Rules!!

THIS IS!!! My Blog, My Stories!!!!! Okey… tidak muluk-muluk… sepertinya saya akan memberi ketegasan disini mengenai beberapa HAL! Saya menyadari bahwa memang TULISAN saya tidak seperti yang kalian harapkan, TIDAK SEPERTI AUTHOR Favorit kalian… Yang memang sangat bagusssss sekali cerita dan tulisannya. Tapi, beda orang, beda gaya, beda ciri kas?? Disini Blog saya, HAK SAYA, […]

About Password!!

Perhatian Untuk PASSWORD FF!!! Tidak seperti BIASANYA, saya memberikan PW untuk FF yang DIPROTEKSI dengan menebak sendiri ya PW-nya. ALASANNYA adalah…….. Saya capek!! Jujur! Selalu harus tanya, User name buat komen di FF nc yang pernah aku kasih PW. Tetap aja BANDEL! Format tidak sesuai. -_-” Kali ini, PW-nya tidak menginbok fb saya yaa.. bagi […]

Welcome to YY Playroom^^

  Annyeong~ Kyaaaaaa~ Selamat Datang Bagi kalian yang tidak sengaja nyasar dan nyangkut di blog yang aneh ini…. Yesung-Yura Playroom Jangan Heran kalau FF disini  semuanya ANEH!!! Ya  sesuai dengan yang punya nama, Yesung=Aneh *plakkk ditampar bibir yesung * Belum kenal saya? Ingin tahu? Klik Aja About Me   Dilarang Keras Copy Paste FF Disin!!!!

FF “Nothin On You” Part 16 [Kyuhyun-Channie]

1379664_1436110683298816_1295619757_n

FF “Nothin On You” Part 16 [Kyuhyun-Channie]

Story by Deani [@yesungcharger]

Cast : Cho Kyuhyun, Park Channie.

Ratting : NC-21

PS : TYPO!

Part 16

Pria ini masih mengumbar senyum senang sambil menikmati pelukan dan ciuman wanita-wanita di sampingnya sedari tadi. Dia hanya ingin menikmati kebahagiaannya karena ia sukses membunuh Doo Joon dan juga jejaknya tidak akan diketahui oleh pihak berwajib.

Rencananya setidaknya sukses. Karena Kyuhyun tidak akan mempunyai bukti untuk menjeratnya.

Cho Kyuhyun. Pria sombong dan bodoh itu tidak mungkin bisa membuatnya jatuh.

Kemudian ia merasakan ponselnya bergetar oleh panggilan.

“Ya.” sentaknya.

“Sir. Orang suruhan anda yang membunuh Doo Joon tertangkap oleh anak buah Kangin, dan pasti Kyuhyun akan mengintrograsi mereka.” ujar sekretaris Wong ini.

“Apa kita perlu mengirimkan penyusup untuk membunuh mereka secepatnya.” lanjutnya lagi.

“Oh, aku sudah tahu. Kau bodoh sekali. Mereka sudah aku ancam, keluarga ada dalam genggamanku. Mereka akan memilih mati. Kau tenang saja aku tidak akan membuang uang untuk mengirimkan penyusup untuk membunuh mereka. Mereka sendiri yang akan mati.”

“Maksud anda Sir?”

“Aku sudah memberi mereka minuman.” sahut Gong Shu, dengan senyum licik.

“Jadi minuman yang anda sediakan untuka mereka minum adalah…”

“Ya. Hahahaha.” tawanya menggema. Orang yang membunuh Doo Joon akan tewas mengenaskan setelah ini. Mungkin sebelum Kyuhyun mengintrogasi mereka.

Di tempat lain. Sekretaris Wong, juga tersentyum licik di wajahnya.

“Tertawalah. Karena besok kau akan menangis dan akulah yang akan menertawaimu.”

***

Channie semakin mengeratkan pelukannya pada leher Kyuhyun. Keringat sudah membasahi tubuhnya. Bibirnya sulit terkatup karena tangan Kyuhyun yang bergerak di setiap lekuk tubuhnya membuat tubuhnya bereaksi, panas.

“Channie…” bisik Kyuhyun saat bibir basahnya ada di samping telinga Channie.

Mengalirkan berjuta volt listrik ke seluruh tubuh Channie ketika nafas panas Kyuhyun menerpa kulit lehernya. Ya, Tuhan.

“Aku mohon. Cho Kyuhyun. Biarkan aku datang.” pinta Channie dengan nafasnya yang memburu dan kini Channie mendaratkan bibirnya pada leher Kyuhyun. Menciumnya dan seketika itu membuat Kyuhyun mengerang karena perlakuannya.

Ia senang bisa membuat pria ini terpengaruh.

“Bibirmu, Channie.” erang Kyuhyun saat bibir Channie masih menciummi leher dan tengkuk Kyuhyun bergantian untuk mengalihkan kenikmatannya yang tertunda.

Ia sempat mendengar umpatan Kyuhyun dengan nafasnya yang memburu ketika ia menghisap kulit leher putih Kyuhyun. Tidak lama kemudian jemari Kyuhyun yang ada di sensitifnya bergerak semakin cepat menusuk lebih dalam, memutar dan salah satunya jarinya menekan clitnya yang membuat kepalanya pening.

Tubuhnya menegang.

“Ya, sayang. Keluarkan.” desah Kyuhyun yang membuatnya hilang kendali karena gairahnya sudah tidak bisa di tahan. Channie bahkan tidak merasakan tubuhnya berpijak. Sejak kapan kedua kakinya bahkan melingkar sempurna di pinggang Kyuhyun.

Kyuhyun menggunakan satu tangannya untuk menekan pantat indahnya, membuat Channie menggeliat dan merasakan jemari Kyuhyun karena dorongan tubuhnya sendiri. Pandangan matanya berkabut dan ia merasakan pelepasan yang sangat intens dan membuatnya kehabisan nafas.

Kyuhyun mengecup puncak kepalanya kemudian mengusap dahi hingga pelipisnya yang berkeringat saat ia masih menikmati sisa pelepasannya.

“Waktunya tidur.” gumam Kyuhyun sambil mengecup permukaan bibir Channie.

“Ap—apa?” Channie tidak percaya kalau Kyuhyun ingin tidur setelah ia…

Ini gila. Channie bahkan bisa merasakan milik Kyuhyun yang masih mengeras menekan sensitifnya karena posisi tubuhnya dan Kyuhyun yang memang seperti orang bercinta.

“Kyu—Kyuhyun kau tidak…” Channie menatap Kyuhyun dalam-dalam. Terlihat jelas dalam sorot mata Kyuhyun masih ada gairah untuknya. Apa ia harus meminta.

“Baik, kalau aku memohon bagaimana.”

“Bukan masalah itu Channie. Sudah kubilang kalau kau memohon… akan aku pikirkan. Tapi kau pasti ingat alasan lain selain memohon.” jelas Kyuhyun dengan nafas beratnya. Tatapannya menyala-nyala menatap bibir Channie yang terbuka dan sangat menggodanya.

Brengsek. Channie menggeliat hingga membuat miliknya terasa…nyeri dan nikmat dalam bersamaan.

Sebenarnya ia memang tidak bisa menahan gairahnya untuk segera bercinta dengan Channie. Tapi, bukankah ia telah meminta Channie untuk mengungkapkan alasan apa ia berbohong pada Kyuhyun setelah itu barulah, ia mau?

Padahal, Kyuhyun sudah jelas tahu alasan apa. Karena sudah dua kali Channie mengatakan kalau dia mencintai Kyuhyun.

Channie merengut menatap Kyuhyun yang masih ingin tahu alasan kenapa dia berbohong. Ya, Tuhan. Sudah jelas, ia mengucapkannya beberapa jam yang lalu saat dia berpura-pura tidur. Kyuhyun sepertinya ingin bermain-main dengannya.

Baiklah, Cho Kyuhyun. Sepertinya membuat seorang suami puas, bukan hal yang memalukan.

Membuang jauh-jauh gengsinya. Channie ingin membalas kepuasaan yang sudah berikan untuknya. Semoga dengan ini, Kyuhyun tahu dia begitu berarti bagi Channie.

“Channie apa.” ucap Kyuhyun terkejut saat Channie turun dari gendongannya.

Channie hanya tersenyum simpul. Senyum yang membuat hati Kyuhyun menghangat. Kyuhyun menarik tengkuk Channie dan mencium bibir Channie, kemudian yang ia rasakan adalah pergerakan tangan Channie di bagian celananya yang mengetat.

Ia mengerang dalam ciumannya dengan Channie saat bibir Channie menekannya dan membuatnya memperdalam lumatannya. Melahap bibir Channie dengan lapar. Membelit lidahnya dengan lidah Channie. Merasakan candu dalam bibir Channie yang tiada habisnya.

Channie merasakan tubuhnya terhimpit di dinding hingga ia tidak bisa bergerak kemana-mana lagi. Ciuman Kyuhyun setelah lama menunggu sedari tadi hanya melakukan pemanasan tanpa ciuman bibir Kyuhyun pada bibirnya membuatnya juga sangat menikmati lumatan yang cukup panas ini.

Tapi, ia ingat. Memuaskan Kyuhyun adalah hal utama kali ini. Ia tidak ingin egois, Kyuhyun membuatnya melayang walau Kyuhyun menginginkan bercinta tapi harus ada syarat terlebih dulu, ia ingin membuat pria ini merasakan kenikmatan juga. Apalagi hawa panas dan tubuh mereka yang berlebur dengan keringat membuat gairah ini tidak bisa dihentikan begitu saja.

Kyuhyun merasakan celana panjangnya sudah terlepas dari pinggangnya dan kini juga celana dalamnya. Ya, Tuhan. Ciuman Channie bisa menghilangkan kesadarannya.

“Channie…” gumam Kyuhyun di sela-sela ciumannya. “Apa yang kau—“

Channie membungkam mulut Kyuhyun dengan menciumnya sekilas kemudian dia menundukkan tubuhnya. Kyuhyun terkesiap saat ia merasakan getaran hebat dalam tubuhnya ketika miliknya di sentuh oleh jemari lembut Channie.

Kyuhyun mengerang dalam tenggorokkannya kini mulut dan tangan Channie dengan cepat pada miliknya.

Kyuhyun hendak menarik Chanie menjauh, tapi pikiran, hati dan juga tubuhnya berlawanan ide. Apalagi nafasnya yang mulai memburu ketika Channie memainkan lidahnya. Ya, Tuhan…

“Ch—Channie,” desah Kyuhyun, maksudnya ingin melarang Channie tapi tangannya malah terulur untuk menarik kepala Channie agar lebih mendekat. Membelai rambut Channie yang terurai berantakan membuat Channie tampak semakin seksi dengan posisi yang seperti ini.

Sialan, bibir sialan Channie membuat jantungnya berdebar keras, matanya berkabut oleh gairah dan keringat semakin keluar dari pori-pori kulitnya.

Kyuhyun terengah-engah.

“Channie, sudah-sudah.” racau Kyuhyun tidak mau membuat Channie merasa jijik atas apa yang ia lakukan sekarang. Walau ia tahu, Channie tidak merasa seperti itu.

Tapi, Channie tidak menghentikan begitu saja. Ia menuruti apa kata hatinya.

Mendengar erangan dan nafas Kyuhyun yang memburu serta menatap sekilas pada Kyuhyun saat mata pria itu terpejam karena kenikmatan yang ia ciptakan ditambah lagi bibir seksi Kyuhyun yang terbuka, membuat sensasi lain pada tubuh dan ia semakin bersemangat untuk memberi kepuasan pada Kyuhyun.

“Damn, Channie.” bisik Kyuhyun serak merasakan bibir lembut serta lidah Channie yang kian membuatnya terus mengerang sedari tadi.

Kyuhyun tidak pernah segila dan merasa senikmat ini sebelumnya. Hal ini berulangkali ia katakan pada dirinya sendiri, bahwa saat mulut Channie ada di miliknya itu tidak pernah ia rasakan pada partner seks- atau wanita yang ia tiduri sebelumnya. Tidak akan pernah ada selain Channie-nya. Walau ini bukan yang pertama Channie melakukan untuknya, tapi tetap saja sensasinya selalu berbeda.

Dia tidak akan melepaskan istrinya ini. Dengan alasan apapun. Tidak akan. Channie sangat berbeda, dengan kepolosan dan ketulusan hatinya, ia rela melakukan oral padanya, membuat hati Kyuhyun tersentuh. Jantungnya terus saja berdebar kencang. Ia merasa sangat-amat dicintai oleh Park Channie.

Tubuhnya menegang dan kaku.

Channie tahu, Kyuhyun akan datang, ia akan bermain sedikit pelan. Menggoda Kyuhyun apa salahnya. Melepas bibirnya dan diganti dengan jemari lentiknya, membuat Kyuhyun membuang nafasnya kasar.

Channie mendongak sekilas, dan Kyuhyun juga tepat menatapnya. Tatapan Kyuhyun menggelap dan sendu, dipenuhi oleh gairahnya akan kepuasan yang tertunda.

Itulah rasanya diulur-ulur Cho Kyuhyun. Begitulah arti tatapan Channie padanya. Membuat Kyuhyun mengatupkan rahangnya keras.

“Channie kau…” bisik Kyuhyun dengan gemas. “Shit!!!” umpat Kyuhyun saat tiba-tiba bibir Channie kembali menggantikan peran jemarinya.

Hingga Kyuhyun merasakan pening dan pandangannya semakin mengabut. Tubuhnya kembali kaku dan ia tidak mau cairannya keluar saat bibir Channie di sana.

“Oh, God! Channie, Stop it!” racau Kyuhyun berusaha menarik Channie, “Channie sayang, hentikan.” lanjutnya terengah-engah. Dengan tenaganya yang tersisa, ia berhasil menarik tubuh Channie.

Channie merasa punggungnya terhempas ke dinding, hingga ia sedikit mememik tapi setelah itu ia merasakan bibir Kyuhyun menekan bibirnya dengan keras. Melumatnya dengan cepat dan penuh hasrat. Membelit lidah satu sama lain. Tangan Kyuhyun bergerak ke pantat indahnya, meremas dan menekankan ke tubuh Kyuhyun hingga tidak ada celah diantara tubuh mereka berdua.

Channie yang tubuhnya terhimpit oleh tubuh Kyuhyun, ia merasakan milik Kyuhyun yang mengeras menusuk pinggulnya kemudian tidak lama setelah ciuman liar dan tergesa-gesa ini, ia merasakan tubuh Kyuhyun yang bergetar dan erangan yang tertahan di tenggorkannya.

Kyuhyun dengan cepat melepas tautan bibirnya bersamaan dengan Channie merasakan cairan hangat membasahi gaun tidur tipis dan juga pahanya. Kyuhyun menarik wajahnya dan menunduk sedikit untuk menenggelamkan wajahnya pada lekukan leher Channie.

Kyuhyun terengah-engah. Ia masih menikmati sisa kenikmatan pelepasannya yang luar biasa intens. Membuat tubuhnya seakan tidak punya tenaga.

Ini gila. Setelah sekian lama, ia menahannya. Channie membuatnya sangat istimewa. Mengecup permukan kulit leher dan bahu Channie, serta menghirup aroma tubuh dan sisa parfum Channie, membuat sensasi kenikmatan pelepasan ini terasa sangat indah. Sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.

Nafas Kyuhyun terasa hangat dirasakan oleh Channie. Dada pria ini juga masih naik-turun. Channie mengeratkan pelukannya di leher Kyuhyun dan mengusap rambut suaminya dengan lembut. Ia tersenyum simpul dan mengecup pelipis Kyuhyun. Posisinya masih sama, belum bergeser sedikitpun. Seakan Kyuhyun masih enggan melepas pelukan eratnya.

Setelah detakan jantungnya berangsur normal dan nafasnya juga tidak seberat tadi, Kyuhyun mendongak untuk menatap wajah cantik Channie yang kini berkilau karena keringat yang sedikit membasahi, membuat istrinya ini lebih terlihat Cantik dan tentu…membuatnya bergairah.

“Terima kasih.” bisik Kyuhyun di depan bibir Channie kemudian mengecupnya singkat.

Channie merasakan panas di wajahnya. Ia tidak tahu, hal yang ia lakukan bisa membuat Kyuhyun seperti ini. Terlihat puas, bahagia itulah yang terpancar dari sorot mata Kyuhyun padanya.

Belum Channie menjawab Kyuhyun menarik tubuhnya ke dalam pelukannya. Memeluknya erat penuh kasih sayang. Seakan menyalurkan perasaannya yang terdalam.

“Terima kasih, sudah hadir dalam hidupku.” gumam Kyuhyun sambil mengecup pelipisnya.

Mata Channie memanas mendengar ini. Ia hanya mengangguk. Tidak mau Kyuhyun mendengar suara seraknya karena menahan tangisnya. Seharusnya ia yang berterima kasih pada Kyuhyun karena sudah memberikan kebahagiaan dan rasa cinta padanya.

Channie merasakan tubuhnya terangkat. Kyuhyun membawanya ke dalam kamar mandi.

“Mandi, Channie.” tatapan Kyuhyun panas membara padanya.

