menormalkan wajahnya. Ia tahu ada yang tidak beres.

“Tidak.. aku bilang begitu karena aku kira Sungmin akan datang kerumahku. Ternyata yang dimaksud rumah Jaena. Mianhae……” kata Hyukjae tersenyum. Senyum yang memang sedikit dipaksakan dan terlihat aneh sebenarnya.

Semua mengangguk mengerti…… Perasaan lega dirasakan oleh Jaena dan juga Hyukjae. Tapi Hyukjae seolah mengatakan bodoh lewat tatapan matanya pada Jaena yang sangat tidak bisa mencari alasan. Beruntung sekali mereka berdua hari ini. Semoga hari berikutnya rahasia mereka masih terjaga.

“Lalu, kita mengerjakan dimana Jaena-ya?” tanya Sungmin. Kini tatapan mata Hyukjae menatap Jaena dan Sungmin bergantian. Seolah ingin tahu apa yang akan mereka bicarakan.

“Oppa.. kau minum apa?” tanya Gaein pada Hyukjae. Kemudian Michan mengercutkan bibirnya. Ia tidak suka melihat gadis yang dianggapnya tidak pantas untuk bersanding dengan Hyukjae.

“Aku sepertimu saja….” jawab Hyukjae pasrah dan terkesan tidak begitu berselara. Gaein berdiri dan beranjak untuk membeli minuman. Tatapan Hyukjae kini beralih lagi pada dua manusia didepannya ini. Jaena dan juga Sungmin.

“Kalau begitu bagaimana kalau dirumahku? Eotte? Tapi Appa dan Eomma sedang ke Luar Negeri.. apakah tidak apa-apa?”

Hyukjae menatap Jaena begitupun Jaena. Ia seolah memberi tahu pada Hyukjae bahwa ia akan keluar bersama Donghae. Tapi ia langsung mengalihkan tatapannya kearah yang lain.

“Tapi tidak nanti sore. Aku ada janji dengan-”

“Donghae?” jawab Sungmin. Jaena mengangguk. Hyukjae terus saja menatap gadis ini. Menurutnya. Kenapa dia terlihat mempesona didepan banyak pria. Apa yang menarik darinya? Bahkan didepan Hyukjae dia sangat kejam. Kenapa dikampus ia terlihat berbeda.

“Besok saja. Eoh?” jawab Jaena.

“Aku boleh mengajak Michan?” tambahnya lagi. Michan disebelahnya mengangguk dengan senyuman dan menatap Sungmin. Pria ini kemudian tersenyum.

“Boleh…” jawab Sungmin.

“Kau tidak mengajakku. Sore hari aku sudah selesai latihan. Boleh tidak. Boleh ya?” Rengek Shindong. Padahal alasan dia ikut hanyalah bisa menikmati makanan gratis. Pasti itu.

“Yaaa.. Shindong-ah..” sergah Michan pada Shindong. Mereka berdua memang sama-sama hobi makan tapi bedanya tubuh Michan malah kerempeng tidak seperti Shindong yang sangat subur.

Hyukjae hanya menyibukkan dirinya dengan ponsel ditangannya. Tapi telinganya mendengar dan menyimak apa yang mereka bicarakan.

“Hyukjae-ya kau tidak ikut dengan kami?” tawar Sungmin. Hyukjae mendongak kemudian menatap Sungmin dan Jaena. Gadis itu bahkan tidak menatap Hyukjae.

“lusa aku ada janji dengan Gaein.. mianhae. Lain kali saja” jawab Hyukjae berbohong. Sebenarnya ia tidak ada janji dengan Gaein. Jaena menatapnya dengan smirknya saat menyebut Gaein. Hyukjae juga begitu ia juga menatap Jaena.

“Itu Donghae-mu menuju kemari Jaena-ya” kata Michan pelan namun terdengar oleh Hyukjae. Hyuk menoleh dan ia melihat Donghae menuju tempat dimana Jaena duduk. Jaena menatap Hyukjae dan tepat Hyukjae juga menatapnya.

“Aku pergi dulu…..”

Hyukjae beranjak dari duduknya kemudian ia berjalan menjauh dan saat berpapasan dengan Donghae kedua sama-sama melirik satu sama lain.

“Kelihatannya kalian bertambah dekat saja” tanya Sungmin pada Jaena. Jaena tidak menjawabnya. Ia hanya tersenyum. Tapi matanya menatap kedua laki-laki didepannya. Yang satu berjalan mendekat dan yang satu berjalan menjauh.

“Jaena-ya” Donghae duduk didepannya. Duduk yang tadi ditempati oleh Hyukjae. Jaena tersenyum.

“Kau lapar tidak. Biar aku yang traktir” kata Donghae.

“Aku laparrr Donghae-ya!! “

“Aku juga… Shindong-ah… kajja kita pesan makan”

Duo makan kini langsung semangat jika ada yang mentraktirnya. Donghae hanya tersenyum sementara ia menatap Jaena dan Sungmin. Sungmin yang merasa dirinya sedikit menganggu ia sadar ia harus pergi.

“Jaena-ya.. aku pergi dulu. Ada urusan. Nanti kita bicarakan lagi” Jaena mengangguk dan Sungmin kemudian pergi menjauh dari mereka berdua.

“Nanti kau akan mengajakku kemana?” tanya Jaena.

“Rahasia……… nanti kau juga tahu tempatnya. Kau pasti suka”

“Aish kau selalu saja membuatku penasaran!! awas saja jika mengajakku ketempat dimana banyak orang berpacaran. Aku tidak suka tempat seperti itu” jawab Jaena.

Donghae hanya tersenyum. Pria ini bahkan tidak tahu bagaimana menyatakan perasaannya pada Jaena. Cinta yang telah ia pendam sejak pertama bertemu dengan Jaena. Jaena bahkan tidak peka jika Donghae menyukainya. Yang ia tahu. Donghae adalah Sunbaenya sama seperti Sungmin. Hanya saja Jaena memanggil oppa pada keduanya.

“Hyukjae oppa kemana?”

Jaena mendongak disaat ada seorang gadis muncul didepannya dengan membawa dua minuman ditangannya.

“Dia tidak menyusulmu? Dia sudah pergi dari tadi” jawab Jaena pada Gaein. Gaein mendengus kesal. Bagaimana mungkin Hyukjae meninggalkannya seperti ini. Ia kesal.