Ya, Tuhan pria ini…

Kyuhyun menurunkannya di bawah shower, kemudian mencubit pipinya yang memerah karena memikirkan ia akan bercinta di kamar mandi.

“Hanya mandi.” tegas Kyuhyun dengan matanya yang menggelap. “Kau tidak mau kan, tidur dengan keadaan lengket bekas…” pandangan Kyuhyun turun ke pahanya.

Okey. Kita lihat saja, Channie, apa kau dan Kyuhyun sanggup mandi tanpa bercinta.

***

Donghae menyingkirkan anak rambut yang menutupi dahi bocah kecil yang tertidur di pangkuannya. Senyum terkembang simpul di bibirnya mengamati wajah polos bocah ini. Ia juga tidak menyangka kalau dengan Jino—nama bocah laki-laki— yang baru dikenalnya seminggu yang lalu sangat senang akan kehadirannya. Menundukkan sedikit kepalanya, Donghae mendaratkan bibirnya di dahi dan pipi Jino yang masih tertidur pulas.

Terdengar derap langkah mendekat ke arahnya.

“Cepat sekali dia tidurnya.” ucap seorang wanita yang kini membawa nampan berisi makanan dan juga cemilan.

Donghae mendongak dan tersenyum bangga karena dia bisa menindurkan anak kecil dengan belaian tangannya. Ini pengalaman pertamanya.

“Padahal Jino biasanya tidak pernah tertidur kalau menonton kartun kesukaannya ini.” lanjut wanita ini sambil meletakkan nampan di meja dekat sofa yang Donghae duduki, kemudian ikut bergabung duduk di sebelah Donghae.

“Mungkin dia lelah karena bermain seharian.” sahut Donghae.

“Mungkin saja, tapi dia sepertinya menyukaimu. Setiap hari bahkan Jino selalu menanyakanmu.” gumam Dokter Shin, wanita itu kini menatap putra semata wayangnya dengan tatapan sendu.

Tangan Donghae tergerak untuk menarik kepala wanita itu untuk bersandar di pundaknya dan membelai lembut punggung Dokter Shin, memberi ketenangan.

“Apa Momminya juga menyukaiku?” balas Donghae dan membuat wanita ini langsung menatapnya. Donghae juga membalas tatapan wanita ini dengan tatapan seriusnya.

Donghae kini berada dalam apartement Dokter Shin. Sebenarnya, ia hanya berencana untuk mengantarkan Dokter Shin pulang karena ada sedikit pekerjaan yang harus ia lanjutkan. Tapi, Jino tiba-tiba memintanya untuk menonton kartun kesukaannya. Jadilah ia tidak bisa menolak permintaan Jino ini. Sepertinya acara Donghae mengajak Ah Young dan Jino pergi ke taman bermain kemarin lusa membuat Jino merasa mendapat perhatian dari orang baru yang menyayanginya.

Shin Ah Young… wanita ini yang memang menyita pikirannya akhir-akhir ini. Dan tetap membuatnya berdegub kencang saat berdekatan dengan wanita ini.

Mengenai Jino. Bocah laki-laki yang berusia 3 tahun, sangat lucu dan menggemaskan. Donghae awalnya memang terkejut saat tahu Ah Young mempunyai seorang putra. Tidak mungkin wanita secantik dia menjanda di usia muda. Ternyata Ah Young mengadopsi Jino saat dia baru lahir karena ibunya meninggal dunia dan dari cerita Ah Young, Jino itu hasil dari hubungan gelap. Keluarga ibu Jino juga sepertinya tidak menginginkan adanya anak dari putrinya yang hamil di luar nikah. Sehingga Ah Young yang memang menangani kelahiran Jino, merawat Jino yang masih bayi merah hingga sekarang.

Ah Young mengerjapkan matanya gugup. Ia memang bisa mengerti sikap Donghae akhir-akhir ini padanya. Setelah kejadian di rumah Cho Kyuhyun yang membuatnya tidak sadarkan ini. Pria ini terang-terangan menunjukkan sikap manisnya serta perhatian untuknya.

Tapi, Donghae juga pernah menceritakan kalau dia tidak mungkin untuk jatuh cinta setelah pengalaman buruk dan sakit hatinya pada seorang gadis yang mengkhianatinya di saat ia sudah serius untuk menjadikan gadis itu istrinya. Bukankah kau juga mempunyai pengalaman sama, karena calon tunanganmu secara halus memutuskan hubungan karena mengetahui dia tidak bisa menerima Jino, padahal awalnya calon tungananmu dulu juga menerima Jino saat Jino masih berusia satu tahun?

Dia menepis kenangan buruknya itu dari pikirannya.

Ah Young kemudian berusaha tersenyum, “Bercandamu tidak lucu. Ini Minumlah—“

“Aku tidak bercanda, Youngie…” potong Donghae dan tatapan tidak pernah lepas menatap dari Ah Young. Jantungnya kini tidak bisa ia kendalikan lagi detakkannya. Ya ampun, pasti Ah Young bisa mendengarnya. Sial.

Ah Young beringsut dari dekapan Donghae dan mengalihkan tatapannya dari Donghae.

“Memangnya ada alasan untuk aku menjawabnya. Sekarang, apa alasan kau menanyakan itu padaku.”

Donghae menelan ludahnya dengan susah payah.

Entahlah, selalu seperti ini jika berhadapan dengan Ah Young. Sejak ia sakit hati akan cinta yang di khianatinya gadis pujaannya dulu. Hatinya sangat sulit bergetar terhadap gadis manapun. Baginya sama saja, walau ia sering mengajak gadis-gadis yang tertarik padanya untuk sekedar berkencan.

Tapi, Ah Young berbeda…dia wanita yang membuat hatinya bergetar saat pertama kali melihat sorot mata wanita ini menatapnya saat dia baru sadar dari sakitnya karena perbuataan Doo Joon, beberapa waktu lalu. Waktu itu dia yang menunggui Ah Young. Awalnya hanya dasar ingin menolong. Ternyata takdir membawanya untuk membawa hatinya yang beku agar…membukanya untuk Ah Young.

“Kalau aku mengatakannya secara jujur. Apa kau juga menjawabnya.” ujar Donghae

Hati Ah Young berdesir mendengar ucapan Donghae barusan. Pria ini memang sangat manis padanya. Apalagi seperti saat sekarang ini. Tatapan Donghae tidak bisa lepas darinya. Dia merasa Donghae sangat tulus padanya. Ayolah, kau juga menyukai pria ini…

Ah Young berpikir sejenak. Bagaimana bisa ia mempercayakan hatinya pada Donghae begitu cepat. Ia juga tidak tahu. Saat di dekat pria ini, perasaannya selalu bahagia dan sangat sulit untuk dijelaskan.

“Ya…” jawab Ah Young singkat.

Donghae kemudian menggerakkan tangannya untuk menarik pinggang wanita ini mendekat ke arahnya. Tatapannya lurus menatap Ah Young dalam-dalam. Ia bisa merasakan tubuh Ah Young bergetar karena sentuhannya.

Ia senang melihat kenyataan Ah Young terpengaruh olehnya.

“Aku juga tidak tahu kenapa bisa secepat ini menyukai seorang wanita yang bahkan wanita itu saat pertama kali melihatku tampak acuh dan tidak peduli…” ujar Donghae tersenyum melihat semburat merah di pipi Ah Young.

“Percayalah. Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa segila ini bila tidak bertemu dengannya walau hanya sehari. Dia mungkin tidak percaya, karena reputasiku yang membuatnya sulit mengakui kalau dia juga mempunyai perasaan sama sepertiku.” lanjut Donghae percaya diri.

Ah Young melototkan matanya kesal.

Donghae terkekeh. Dia harus terlihat rileks agar Ah Young tidak melihat dia sangat gugup saat ini.

“Sebulan… waktu yang singkat menurutku. Tapi, aku sudah tidak ingin melihatnya bersama dengan Dokter-dokter genit dan mata keranjang yang selalu menarik perhatiannya. Aku hanya ingin dia selalu memerhatikanku. Hanya aku. Lalu aku harus bagaimana. Katakan.” ucapan Donghae membuat Ah Young menatapnya tidak percaya.

“Donghae aku—“

“Aku menyukainya. Dia wanita yang luar biasa…Kau Youngie.”

Ah Young terdiam mendengar kalimat yang membuatnya tersentuh. Ia ingin menangis. Matanya memerah bahkan tenggorokkannya kering dan sulit sekali untuk menelan.

“Kau tidak tahu aku lebih jauh. Ada Jino dan—“ Ah Young hendak mengelak dengan nada seraknya tapi Donghae langsung memotong ucapannya ini.

Please…jangan membuatnya tampak sulit. Aku hanya ingin kau tahu. Dan aku tahu, kau juga…” Donghae menarik tangan Ah Young dan menautkan jemarinya di sela-sela jemari lentik Ah Young.

“Hubungan ini tidak mudah. Kau bahkan pernah bilang kau tidak mungkin menjalin hubungan karena gadis itu. Kau juga sering berkencan, apa kau melakukan semua gadismu sepertiku saat ini.”

“Ya, Tuhan. Itu dulu sebelum aku bertemu denganmu. Apa aku salah menyukaimu yang mempunyai seorang putra. Aku juga menyayanginya, Youngie. ”

“Banyak wanita yang bahkan lebih baik dariku.” elak Ah Young dengan matanya yang siap mengeluarkan air mata.

“Tapi aku hanya mau kau. Apa sikapku selama ini belum cukup untuk kau tahu isi hatiku.” ucap Donghae sambil mengeratkan jemarinya yang bertaut dengan jemari Ah Young.

Ah Young menggeleng. Ia tahu Donghae menunjukkan sikap itu karena pria itu memang menyukainya.

“Nah, sekarang. Jawab, aku benarkan. Kau juga…” ujar Donghae menggoda.

“Apa.” Ah Young gugup. Apalagi melihat senyum manis Donghae yang membuat pria ini jauh terlihat tampan. Ini sebenarnya pernyataan cinta yang mendadak menurutnya. Ia belum menyiapkan kalimat untuk membalas ucapan Donghae.

Pria ini… hatinya menghangat.

“Kau diam, aku anggap Ya!”

Ah Young merengut, ia yakin kini pipinya sudah sangat merah terlihat jelas bagaimana kekehan Donghae dan tatapan memuja pria di sampingnya ini. Sebaiknya ia menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang terlanjut malu. Apa sebegitu terlihat nyata kalau ia juga menyukai Donghae.

“Tidak romantis.” gumam Ah Young.

Donghae menarik dagu Ah Young untuk mendongak dan ia bisa melihat jelas wajah cantik Ah Young yang tersipu malu. Ia sangat suka melihat rona wajah di pipi Ah Young.

“Aku mendengarnya.” sahut Donghae tersenyum jenaka melihat kegugupan Ah Young.

“Aku akan memindahkannya Jino, dia pasti—“

“Youngie.” potong Donghae tahu wanita ini mengalihkan perhatian. “Kau mau bunga, hati?” tanya Donghae serius. Menambah malu Ah Young saja.

“Kau kenapa menjadi seperti ini sih…”

“Aku serius jika kau menganggapku hanya bercanda.” ujarnya gemas melihat sikap Ah Young.

Dengan tidak sabar Donghae menarik tengkuk Ah Young untuk menempatkan mulutnya pada mulut Ah Young yang dari tadi menyita perhatiannya. Ciuman pertamanya dengan wanita ini harus membuat Ah Young teringat seumur hidup. Ia tahu tubuh Ah Young seketika menegang saat ia menggerakkan bibirnya tepat di sela-sela bibir manis Ah Young untuk menciumnya lebih dalam.

Jantung Ah Young berdebar dengan kencang saat ini. Tubuhnya lemas dan pikirannya kosong.

Tangan Donghae menarik tengkuknya lebih lagi untuk menekan ciumannya. Ini gila. Ia tidak bisa bernafas, karena bibir Donghae terus bergerak untuk meminta balasan dan memintanya untuk membuka mulut. Gerakan bibir Donghae membuat perutnya serasa dihinggapi berjuta kupu-kupu. Tapi juga membuatnya bahagia. Baru kali ini ia merasakan ciuman senikmat ini.

Karena tuntutan pergerakan bibir Donghae yang lebih cepat dan membuatnya menikmati. Ah Young membalas lumatan bibir Donghae dan membuka mulutnya untuk memperdalam ciuman ini. Hingga keduanya terengah-engah. Donghae tersenyum di sela-sela ciumannya.

Saat Donghae hendak menautkan kembali bibirnya. Terdengar bunyi ponselnya yang berdering menginterupsi kegiatan mereka berdua yang membuat melupakan kalau ada Jino juga di tengah-tengah mereka.

Ah Young menjauhkan kepalanya dan jangkauan Donghae, memberi tanda agar Donghae mengangkat panggilannya. Menghembuskan nafas beratnya, Donghae meraih ponsel di saku jasnya.

“Ya, Jongwoon Hyung!” jawabnya kesal. “Apa? Yoo Mi melarikan diri? Bagaimana bisa. Okey. Baik… Astaga sudah aku duga kalau dia memang gila! Baik-baik. Ya. Aku tahu.”

“Apa yang terjadi?” tanya Ah Young saat melihat raut wajah Donghae yang tampak serius saat ini.

“Yoo Mi, melarikan diri dari rumah sakit.”

“Kata Dokter, Yoo Mi gila karena obsesinya pada Kyuhyun tidak terpenuhi.” jawab Donghae, “Sebaiknya kau pindah ke Apartementku. Agar aku bisa mengawasimu nanti. Dan pasti akan aman di sana.” lanjutnya sambil menatap Ah Young serius.

“Kau juga gila.” timpal Ah Young.

“Aku serius. Kau pindah atau—“

“Apa?” tanya Ah Young menautkan alisnya.

“Atau menikah denganku secepatnya.”

***

Jaena mengerjapkan matanya karena ia merasakan sesutau yang berat ada di perutnya. Ini belum pagi, kan? Membuka matanya perlahan dan ia melihat sekilas ke arah perutnya yang terasa seperti tertindih. Ia melirik jam di nakas, masih pukul 4 pagi.

Ia mengerjapkan matanya lagi. Setengah sadar, ia mengucek matanya karena tidak percaya apa yang ada di atas perutnya. Ada tangan…

Tangan. Dan seketika ia menoleh ke samping, tepat wajah Hyukjae tertidur pulas di sana. Tapi, kenapa bisa? Bukannya tadi malam, ia melihat dengan jelas Hyukjae tidur di bednya sendiri?

Pantas saja, ia tidur nyenyak sekali, eh? Tidak. Tidak.

Jaena menyingkirkan tangan Hyukjae perlahan, kemudian kakinya. Tunggu, kakinya sulit ia gerakkan. Jaena membuka selimutnya dan ternyata kaki Hyukjae membelit di sela-sela kakinya. Ya, Tuhan. Posisi ini sangat intim yang pernah ia alami, selain ciuman di mobil…

Pipinya memerah mengingat ciuman itu.

Jaena berusaha menggerakkan kakinya agar terlepas. Entah, kaki Hyukjae ini kecil tapi kenapa kuat sekali. Sialan, apa dia sengaja melakukan ini padaku. Batin Jaena kesal.

Semakin ia menggerakkan kakinya semakin erat pula jeratan kaki Hyukjae. Dia gila atau apa sih! Jaena kesal dan ia menoleh ke arah Hyukjae yang matanya masih terpejam tapi Jaena yakin dia sudah bangun. Dasar mesum!

“Heh, bangun atau aku tendang kau, hingga tidak bisa berjalan!” desis Jaena geram.

“Hmm…” gumam Hyukjae singkat. Sialan, dia mendengar tapi tidak bangun. Jaena semakin jengkel. Pria ini selalu saja membuatnya emosi dengan sikapnya yang selalu membuatnya ingin membunuh Hyukjae hingga tidak muncul di hadapannya lagi.

Eh, apa kau yakin Jaena? Jaena sadar dengan teguran hati kecilnya. Sial, disaat emosi kenapa hati bahkan tidak bisa berbohong. Argghh!

“Kau pikir, aku tidak bisa membuat bokongmu itu semakin tipis dan pinggulmu patah, hah!” jeritnya di kesunyian kamar ini.

Baiklah, tanpa pikir panjang, Jaena semakin kuat menggerakkan kaki, bahkan tubuhnya juga ia gerakkan agar terlepas dari lilitan Hyukjae. Namun Hyukjae tetap saja tidak bergeming. Tubuh pria ini kenapa kuat sekali.

“Sshhh… Tunggu-tunggu.” ujar Hyukjae di tengah-tengah pergerakkan Jaena saat ini.

“Apa. Kau menyerah.” balas Jaena percaya diri.

“Kata siapa?” Hyukjae menaikkan sebelah alisnya, Jaena tercenung kemudian menatap Hyukjae yang kini juga menatapnya dengan tatapan seriusnya. Membuat Jaena bingung.

Hyukjae mendekatkan wajahnya ke arah Jaena otomatis membuat Jaena gugup setengah mati. Kemana perginya Jaena yang anti-Hyukjae dan pantang luluh dengan sikap mesum Hyukjae ini.

“Heh, kau—kau…”

“Jangan menggerakkan tubuhmu, Jaena.” bisik Hyukjae di depan wajah Channie, persis. Membuat Jaena bergidik. Kenapa dengan tubuhnya. Jangan bilang kalau… Sialan, Jaena bisa merasakan ada sesuatu yang keras menekan pinggulnya.

“Apalagi pantat seksimu itu. Kau tahu kan akibatnya pada tubuhku.” bisik Hyukjae lagi, serius menatap Jaena yang kini bahkan pipinya memerah, membuat Hyukjae gemas ingin mencium gadis ini.

Ia sudah gila. Memang gila. Padahal dulu, ia sangat tidak ingin terikat dengan gadis manapun apalagi menikah. Tapi, gadis keras kepala sekaligus tampak cantik dan cute dalam bersamaan membuat hatinya terus berdebar jika mengingat gadis ini.

“Kau mesum!” pekik Jaena saat sudah bisa mengusai kesadarannya.

Sinting. Kenapa dia bisa bersama dengan pria semesum ini. Ia harus menjauh. Tapi, saat ia berusaha melepas, malah tangan Hyukjae semakin erat memeluk perutnya.

“Lepas atau—“

CUP

Hyukjae mengecup singkat pipi Jaena, kemudian melepas tautan kaki dan pelukannya. Jaena masih mengerjap sesaat. Apa itu tadi bibir Hyukjae. Ia meraba pipinya, kemudian ia menoleh dan mendapati Hyukjae tersenyum padanya. Pria itu sudah berdiri di samping ranjangnya, dan…dia melepaskan kaos tipisnya kini hanya menggunakan boxernya? Dan terlihat nyata sekali kalau ada sesuatu di dalamnya yang…membuat penampilan boxernya sedikit lain. Apa benar, milik Hyukjae bangun gara-gara dia? APA! Jaena, kau dalam masalah besar.

“YA. Kau mau apa!” teriak Jaena. Seolah dia sekarang sangat hobi berteriak kalau bersama Hyukjae.

Hyukjae tersenyum santai, ia menunduduk kemudian berbisik, “Aku mau mandi air dingin. Kau pikir apa?” smirknya tersungging di bibirnya.

Jaena mengerjap. Tolol tolol!

Hyukjae berlalu dari hadapannya dan berbalik sejenak, “Harusnya kau yang bertanggung atas semua ini, Jaena. Tapi, aku yakin kau belum ahli menidurkan milikku yang mengeras ini.” ujar Hyukjae tenang dan tanpa ada rasa bersalah.

Jaena mengerjap lagi…

Apa Hyukjae bilang. HARUSNYA? Dan apa tadi? Belum AHLI? Kalimat frontalnya yang mesum membuat Jaena merinding. Baru kali ini dia menemui pria semesum ini. Ayahnya tidak salah pilihkan, hendak menjodohkan dia dengan pria tidak berbentuk itu?

Tidak berbentuk? Bahkan tadi, perutnya seksi Jaena. NOOO!!!

“SINTING! Jangan harap kau bisa menyentuhku lagi. Brengsek!” umpat Jaena berteriak.

Kenapa dia jadi gerah sekarang. Ya, Tuhan…

***

Channie mengerjapkan matanya perlahan. Ia menggerakkan tubuhnya yang kini terasa sesak. Tak berapa lama ia kemudian tersenyum sambil merapatkan kembali wajahnya ke dada Kyuhyun. Menghirup aroma Kyuhyun di pagi hari seperti ini, membuatnya semakin ketagihan untuk melakukannya setiap hari.

Apalagi mendengar detak jantung Kyuhyun saat ia membelai lembut pipi pria ini sedikit lebih terdengar kencang. Padahal Kyuhyun masih terlelap. Mengingat hal-hal itu membuat Channie tersenyum senang.

“Hmm, puas tersenyumnya.” gumaman Kyuhyun yang terdengar serak tapi matanya masih tertutup.

“Belum.” jawab Channie pelan. Sambil terus merapatkan tubuhnya pada Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum simpul melihat kelakuan Channie di setiap pagi selama masa kehamilannya ini. Lalu ia menggerakkan kakinya untuk membelit kaki mungil Channie. Hingga tubuh keduanya benar-benar melekat tanpa ada jarak sedikitpun. Kyuhyun mencium puncak kepala Channie kemudian menempatkan dagunya di atas kepala istrinya dengan mata masih terpejam.

Dia masih sangat-amat mengantuk karena semalam bahkan ia tidak bisa tidur sejak keluar dari kamar mandi. Selama itu dia menahan gejolak hasratnya karena sudah resikonya melihat Channie mandi di depannya tanpa ada pelepasan lagi, selain ciuman tentunya. Ia tidak bisa untuk tidak mencium Channie. Apalagi tubuh seksi Channie dalam keadaan basah.

Channie memainkan jemari lentiknya untuk membelai punggung Kyuhyun perlahan sambil menggesekkan telapak kakinya pada telapak kaki Kyuhyun. Ia tersenyum geli mendapat reaksi yang sama dari Kyuhyun.

Saling menggesekkan telapak kaki untuk beberapa saat, membuat percikan listrik menyebar ke seluruh tubuhnya. Hingga Channie merasakan milik Kyuhyun yang mulai mengeras menyentuh perutnya. Ya, Tuhan, pria ini… Tsk.

“Kau tahu itu kan.” gumam Kyuhyun seolah tahu pipi Channie memerah karena dapat merasakan reaksi tubuh Kyuhyun karena bersentuhan dengan tubuhnya.

“Kau menggodaku seperti ini apa kau ingin bercinta di pagi hari, hmm?” tawar Kyuhyun masih dengan suara seraknya, dan yang pasti Channie sebenarnya mengiyakan. “Kau masih ingat syaratnya kan.” lanjutnya lagi dengan malas.

Channie merengut mendengar kalimat terakhir Kyuhyun.

“Ish! Iya-iya aku ingat.” jawab Channie gemas sambil mendongak dan meletakkan kedua tangannya pada pipi Kyuhyun, berusaha untuk membuka mata Kyuhyun yang masih terpejam.

“Lalu kalau mau, kenapa kau belum menceritakan alasannya padaku, Channie sayang.” jelas Kyuhyun masih dengan mata tertutupnya.

Channie gemas karena mata Kyuhyun sedari tadi terpejam. Padahal ini sudah pukul 8.

“Buka mata dulu, baru aku jelaskan.”

Kyuhyun menghembuskan nafas beratnya kemudian menarik tengkuk Channie, mendekat ke arahnya.

“Keras kepala.” bisik Kyuhyun sebelum mendaratkan bibirnya pada bibir Channie.

Dengan senang hati Channie menyambut lumatan bibir Kyuhyun yang bergerak sangat lembut di sela-sela bibirnya. Memejamkan matanya, Channie mengikuti lumatan-lumatan bibir Kyuhyun yang terasa sangat manis membuat jantungnya selalu berdebar dengan kecang.

Kyuhyun melepas tautan bibirnya saat di rasa Channie butuh bernafas.

“Bernafas.” bisik Kyuhyun tersenyum melihat rona wajah Channie yang selalu memerah karena hilang kendali dan larut dalam ciumannya.

“Ternyata dengan ciuman, kau baru membuka mata.” cibir Channie dengan sorot mata yang jenaka. Kyuhyun hanya terkekeh kemudian menarik tubuh Channie lebih dekat. Dia sedikit menunduk dan menenggelamkan wajahnya di leher Channie.

Ia mengantuk. Memejamkan matanya di sana sambil menghirup aroma Channie, membuatnya merasa tenang dan nyaman. Apalagi tangan Channie mengusap-usap lembut kepalanya.

“Kyu…” bisik Channie saat merasa Kyuhyun meniupkan udara di sekitar dadanya dan juga mencium lehernya dengan gemas. Kyuhyun hanya berdeham dengan suara seraknya, kemudian berhenti menggoda Channie.

Kyuhyun menempatkan ujung hidungnya pada permukaan kulit leher Channie, mengendus aroma Channie, setidaknya bisa membuatnya tertidur lagi.

“Kau tidak tidur semalaman.” tebak Channie setelah mendengar nafas teratur dari Kyuhyun. Lihatlah sekarang, ia seperti menidurkan seorang bayi kalau dilihat dari posisi Kyuhyun yang menyembunyikan wajahnya di lekukan lehernya dan Channie sendiri juga memeluk tubuh Kyuhyun sambil mengusap rambut Kyuhyun.

Channie tersenyum mendengar jawaban Kyuhyun setelahnya yang hanya mengeluar erangan singkat.

Sepertinya memang benar firasatnya, Kyuhyun tidak bisa tidur setelah acara mandi mereka berdua. Memang Channie menggunakan kesempatan itu untuk membuat Kyuhyun menyerah, tapi nyatanya Kyuhyun tetap pada pendiriannya. Keras kepala sekali.

Bahkan saat dia menyuruh Kyuhyun membasuhnya dengan sabun saja, pria itu tidak mau menyentuhnya lebih dari ciuman. Ya, kalau ciuman memang tidak bisa di hindari olehnya dan juga Kyuhyun. Channie tersenyum kembali mengingat malam tadi.

Pasti suaminya tersiksa semalam.

Apa boleh buat, Channie akan mengatakannya nanti malam. Ia tidak mau menundanya lagi.

Tiba-tiba saja perutnya mual. Dan sepertinya dia ingin muntah…

Channie melepas tangan Kyuhyun yang masih memeluknya dan secepat kilat ia berlari ke kamar mandi. Sudah dua hari ini dia muntah-muntah lagi.

“Hooekkkk….” Ia memuntahkan isi perutnya ke dalam wastafel. Kontraksi di perutnya bekerja lagi, dan ia memuntahkannya lagi. “Hoeekkkk…” padahal hanya air tapi rasanya sangat menyiksanya.

Tidak lama kemudian Channie merasakan pijatan lembut di tengkuknya dan menyisihkan rambutnya. Siapa lagi kalau bukan tangan Kyuhyun. Lagi, kontraksi di perutnya muncul dan ia memuntahkannya lagi. Ia lemas tidak bertenaga. Padahal dia ingin sekali ke kantor hari ini dengan Kyuhyun. Entahlah, pokoknya dia ingin ke kantor.

Kyuhyun masih telaten memijit tengkuk Channie. Memerhatikan Channie yang sepertinya kelelahan karena kegiatan muntahnya.

“Sudah baikan?” tanya Kyuhyun pada Channie saat Channie membasuh bibirnya dan mulutnya dengan air. Kemudian Kyuhyun membantunya untuk berdiri dengan normal.

“Apa ke dokter saja? Kalau setiap pagi seperti ini apa tidak bahaya?” tanyanya khawatir.

Channie tersenyum melihat raut wajah Kyuhyun khawatir padanya. Dia hanya menggeleng pelan.

“Nanti juga akan hilang dengan sendirinya.” jawab Channie pelan.

“Tapi, kalau sampai Cho baby lahir bagaimana? Aku tidak mau kau tersiksa setiap pagi. Nanti akan aku suruh Dokter Shin datang, atau kita yang ke sana.”

Selalu saja, seorang Cho Kyuhyun.

“Iya-iya.” jawab Channie memutar bola matanya kesal. Kemudian dia melirik ke arah Kyuhyun yang menyipitkan mata padanya.

Ya, Tuhan. Pria ini begitu seksi. Kenapa dia baru sadar?

Astaga, tadi saat dia di atas ranjang, Channie belum sepenuhnya memerhatikan Kyuhyun. Saat ini, Kyuhyun berdiri di hadapannya dengan tatapan mata yang juga jengkel padanya, serta dengan tshirt v-neck biru pudar di tambah rambutnya yang acak-acak apalagi mata sembab sekaligus bibir sedikit-tebal-seksinya membuat Channie menahan nafas melihat suaminya sangat sempurna dengan kulit putih bersih akan tetapi terlihat…panas dan seksi.

“Menikmati pemandangan, Channie.”

Channie mengerjapkan matanya dan sekaligus membuyarkan fantasinya barusan.

“Oh, itu. Aku tidak—“

“Masih berbohong.” Kyuhyun mendekat ke arahnya dan ia terpojok pada tepian wastafel.

“Cho Kyuhyun.” erang Channie saat tiba-tiba Kyuhyun menempatkan bibirnya di lehernya.

“Mandi, bersama lagi. Sepertinya akan sangat menyenangkan.” gumam Kyuhyun sambil memaninkan bibir dan lidahnya menghisap leher Channie hingga membekas. Gadis ini membuatnya gemas sekaligus terangsang.

“Hemm…” jawab Channie mirip desahan karena ia menikmati sapuan bibir Kyuhyun di area lehernya.

“Hanya pemanasan Channie, tanpa…seks.” lanjut Kyuhyun dengan senyuman yang membuat Channie ingin sekali menyerang Kyuhyun saat ini juga.

***

Gong Shu masih terlelap dalam tidur indahnya, saat ponselnya berdering.

“Sayang, ada telepon.” bisik wanita yang menemaninya tidur semalaman. Ia sebenarnya masih malas untuk membuka mata.

“Dari?”

“Sekretaris Wong.” jawab wanita itu lembut.

“Ya!” jawab Gong Shu kesal karena Sekretaris Wong mengganggu tidurnya. “Ada apa.”

“Maaf, Sir mengganggu. Harap segera datang ke kantor. Ada masalah serius. Sangat serius.”

“Masalah apa, katakan dengan jelas. Apa orang suruhanku di Seoul mengaku atau apa?”

“Bukan, ini bukan masalah Kyuhyun atau Doo Joon. Tapi ini masalah perusahaan.”

Gong Shu bangun sambil menarik selimutnya, “Kenapa?” firasatnya tidak enak.

Sekretaris Wong kemudian menjelaskan kejadian tentang saham G-Plus yang anjlok di pasaran dan pemegang saham menjual dengan murah semua sahamnya, bagaimana bisa? Perusahaannya akan bangkrut. Tidak. Tidak.

Lebih parahnya, bagaimana ia bisa membayar pinjaman yang jatuh temponya bahkan sebentar lagi. Sialan, siapa yang berani melempar saham G-Plus ke pasaran dengan harga sangat murah di saat moneter di sini sedang tidak sehat. Brengsek!

“Cho Kyuhyun pasti ada di balik ini semua. Tapi kenapa bisa!” geramnya marah.

***

Jemari Channie sedari tadi masih terpaut erat oleh genggaman Kyuhyun. Entah kenapa dengan Kyuhyun, yang pasti sejak keluar dari penthouse tangannya tidak lepas dari genggaman pria ini.

Bagaimanapun di mobilnya ini ada orang selain dia dan Kyuhyun, Young Min walaupun konsentrasi menyetir tapi tetap saja kelakuan Kyuhyun yang melekat erat pada tubuhnya membuatnya harus menahan pipinya agar tidak selalu mengeluarkan rona merah.

Tangan kanan Kyuhyun masih sibuk dengan tab sedangkan telinganya juga sudah terpasang alat untuk mendengarkan seseorang bicara dengannya. Sedari tadi juga seperti itu. Sesekali tangan kiri Kyuhyun meremas jemarinya, kemudian Channie menoleh ke Kyuhyun dan pria itu tersenyum, sebagai balasan minta maaf karena di acuhkan dan tidak ketinggalan Kyuhyun mengecup bibirnya sekilas.

“Lima menit lagi.” ucap Kyuhyun pada Channie.

“Ah, apa? Tidak. Maksudku Channie.” jawab Kyuhyun pada seseorang yang sepertinya rekan kerjanya.

“Jaena sudah melakukannya dengan baik. Ya, kawal saja dia terus. Lanjutkan dengan rencana selanjutnya. Aku tahu, baik. Sekretaris Wong biar aku dan Kangin yang urus.”

Channie merasakan matanya sedikit berat. Kemudian kepalanya serasa ditarik oleh sebuah tangan, ia menoleh Kyuhyun perlahan menarik kepalanya untuk bersandar pada bahunya. Tanpa banyak bicara Channie menyandarkan kepalanya di bahu Kyuhyun. Merasakan kenyaman karena Kyuhyun mengusap pelan kepalanya bahkan tangan Kyuhyun masih saja sibuk bekerja. Ckck…

***

Channie terbangun saat tubuhnya terbaring nyaman di atas ranjang. Tunggu ranjang? Channie bangun dan melihat sekeliling. Kamar yang tidak asing baginya. Kamar Kyuhyun yang ada di kantor. Sialan, jadi dia benar-benar tertidur dan otomatis Kyuhyun yang menggendong tubuhnya dari basement, lift lalu ke sini. Kyuhyun tidak mungkin lewat loby kantor kan? Kyuhyun pasti lewat lift yang terhubung langsung ke ruangan ini yang ada di basemant khusus mobilnya.

Channie bodoh. Kenapa sampai tertidur dan tidak sadar kalau dalam gendongan. Geramnya dalam hati.

Channie berjalan menuju ruangan Kyuhyun, melewati lorong dan sayup-sayup ia mendengar perbincangan. Kyuhyun sepertinya sedang sibuk.