Jadi Hyukjae pergi tanpa bilang pada Gaein, yeoja-nya ini? Pikir Jaena. Lalu kemana dia?

__oOo__

Hyukjae sudah menghabiskan 2 botol air mineral selama ia berada didalam mobilnya. Menunggu Jaena yang akan pulang bersama. Ia lupa bahwa Jaena ada janji dengan Donghae. Berulangkali ia melihat arloji ditangannya.

“Aish!!Kemana saja dia… sudah baik aku menunggunya. Awas saja!!” kataHyukjae menggerutu. Kemudian ponselnya bergetar. Ada pesan masuk dari Gaein.

Hyukieoppa..kaudimana?

Hyuk berdecak kesal. Bagaimana ia bisa lupa meninggalkan Gaein tadi.

AkusudahadadirumahGaein-ya.Miantadikepalakutiba-tibapusing

Balas Hyukjae pada Gaein. Tentu saja ia berbohong. Ia harus segera pergi dari tempat ini sebelum Gaein menemukannya. Gila. Bahkan ia menghindari gadis yang begitu ia inginkan untuk kembali menjadi yeojanya lagi. Hyukjae Lalu saat mengedarkan pandangannya ia melihat Jaena sedang masuk kedalam mobil bersama dengan Donghae.

“Dia? Jaena?”

Hyuk ingat seketika. Jaena ada janji dengan Donghae. Bahkan ia tidak ingat sama sekali tadi. Bodoh! Rutuknya sendiri.

“Haashhh~ kenapa kau bodoh sekali Hyukjae-ya. Bahkan dia pergi tanpa bilang padamu atau meminta ijin. Apa itu namanya seorang istri” kata Hyukjae kesal.

Seketika ia melajukan Audy merahnya dengan sangat kencang.

Pipppp…Piiippppppp

Hyukjae membuka pintu apartementnya dengan kesal. Menutup pintunya dengan sangat keras.

“Braaaaak!!”

“Hey.. pelan-pelan kalau menutup pintu”

Hyukjae mengedarkan pandangannya dan mencari suara yang sangat ia kenal. Kemudian melihat ada sesosok perempuan yang berdiri tak jauh dari tempatnya kini.

“Soora nuna” Hyukjae terkejut. Kenapa kakaknya bisa masuk kedalam apartemennya?

“Yaaa.. kenapa sendirian? Mana adik iparku.. huh?” kata nunanya dengan lantang pada Hyukjae. Hyukjae lantas memasang wajah datarnya, kemudian ia menuju lemari es.

“Nuna bisa masuk kesini?” tanya Hyukjae mengabaikan pertanyaan nuna-nya tentang Jaena. Kemudian ia mengambil air minum. Menuangkan kedalam gelas dan meminumnya. Kakaknya hanya bisa menggeleng. Kenapa adiknya ini.

“Kau lupa. Yang menyiapkan isi dan perlengkapan disini itu aku. Bodoh!” kata Soora pada Hyukjae. Hyukjae kemudian menatapnya. Ia lupa mengganti kode pin-nya. Bahaya jika sewaktu-waktu kakaknya ini datang tanpa permisi. Sebaiknya ia segera mengganti kodenya.

“Eumm…. Lalu nuna kesini untuk apa?” tanya Hyukjae. Kakaknya menggeleng.

“Pletakkkkkkkkk!”

“Awwwww” ringis Hyukjae ketika kepalanya dipukul oleh kakaknya.

“Heeeii… siapa suruh kau memasang wajah datar tanpa ekspresi seperti itu. Kau itu kenapa. Aku tanya dimana Jaena??” tanya Soora lagi. Hyukjae berusaha mengatur wajahnya agar tidak terlihat aneh didepan kakaknya ini.

“Eumm.. dia ada tugas kelompok dengan temannya. Jadi aku pulang sendirian” jawab Hyukjae berbohong. Kalau ia jawab Jaena kencan dengan lelaki. Bisa-bisa kakaknya ini membunuhnya. Bukan Jaena tapi dia yang akan dibunuh karena tidak pecus menjadi seorang suami.

Hyuk kemudian ia berjalan menuju ruang makan. Dilihatnya banyak makanan disana. Lalu ia memegang perutnya. Entah kenapa melihat banyak makanan ia kembali bersemangat. Sejak menikah dan tinggal bersama gadis kejam itu, Hyukjae bahkan belum pernah makan dengan benar. Jaena tidak bisa memasak jadi ia selalu makan ramen setiap hari.

“Nuna-ya. Kau yang membuat ini semua?”

“Huum… kau makan bersama Jaena. Ne? Nuna ada urusan… kapan-kapan kau ajak Jaena kerumah. Eomma dan Appa merindukanmu dan Jaena.” kata Soora yang kini ada disamping Hyukjae.

Hyukjae sedikit enggan jika bertemu Appanya. Entah kenapa sejak Appanya mulai mengatur masa depannya. Mengatur pendidikan dan melarang Hyukjae menjadi penyanyi dan juga dancer.

Soora memegang pundak Hyukjae. Mengusapnya pelan. Kemudian menatap adiknya ini dengan senyuman.

“Ne…”

“Baiklah aku pulang dulu”

“Eum.. gomawo sudah membuatkan makanan” kata Hyukjae. Kakaknya tahu kalau Jaena tidak bisa memasak. Jadi ia memasakkan makanan buat mereka.

“Nee…. aku pergi…”

“Hati-hati…!!! sering-sering buatkan makanan untuk kami!!!” teriak Hyukjae saat mengantar kakaknya sampai pada pintu. Kakaknya menoleh dan tersenyum pada Hyukjae.

Hyukjae lantas menatap jam ditangannya. Bahkan sejam yang lalu Jaena baru pergi bersama Donghae. Pikirannya kenapa jadi memikirkan saat ia melihat Jaena masuk kedalam mobil bersama Donghae.

“Tidak-tidak!! aku harus hilangkan pikiran tentang gadis kejam itu. Ya Hyukjae-ya sekarang saatnya makan. Ya Ayo makan!”