Channie mengintip sedikit ke arah sofa yang memang tempat Kyuhyun duduk berhadapan dengan pria setengah baya dan di sampingnya ada wanita, mungkin sekretaris pria itu, tapi Channie menangkap lain. Wanita itu bahkan terang-terangan menunjukkan sikap ketertarikanya pada Kyuhyun. Dimulai dari senyuman menggoda, ditambah pakaiannya yang lumayan pendek hingga pahanya semua terekspos.

Channie bergidik dan mau tidak mau dia dihinggapi perasaan cemburu.

Andai wanita itu tahu kalau Kyuhyun sudah mempunyai istri, yaitu dirinya, mungkin kejadiannya tidak seperti sekarang. Ah, Channie kau bicara apa sih?

“Saya setuju saja untuk bekerja sama dengan anda, tapi saya minta satu syaratnya.” terdengar suara Kyuhyun tenang tapi tegas. Channie kembali mengintip sedikit. Merasa ingin tahu apa yang Kyuhyun lakukan jika berhadapan dengan wanita seksi dan cantik.

“Apa syaratnya?” tanya pria setengah baya itu. Sementara wanita itu masih saja tersenyum ke arah Kyuhyun. Matanya berbinar-binar.

“Saya ingin dalam kerja sama kita tidak melibatkan saya dengan putri anda ini. Dan saya harap, jangan berusaha menyodorkan dia pada saya tuan Kim yang terhormat.”

Pria itu gugup, terkejut. Kyuhyun melihat jelas apa yang ia sembunyikan. Sialan.

Channie juga terkejut mendengar ucapan Kyuhyun. Jadi wanita itu putri pria tersebut. Dan kalau boleh tahu, wajah wanita tersebut tampak sangat menahan amarah dan juga malu.

“Maksud anda? Aku bahkan tidak bermaksud—“

“Anda tahu maksud saya tuan Kim.” tegas Kyuhyun, “Lagipula saya sudah mempunyai istri. Jadi kalau anda setuju, sebaiknya ikuti apa syarat yang saya utarakan tadi. Dan untukmu, nona Kim, aku bahkan tidak tertarik padamu. Maaf.”

Hati Channie berdebar mendengarnya. Tidak mungkin, Kyuhyun mengatakannya. Tidak kuat mendengar percakapan Kyuhyun dan reaksi wanita itu yang mungkin sekarang sudah sangat malu karena harga diriya seolah terinjak oleh Kyuhyun. Ya, Tuhan. Dia perlu minum sekarang untuk menenangkan dirinya.

.
.

Channie masih duduk di tepian ranjang ini sambil meremas ujung dressnya. Menggigit bibirnya kuat-kuat menahan tubuhnya yang bergetar karena ia sangat gugup.

Pintu kamar tiba-tiba terbuka dan ia melihat Kyuhyun berjalan ke arahnya. Tatapannya penuh cinta dan ada jelas ada raut senang terukir di wajahnya.

Kemudian Kyuhyun menundukan tubuhnya sedikit, untuk mencium puncak kepala Channie lalu duduk di samping Channie dan menarik tubuh Channie dalam pangkuannya. Posisi keduanya kini saling berhadapan dengan tatapan yang menyiratkan perasaan satu sama lain.

“Merindukanmu.” bisik Kyuhyun sambil menggesek ujung hidungnya dengan ujung hidung Channie. “Padahal baru beberapa jam.” lanjutnya tersenyum dengan bibirnya mengecup tepian bibir Channie. Membuat degub jantung Channie kian berdebar keras.

Channie menarik lipatan krah Jas Kyuhyun untuk membalas kecupan di bibir Kyuhyun. Channie melumat bibir Kyuhyun perlahan. Matanya yang terpejam kemudian membuka dan kini menatap lurus pada Kyuhyun. Tuhan, dia tidak ingin kehilangan pria ini. Tidak ingin.

“Aku juga.” balas Channie dengan berbisik, dan kini ia mengeratkan pelukannya di leher Kyuhyun.

Pikirannya terlintas saat Kyuhyun menolak wanita yang jelas menggodanya, jauh lebih cantik dan seksi dari dirinya, membuat ia tidak tahan untuk memendam perasaannya.

Channie menarik tengkuk Kyuhyun dan menekan bibirnya pada bibir Kyuhyun. Melumatnya dengan penuh hasrat dan perasaannya, tidak menunggu lama Kyuhyunpun membalasnya. Merekapun kini larut dalam pagutan yang liar dan panas. Bunyi decapan serta erangan yang keluar dari mulut keduanya membuat gairah mereka terbakar.

Channie melepas jas Kyuhyun dan juga melonggarkan dasi pria ini, mencoba membuka kancing kemeja Kyuhyun hingga ia bisa merasakan tangan Kyuhyun mencegahnya.

“Apa?” tanya Channie terengah dan jelas ia merasakan pangkal paha Kyuhyun yang mengeras. Bukan hanya Kyuhyun yang terangsang, ia juga. Bahkan area sensitifnya sudah terasa basah. Padahal hanya sebatas ciuman, walau memang bagian bawah tubuh mereka bersegesekkan.

“Channie—“

“Aku tahu. Kau membutuhkan alasan aku berbohong.”

Kyuhyun diam menatap Channie dalam-dalam. Sialan, Channie… sorot mata istrinya ini terlihat serius dan kenapa jantungnya kini juga berdebar keras menantikan apa yang akan di ucapkan oleh Channie.

Tangan Kyuhyun mengusap pinggang Channie perlahan, “Kau mau menjawabnya?”

Channie mengambil nafas dalam-dalam, dan menatap Kyuhyun tepat di manik mata pria ini.

“Aku hanya ingin tahu seberapa besar kau membutuhkan aku. Tubuh atau hatiku.” bisik Channie perlahan, kemudian ia melihat sorot mata Kyuhyun yang menggelap. “Tapi, aku tahu setelah kau benar-benar mengesampingkan egomu karena bayi dalam kandunganku. Maka dari itu aku berbohong. Aku berbohong karena aku sebenarnya ingin tahu, apakah perasaanku terbalas atau tidak.”

“Lalu, apa perasaanmu padaku?” katakan Channie, katakan. Aku mohon. Jangan takut sayang, batin Kyuhyun berusaha mengatakannya pada Channie.

“Kyuhyun, aku mengatakan ini bukan karena aku ingin segera bercinta denganmu atau apa, tapi asal kau tahu aku mengatakan ini karena aku tidak ingin kehilanganmu, sungguh.” tenggorokan Channie kering dan ia tahu ia akan menangis. Entah, kenapa dia menjadi cengeng sekali.

Oh, Tuhan… Channie. Betapa jahatnya aku padamu mendorongmu untuk berkata jujur sedangkan aku? Bisik Kyuhyun dalam hatinya.

Channie menarik tengkuk Kyuhyun dan mencium bibirnya sekilas.

“Maafkan aku, aku sudah mencintaimu entah sejak kapan aku tidak tahu persis.” bisik Channie dengan menundukkan wajahnya. Ia tidak mau dan malu menatap wajah Kyuhyun.

“Sekali lagi.” Kyuhyun mengangkat dagu Channie, hingga ia bisa melihat Channie dengan jelas sekarang. “Katakan lagi.”

“I love you, Cho Kyuhyun.”

Jantung Kyuhyun semakin berdebar dengan kencang, ia tidak bisa untuk tidak mencium Channie untuk meluapkan rasa bahagianya. Tuhan, dia memiliki seorang yang begitu mencintainya. Memiliki seseorang untuk hidup bersamanya saling mencintai. Ia tidak tahu kalau rasanya seindah ini jika mendengar kalimat cinta dari Channie membuatnya merasa sangat bahagia.

Kyuhyun melepas tautan bibirnya, di depan bibir Channie ia berbisik, “Aku tahu, Channie.”

Channie terperangah, “Apa?” jadi Kyuhyun sudah tahu, tapi kapan? Jangan sampai Kyuhyun tahu dia berpura-pura tidur untuk mengatakan bahwa dia mencintai Kyuhyun.

“Kau tahu aku—“

“Ya, kurang lebih seperti itu.” jawab Kyuhyun tersenyum jenaka melihat raut wajah Channie yang terlihat sangat malu. “Tapi, aku tidak akan menjawab sekarang bukan karena aku tahu kau pura-pura tertidur.” lanjut Kyuhyun.

Channie menunduk dan menyembunyikan wajahnya di dada Kyuhyun, “Kau tidak apa-apa jika tidak menjawabnya. Aku tahu kau pasti tidak mencintaiku.” gumam Channie pelan.

“Oh, sayang sekali, padahal aku berniat mengatakannya di suatu tempat.”

Channie langsung mendongak dan berusaha menatap sorot mata Kyuhyun apakah ada kebohongan di sana. Nyatanya, tidak. Justru Channie yakin ada sesuatu yang Kyuhyun sembunyikan.

“Cho Kyuhyun kau—“

“Hussh…” sela Kyuhyun menutup bibir Channie. “Aku tahu kau tahu jawabanku, tapi aku ingin kau lebih mengingatnya sepanjang hidupmu, Channie.”

Ya, Tuhan, Cho Kyuhyun. Apa ia harus terharu? Bakan kini matanya memanas melihat betapa serius dan tulusnya Kyuhyun mengucapkan kalimat barusan padanya.

“Ssshhh… kau kenapa cengeng sekali hm?” Kyuhyun melihat mata Channie yang memerah.

Channie menggeleng dan ia tidak bisa untuk tidak memeluk Kyuhyun. Saat ia akan memeluk Kyuhyun justru Kyuhyun menahan tubuhnya. Tapi sebelum Channie protes, Kyuhyun mengucapkan kalimat yang membuat sensitifnya terbakar.

“Aku ingin memasukimu sekarang, Channie.” ujar Kyuhyun tenang namun sorot matanya terlihat menyala-nyala akan gairah untuknya, “Sialnya ada rapat penting setengah jam lagi, bercinta dengan cepat… kau mau?”

Channie menggigit bibirnya mendengar permintaan Kyuhyun yang terlalu frontal, tapi justru ia menyukai itu. Belum sempat ia menjawab Kyuhyun lagi-lagi menyelanya.

“Persetan dengan jawabanmu.” desis Kyuhyun kemudian membalikkan tubuh Channie dan berguling di atas ranjang.

Kyuhyun menindih tubuhnya seketika dan menghujani leher Channie dengan ciuman-ciuman dari bibir seksi-panasnya penuh hasrat serta tangannya yang juga tidak tinggal diam menjamahi setiap lekuk tubuh Channie. Channie memejamkan matanya dengan mendongakkan kepalanya, memberi jalan untuk bibir dan lidah Kyuhyun menciummi setiap lekukan leher dan bahunya tanpa ampun.

“Ya Tuhan… Channie aromamu sangat memabukkan.” bisik Kyuhyun parau saat bibirnya memberi tanda pada sekitar lehernya. Kalimat Kyuhyun justru membuat hatinya semakin berdesir.

Channie mengerang saat jemari Kyuhyun meremas dadanya dengan gerakan yang membuat sensitif Channie makin terbakar. Channie merasakan tubuhnya tertarik saat Kyuhyun akan melepas dressnya ini. Dengan tidak sabaran Kyuhyun meraih resleting belakang dress Channie, gerakan Kyuhyun yang tergesa-gesa membuat dress cantik ini robek.

Melepas bra Channie, Kyuhyun langsung menenggelamkan wajahnya di dada Channie. Channie merintih nikmat saat merasakan mulut Kyuhyun mengisap puncak dadanya, sedangkan tangan yang satunya menjejahi tubuh Channie dan sampai pada dada Channie, jemari Kyuhyun meremas payudaranya yang kini tidak terbalut oleh apapun.

Ini sangat nikmat, membuat sensitifnya yang sedari tadi basah dan terasa nyeri sepertinya akan datang pelepasan sebentar lagi.

Desahan memanggil nama Kyuhyun sudah lolos berulang-kali dari mulut Channie yang bahkan sulit terkatup. Membuat semangat dan hasrat Kyuhyun semakin berkobar.

“Kyu…” desah Channie saat tubuhnya menegang.

Kyuhyun mengulum puncak dadanya dengan semakin keras hingga terasa perih dan saat itu juga Channie merasakan pelepasannya yang hebat. Nafasnya tersengal dan ia mengeratkan pelukannya pada bahu Kyuhyun. Begitu intens…

Kyuhyun melepaskan kuluman bibirnya pada puncak dada Channie, kemudian mengecup bibir Channie dengan penuh perasaan.

Nafas Channie masih tersengal, “Sekarang…” bisik Kyuhyun dengan tatapannya yang membara dan menyalurkan percikan api di tubuhnya.

Tubuhnya memang sudah panas, dan melihat penampilan Kyuhyun sekarang—kemeja dengan dasi dilonggarkan dan tatanan rambutnya acak-acakan, pria ini terlihat sialan-seksi dan panas…membuatnya semakin panas. Apalagi tubuh keringat kini membasahi keduanya memberikan sensasi lain saat bercinta. Itu pasti.

Kyuhyun dengan cepat melepas celana panjang dan juga celana dalamnya.

Dengan sigap Kyuhyun membalikkan tubuh Channie, dengan punggungnya menekan dada Kyuhyun. Tapi, sebelum Channie protes, Kyuhyun meraba area sensitifnya dan memberikan ciuman di tengkuk dan sekitar punggung Channie, membuat Channie menggeliat.

Ia menggigit bibirnya menahan rasa nyeri saat perlahan milik Kyuhyun memasuki miliknya. Channie menahan nafas karena rasanya masih terasa nyeri, apa karena terlalu lama mereka tidak melakukan hubungan seks? Apa mungkin karena posisi mereka saat ini?

“Sakit?” tanya Kyuhyun saat mendengarnya merintih.

“Sedikit, tapi tidak apa-apa.” balas Channie dan mendapat balasan ciuman dari Kyuhyun di pipi kemudian bibir Kyuhyun merambat ke area leher dan telinganya. Membuat Channie mendesah nikmat.

“Tahan, sayang.” bisik Kyuhyun serak kemudian Channie merasakan dorongan kuat milik Kyuhyun masuk sepenuhnya ke dalam miliknya.

Mereka melenguh bersama-sama. “Tapi aku suka milikmu yang masih saja sempit.”

Belum sempat Channie menanggapinya, Kyuhyun sudah mendorong miliknya hingga membuatnya memekik tertahan. Nafas Kyuhyun langsung terdengar memburu bersamaan dengan miliknya yang terus mendorong lebih dalam.

Channie yang posisinya menyangga tubuhnya dengan satu tangan karena posisinya menyamping kini harus dengan dua tangannya karena gerakan Kyuhyun yang sangat kuat dan cepat membuatnya merasakan nyeri dan nikmat dalam bersamaan.

“Oh, Kyu…” desah Channie berulangkali saat Kyuhyun mendaratkan ciuman di punggung telanjangnya dan kadang menjilat keringat Channie sambil terus menggerakkan miliknya, menusuk dinding rahim Channie.

“Channie, kau begitu nikmat.” desah Kyuhyun parau sambil menusukkan milikknya lebih dalam dan Channie mengimbanginya dengan gerakan berlawanan, membuat Kyuhyun semakin gila dalam menggerakkan tubuhnya.

Apalagi keringat di tubuh mereka yang bersatu membuat gairah mereka semakin besar dan nafsu untuk menuntaskan penyatuan tubuh ini selesai dengan cepat ingin segera mereka raih berdua.

Bunyi gerakan penyatuan tubuh mereka berdua membuat Kyuhyun semakin terbakar. Cepat dan cepat ia menggerakkan milikknya menusuk milik Channie hingga suara Channie yang mengaduh karena nikmat membuatnya makin terangsang. Sialan, Channie.

Channie merasakan gerakan bercinta Kyuhyun yang sangat liar ini membuatnya juga merasa liar, hingga ia bisa cepat merasakan ada sesuatu yang akan datang sebentar lagi. Tubuhnya menegang.

“Keluarkan bersama, sayang.” bisik Kyuhyun mesra dengan nafas tersengal sambil mengecup pelipisnya yang kini bahkan sudah tertutupi oleh keringat.

“Y-ya,.” jawab Channie dengan memejam matanya ia menggigit bibirnya kuat-kuat.

Channie merasakan satu dorongan begitu kuat saat Kyuhyun menghentakkan miliknya semakin dalam pada milik Channie, hingga Channie seolah merasakan rahimnya bisa ditembus oleh milik Kyuhyun yang masuk dan mengisinya penuh sampai ke dalam.

Tidak lama kemudian, tubuhnya terasa kaku setelah cairannya keluar secara intens bersamaan dengan cairan milik Kyuhyun bersatu di dalam rahimnya dan sebagian keluar mengalir melalui pahanya.

Kyuhyun menghela nafas panjangnya. Begitupun juga dirinya.

Ada perasaan lega sekaligus bahagia.

Channie masih bisa merasakan Kyuhyun menciummi rambut serta bahunya bergantian, dada pria ini juga masih bergerak naik-turun dengan cepat. Sungguh, percintaan yang luar biasa…setelah sekian lama menahan bersama-sama.

Kyuhyun menarik tubuh Channie mendekat ke arahnya dan membalikkan hingga Channie bertatapan dengan Kyuhyun. Saling beratatapan dengan sorot mata yang sendu dan ada terpancar perasaan cinta di keduanya.

“Kau hebat sayang,” bisik Kyuhyun kemudian mengecup bibirnya singkat, tangan Kyuhyun turun ke area perutnya. Jemarinya lembut membelai perutnya yang masih datar.

“Dia baik-baik saja kan, Daddynya menjenguknya seperti orang kesetanan?”

Kalimat Kyuhyun membuat Channie tersenyum. Kemudian Channie mengangguk perlahan.

“Dia tidak apa-apa.” jawab Channie tulus, jemarinya ikut menangkup jemari Kyuhyun dan membelai perutnya dengan lembut.

Kyuhyun memejamkan matanya kemudian menatap Channie dalam-dalam.

Channie melihat ekspresi Kyuhyun seperti terlihat frustasi. “Sebentar lagi ada rapat-sialan, Channie.” ujar Kyuhyun akhirnya, “Tapi aku ingin mengulanginya…sekali lagi.” lanjutnya tenang penuh hasrat.

Channie menelan ludahnya, gugup. Tatapan Kyuhyun menggelap padanya. Oh, sialan, dia tidak main-main Channie.

“Ta—tapi kau bisa—“

“Mandi Channie, sekalian membersihkan diri.” potong Kyuhyun cepat dengan nada bicara yang penuh arti dan terdengar sensual.

Channie tersentak saat tiba-tiba Kyuhyun dengan cepat mengangkat tubuhnya. Gila, tenaga Kyuhyun masih saja kuat… Ya ampun.

***

Good Morning Baby… Good Morning Baby… *nyanyi * Maklum ngepostnya juga pagi syekaliiiii…

Rencana seperti biasa jam 10-an, tapi tadi ada halangan sedikit untuk perubahan alur, seperti yang aku bilang di fp kyuhyun channie.

Ada yang tahu kejutan apa yang Kyuhyun kasih untuk pernyataannya untuk Channie? Next part ya…

Untuk adegan encehnya nggak hot, maaf banget ya *bow * kayaknya pengaruh puasa ;p
Typo juga bertebaran, aku edit sambil jalan/?

Tengkyu buat yang masih bersedia me-like dan komen di kolom komentar, makasih banyak karena ya itu penyemangat buat ngetik^^

Buat yang sudah merecoki mensen juga makasih masih bersedia nunggu <3

Buat yang marah-marah kerjaannya kalau nagih FF, sejujurnya tanya dulu alasan apa aku molor, seenggaknya cari tahu. Enak sih tinggal baca ya, dan aku juga udah berusaha supaya nggak bikin kalian kecewa. Aku juga punya kehidupan di dunia nyata. Tolong pengertiannya.

Bye <3

735007_586573924690601_532511021_nkira-kira Channie ngapain ya ini,, nunggu Kyuhyun…xD

FF “Nothin On You” Part 15 [Kyuhyun-Channie]

983671_1480562652178689_968551821821114826_n

FF “Nothin’ On You” Part 15 [Kyuhyun-Channie]

Story by : Deani [@yesungcharger]

YAAAAAKKK!! Lama nggak muncul ya, ada yang masih ingat dengan cerita gak jelas ini? Atau udah lupa -_-” Maaf baru apdet karena nggak mau mengganggu Ibadah kalian di Bulan Ramadhan^^

Okey langsung saja… Happy Reading~~

Sebelumnya…

“Cho Kyuhyun, I love you…” gumam Channie pelan sambil terus dalam kepura-puraannya tertidur, hingga kantuk benar-benar menerpa dirinya saat ini.

Dia tahu, Kyuhyun mendengarnya.

Belum ada balasan.

Belum terdengar derap langkah tanda Kyuhyun meninggalkan kamar ini. Berarti Kyuhyun masih di sampingnya, kan.

Channie lelah dan rasa kantuk menyerangnya begitu hebat tapi… kemudian dia merasakan sesuatu yang lembab menyentuh bibirnya. Kyuhyun menyesap bibirnya lembut.

“You too… Channie.” bisik Kyuhyun terdengar begitu tulus

Part 15

satu detik

dua detik

Jantungnya berdegub dengan keras memantul.

Channie terrmangu dalam kepura-puraan tidurnya. Dadanya tidak berhenti dan terus berdebar dengan kencang. Nafasnya seolah  terhenti seketika. Masih jelas terdengar suara lembut Kyuhyun yang membalas ucapan cinta yang ia rencanakan barusan.

Belum terdengar derap langkah Kyuhyun itu berarti Kyuhyun masih di sampingnya. Di dalam kamar ini. Ya, Tuhan. Apa Kyuhyun terus menatapnya? Dalam hatinya, Channie menjawab, Ya. Kyuhyun memang menatapnya.

Belum sempat Channie menerka-nerka. Tangan Kyuhyun merapikan rambut yang menutupi dahinya kemudian ada sesuatu yang menekan di dahinya. Begitu lembut dan terasa sangat menyentuh hatinya. Bibir Kyuhyun menekan tepat di dahinya, hingga ia bisa merasakan hembusan nafas Kyuhyun dan juga dabaran jantung pria ini.

Setelah cukup untuk beberapa saat ia menahan nafasnya dan juga berusaha mengatur debaran jantungnya. Channie mendengar pintu kamar ini tertutup.

Kyuhyun sudah keluar. Syukurlah… Lebih baik karena kalau Kyuhyun terlalu lama di sini, bisa jadi ia tidak tahan dalam kepura-puraannya. Apalagi kalau bukan untuk memeluk Kyuhyun sekuat tenaga.

Channie perlahan membuka matanya dan beringsut dari tidurnya. Duduk termangu sambil membelai perutnya yang masih datar. Ia tersenyum simpul, betapa bahagianya. Walau Kyuhyun masih ambigu mengucapkan dua kata tersebut, tapi Channia amat sangat yakin kalau Kyuhyun memang sudah bisa mengungkapkan isi hatinya.

Ya Tuhan…

“You too, Channie”

Kalimat ini yang terus mengalir di dalam pikirannya. Membuatnya hatinya selalu berdesir jika mengingat ini. Seperti enggan Channie melewati waktu sekarang. Apalagi saat Kyuhyun mengucapkan kata itu, ingin sekali ia menghentikan waktu saat itu juga.

Meskipun tanpa ‘I Love…’ tapi tetap saja maksud Kyuhyun juga membalasnya.

Entah sudah berapa lama ia tersenyum sendiri sambil membayangkan Kyuhyun, tidak hanya itu bahkan di sertai dengan pipinya yang selalu memerah tiap mengingat kalimat yang menurutnya paling menyentuhnya hatinya selama ini.

***

Kangin menatap Kyuhyun yang baru saja turun setelah beberapa jam. Sedikit berlebihan jika ia menyebutnya beberapa, hanya dua jam saja tapi ini terlalu lama untuk menunggu menurutnya jika hanya untuk alasan menidurkan Channie. Tsk. Pikirannya bahkan tidak hanya itu saja jika mengingat betapa Kyuhyun selalu… bergairah jika bersama Channie.

Sementara Kangin melihat senyum kebahagiaan Kyuhyun yang berjalan mendekat ke arahnya dan juga Jungsoo. Jungsoo?

Kangin melirik sekilas pada sahabatnya yang mungkin juga kelelahan menunggu. Melihat raut wajah Jungsoo saat melihat Kyuhyun, Kangin membaca sedikit rasa iri atau entahlah. Ia tahu benar Jungsoo masih mencintai adik sepupunya itu, namun sahabatnya itu tahu diri. Channie lebih mencintai Kyuhyun sekarang. Apalagi jika melihat Kyuhyun saat ini terlihat bahagia terpancar dari wajahnya, Jungsoo yakin Channie sudah pasti bahagia bersama pria yang mencintai dan juga dicintainya.

Kangin menepuk sekilas pundak Jungsoo untuk menyadarkan lamunan pria ini.

“Ayok…” ajak Kangin saat Kyuhyun memberinya kode untuk ke ruang kerjanya.

“Apa tidak apa-apa?” tanya Jungsoo ragu. Kangin tersenyum sekilas.

“Justru itu, kau harus ikut kami ke ruang kerja kalau Kyuhyun tidak mau menghajarmu.”

Jungsoo mengerutkan keningnya, “A—pa?”

“Jangan pura-pura bodoh. Kau tidak mau kan Kyuhyun menuduhmu mencari kesempatan untuk bertemu Channie diam-diam, huh?” goda Kangin. Tapi, ini memang benar. Dia tahu watak Kyuhyun yang sangat antisipasi terhadap Jungsoo. Sifat posesifnya pada Channie sudah dalam taraf mengkhawatirkan.

Jungsoo tersenyum dan mengikuti Kangin dan juga Kyuhyun yang sudah terlebih dulu masuk ke dalam ruang kerjanya.

.
.
.

“Biarkan mereka di markasmu sampai kita bisa memperoleh informasi. Tapi, aku kurang yakin mereka mau menguak lebih dalam tentang si tua bangka. Aku yakin, mereka lebih memilih mati besok.” ungkap Kyuhyun setelah melihat keadaan anak buah Gong Shu yang membunuh Doo Joon.

“Aku dengar dari Sungmin. Besok Jaena akan mulai melakukan rencananya terhadap pria botak itu. Kau yakin melibatkan sekretaris Wong. Dia bisa—“

“Dari awal memang aku tahu itu. Sekretaris Wong pasti punya rencana sendiri, selain dia juga ingin menyingkirkan Gong Shu. Dia akan mencelakai orangku di sana, karena itu aku sudah menyiapkan rencana untuk melenyapkan mereka berdua, Bos dan sekretaris bodoh itu dalam satu waktu. Aku akan mengirimkan rinciannya setelah ini.” ucap Kyuhyun serius dan matanya masih menatap layar datarnya dengan jari-jari panjangnya lincah menekan keyboard.

“Baik jika itu yang kau inginkan. Jadi besok aku dan beberapa orangku akan ke Beijing. Kau tunggu saja hasilnya.” ujar Kangin kemudian menyesap white-winenya.

“Tapi aku juga akan ke sana sekaligus memberi sedikit pelajaran untuk mereka jika mendesak. Setidaknya…” gumam Kyuhyun kemudian menatap Kangin tidak yakin dengan keputusannya.

Karena Channienya tidak bisa tidur jika tidak dalam pelukan dan ciumannya terlebih dulu, setidaknya untuk masa sekarang ini. Masa kehamilannya.

Karena dia juga masih sangat merindukan Channie. Menghabiskan waktu berdua dengan Channie. Menyentuh Channie dan juga…bercinta dengan istrinya itu. Tapi ini juga penting untuk ketentraman hidup keluarganya kelak.

“Maksudmu, kau akan meninggalkan Channie sementara waktu? Dia baru saja sembuh dan apa kau yakin dengan—“

“Tidak sampai sehari Hyung.” potong Kyuhyun cepat, kemudian tatapan bergeser sedikit ke arah di mana Jungsoo sedang duduk dan memerhatikan percakapannya. Pria itu juga tengah menatap Kyuhyun.

“Malam harinya pasti aku sudah ada di Seoul.” lanjut Kyuhyun yakin. Ia tidak mau membuat Channie merasa khawatir padanya. Melihatnya yang hampir mati tertembak saja Channie sudah tidak kuasa menahan dirinya sendiri yang hampir mati.

“Aku yakin dia aman. Masih ada rumah Ibuku yang jauh lebih aman, dan aku hanya butuh sedikit meyakinkannya saja.” lanjutnya lagi saat ia melihat sekilas sorot mata Jungsoo.

Oh, tidak. Tentu saja dia tidak akan menitipkan Channie pada kakak-sepupu-istrinya yang memang masih mencintai Channie. Itu terlalu beresiko. Tidak. Tidak akan.

Jungsoo tahu arti kalimat dan juga tatapan Kyuhyun padanya. Ia memang sudah tidak bisa dan juga tidak berhak ikut campur terlalu jauh hubungan Channie. Terlebih apa yang sudah Juyeon lakukan. Ia tahu itu, walau memang masih menyakitkan jika mengingat ini semua, padahal ia hanya ingin menjalin kedekatan antara kakak dan adik masih bisa berlangsung.

Kangin menyadari ada sedikit perdebatan batin antara Kyuhyun dan Jungsoo, kemudian berdehem pelan untuk memecah keheningan beberapa detik ini.

“Zhoumi sudah tahu apa yang ia lakukan pada Jaena besok, walau ada peran yang tidak terduga ikut dalam rencana kita, Hyukjae kau tahu itu.” ujar Kangin sedikit pura-pura frustasi sambil menuangkan kembali white-wine ke dalam gelasnya yang sudah kosong.

“Pria sialan itu terlalu mudah terbaca kalau dia sudah terjerat oleh Jaena masih saja jual mahal. Menggelikan.” Kyuhyun menanggapinya dengan wajahnya masih serius dengan macbooknya.

Kangin menyesap lagi white-wine—yang memang suguhan nikmat dari Kyuhyun tapi tiba-tiba ia sedikit tersedak setelah Kyuhyun mengucapkan kalimat barusan, membuat Kyuhyun menatapnya dengan tatapan bertanya ‘apa ada yang salah dengan kalimatnya untuk Hyukjae’.

“Maaf.” gumam Kangin sambil mengusap bibirnya. Sementara Kyuhyun kemudian menatap kembali pada layar datarnya.

“Bukannya kalau dilihat-lihat, Hyukjae sekarang itu sama denganmu, ya?” gumam Kangin, Kyuhyun yang mendengar itu kemudian menghentikan kegiatannya. Menatap Kangin dengan tatapan ‘Apa?’.

“Hyukjae dan aku? Hah, apanya yang sama?” Kyuhyun tidak terima dengan pernyataan Kangin. Justru Kangin tersenyum jenaka melihat raut wajah Kyuhyun yang terkesan bodoh ini. Dasar.

“Kau tahu apa maksudku, Cho Kyuhyun. Coba kau ulang lagi kata-katamu untuk Hyukjae. Dia kurang lebih sama denganmu, setidaknya untuk sekarang.” ucap Kangin santai.

Kyuhyun kemudian teringat dengan dirinya sendiri yang belum secara langsung menyatakan kalau dia mencintai istrinya dan menyatakan kalau Channie miliknya kepada khalayak.

“Hem, aku benar, kan?” goda Kangin melihat raut wajah Kyuhyun seperti sulit menyembunyikan semburat merahnya. “Apa aku salah? Kalau aku salah berarti kau sudah menyatakan bahwa kau dan—“

“Kurasa pembicaraan kita bukan untuk membahas masalah suatu hubungan.” tegas Kyuhyun karena terlihat jelas Kangin ini ingin mengorek lebih jauh apa yang terjadi antara Channie dan dirinya, apalagi setelah tadi dia sempat mengucapkan kalimat yang ia pendam selama ini karena kurang percayaan dirinya serta suatu hal yang membuatnya takut untuk di tinggalkan…

“Ya. Aku tahu, Cho Kyuhyun. Tapi, melihat raut wajahmu yang terlalu bahagia sejak turun tadi, aku rasa ada yang terjadi antara kau dan Channie.”

Jungsoo yang mendengar ini kemudian menyesap habis minuman di gelasnya. Cairan wine ini sedikit memberi perasaan hangat pada perasaannya. Ia kesini bukan untuk mendengar hubungan antara Kyuhyun dengan Channie bukan? Sialan Kangin!

Wajah Kyuhyun memanas. Tatapannya menggelap.

Apa terlihat begitu jelas wajahnya ketika mendengar lagi—kalimat yang ia nantikan keluar dari bibir Channie? Begitu jelaskah? Sialan kalau begitu kendalikan raut wajahmu Cho Kyuhyun. Jangan sampai, si brengsek Kangin bisa mengetahui betapa bodohnya dirimu.

“Aku menunggumu bukan satu jam walau itu hanya untuk menidurkan istrimu tersayang, dua jam lebih sedikit sepertinya…” Kangin segera menyadari perubahan raut wajah Kyuhyun yang kini seperti…entahlah. Kemudian buru-buru ia meralatnya, “Bukan seks yang ku maksud jika kau berpikiran seperti itu. Yah, walau itu tidak asing lagi bagi kalian sih.”

Seketika Jungsoo tersedak oleh minuman yang ia sesap. Kangin segera menoleh padanya dan wajahnya menunjukkan penyesalan pada Jungsoo. Bukan maksudnya untuk membahas ini, tapi ia terlanjur kesal dengan sikap Kyuhyun yang masih saja menutupi perasaannya pada Channie. Walau memang jelas terlihat dari sikapnya kalau Kyuhyun sangat-amat-mencintai Park Channie.

Kyuhyun tersenyum simpul setelah bisa menguasai perasaannya saat ini. Perlahan ia menghembuskan nafasnya yang panjang. Sepertinya Hyungnya ini memang sangat ingin tahu hubungannya dengan Channie sekarang, walau di depan Jungsoo sekalipun. Ckck…

Kangin mengernyitkan dahinya. Kenapa Kyuhyun berubah secepat ini. Tadi pria ini terlihat gugup dan sekarang malah tersenyum jenaka. Aneh…

“Bagaimana menjelaskannya jika kau belum menikah.” ujar Kyuhyun tenang.