Hyukjae mengambil mangkok dan akan mengambil nasi tapi pikirannya melayang lagi. Ia teringat kata-kata nuna-nya. Jaena pasti belum makan pikirnya. Kemudian ia menaruh lagi mangkok makannya. Dan mengambil inisiatif untuk makan bersama Jaena. Karena sejak tinggal bersama Jaena ia belum pernah makan bersama.

__oOo__

Hyuk berulangkali menatap jam dikamarnya. Sudah pukul 9 malam Jaena belum juga pulang. Padahal ia sudah sangat lapar. Hyukjae sebenarnya paling tidak bisa menahan lapar. Porsi makannya juga sangat banyak. Ia mendesah pelan. Kemudian berjalan menuju ruang tengah.

Menghempaskan tubuhnya disofa sambil memejamkan matanya. Rasa kantuknya kini sudah tidak bisa ia tahan. “Awas saja kalau kau pulang jam 12 malam. Aku akan membunuhmu Jaena-ya” kata Hyukjae sendiri. Kemudian ia berinisiatif untuk menelpon Jaena.

“Ahh… bisa-bisa aku dianggap mengharapkannya pulang. Anniya!!! “ kata Hyuk sambil menggelengkan kepalanya.

“Tssskkkkkk!!! ayolahhh aku sangat laparr” kata Hyukjae sendiri.

Tinggggggggg!!!!!!!

Hyuk membulatkan matanya ketika ia mendengar bunyi pintu apartement. ‘Jaena’ gumam Hyukjae. Kemudian ia duduk dan memasang wajah normalnya. Tanpa ada ekspresi dan menunjukkan bahwa ia menunggu Jaena pulang.

“Kau sudah pulang” tanya Jaena saat melihat Hyukjae dengan wajah malasnya duduk diruang tengah. Hyukjae melirik sekilas kearah Jaena.

“Menurutmu” jawab Hyukjae ketus. Masih pada duduknya disofa dan menghadap televisi layar datar yang ada diruangan itu. Jaena hanya mengercutkan bibirnya. Kemudian ia melihat meja makan begitu banyak makanan yang tersaji.

Matanya membulat dan bersinar seperti tidak pernah melihat makanan seperti ini sebelumnya.

“Omonaaa~ banyak sekali makanan ini.” kata Jaena. Kemudian ia menatap Hyukjae yang masih dengan wajah kesalnya.

“apa dia belum makan? Kenapa masih utuh? Lalu siapa yang memasaknya?” kata Jaena sendiri.

“Yaaa Hyukjae-ya. Siapa yang memasaknya. Aigoo! Ini sangat lezat” kata Jaena sambil mencicipi sedikit makanan itu. Memang sejak ia tinggal dengan Hyukjae, ia selalu membeli makanan cepat saji.

“Nuna….” jawab Hyuk malas. Jaena hanya mengangguk mengerti. Hyukjae seolah tidak menatapnya padahal ia sesekali melirik kearah Jaena. Kesal itulah yang dirasakannya saat ini. Ia merasa Jaena tidak merasa bersalah pulang larut malam. Membiarkan dia menunggu hingga ia juga belum makan.

Jaena hendak beranjak dari ruang makan dan menuju kamar mereka. Hyukjae yang melihatnya segera bangun dari duduknya dan menghampiri Jaena.

“Kau mau kemana?” tanya Hyukjae.

“mau mandi… aku lelah” jawab Jaena.

“Enak saja. Temani aku makan!!” Hyuk menarik tangan Jaena dan mendudukkan Jaena dikursi. Jaena bingung dengan sikap Hyukjae ini.

“Yaaa aku belum mandi… kau ini-”

“Diam.. dan makanlah. Aku sudah sangat lapar. Kau tahu!!” kata Hyukjae sambil mengambil mangkoknya dan mulai mengambil nasi tanpa memperdulikan ekspresi wajah kesal Jaena.

Jaena menatap Hyukjae kemudian berdecak kesal. Pria ini seenaknya saja menyuruhnya makan. Tapi ia memang lapar juga. Ia belum pernah makan seperti ini bersama Hyukjae. Ia menatap Hyukjae yang kini dengan lahap mulai menyumpitkan nasi dan lauk kemulutnya hingga penuh.

“Kau kelaparan Hyukjae-ya? Issshh~ “

Hyukjae menelan makanannya kemudian menatap Jaena sambil mengunyah beberapa makanan yang tersisa dalam mulutnya yang penuh itu.

“Kau tau tidak!!? Aku menunggumu hanya untuk makan bersama. Sejak menikah dan tinggal berdua denganmu. Aku tidak pernah makan makanan seperti ini” jelas Hyuk.

Jaena sedikit tersentak dengan kata-kata Hyukjae. Menunggunya pulang??Hyukjae menunggu Jaena pulang hanya untuk makan bersamanya. Rela perutnya kosong hanya untuk makan bersamanya. Sedangkan dia bersama Donghae bersenang-senang menghabiskan waktu sore hingga malam. Jaena memang melihat Hyuk sangat menikmati makanan yang dibuat oleh nuna-nya itu.

“Yaaa kau tidak makan?” tanya Hyuk lagi. Jaena mendongak dan menatap Hyukjae. Ia merasa bersalah karena ia belum pernah memasakkan Hyuk makanan. Walau sarapan sekalipun. Payah.

“Sebenarnya aku sudah makan tadi dengan Donghae”

DEG

Debaran jantung Hyukjae kini berdetak kencang dan hatinya berdesir saat Jaena mengatakan nama Donghae. Tidak. Tidak. Hatinya terus saja berkata itu.

“tapi… aku sekarang lapar lagi setelah melihat makanan ini…” kata Jaena tersenyum. Seketika membuyarkan tatapan Hyukjae yang terus menatap Jaena. Manis. Begitulah gambaran wajah Jaena saat tersenyum tadi. Merasa terpesona sedikit ia kemudian berkonsentrasi melanjutkan makannya.

“Kalian berkencan?” tanya Hyukjae tanpa menatap Jaena. Sedikit berat mengatakan pertanyaan itu bagi Hyukjae. Dia tetap pura-pura sibuk dengan makanan didepannya. Jaena berhenti mengunyah dan menatap Hyukjae. Kenapa pria didepannya ini menanyakan Donghae. Padahal selama ini dia termasuk tidak mau tahu dengan kehidupan Jaena.

“Donghae hanya sunbaeku saja. Yaa untuk apa kau bertanya” Jawab Jaena apa adanya. Hyukjae masih belum menatapnya.

“Tidak ada.” jawab Hyuk singkat dan terkesan dingin.

HyukjaePOV

Entah kenapa aku lega saat dia bilang pria itu hanya Sunbae-nya. Tapi disisi lain hatiku berdesir saat dia bilang untuk apa bertanya. Aku tidak tahu harus menjawab apa. Gila. Hyukjae kau pasti sudah gila. Tidak. Tidak.

“Tidak ada”jawabku singkat.

Kulirik dia hanya mengercutkan bibirnya. Lucu sekali, terlihat dia tidak puas dengan jawabanku. Aish!! lalu aku harus menjawab apa?

“mmm..mm Soora Eonni pandai memasak yaaa.. mmmashitaa” kata Jaena dengan mulutnya penuh dengan makanan. Aishh gadis ini bahkan tidak sungkan makan makanan begitu banyak. Apa pria itu hanya mentraktirnya eskrim?

“Yaaa makanmu banyak sekali. Jangan dihabiskan!!!!” pekikku. Dia menatapku tajam. Aigoo!

“Maksudku sisa makanannya bisa kita makan besok” jawabku pelan.

Dia melotot seketika. Yaa! Apa aku salah bicara? Kurasa tidak. Dia-kan payah tidak bisa memasak. Apakah aku harus makan ramen setiap hari? Tidak lucu aku mati muda hanya karena keseringan makan ramen. Tidak ada lagi orang tampan jika aku mati muda -_______-”

“Kau gila!” jawabnya. Lalu kembali menyantap makanannya lagi. Aishh!! baru kali ini aku melihat seorang gadis yang makannya rakus seperti ini. Dia sangat berbeda dengan Gaein yang selalu menjaga sikap bila didepanku. Yaa kenapa aku malah membeda-bedakannya dengan Gaein.

“Siapa suruh kau tidak bisa memasak. Kalau aku mati gara-gara keseringan makan ramen. Kau pasti akan menyesal” kataku dengan melototkan mataku kearahnya.

Sialnya nasibku. Hidup dengan gadis seperti Jaena. Memasak tidak bisa? Yang ada setiap hari dia menyiksaku. Anehnya kenapa banyak pria yang terpesona dengannya. Apa yang dimiliki hingga dia menjerat hati Donghae.

“Ne.. Ara!! aku memang tidak bisa memasak. Tapi kan bukan berarti harus makan ramen setiap hari?” jawabnya lagi tak ingin kalah. Baiklah aku yakin ini akan berakhir dengan pertengkaran lagi. Hidup kami memang selalu dipenuhi dengan kekacauan.

“lalu makan apa?”

“Kita beli saja… kau-kan seorang suami. Seharusnya kau memberi uang untukku. Jadi aku bisa membelikanmu makanan setiap hari” jawabnya.

“Mwo?”

“Eum. Seorang suami itu wajib memberi istrinya uang belanja. Setelah hampir satu bulan mana pernah kau memberiku uang? Huh?”

Aku memutar otakku untuk berpikir sejenak dengan apa yang dikatakannya. Memang benar. Aku tidak akan bankrutkan hanya dengan memberinya kartu kredit?

“Ne.. Ara!!mulai besok aku akan memberimu kartu kredit dan ingat. Kau hanya boleh membelanjakan keperluan untuk kita berdua! Awas saja jika kau menggunakan untuk hal-hal yang tidak penting!” ancamku. Dia hanya mengercutkan bibirnya.

“Kau ini pelit sekali” cibirnya.

Jujur! Aku belum pernah memberikan kartu kreditku atau semacamnya kepada seorang gadis yang dekat denganku atau dia sedang menjadi kekasihku. Tapi Jaena? Entahlah… apa aku?
Hyukjae-ya apa kau sudah gila. Hey! Dia Jaena yang kejam itu kau harus ingat! Ara. Mana mungkin kau tertarik dengan gadis rakus seperti dia. Lihatlah makannya seperti serigala yang belum makan daging selama bertahun-tahun. -________-

“makanmu pelan-pelan!! lihat itu dibibirmu..” kataku.

DEG…….

Tanganku kenapa ini. Tanganku kenapa ada dibibirnya?! Ya Hyukjae-ya. Hentikan ini!! kenapa justru aku yang menatapnya? Dan tepat, Gadis ini juga tengah menatapku. Hyukjae apa ini benar kau. Yaaa jantung, kau bisa tidak diam sebentar. Jangan berdetak terlalu kencang. Nanti gadis ini mendengarnya. Aku pasti malu kalau dia mendengar detakan ini. Aish!

Jaena. Dia bahkan terlalu bodoh untuk berakting. Lihatlah dia sekarang terlihat gugup. Apa Donghae tidak pernah melakukan ini sebelumnya?Aish!! pria itu. Menyebutnya saja aku sudah muak.

Jariku dengan lembut mengusap sekitar bibirnya yang masih berwarna pink itu. Aku menelan ludah sejenak dan menyingkirkan pikiran buruk tentang gadis ini. Jaena diam. Dia tidak berontak sama sekali aku melakukan ini.

“Eumm… aku sudah kenyang” kataku. Aku segera beranjak dari tempat ini. Bukannya apa. Aku takut dia meledekku atau bahkan menertawakanku. Aish! Aku hafal benar sifatnya.

Jaena POV

“Makanmu pelan-pelan!! lihat bibirmu..”

DEG

Tangannya kenapa ada dibibirku sekarang. Yaa!! kenapa ini… ada yang salah dengan sikapnya ini. Ada yang salah. Hyukjae dengan perlahan mengusap bibir bawah dan samping dengan menggunakan jarinya. Lembut sekali. Omona… aku berhenti bernafas saat aku menatapnya dan dia juga menatapku.

Tidak. Apa yang aku lakukan sekarang. Aku malah diam saat jarinya mengusap bibirku. Ya Jaena-ya kau sudah gila. Membiarkan pria jelek ini menyentuhmu? Jelek? Kelihatannya aku salah. Dari dekat sini. Dia terlihat manis. Aigoo!! ini bukan diriku.

“Eum… Aku sudah kenyang..”