“Tsk.” decak Kangin membaca arah pernyataan Kyuhyun padanya. Bukan hanya soal seks tapi lebih kepada perasaan walau hanya ada hubungan intim terselip di dalamnya.

“Kau akan tahu jika kau sudah menikah, jatuh cinta dengan istrimu dan bagaimana kalian berhubungan atas dasar perasaan saling memiliki.” jelas Kyuhyun dengan tatapan yang sulit diartikan.

Nah, benar kan. Batin Kangin kesal.

Jungsoo kemudian menatap Kyuhyun. Sorot mata Kyuhyun bahkan tidak ada sorot kebohongan sedikitpun saat mengatakan kalimat tersebut pada Kangin. Jelas memang pria itu sangat mencintai Channie melebihi dirinya. Membuang nafas kasar, Jungsoo kemudian menatap ke arah lain. Bukannya dia tidak suka, tapi ia merasa seperti pecundang. Mengapa tidak dari dulu dia bisa bersikap seperti Kyuhyun pada Channie. Sekarang, semua sudah terlambat.

Hatinya membentengi perasaan lebih untuk Channie. Dia hanyalah kakak sepupunya saja. Hanya itu.

“Kau kenapa membuatku seperti orang bodoh saat ini. Kau sengaja ya!” sentak Kangin tidak terima dengan penjelasan Kyuhyun.

Kyuhyun terkekeh kemudian terlintas di benaknya wajah cantik Channie yang bersemu merah saat tersenyum padanya dan saat memintanya menyentuhnya lebih, di bagian tubuhnya, membuat sudut bibir Kyuhyun terangkat dengan sendirinya membentuk sebuah senyuman.

Kangin bertambah kesal melihat Kyuhyun yang tidak terpengaruh dengan pertanyaan yang menyebutnya sama seperti Hyukjae yang sok jual mahal itu. Sialan.

Dan lihatlah sekarang, Kyuhyun bahkan sudah tidak fokus lagi pada kegiatan sebelumnya. Sepertinya memang dia sedang di mabuk cinta. Benar-benar menyebalkan melihat Kyuhyun yang seperti ini bahkan dia sendiri yang ingin tahu kejadian apa sebelum Kyuhyun turun saja, pria itu sengaja tidak memberitahunya. Double sialan, kan.

Saat Kangin hendak menyentak senyum Kyuhyun, justru dia mendengar pintu ruangan ini terbuka, perlahan. Jungsoo-pun juga menoleh ke arah sumber suara itu.

Kyuhyun seketika melihat ke arah pintu dan mendapati sesosok yang sedang menyita pikirannya itu, gadis itu kini berdiri mematung di sana. Ya, Tuhan… tiba-tiba nafasnya tertahan ketika tatapannya bertemu dengan Channie. Cantik… walau istrinya itu terlihat mengantuk tapi tetap saja, aura kecantikannya bahkan lebih terpancar di wajah polosnya itu.

Kangin mengakui memang pantas jika Kyuhyun tergila-gila pada istrinya ini. Buktinya sekarang, Channie dengan wajahnya yang sedikit mengantuk dengan tatapan sedikit gugup dan ada perasaan manja atau apa, tapi itu yang terbaca oleh Kangin saat ini, Channie terlihat semakin dan sangat cantik ditambah ia mengenakan jubah tidur sutera merah panjang membalut tubuh indahnya dan…yang menarik Kangin yakin Channie memakai gaun tidur seksi di dalam jubah sutera merah itu.

Yakin sekali karena bahkan siluet lekukan tubuh Channie tergambar jelas walau gaun tidur panjang memang tidak menerawang. Mata pria mana yang tidak tertarik pada wanita-yang-di gilai-oleh Cho Kyuhyun ini.

Kyuhyun berdehem dan tatapannya mengarah pada Kangin dan Jungsoo yang memang-mengamati penampilan Channie saat ini. Ia beranjak dari duduknya setelah Kangin dan Jungsoo sadar dengan tatapan memuja mereka pada Channie.

Tatapan Kyuhyun mengisyaratkan, dia milikku, jadi jaga mata kalian. Begitulah kira-kira.

Channie, dia tidak tahu apa yang membawanya kemari. Yang ia ingin hanya berada di dekat Kyuhyun. Ia bahkan sangat gelisah sekali tadi di dalam kamar. Padahal sebelum hamil dia juga tidak pernah seperti ini. Apa karena hasratnya yang tertunda tadi dengan Kyuhyun? Ah, tidak. Tidak. Dia seperrti wanita-kesepian saja. Pasti sekarang pipinya sudah memerah, hanya dengan membayangkan kejadian beberapa waktu yang lalu.

Dadanya juga masih berdebar kencang sama seperti saat pertama ia masuk ke dalam sini dan bertemu dengan tatapan sorot mata Kyuhyun padanya.

Tatapan mata Kyuhyun begitu membakar tubuhnya hingga area sensitifnya juga mendapat rangsangan karena sorotnya begitu menggelap sekaligus seperti menelanjanginya saat ini juga. Apa Kyuhyun juga memikirkan hal sama? Tatapannya seolah mengatakan hal itu. Apa karena ia memakai pakaian yang salah. Ia melapisi gaun tidur-tipis-transparannya dengan gaun tidur panjang. Tidak mungkin tembus pandang. Channie yakin.

Masih berdiri mematung, ia tidak tahu apakah ia mengganggu Kyuhyun dan rekan kerjanya. Merasa tidak enak diperhatikan oleh Kyuhyun dan juga salah satu temannya, Channie mengalihkan tatapannya dan tidak sengaja menatap sekeliling, ada…Jungsoo di sini yang juga tengah memerhatikannya. Hendak menyapa, namun semua terbantahkan oleh deheman Kyuhyun yang membuatnya kembali terfokus pada pria itu.

Belum sempat Channie beranjak dari tempatnya, ia sudah melihat Kyuhyun yang berjalan ke arahnya. Masih begitu mempesona walau dengan keadaan Kyuhyun yang memang tampak lelah. Sorot mata pria itu terlihat bahagia sekali dan juga…sedikit tidak suka. Kenapa harus sesenang ini melihatnya? Kenapa juga tidak suka? Ya. Karena kau memakai pakaian seperti ini di depan pria lain, terutama Jungsoo juga ada di sini.

Ya, ampun.

Belum sempat ia menyapa Kyuhyun, tangan pria ini sudah menarik pinggangnya untuk mendekatkan tubuhnya hingga ia bisa mencium aroma tubuh dan juga sisa parfum Kyuhyun yang membuatnya makin hatinya berdebar.

Tatapannya bertemu dengan tatapan Kyuhyun, apalagi pria ini menundukkan sedikit kepalanya untuk menjangkau wajahnya. Hingga bibir Kyuhyun sudah ada di samping telinganya, Channie seperti tersengat listrik saat bibir lembut Kyuhyun menyentuh ujung telinganya.

“Kenapa, sulit tidur hmm?” bisik Kyuhyun sangat pelan dan nyaris mirip sebuah desahan.

Saat ia sulit menjawab karena godaan bibir Kyuhyun di sekitar belakang telinganya, ia tersadar oleh pelukan tangan Kyuhyun di pinggangnya yang semakin erat saja, sampai tidak ada celah di antara tubuhnya dan Kyuhyun.

Tubuhnya semakin meremang atas godaan Kyuhyun.

“Entahlah,” gumam Channie menjawab serta sedikit menjauhkan kepalanya dari jamahan Kyuhyun. Ia sadar tidak hanya ada dia dan Kyuhyun. Ada dua pria lain yang pasti sedikit mendengar desahan-suara Kyuhyun dan juga perlakuan Kyuhyun padanya yang pasti membuatnya memerah saat ini.

Lagi pula ia tidak mau desahannya terdengar oleh pria selain Kyuhyun.

Kyuhyun terkekeh melihat reaksi Channie barusan. Ia tidak sampai di sini. Tangan yang satunya menarik wajah dan membelai pipi serta leher Channie dengan jemarinya. Menatap sorot mata Channie dalam-dalam. Hanya kerinduan yang bisa ia baca saat ini. Serta wajah Channie yang dari tadi bersemu merah selalu sukses membuat celananya mengetat. Sialan.

“Kau masih lama di sini?” tanya Channie pelan. Tangannya ada di dada Kyuhyun membelai-nya lembut. Membuat Kyuhyun menahan nafas sejenak.

“Sedikit lagi selesai.” jawab Kyuhyun matanya masih meneliti wajah Channie. Tidak pernah bosan apalagi sehabis mendengar kalimat dari Channie dalam tidurnya tadi. Ia ingin selalu tersenyum setiap mengingatnya.

Channie mengalihkan tatapannya ke dada Kyuhyun setelah mendengar jawaban Kyuhyun barusan. Apa ia harus kembali ke kamar setelah ini? Oh, Ayolah. Ia selalu gelisah jika tidur tidak dengan Kyuhyun. Paling tidak sebuah ciuman…

Kyuhyun tersenyum simpul mengetahui apa yang Channie pikirkan. Kemudian ia menarik dagu Channie untuk menatapnya. Menarik tengkuk Channie dan menempatkan mulutnya tepat di mulut Channie.

Channie yang tidak menduga Kyuhyun akan menciumnya tiba-tiba ini, sedikit tersentak oleh mulut Kyuhyun yang menekan dan bergerak di mulutnya. Dan ia tidak bisa menolak ciuman Kyuhyun, yang memang membuatnya ketagihan. Channie memejamkan matanya dan mengikuti alur permainan ciuman Kyuhyun. Kyuhyun melumat bibir atas dan bawahnya bergantian dan semakin cepat hingga Kyuhyun berhasil menemukan lidahnya seketika ciuman ini membuat tubuhnya lemas dan degub jantungnya terus berdebar kencang.

Terengah-engah mereka berdua.

Channie sadar ini harus berhenti. Bukan tempat semestinya. Ia melepas tautan bibirnya walau begitu Kyuhyun masih mengecupi setiap inchi bibirnya yang terasa membengkak karena ciuman barusan.

“Kyu,” bisik Channie dan berhasil membuka mata Kyuhyun yang sedari tadi terpejam. Matanya bertemu dengan Kyuhyun. Mengatakan lewat tatapannya kalau ada orang lain di sini. Channie menundukkan wajahnya karena menyembunyikan semu wajahnya yang pasti sudah sangat merah sekarang.

“Ayo…” ucap Kyuhyun sembari menarik pinggangnya dan membuat Channie mengikuti Kyuhyun.

Channie belum berani menatap ke depan atau sekedar mendongak, karena ia yakin pasti Kangin dan juga Jungsoo melihat adegan ciumannya dengan Kyuhyun barusan. Kyuhyun membawanya ke kursi kerjanya dan tepat saat Kyuhyun duduk, di tariknya tubuhnya untuk duduk di atas pangkuan Kyuhyun.

Channie hendak menolak karena tidak mungkin duduk seperti ini sekarang. Kyuhyun gila atau apa?!

“Channie…” geram Kyuhyun yang tahu Channie akan menolaknya.

Channie menghela nafas panjang, kemudian dengan pelan ia mendudukkan pantat indahnya di atas paha Kyuhyun, dengan posisi agak menyamping seperti ini ia sebenarnya leluasa menatap Kyuhyun tanpa canggung karena tatapan Kyuhyun pasti terfokus ke depan.

Channie menoleh ke samping dan memberi senyum pada Kangin yang duduk tepat di depan meja Kyuhyun. Pria ini tersenyum juga padanya tapi ada semburat merah di pipi Kangin, mungkin dia malu melihat ciuman tadi. Ya, Tuhan… Channie berusaha menepis perasaan ini, kemudian matanya bertemu dengan Jungsoo yang duduk di seberang di sebuah single sofa.

Kakak sepupunya itu terlihat mengurai senyum padanya.

“Kau terlihat baik, Channie.” sapa Jungsoo, sekedar basa-basi karena terlalu lama ia memerhatikan Channie sejak masuk ke dalam ruangan ini.

Pelukan tangan Kyuhyun di pinggang Channie terasa semakin erat, Channie tersenyum kikuk membalas senyum Jungsoo padanya, “Ya. Sudah membaik. Kau sendiri?” tanya Channie yang melihat keadaan Jungsoo sepertinya memang tidak baik, apalagi setelah ia mendengar bahwa Jungsoo akan kembali pada Juyeon setelah gadis itu keluar dari penjara.

Channie memang sudah tahu permintaan maaf Juyeon dari Jungsoo saat kakak sepupunya itu menjenguknya dulu. Bahwa Juyeon sangat-amat menyesal dengan apa yang dilakukannya. Tapi, Channie sempat sulit memaafkan. Apalagi Kyuhyun juga tahu akan hal ini. Kyuhyun berbeda dengan dirinya, suaminya ini bahkan sangat membenci Juyeon. Channie memilih untuk memaafkan tapi tetap sulit jika ia harus kembali berhubungan dengan Juyeon seperti semula, saat semuanya belum terjadi.

“Aku baik. Kau bisa lihat sendiri.” jawab Jungsoo kembali menyesap minumannya.

Dia tidak baik-baik saja setelah melihatmu berciuman panas walaupun singkat dengan Kyuhyun tadi.

Channie bisa merasakan sorot mata Kyuhyun yang tertuju padanya, walau ia belum menoleh ke arah Kyuhyun. Apalagi pelukan di pinggangnya seolah menyiratkan bahwa dia sudah cukup memberi Jungsoo perhatian. Pria itu masih mencintaimu, Channie. Seperti itulah tatapan Kyuhyun padanya.

Channie kemudian menyampingkan kepalanya ke arah Kyuhyun, tatapannya bertemu dengan sorot mata Kyuhyun. Channie tahu sekali Kyuhyun sangat cemburuan jika ada Jungsoo. Kemudian ia tersenyum dan Kyuhyun terlihat memicingkan matanya.

“Apa?” gumam Kyuhyun melihat senyum jenaka Channie.

Channie menggeleng. Kemudian mengalungkan tangannya di leher Kyuhyun yang mengecup singkat bibir suaminya ini singkat, namun berhasil membuat Kyuhyun menahan nafas sejenak karena tubuhnya seakan tersengat listrik hingga membuatnya tidak bisa berpikir.

Jantung Kyuhyun seketika berdebar dengan keras. Apalagi kini Channie masih mengalungkan tangannya dan meletakkan kepalanya tepat di lekukan lehernya, apalagi kini hidung Channie sengaja mengusap kulit lehernya dan di sertai hembusan nafas Channie yang hangat terasa membakar gejolak hasratnya sekarang.

Ya, Tuhan. Kyuhyun terdiam sejenak. Belum bisa mengalihkan tatapannya ke depan. Pasti kedua orang di sini menatapnya penuh minat atau paling tidak mereka iri dengan sikap manja Channie padanya. Tidak. Bukan hanya manja, sepertinya Channie memberi tahu mereka kalau dia menyayangimu, Cho Kyuhyun. Astaga. Apa-apaan ini…

Kyuhyun menundukkan kepalanya untuk melihat raut wajah Channie. Gadis ini sengaja membuatnya ingin mendesah atau apa?

Saat ia menunduk tatapannya bertemu dengan Channie. Sorot mata yang membuat hatinya selalu luluh lantah dan melumpuhkan sel syaraf otaknya hingga ia tidka bisa berpikir secara normal. Terlalu berbahaya memang jika melihat sorot mata Channie di saat seperti ini.

Kyuhyun menghela nafas sejenak, kemudian ia balas mengecup ujung hidung mancung Channie kemudian dahi gadis ini yang tidak tertutup anak rambut. Kyuhyun lalu menurunkan satu tangan Channie yang masih melilit di lehernya dan meletakkan tangan Channie untuk melingkar di pinggangnya.

“Jangan menggodaku, di saat seperti ini. Hmm…” bisik Kyuhyun sangat pelan. Tenang dan penuh penekanan. Dia, terangsang Channie… Oleh ciuman singkat? Dan oleh ciuman bibir serta hidungmu yang menyentuh lehernya. Astaga.

“Aku selesaikan ini sedikit lagi.”ujarnya setelah itu tangannya mengusap pelan lengan Channie.

Channie hanya bisa menganggukkan kepalanya singkat dan berusaha untuk tidak menoleh lagi ke samping yaitu ke arah Kangin dan juga Jungsoo. Ia memang gila bisa berbuat hal sedemikian di hadapan orang lain, selain Kyuhyun.

Ia melirik ke arah Kyuhyun. Pria ini kembali pada kegiatannya sebelumnya, jari panjangnya lincah bergerak di atas keyboard dan sesekali tatapannya sangat serius melihat pada layar datarnya.

“Aku sendiri yang akan menghubungi sekretaris Wong. Kau tinggal ikuti aturan mainnya. Semua datanya sudah berhasil aku buka.” ucapnya tenang pada Kangin.

“Apa masih lama. Terlihat sangat susah untuk mengakses data milik sekretaris sialan itu.”