Hhhhh… apa katanya? Dia berlalu begitu saja. Aku bisa bisa bernafas lega sekarang. Entahlah tadi sepertinya suasana jadi sangat mencekam. Aigoo!!

__oOo__

Aku mengerjapkan mataku ketika ada sinar matahari pagi yang sangat menyilaukan. Hhmmm aroma ini?? siapa yang sudah mandi? Aku bangun dan melihat Hyukjae sudah siap dengan pakaiannya. Kenapa dia pagi-pagi sekali.

“Kau akan berangkat sekarang?” tanyaku. Melihat dia sudah rapi walau dengan T-shirtnya saja sudah dipastikan ia akan keluar.

“Ne… aku berangkat dulu. Ada urusan sebentar” katanya. Bau parfum ini. Aku sangat suka. Entah mengapa aku jadi menyukai aroma parfum yang ia pakai. Aku menatap pungunggnya yang menjauh dan menutup pintu kamar ini. Kenapa dia? Kenapa tidak berangkat bersamaku. Urusan apa pagi-pagi seperti ini. Apa dia marah? Begitu banyak pertanyaan muncul dibenakku kini. Aku menghembuskan nafas berat untuk menghilangkan pikiran semacam ini.

Yaaa. Jaena-ya, bukannya kau malah senang dia pergi sendiri dan kau juga pergi sendiri?

Aku melangkahkan kaki menuju kamar mandi. Tidak sengaja aku melihat diriku dicermin tempat make up kami. Ya tuhan wajahku buruk sekali saat bangun tidur seperti ini. Hhh…

“Jaena-ya. Kau ini jelek sekali mana mungkin ada laki-laki yang menyukaimu…”

Aku berpikir sejenak. Bukannya Sungmin menyukaiku?

Ahh maksudku pria yang menyukaiku dan aku menyukainya!? …. Dasar kau jelek Jaena-ya. Batinku sendiri. Lama sekali aku tidak kesalon. Terakhir setahun yang lalu. Itupun bersama Jungsoo oppa. Aku ini payah sekali.

“Apa ini?”

Aku mengambil barang yang tergeletak diatas meja. Mirip sebuah kartu. “MWO!!” pekikku.

Kartu kredit… Hyukjae memberiku kartu kreditnya. Hahahah!! aku kira dia bercanda kemarin malam.
“Yaaa.. jangan BOROS!! Arasseo!! atau aku akan menariknya lagi. Gunakan juga untuk keperluanmu”

Begitulah kata-kata yang tertulis dikertas ini. Dasar. Pelit. Hahaha… mimpi apa aku semalam??

“Hahhaha.. Hyukjae-ya. Dasar bodoh!!” kataku sendiri. Tapi apa makanan kesukaannya? Akupun tidak tahu? Soora eonni. Ne, aku bisa meminta bantuannya.

Author POV

“Jadi ini alamat Jaena??” tanya Donghae pada kedua pria didepannya. Kedua pria ini mengangguk.

“Ini foto mereka…” salah satu pria itu memberikan Donghae selembar foto Jaena dan……..

“Pria ini…….. bukankah aku sering melihatnya.. jadi diaa?” Donghae menghentikan kata-katanya. Seolah tahu siapa pria yang ada disamping Jaena.

“Dia bukannya pria kemarin? Ini suamu Jaena!” Donghae mengingat-ingat pria yang bernama Hyukjae itu.

“Kalian tahu siapa pria ini….?” tanya Donghae. Kedua pria ini menggeleng.

“Bodoh! Cari tahu….secepatnya!!”

“baik tuan muda” kata kedua pria tersebut dan pergi meninggalkan Donghae. Donghae meremas kuat foto yang ada ditangannya.

“Jaena-ya. Aku tidak akan membiarkanmu jatuh cinta dengan pria itu” kata Donghae sendiri.

__oOo__

Hyukjae berulangkali mengaca dengan cermin besar didepannya. Dia ada diruang latihan dance bersama Shindong dan teman-teman yang lain.

“Yaaa Hyukjae-ya. Kau ini kenapa berkaca terus” tanya Shindong.

“Apa rambut baruku keren?” tanya Hyukjae dan mengabaikan pertanyaan Shindong.

“Memang sih, kau terlihat tampan dengan style rambut dan warnanya yang sekarang dibanding yang blonde kemarin” jawab Shindong. Hyuk menoleh kearah Shindong dan Shindong mengacungkan jempol untuknya.
“Kau tidak tahu. Diluar sana banyak yang meneriakimu tadi saat tau kau baru saja ganti warna rambut” tambah Shindong lagi.

Hyuk tersenyum kemudian berkaca lagi. (anggap saja style dan warna rambut Hyuk saat SS4INA kemarin). Ia berpikir apakah Jaena akan terpesona dengannya. Dengan style dia yang baru?

“Kau sedang menyukai seseorang ya?” tanya Shindong yang memperhatikan Hyukjae.

Hyukjae menoleh kearah Shindong lagi. Hyuk berpikir mana mungkin menyukai gadis kejam itu. Menyukai Jaena?? sama sekali tidak terpikirkan olehnya. Dasar Shindong mengada-ada. Pikirnya.

“Mwo? Kenapa kau bertanya seperti itu?” tanya Hyuk tidak percaya dengan apa yang Shindong bilang. Wajahnya terlihat terkejut. Shindong hanya tersenyum.

“Terlihat dari kau berkaca dan penampilanmu!!” jawab Shindong. Hyukjae lantas melempar handuk kecilnya tepat mengenai wajah Shindong.

“Yaak!!!” sergah Shindong.

“Rasakan!! seenaknya sendiri menyimpulkan aku menyukai seseorang!” kata Hyuk lagi.

“Apa salah? Bukannya kau menyukai Gaein. Huh!?”

Hyuk berpikir sejenak. Gaein. Bahkan ia tidak mengira kalau Gaein yang dimaksud Shindong. Yang ia kira Jaena yang terlintas dipikirannya. Hyuk menggelengkan kepalanya. Pasti ia sudah gila.

“Shindong-ahhh!!!!!!” teriak seseorang yang sangat khas. Dan Hyukjae sudah akrab dengan suara ini.

“Michan-ah” kata Shindong. Hyuk melihat ada dua yeoya yang sedang berjalan kearahnya. Dan satunya lagi Hyuk sedikit terkejut. Mungkinkah itu Jaena??

“Jaena-ya. Itu kau? Omona~ “ ucap Shindong saat melihat Jaena. Jaena kini berganti warna rambut juga. Ia lebih merapikan rambutnya dan rambutnya jadi coklat yang sedikit terang.

“Hyukie oppa kau bertambah tampan dan keren. Omona!!!” puji Michan dengan senyumnya yang sangat menawan pada Hyukjae. Hyukjae hanya membalasnya dengan senyuman.

“Jaena-ya. Kau juga lain. Omona neomu yeppeo” puji Shindong.

Hyukjae dan Jaena sama-sama menatap dan terkejut. Jaena yang terkejut melihat perubahan Hyukjae. Warna rambutnya kini dan stylenya membuat ia terlihat tampan. Jaena mengakui itu. Ia ternganga melihat Hyukjae yang lain dari biasanya.
“Kenapa dia tampan sekarang” batin Jaena

Sedang Hyukjae. Dia melihat Jaena juga begitu. Gadis didepannya juga lain dengan gaya rambutnya sekarang. Apalagi ia merubah warna rambutnya. Padahal tadi pagi ia melihat Jaena masih ada diatas tempat tidur.
“Gadis kejam ini kenapa terlihat berbeda. Cantik. Yaaa kenapa aku memujinya?” batin Hyukjae.

“Woaaaa kalian sama-sama lain ya hari ini. Sama-sama merubah warna rambut. Atau jangan-jangan-”

“Tutup mulutmu shindong-ah” Kata Jaena menyela apa kata Shindong. Shindong lantas mempoutkan bibirnya itu dan membuat Michan tertawa.

__oOo__

“Kami pergi dulu Hyukjae-ya” kata Shindong pada Hyukjae.

Michan juga melambaikan tangan pada Hyukjae. Tapi tidak untuk Jaena. Ia terlihat biasa saja saat mulai masuk kedalam mobil Sungmin.

Hyukjae menatap mobil Sungmin yang mulai menjauh dari pandangannya. Apakah ia harus ikut dengan mereka? Apa jadinya jika ia ikut. Gengsi?? Arghh Hyukjae merasa frustasi membiarkan Jaena ikut dengan mereka.

Dengan inisiatifnya sendiri ia mengikuti dimana Jaena sekarang. Rumah Sungmin tentu saja ia tahu. Ia pernah bekerja sama dengan Sungmin mengenai acara Dance dikampusnya.

Mobilnya berhenti tidak jauh dari rumah Sungmin yang tertutup pagar. Hyukjae bersandar pada mobilnya dan selalu saja melihat-lihat sekelilingnya. Merasa bosan. Ia memainkan Ipadnya. Bosan lagi, ia menatap ponselnya. Begitu seterusnya hingga ia merasa Jaena sudah sangat lama didalam rumah Sungmin.

Tak lama kemudian Hyukjae melihat Shindong dan Michan yang keluar. Ia menanti Jaena? Tapi kenapa Jaena bahkan belum keluar. Yang ada hanya Shindong dan Michan yang berjalan kaki. Apakah yang dilakukan Jaena didalam dengan Sungmin? Cemas dan kesal itu yang dirasakan oleh Hyukjae.

Berulangkali ia melihat jam ditangannya. Dirasa sudah cukup lama. Kemudian ia mengirimi pesan pada Jaena.

“Cepat keluar!! aku menunggumu sekarang!”

“Haassshh lama sekali dia….” gerutu Hyukjae saat pesannya juga tidak dibalas dan Jaena juga belum muncul. Berbagai macam pikiran buruk kini berputar diotaknya. Entah apa yang dirasakannya saat ini. Yang pasti Hyuk ingin Jaena tidak kenapa-napa dan tetap bersamanya.

Tidak lama setelah ia terus berdecak kesal. Hyuk melihat Jaena keluar dari pagar rumah Sungmin. Jaena mengedarkan pandangannya. Kemudian ia melihat mobil yang tidak asing baginya.

“Yaaa.. kau lama sekali!!” kata ketus itu keluar dari mulut Hyukjae saat Jaena menghampirinya.

Jaena belum menjawab. Ia masih sibuk memperhatikan Hyukjae. Kenapa pria ini menjemputnya dan sejak kapan ia mulai peduli dengan Jaena?? ditambah lagi kini penampilannya membuat Jaena sedikit terpesona oleh Hyukjae.

“Eumm!! aku masih harus mengerjakan laporan” jawab Jaena. Hyuk kemudian menarik tangan Jaena.

“Bukannya kau ada janji dengan Gaein-mu?” tanya Jaena yang ingat katanya Hyuk tidak ikut karena ada janji dengan Gaein.

“Sudah!! cepat masuk!!” kata Hyuk dan mendudukkan Jaena kedalam mobilnya. Walau sedikit terkejut oleh perlakuan Hyukjae. Jaena akhirnya juga menurut tanpa protes darinya. Aneh. Biasanya gadis ini juga berontak dengan perlakuan Hyukjae.

Jaena tersenyum saat menatap Hyukjae dari samping. Entah kenapa ia senang Hyukjae perhatian dengannya. Yaa! Walaupun perhatiannya seperti ini tapi ini sudah cukup.

Saat mobil Hyuk melaju tiba-tiba…………

“Yakk kenapa mobilmu?” tanya Jaena saat mobil Hyuk tiba-tiba sedikit bermasalah.

“Entahlah…. Aish!” jawab Hyuk kesal. Kemudian ia menepikan mobilnya.

“Hassshh.. sudah malam lagi…” gerutunya kembali. Ia turun dan memeriksa mesinnya. Jaena menghampiri Hyukjae yang sedang meneliti mesinnya.

“bagaimana?” tanya Jaena.

“Semuanya baik-baik saja. Tapi kenapa bisa tersendat ya gas-nya?” kata Hyukjae lagi. Jaena hanya mengangguk.

Breeeeeeeessssssss…. Bressssssss………..

“Yaaa… Yaa…!!!” pekik keduanya ketika air hujan mulai jatuh dengan tiba-tiba dan sangat deras. Hyukjae menutup mesinnya dan kemudian menarik tangan Jaena menuju tepian toko yang ada disekitarnya.

Keduanya duduk dikursi panjang yang ada didepan toko ini. Lebih dari cukup untuk mereka berdua. Kondisi mereka cukup basah karena harus berlari tadi.