“Tidak. Hampir selesai. Ya, memang. Sepertinya Sekretaris Wong sengaja merahasiakan segalanya terlebih pada Bos-nya sendiri. Dia kan memang ingin menumbangkan Gong Shu.”

Walau serius, Kyuhyun tetap saja terlihat sangat tampan. Melihat bibir Kyuhyun dan juga leher pria ini, Channie ingin kembali meletakkan bibirnya di sana. Tapi, hal itu pasti bisa merusak konsentrasi Kyuhyun. Terlebih pasti kau terlihat seperti gadis nakal, Channie.

Sebenarnya kau berbuat ini karena pengaruh Cho baby atau kau memang sedang bahagia karena jawaban Kyuhyun yang saat kau berpura-pura tidur? Hatinya berbisik pelan padanya. Sepertinya memang dua-duanya.

Mengingat ini, Channie merapatkan pelukan tangannya di pinggang Kyuhyun dan semakin menekankan wajahnya di lekukan leher Kyuhyun. Membaui aroma Kyuhyun yang membuatnya betah berlama-lama seperti ini. Hidungnya juga tidak tahan untuk tidak mengendus permukaan leher Kyuhyun. Kemudian Channie merasakan tubuh Kyuhyun menegang seiring dengan kegiatannya barusan. Oh, dia bereaksi.

Channie tersenyum kemudian memejamkan matanya dan ia mendengar lenguhan nafas Kyuhyun.

***

Seorang perawat wanita keluar dari kamar inap Yoo Mi. melewati dua petugas kepolisian yang berjaga di depan kamar inap tersebut.

Selang beberapa waktu, seorang perawat wanita tersenyum simpul setelah keluar dari balik bilik toilet umum. Membenahi pakaian yang ia kenakan saat ini dan membuang jas pakaian serba putih itu ke dalam tong sampah di sana.

Balutan luka di pergelangan tangannya masih terpasang dan juga luka tusukan di perutnya yang juga masih terbalut oleh balutan. Tapi, dia bisa bertahan karena lukanya walau terasa nyeri masih bisa untuk berjalan dan hingga saat ini dia dalam keadaan baik-baik saja.

Berjalan menerobos lalu lalang orang-orang di malam hari ini memang sangat dingin apalagi kondisinya belum pulih benar, tapi tekadnya sudah bulat untuk menemukan cintanya, menemui pria yang membuatnya sampai sakit seperti ini. Cho Kyuhyun.

Yoo Mi mendongak dan merapikan sedikit letak topinya, terlihat jelas gedung pencakar langit milik keluarga Cho Kyuhyun berdiri megah dan lebih bersinar daripada gedung-gedung di sekitarnya. Terlihat sangat indah saat malam hari.

Seandainya saja, dari dulu dia datang lebih awal daripada perempuan sok polos itu, mungkin saja statusnya sekarang sudah menjadi istri dari pemilik gedung yang sedang di tatapnya ini.

Matanya menerawang kemudian ia meringis perih saat rasa nyeri dari perutnya timbul. Sialan. Luka ini ternyata butuh waktu beberapa hari untuk ia istirahat. Tapi, tenang, Cho Kyuhyun tidak akan bisa lari lagi darimu… batinnya tersenyum senang membayangkan Kyuhyun akan menjadi miliknya. Sedetik kemudian dia tertawa begitu keras.

Tawanya berhenti ketika ia mendengar derap langkah kaki mendekat. Jangan-jangan segerombolan kepolisian sedang mencarinya di penjuru kota Seoul. Tidak. Dia harus bersembunyi sampai ia bisa bertemu dengan pria pujaan hatinya, Cho Kyuhyun.

***

Kangin dan Jungsoo duduk tenang di kursi penumpang. Karena keduanya sudah dalam pengaruh minuman, jadi Kyuhyun tidak membiarkan keduanya mati konyol.

Jungsoo sebenarnya merasa tidak enak pada sopir kepercayaan Cho Kyuhyun ini. Di saat waktu istirahatnya terganggu untuk mengantarkan dia dan Kangin pulang. Padahal awalnya, dia ikut Kangin ke tempat Kyuhyun hanya sekedar mengikuti Kangin dan rasa ingin tahu sedikit tentang keadaan Channie pasca keluar dari rumah sakit. Hanya ingin tahu itu saja. Tapi, godaan untuk minum tidak bisa ia hindari melihat hubungan antara Kyuhyun dan adik sepupunya itu, membuatnya sedikit sadar diri. Hingga minumanlah penyalur kepenatannya.

Sementara Kangin masih sibuk dengan tab di tangannya walau dia tadi meminum wine lumayan tidak sedikit, tapi pikirannya masih bisa fokus pada pekerjaan yang lebih penting.

Sedangkan dirinya? Pikirannya melayang. Matanya menerawang jauh ke luar menatap langit malam. Mengingat-ingat saat Channie masih sebagai gadis kecilnya yang lucu dan menggemaskan hingga sekarang sudah menjadi wanita dewasa yang sudah mempunyai suami dan sekarang sedang mengandung seorang bayi.

Seolah waktu berjalan begitu cepat. Hingga akhirnya ia sadar, ia hanya seorang kakak yang menjaga Channie hingga Channie menemukan pelindung sekaligus orang yang mencintainya sepenuh hati. Tugasnya sudah selesai sejak Channie menikah dengan Kyuhyun. Selesai.

Ia ingat benar saat Channie merasa asing karena ia pertama kali masuk di sekolah dasar dan pada saat itu Jungsoo sudah menginjak remaja akan tetapi masih satu sekolah dengan Channie. Ketika itu, Channie—gadis kecilnya itu menangis di sekolah entah karena teman-temannya di sekolah atau memang masih takut bertemu orang baru dalam pergaulannya. Channie menangis tersedu sendirian dan cukup menjadi kerumunan teman sebayanya.

Jungsoo mendekati gadis kecil itu, Channie mendongak saat ada belaian halus di rambut sebahunya yang di biarkan terurai.

“Oppa hiks…” ucap Channie terisak.

“Kenapa menangis, ada yang jahat padamu, huh?” tanya Jungsoo waktu itu sambil mengusap air mata yang ada di pipi Channie. Channie menggeleng pelan dan matanya masih memerah.

“Lalu kenapa?”

“Aku takut.” bisik Channie. Jungsoo tersenyum, ia hafal benar dengan sifat adik sepupu kesayangannya ini jika ada di lingkungan yang baru ia kenal.

“Lalu, kau mau pulang? Apa mau makan dulu, oppa bawa bekal, kalau kau mau asal kau masuk kelas. Oppa janji akan ada di sampingmu sampai paman dan bibi datang.” ujar Jungsoo dengan sabar dan sedikit mencubit pipi Channie.

Channie tampak berpikir sejenak. Betapa lucu dan menggemaskan gadis kecilnya itu kala tampak serius. Jungsoo ingin sekali mencium pipi Channie, tapi sayang ini bukan tempat yang tepat. Seperti kebiasaannya yang suka mencium pipi Channie harus dihentikan perlahan-lahan.

“Baiklah. Aku mau, tapi—“ Channie menatap Jungsoo dengan matanya yang kembali berbinar. Jungsoo tahu kalau Channie ada maunya.

“Apa, Channie?”

“Aku mau oppa menggendong seperti saat kita bermain bersama.” ucapnya dengan bibir yang imut seperti itu membuat Jungsoo semakin gemas pada Channie kecil ini.

“Dengan senang hati.”

Jungsoo menggendong Channie ala bridal style menuju kelasnya yang lumayan jauh dari tempat Channie sekarang berada. Ngomong-ngomong Channie memang lebih suka Jungsoo menggendongnya seperti ini daripada gendong di punggung. Channie kecil tersenyum senang mempunyai kakak yang bisa diandalkan dan juga sangat menyayanginya sepenuh hati.

Jungsoo tersenyum menatap Channie, “Lebih baik?” tanyanya, dan Channie mengangguk kemudian mengalungkan kedua tangannya di leher Jungsoo dan menyembunyikan wajahnya di leher kakaknya karena malu atas tatapan beberapa teman sebayanya yang sengaja mengekor Jungsoo saat menggendongnya.

“Oppa, kau harus janji selalu menjagaku. Kau jangan pernah meninggalkan aku ya. Oppa harus janji, aku takut oppa meninggalkanku saat aku besar nanti.” ucap Channie pelan dan masih ada nada serak sisa tangisannya.

“Iya. Oppa janji. Oppa tidak pernah meninggalkanmu. Walau kau sudah besar nanti.”

“Oppa tidak bohongkan?”

“Tidak. Oppa mana pernah berbohong padamu.” Jungsoo menunduk menatap Channie yang kini mendongak menatapnya. Betapa cantiknya adiknya ini.

“Kata Ibu, kalau sudah besar Oppa akan menikah. Pasti oppa akan meninggalkan aku, iyakan?”

“Channie kau juga akan menikah kelak.”

“Begitu ya? Mmm… bagaimana kalau kita menikah berdua saja oppa. Jadi oppa akan tetap bersamaku.” Jungsoo terkekeh mendengar Celoteh polos Channie.

“Kau yakin mau menikah denganku?” goda Jungsoo.

“Yakin. Jadi kita bisa menjadi suami dan istri beneran, seperti saat oppa dan aku main ayah dan ibu.”

“Baik.” Jungsoo mencuri kesempatan mencium pipi Channie dan Channie memeluk erat leher Jungsoo seolah tidak mau lepas.

Jungsoo tersenyum simpul membayangkan potongan adegan masa kecilnya yang ia ingat hingga sekarang. Sikap Channie saat itu yang memeluk lehernya dengan erat dan menyembunyikan wajah di lehernya, sama persis dengan sikap Channie pada Kyuhyun tadi.

Mengingat kembali sikap mesra Channie pada Kyuhyun dan juga sebaliknya saat ia berada di ruangan yang sama beberapa menit yang lalu, membuat senyumnya memudar berganti dengan raut wajah yang tampak kusam. Sesaat kemudian ia tersenyum miris. Memang itu adalah janji, tapi diucapkan saat keduanya masih belum cukup dewasa mengartikan perasaan. Jadi itu semua tidak ada artinya apa-apa dan mungkin kalau memang Channie pernah menyukainya, dia lah yang paling jahat karena selalu mengabaikan perasaan Channie yang memang selalu ditunjukkan gadis itu padanya.

Kini…semuanya telah berjalan sesuai kehendak Tuhan. Channie hidup bahagia dengan pria yang jauh lebih baik darinya dan yang pasti mencintai Channie melebihi dirinya.

Dia tersenyum lagi dan menggelengkan kepalanya.

“Kau kenapa tersenyum sendirian? Jangan gila karena melihat adik yang kau cintai bermesraan—“

“Ish!” Jungsoo menggeplak kepala Kangin, “Aku kan sudah bilang padamu berulangkali. Cinta itu sudah hilang. Hanya sebatas adik-kakak.” tambah Jungsoo tenang.

“Iya-iya aku tahu walau di hatimu masih mencintainya kan. Kepalaku pusing makin pusing sekarang.” Kangin mengeluh kemudian menyenderkan kepalanya. Dia suka sekali membuat Jungsoo uring-uringan.

“Beruntung aku tidak memiliki kisah percintaan yang rumit sepertimu. Dan lebih beruntung aku tidak mempunyai adik sepupu yang cantik seperti Channie.”

“Dasar!” cibir Jungsoo dan kemudian mereka tertawa bersama-sama.

“Undangan pembukaan Cafe barumu sudah kau kasih ke Kyuhyun?” tanya Kangin.

“Sial. Aku lupa.” Jungsoo berdecak, “Tenang, aku bisa antar ke kantor Kyuhyun.”

“Kau terlalu banyak melamun. Makanya, cepat cari pengganti Juyeon.”

“Tutup mulutmu.” Kangin terkekeh mendengar Jungsoo kesal padanya.

***

Beijing…

Gadis ini masih sibuk dengan gadget di tangannya, sejak makan malam bersama Gong Shu hingga perjalanan menuju hotel yang mereka tempati, pandangannya tidak lepas dari benda datar di tangannya. Menyebalkan bukan? Bahkan tidak menoleh sedikitpun pada pria yang ada di sampinya, Lee Hyukjae.

Sebenarnya bukan maksud Jaena untuk mengacuhkan Hyukjae. Tapi, demi menyampaikan apa yang ia dapatkan dari hasil pedekatannya dengan Gong Shu pada Kyuhyun terutama dan juga pada Jongwoon dan juga Sungmin. Belum lagi pada pengawal yang Kangin tugaskan, semuanya harus berjalan sesuai rencana. Kekompakan itu perlu mengingat ini rencana besar Cho Kyuhyun menghancurkan Gong Shu dan komplotannya dan juga jangan sampai ada mis komunikasi antara dia dengan semua pengawalan yang sudah disiapkan untuknya karena nyawa adalah taruhannya.

Hyukjae mengamati Jaena yang kini gadis itu menghela nafas panjang.

Jaena mendongak dan terkejut karena sudah sampai di basmant hotel yang mereka tempati. Sejak kapan? Bodohnya dia… Ya ampun. Ia menatap Hyukjae. Pria ini… kenapa juga tidak turun dari mobil?

“Kenapa tidak memberitahu kalau sudah sampai?” gerutunya kesal. Ia kemudian menatap sopir sekaligus pengawal mereka. “Hey, kau juga menyebalkan.” ucapnya.

Saat Jaena akan membuka kenop pintu tetap tidak bisa.

“Hey, buka pintunya.” perintah Jaena pada sopir tersebut.

“Tidak bisa nona.”

“Kenapa?!” tanya Jaena kesal. Ia lelah ingin istirahat dan merebahkan tubuhnya. Belum sempat sopir itu menjawab, terlintas sesuatu dengan cepat di pikirannya. Ia menoleh lagi ke arah Hyukjae. Pria itu masih menampilkan raut wajahnya yang seakan tidak peduli. Sialan.

“Dasar pria tidak berbentuk, buka pintunya atau—“

“Atau apa.” potong Hyukjae cepat sambil menoleh ke arah Jaena. Sudah cukup sabar ia melihat kesibukan Jaena dan ia didiamkan. Menyebalkan sekali. Apalagi sekarang Jaena seolah menantang sekali dari cara berpakaian gadis ini, membuat mata pria di luaran sana hampir keluar melihat betapa indah-seksi-cantiknya dia memakai gaun biru safir setengah paha dengan punggung terbuka.

“Kau kenapa sih.” Jaena tidak mau kalah. Aneh sekali Hyukjae saat ini, apalagi tatapannya. Memang membuat jantungnya berdebar kencang. Soal jantung jangan ditanya. Saat pertemuan pertamanya dengan Hyukjae memang jantungnya selalu berdetak tidak karuan. Padahal Hyukjae bukan type pria idealnya. Bukan sama sekali.

“Kau yang kenapa?” sewot Hyukjae dengan mencondongkan tubuhnya ke arah Jaena.

“He—hey jangan macam-macam!” sentak Jaena gugup saat Hyukjae memojokkan tubuhnya di sudut. Sikap Jaena yang gugup sekaligus galak justru ini membuat Hyukjae semakin gila dan frustasi karena otak dan hatinya bertolak belakang ingin mempertahankan gengsi dan juga keinginan memiliki gadis ini.

Masa bodoh! Persetan dengan sopir yang ada di depan dan juga harga dirinya.

“Kau pikir dengan pakaian seperti itu kau merasa bisa memikat banyak pria?” desak Hyukjae.

Jaena semakin bergidik melihat sorot mata Hyukjae yang menggelap. Pria ini kenapa sih sebenarnya. Apa dia tidak suka Jaena tampil cantik dan seksi? Bukankah Hyukjae menyukai gadis yang berpenampilan seperti dia saat ini? Tuhan, selamatkan aku. Batinya menjerit.

“Kau mengalihkan pembicaraan. Dasar sinting, buka pintunya atau kau tidur di kamar yang lain!” ancam Jaena, tapi sepertinya percuma saja. Ia hafal benar sifat Hyukjae, tinggal sekamar dengan pria-mesum seperti Hyukjae dua hari membuatnya cepat mengenal sifat dasar pria ini.

“Tubuhmu itu terlalu indah untuk kau umbar di hadapan banyak pria dan juga…bibirmu itu terlalu manis untuk kau buat mendebatku, Jaena.”

Seketika dunia seakan berhenti saat Jaena merasakan desakan lembut tepat di bibirnya. Sialan kenapa dia memejamkan matanya menikmati bibir Hyukjae yang mulai bergerak menekan bibirnya. God, bukan ciuman pertamanya tapi…ini membuatnya melayang.

***

“Kau kenapa?” tanya Channie saat Kyuhyun membawa tubuhnya kembali ke kamar mereka berdua di atas. Dengan posisi masih sama, Channie mengalungkan kedua tangannya di leher Kyuhyun.

Sebenarnya Channie hendak turun dan ia bisa berjalan sendiri ke kamarnya tapi Kyuhyun malah melarangnya. Apa boleh buat, lagipula ia juga menyukai saat Kyuhyun menggendongnya seperti ini. Ia bisa menghirup aroma parfum dan tubuh Kyuhyun bersamaan.

“Aku kenapa? Kau yang kenapa?” balas Kyuhyun tersenyum penuh arti.