“Yaaa kenapa tidak didalam mobil saja. Ishh!” gerutu Jaena. Hyukjae hanya bisa menatap mobilnya.

“Yaa.. aku tadi tergesa-gesa, Bodoh. Lagian kau juga menurut aku ajak kesini!” jawab Hyuk tak mau kalah. Merasa tidak ada untungnya berdebat dengan Hyuk. Jaena mengalah saja. Ia capek jika terus-terusan bertengkar.

“Hiiiisssshh!!!” Hyukjae sedikit kedinginan. Kemudian ia menatap Jaena. Gadis disampingnya juga begitu. Ia tampak kedinginan. Jaena hanya memakai tshirt panjang saja tanpa menggunkan jaket. Dan Hyukjae bisa melihat jika kaos Jaena ini sudah basah. Sehingga memperlihatkan bagian tubuhnya.

“Aigoo! Sampai kapan kita disini” tanya Jaena dengan mendekap tubuhnya sendiri…melihat hujan yang begitu besar dan jalanan mulai tampak sepi.

“Pakai ini..” Hyuk menyerahkan jaketnya pada Jaena.

“Tidak perlu. Kau-kan juga kedinginan” Jaena menolaknya. Kemudian Hyuk menatap lagi Jaena. Sungguh ia tidak ingin melihat gadis ini seperti sekarang. Aigoo! Pikiran lelaki normal kini muncul diotaknya.

“Heii kau mau aku melihat pakaian dalammu itu, huh!” kata Hyuk sambil menyerahkan jaketnya. Tanpa menoleh lagi kearah Jaena.

Jaena tersadar kemudian ia menatap tubuhnya dan ia melihat memang benar. Aigoo! Betapa malunya Jaena saat ini. Dengan jelas gambaran bra-nya terlihat karena kondisi kaos putihnya yang basah. Dengan sigap ia meraih jaket Hyukjae dan memakainya sendiri.

“Gomawo..” kata Jaena pelan. Hyuk hanya diam. Ia tidak perlu menjawabnya. Hujan semakin deras saja. Ditambah suasana malam ini membuat Hyukjae pesimis ia akan pulang. Ditambah lagi mobilnya yang rusak.

“Kau kedinginan?” tanya Jaena saat melihat Hyuk mendekap dirinya sendiri dengan tangannya. Kaos tipisnya tidak mampu menahan dinginnya udara malam ini akibat hujan juga kaosnya kini setengah basah.

“Ne..” jawab Hyukjae. Jaena kemudian mendekat kearah Hyukjae dan menyimpangkan jaketnya.

“Kita berbagi saja..” kata Jaena yang kini ada disamping Hyukjae. Hyuk menoleh, gadis ini sudah sangat dekat dan membagi jaketnya dipundak Hyukjae. Jaena tersenyum kemudian menatap kedepan.

DEG

Debaran hati keduanya sangat keras ketika lengan mereka saling bersentuhan. Kulit mereka yang dingin dan bersentuhan satu sama lain membuat mereka sedikit tersentak oleh keadaan ini.

“Kenapa tidak ada taxi… sama sekali” gumam Jaena menatap jalanan yang tampak sepi dan mengalihkan suasana. Ia tidak sadar Hyukjae menatap wajahnya dari samping. Tiba-tiba…

Duarrrrrrrrr!!!

Suara petir menggelegar dan membuat Jaena terkejut saat itu juga. Tanpa sadar ia memeluk tubuh Hyukjae disampingnya, sambil memejamkan matanya. Takut. Itulah yang dirasa Jaena saat ini. Hyukjae juga begitu. Ia juga membalas pelukan Jaena saat mendengar bunyi petir tersebut.

Saat keduanya sadar mereka berpelukan. Jaena membuka matanya dan melepas pelukannya. Ia mendongak dan menatap Hyukjae. Tangan Hyuk bahkan masih ada dipinggangnya.

Tidak ada kata-kata dari mulut Jaena saat itu. Kemudian ia memalingkan wajahnya dan hendak menjauhkan diri dari Hyukjae. Tapi kemudian tangan Hyukjae malah menarik tubuh Jaena semakin mendekat ketubuhnya.

“Aku butuh sedikit pelukanmu Jaena-ya” kata Hyuk dengan bibirnya yang biru akibat kedinginan. Jaena menatap Hyuk dan juga sebaliknya. Tatapannya Hyukjae sangat teduh. Sepertinya ia memang membutuhkan pelukan untuk menghangatkan suhu tubuh mereka.

Tanpa kata-kata lagi Hyuk membenamkan dagunya dibahu Jaena. Dengan tangannya memeluk tubuh Jaena. Entah apa yang ada dipikiran mereka masing-masing. Mereka kini sibuk memikirkan kenapa mereka menjadi dekat seperti ini. Jaena perlahan juga membalas pelukan Hyukjae dan membiarkan wajahnya ada didepan dada Hyukjae. Hangat. Nyaman. Itu yang dirasa oleh keduanya.

“Biarkan dulu seperti ini…….kau tidak keberatankan?” gumam Hyukjae.

Matanya terpejam menikmati pelukan ini dan menghirup aroma tubuh Jaena. Jaena menganguk pelan dan ia juga memejamkan matanya menghirup aroma parfum Hyukjae yang masih melekat. Aroma yang ia sukai.

Hyukjae tersenyum kemudian ia mulai merapatkan pelukannya kembali. Jaena merasakan lain dari pelukan Hyukjae. Ini memang pertama kalinya mereka berpelukan. Tapi rasanya tidak ada kecanggungan. Yang ada adalah kenyaman.

“Yaa Tuan Nona bangun………..”

Hyuk dan Jaena mengerjapkan matanya saat sinar matahari pagi mulai menyinari pagi ini dan membuat mata mereka sedikit silau. Hyuk masih belum bisa membuka matanya. Dan Jaena merasa sedikit berat ditubuhnya. Saat Jaena berusaha bangun ia sangat terkejut…….

“Yaaa… Ige mwoyaaa!! Hyukjae-yaaa bangun!!!!!!!!!!! kau menindihku!!” teriak Jaena histeris.

=TBC=

Hiaaaaaaaa~~ Part 14 yang aneh!!hancurrr… tidak sesuai harapan. Okelahhh yang pasti saya sudah berusaha. Semoga tidak mengecewakan. Semoga saja *cipok Hyuk

115 thoughts on “FF “Secret Married” Part 4 [Eunhyuk-Jaena]

  1. I’m first,
    thor aku suka bgd am jln ceritanya smga ajh hyukjae dan jaena bs cepat saling jatuh cinta,
    Thor ditunggu yh part selanjutnya,,,:’)

  2. wowww,, hyukie oppa jgn2 suka nieh sama jaena,, ntar si gaein nya mau dikemanain bang ,,

    tambah seru aja eonni aku suka #lebehdah

  3. Wuuoooooo akhirnya part 4 muncul juga…
    teteup ya Hyukie malu2 tapi mau kekeke…
    lanjut thor,ditunggu part 5nya
    Hae bakal ngelakuan apa ya ke Hyukie *Cemas

  4. Omonaaa..
    HyuKppa sUdah main tIndih” z..
    kkeke

    peNasaran keLanjutannya..
    Cepet di Posting ya Chingu-ya..
    hhehe

    figHtingg 8)

  5. Mood eonni lagi buruk aja hasil.ny udah keren kaya gini apalagi kalo mood.ny lagi baik😀
    ya apalagi yang bakalan hae rencanain tuh ?
    Hahaha hyuk nindih.n jaena ?wahwahwah pasti mereka malu banget tuh apalagi ditempat umum. Next part.ny ditunggu banget eonn

  6. Cie, cieh…kayanya mereka berdua udah mulai ada ‘rasa’ nih…!!^^

    ffmu dabak, eon…Ceritanya makin seru…pnasaran sama part 5nya, ayo cepat d lanjuut!!🙂

  7. Haha…saking asiknya berpelukan sampai ketiduran kaya gitu,emang pasangan yg lucu,aigo…masa sampai sekarang mereka ga nyadar juga klw mereka saling suka bener2 deh ni pasangan.ottoke hae oppa udah tau siapa suami jaena apa yg akan dilakukan hae oppa selanjutnya yah?

  8. Bagus banget ceritanya~ Ngebut nih bacanya dari part 1~~ commentnya jadi satu aja gapapa ya thor hehe ^,^
    Suka deh epep yg genrenya begini
    Part 5 nya ditunggu, okeh!!

  9. .akh ..
    .hampir ajja ketahuan .. Fiuhhhh .. /Lap keringet
    .Michan , qta bersekutu . Qta ANTIS x Gae In .. /High Five with Michan , kkkkk~
    .tendang Gae In .. /tuinggggg
    .akh .. Yg sdah main deg”an .. Cemburu x udch muLai trasa ..
    .Haeppa Licik akh .. (d FF ini doang) ..
    .cieee .. Hujan”an , peLuk”an .. Mau donggggggggggg ..
    .eh ? Knf posisi x jdi nindih ???? Kkkkk~
    .Lanjuttttttt …

  10. Ъªќ ancur qo thor,,, keren ach menurt ku,
    Mff bru smpt coment,,,
    Penasaran part selanjutnya,,,, cept baca- cepet baca….#hihihi

  11. KERENNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN !!!!!!!!!!!!!
    ini ff faforit aku !!!!!!!! ngak bisa di ungkpkan dengn kata kata T.T melting mendadak

  12. hyukjae n Jaena tingkah mereka tanpa sadar udah saling butuh satu sama lain n hyuk perasaan y makin kuat ja nih…..
    donghae akhir y tau deh siapa suami Jaena,,,, bakal bertindak apa ya donghae..????

  13. Wah hyuk-na udah mulai ga canggung lagi waktu skinship..
    Kyanya dua2nya udah mulai saling jatuh cinta..

    Lanjut baca ^^…

  14. Itu gimana ceritanya , awalnya kan mereka pelukan terus kok tiba2 eunhyuk menindih jaena .
    Dasar eunhyuk mencari kesempatan dalam kesempitan

  15. keren buuaaannggeettt eon…

    mudah mudahan mereka cpt sadar ama perasaannya masing masing…

    Hyuk-Na fighting …!!!

  16. Wahh… Benih cinta udah mulai tumbuh nih d antara mrka br2….
    Smakin romantis….ehehehe…
    Blon ad adegan kisseunya yh…#plaakkk😛
    Q kira ada, melihat hyukie udh kedinginan ampe bibirx biru gitu…*yadong kumat..

  17. Hwaa hyukie kalapp!?!
    Inget hyuk kalian msih di depan toko tempat umum..

    Emm thorr?? Itu di note u part 14? Ini bukan’a part 4 ya? Apa aq salah buka??

    Next part ..😉

  18. Ciee pada berubah nih penampilan jaena & hyuk..ada apa ya…wahduh itu mereka ketiduran di depan toko, aigooo ga sadar apa mereka ampe tidur nyenyak gitu di depan toka..ahh semoga donghae ga punya niat yang jahat ma pasangan baru ini..haepa cari cwe lain aja,jae dah untuk hyu..

  19. Ohhh kyagnya uda mulai ada progres perasaan ke tahap selanjutnya🙂 hahhh abis ini si couple ikan dan monyet bkal saingN buat dapetin jaena dehh kyag nya

  20. Eonni, aku sedih. Disini kenapa dongahe oppa jahat banget siiihh??
    Secara doi bias aku, agak gak terima gitu karakter dia disini jahat, dan terobsesi bgt sm jaena..
    Tapi aku suka sm couple hyuk-jaena. Mereka lucuk.
    Sering bertengkar, tapi pas ada adegan romantis mereka gak canggung.
    Malah merasa nyaman satu sama lain.
    Omonaaaa… Itu di pinggiran toko semaleman???
    Ckckck… Nasib mobil hyuk oppa gmn tuh??

  21. Hoho…hyuk n jaena mpe ktduran..wkkk
    mn sm“ ubah cat rmbut pula..ciiieeee.
    lm“..hyuk mrsa kesal n cmbru liat jaena breng nmja laen??!!

  22. itu jodoh kali ya ,, tau tau sma sma mengganti warna rambut ,, eciee ,, waduh hyukjae nindih jae na ,, kyaa ,, tiduran di depan toko tuh ,, mesra nya ,, wkwk ,, next read

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s