Channie mengernyit, kenapa Kyuhyun balas bertanya? Bukankah wajahnya yang seperti orang menahan amarah sejak Jungsoo dan juga Kangin oppa akan berpamitan. Apa dia memang mengganggu?

“Aku mengganggu ya?” balas Channie pelan. Ia merasa sedikit merasa bersalah.

Kyuhyun tidak menjawab, ia malah menghardikkan kepalanya untuk menyuruh Channie membuka pintu kamar mereka. Channie menurut menekan tombol interkom kemudian pintu terbuka.

Setelah menutup pintunya kembali, Channie menatap Kyuhyun yang bahkan pria ini sepertinya memang menyimpan sesuatu.

“Aku minta maaf kalau aku tadi mengganggumu. Aku tidak akan mengulanginya lagi.” lanjut Channie dengan beringsut hendak melepaskan diri dari gendongan Kyuhyun, tapi tenaga Kyuhyun sangat kuat dan membuat ia tidak bisa turun dari gendongan ini.

Kyuhyun menatapnya dalam, tepat di matanya. Menggelap dan penuh dengan ancaman. Apa? Ancaman? Apa dia telah berbuat kesalahan yang fatal dengan mengganggu pekerjaannya. Channie, ya Tuhan…kau ceroboh sekali.

Atau ada hal lain yang kau lakukan selama Kyuhyun bekerja di hadapan temannya? Belum sempat ia menemukan jawaban atas pertanyaan yang ia ajukan untuk dirinya sendiri, Kyuhyun tiba-tiba menurunkan tubuhnya perlahan dan memojokkan tubuhnya di sudut kamar ini.

“K—kyu…” ucap Channie gugup dengan sikap Kyuhyun.

“Kau memang berbuat salah, Channie. Makanya… ucapan maaf sebenarnya tidak cukup.”

“Lalu, aku harus memohon padamu sama seperti aku memohon seks?” ujar Channie frontal walau ia malu tapi ia memang kesal karena seolah ia berbuat salah yang ia tidak tahu.

“Kau semakin seksi kalau bicara soal seks. Apa kau memang ingin seks kilat dariku?” goda Kyuhyun dengan menyibakkan rambut Channie dan tatapan Kyuhyun beralih pada leher dan juga bahunya. Membuat darahnya berdesir. Begitu cepat membuat sengatan listrik ini menyebar ke seluruh tubuhnya hanya dengan melihat sekilas keindahan tubuh Channie. Sialan.

“Benar?” bisik Kyuhyun sembari mendaratkan bibir basahnya di leher Channie. Menghisapnya perlahan dan membaui aroma Channie yang memabukkan.

Jantung Channie berdegub dengan keras hingga Kyuhyun bisa mendengarnya. Semakin bersemangat ia melihat respon Channie yang selalu terangsang karenanya.

“Ti—tidak.” jawab Channie tersengal. Nafasnya memburu seiring pergerakan bibir Kyuhyun menjelajah lehernya. Oh, Tuhan. Kenapa Kyuhyun seolah menyiksanya dengan kenikmatan. Ugh…

Kyuhyun semakin merapatkan tubuhnya pada tubuh Channie sampai tubuh mereka benar-benar tidak ada celah sedikitpun. Melekat sempurna. Channie juga bisa merasakan hawa panas mulai menguar di sekitar mereka, dan yang membuatnya memerah apalagi kalau bukan pangkal paha Kyuhyun yang masih mengeras sejak tadi. Dan sekarang Channie bisa merasakan milik Kyuhyun semakin mengeras.

Tangan Kyuhyun mengusap punggung Channie dan yang satu mencari tali pengikat gaun tidur panjang Channie hingga gaun sutera itu terlepas, dan kini hanya tinggal gaun tidur-tipis-transparan Channie yang sangat pendek hingga Kyuhyun bisa merasakan kulit paha Channie menggesek tubuhnya. Membuatnya meremang dan nyeri di pangkal pahanya.

Sialan benar Channie. Dia sama seperti tidak memakai pakaian.

Channie terengah-engah saat bibir Kyuhyun makin gencar menyerang titik rangsangnya. Dari leher turun ke area belakang telinganya hingga ke bahunya. Menghisap dengan bibir sialan nikmat membuatnya menggeliat.

Pikirannya tidak bisa fokus dan kakinya seperti jelly. Padahal belum ada ciuman di bibirnya dari Kyuhyun. Entahlah, sepertinya Kyuhyun sengaja agar dia memintanya sendiri, seperti saat di sofa beberapa waktu yang lalu.

Desahan lolos sudah beberapa kali dari mulutnya saat bibir Kyuhyun bergerilya di atas dadanya yang masih terlapis kain tipis ini. Terasa basah dan panas di area kewanitaannya sekarang. Ia bisa orgasme sekarang kalau Kyuhyun tidak menghentikan ini.

“Kyu—“ bisik Channie lemah. Ketika ia tahu Kyuhyun akan terus mempermainkannya.

Kyuhyun menaikkan satu kaki Channie dan jemari panjangnya mengusap paha Channie naik hingga ke bagian sensitif Channie. Mengusap perlahan dan membuat Channie semakin bergeliat. Sementara mulut Kyuhyun kini menciummi dan mengulum puncak dadanya seperti orang kehausan. Bunyi decapan ciuman Kyuhyun semakin membuat gairah di sini semakin menggila.

Saat ia merasakan tubuhnya menegang dan ia tahu ia akan datang, Channie dikejutkan oleh tindakan Kyuhyun yang sengaja menghentikan gerakan mulut di dada dan tangan yang ada di area sensitifnya.

Channie membuka matanya dan tatapannya bertemu dengan sorot mata indah milik Kyuhyun yang masih penuh dengan gairah. Sama dengan dirinya.

“Kyu…” bisik Channie dengan menelan ludahnya susah payah masih disertai dengan nafasnya yang berat. Kepalanya sudah pening karena akan orgasme dan sekarang seperti dihempaskan.

Kyuhyun menatap Channie dengan tenang, “Hukuman untuk kesalahan karena kau sengaja menciummi permukaan leherku hingga aku hampir mendesah di depan Kangin dan juga…” Kyuhyun menarik lebih tinggi satu kaki Channie membuat Channie menggigit bibirnya karena menahan desahan nikmat dari gesekan miliknya dengan milik Kyuhyun yang posisinya sangat pas sekarang.

Kyuhyun semakin bergairah melihat Channie yang seperti sekarang ini. Wajahnya polos dan cantik, serta memerah dan juga menggigit bibirnya itu perpaduan keindahan yang sangat luar biasa baginya.

“Dan juga kau sengaja menekankan pantat seksimu ke arah pangkal pahaku, benar kan Channie?” tatapan Kyuhyun kembali menggelap.

Channie seketika teringat dengan apa yang ia lakukan tadi saat di ruang kerja Kyuhyun. Dia mencium leher Kyuhyun singkat, beberapa kali dan menekan pantatnya hingga ia bisa merasakan tubuh Kyuhyun menegang. Memang sengaja ia melakukannya karena Channie menginginkan Kyuhyun sejak percumbuan di sofa kamar mereka, tertunda. Dan ia yakin Kyuhyun juga sama dengannya.

Ya, Tuhan. Dia tidak habis pikir kalau Kyuhyun akan kesal karena itu. Tapi, ia cukup senang bisa mempengaruhi seorang Cho Kyuhyun yang terlihat sangat serius dan konsentrasi pada pekerjaannya. Rupanya dia bisa membuat konsentrasi Kyuhyun buyar.

“Kau bangga bisa melakukan itu, huh.” tebak Kyuhyun.

Channie tergagap dan seketika ia memekik saat Kyuhyun menggoda sensitifnya dengan menyelinapkan satu jarinya masuk ke dalam. Channie meremas kuat pundak Kyuhyun menahan rintihan yang akan keluar dari mulutnya. Sialan, Cho Kyuhyun.

“Aku tidak menyangka kau akan marah. Aku pikir kau senang.” ujarnya polos dan terengah-engah.

“Demi Tuhan. Kau tidak sepolos itu kan menunjukkan keahlianmu di depan pria lain.” rahangnya mengeras sama halnya dengan pangkal pahanya kini. Ya ampun…

Sialan. Dia marah sekaligus cemburu, Park Channie.

Channie memejamkan matanya saat Kyuhyun mulai menggerakkan jemarinya. Ia tidak tahan. Kepalanya semakin pening dan tubuhnya bergetar ia akan datang sebentar lagi. Tapi jika Kyuhyun menghentikannya… Tidak. Tidak…

“Ya. Aku salah… Aku minta maaf.” desah Channie sambil mengeratkan pelukannya di bahu Kyuhyun.

“Lalu?” bisik Kyuhyun sembari menciummi leher dan bahu Channie bergantian…

“Apa aku harus memohon untuk pelepasan sialan ini.”

“Ya. Itu harus.” jawab Kyuhyun dengan penuh penekanan dan ia memperlambat gerakan jemarinya pada milik Channie membuat Channie semakin pening.

“Permohonan ini termasuk untuk bercinta juga,” bisik Channie sambil meremas rambut coklat Kyuhyun yang mulutnya masih sibuk memberi tanda di permukaan dadanya.

“Akan aku pikirkan.”

Brengsek sekali Cho Kyuhyun. Tapi, Channie sudah tidak tahan. Ya ampun, dia seperti wanita murahan. Hormon kehamilan memang sangat gila membuatnya tidak bisa mempertahankan harga dirinya saat ini.

“Ayo, memohonlah Channie…” Kyuhyun menambah jemarinya yang satu lagi untuk masuk ke dalam milik Channie yang kini sudah basah kuyup. Memutarnya perlahan hingga ia juga ikut terangsang. Tuhan, Channie begitu membuatnya semakin bergairah.

Channie terengah-engah dan ia merintih pelan saat Kyuhyun tanpa aba-aba melakukan hal barusan.

Sialan. Sialan.

***

Eng Ing Eng….

BWAHAHAHAHAHA
Maaf ya kepotong sampe pemanasan Huh Hah *ditempeleng *
Sebenernya PART 15 ini panjaaangg sampe ke adegan dimana Kyu-Chan melakukan kegiatan wajib/? Mereka. Tapi, berhubungan aku belum selese ngetik bagian encehnya T—-T
Jadi, aku potong sampe Semi-Encehnya aja xD

Harus tahu juga *MAKSA* Aku ngetiknya pas bulan Puasa itu jadi agak kehilangan passion, maklum kalo nggak ngefeel buat adegan tak senonoh/?nya hahaha…

Yakin pasti banyak yang kecewa bukan karena nggak ada encehnya tapi ceritanya yang makin gak jelas WKWKWKWWKWK

Oh ya, ini sekalian buat THR dan traktiran bornday aku als bini mas Yesung^^

Maaf jika ada typo dan dua hari kedepan Part 16 aku usahain publish kalau responnya lumayan/? XD Eh tapi walau nggak ada yang nunggu tetep kok publish *setresss

Akhir kata, Chorong mau ngucapin Happy Eid Mubarak dan Mohon Maaf lahir batin ya^^

kyuhyun channie

kyuchanreal

Memori terindah Maret 2013 Mereka bertemu di dunia NYATA xD

FF “Nothin’ On You” Pary 14 [Kyuhyun-Channie]

kyuchan2

FF “Nothin’ On You” Part 14

Story by ; Deani [@yesungcharger]

Part 14

Dalam suatu ruangan yang tertutup, di salah satu rumah sakit. Beberapa orang ini tampak serempak menganggukkan kepalanya. Setelah mengecek semua peralatan yang telah di persiapkan sudah siap, satu diantara mereka kemudian menggunakan seragam Dokter dan juga perawat.

Ada juga salah satu diantara mereka semua yang sedang mengamati monitor di depannya dengan serius.

“Lorong menuju ruangan ICU, aman. Perawat dan juga Dokter yang lainnya sudah di bereskan di ruang yang sudah di isolasi. Tinggal menunggu perintah dari Bos.”

“Hmm… Aku sudah menghubunginya. Sebentar lagi dia menelpon untuk memerintahkan dan ingat dengarkan apa katanya baik-baik.” ucap salah satu dari mereka yang merupakan pemimpin rencana ini.

“Baik.”

“Sekretaris Wong sepertinya yang akan menelpon karena Mr. Gong-Shu sedang melaksanakan pertemuan penting dengan relasinya.”

“Okey. Aku harap, kalian sukses menjalankan misi ini. Jangan sampai anak buah Kangin dan juga Polisi mencurigai gerak-gerik kalian. Habisi si Brengsek Doo Joon itu. Kalau ingin rahasia Bos kita aman. Mengerti.”

***

Kyuhyun dalam perjalanan pulang. Melirik Rolex di pergelangan tangannya, belum terlalu malam. Dia lalu tersenyum dengan smirknya. Bagus. Channie mungkin sebentar lagi akan terbangun, saat Kyuhyun tadi melihat pada cctv, gadis itu masih tertidur pulas di ranjang kamarnya dan pakaiannya tetap sama seperti saat tadi…pagi.

Tatapannya berubah menggelap. Baca lebih lanjut

FF “Nothin’ On You” Part 13 [Kyuhyun-Channie]

10338925_1445262502383634_520619522_n

FF “Nothin’ On You” Part 13

Story by Deani [@yesungcharger]

Sebelum kalian protes, baca dulu sampai akhir part ini yaa~

Happy reading~~^^

Part 13

Melihat semua orang sudah meninggalkan ruangan ini, Kyuhyun segera melonggarkan dasinya serta melepas Jas hitamnya sembari menghela nafas panjang, ia menghempaskan tubuhnya ke kursi kebesarannya dan memejamkan matanya.

Rapat dengan dewan direksi baru saja selesai. Setidaknya ia lega sudah melewati waktu dua jam di ruangan ini dengan pikirannya yang kacau kemana-mana akan tetapi ia masih bisa fokus. Kyuhyun berterima kasih pada Tuhan telah memberikannya kepintaran dan pola pikir yang melebihi orang pada umumnya hingga ia bisa sedikit mengesampingkan pikiran kotor yang menguasai salah satu sudut di otaknya di saat ia dituntut konsentrasi penuh memimpin jalannya rapat penting sekaligus berpikir jernih dan meyakinkan untuk kemajuan perusahaannya.

Pikiran kotor? Ck… Sebenarnya itu datang dari dirinya sendiri akibat kebutuhan biologisnya yang sangat membengkak dan amat mengenaskan beberapa hari ini. Apalagi kalau bukan satu nama yang membuatnya tidak bisa berpikir jernih dan selalu berpikiran mesum di tengah-tengah rapat barusan. Dia, Channie. Baca lebih lanjut

FF “Nothin On You” Part 12 [Kyuhyun-Channie]

10338974_1445262125717005_1531100220_n

FF “Nonthin On You” Part 12 [Kyuhyun-Channie]

Story by : Deanie [@yesungcharger]

Cast : Cho Kyuhyun, Park Channie

Genre : Romance, Married life

Ratting : NC-21

PS : TYPO! Membosankan. Don’t Bash! Tidak suka, tidak usah membaca!!!

Setelah sekian lama, akhirnya bisa apdet juga huhuhu T—T Semoga masih ada yang ingat dengan cerita yang makin nista ini….

Okey, langsung saja ya.. Happy reading~~~^^

 

Sebelumnya,

Tapi, tatapannya kemudian tertuju pada ranjang di depannya. Kyuhyun sedang memiringkan kepalanya untuk melahap bibir Channie, lagi dan lagi.

Sialan. Itu sangat panas…. geramnya dalam hati.

“YA!” pria yang baru datang itu langsung memekik. “Ckckck… Kelakuanmu Cho Kyuhyun! Aku sudah membanting tulang membantu pekerjaanmu yang memusingkan itu selama beberapa hari. Ternyata kau malah sibuk melahap bibir Istrimu, di rumah sakit! Mesum!!!” jerit pria itu, yang tidak lain adalah Lee Hyukjae.

Part 12

Channie masih menikmati lumatan bibir Kyuhyun yang terus bergerak melahap bibirnya seperti dia sangat lapar, padahal setiap saat—setelah ia sadar dari koma, pria ini selalu mengambil kesempatan untuk menciumnya, walau hanya sesaat. Walaupun demikian, Channie juga merasakan hal yang sama. Sama-sama mendambakan Kyuhyun. Merindukan ciuman Kyuhyun yang memabukkan.

Entahlah, baginya, Kyuhyun sangat ahli membuatnya melayang dengan ciumannya.

Hingga pada saat Kyuhyun memiringkan kepalanya, kemudian menautkan bibirnya kembali. Channie merasakan ada yang mengawasi kegiatan ini. Perasaannya tidak enak. Terdengar suara, samar-samar tapi tidak jelas karena bunyi decapan dari pertautan bibirnya dengan Kyuhyun sangat mendominasi di ruangan ini. Membakar gairahnya.

Baca lebih lanjut

FF “Nothin’ On You” Part 11 [Kyuhyun-Channie]

kyuchan2

FF “Nothin’ On You” Part 11 [Kyuhyun-Channie]

Story by : Deani [@yesungcharger]

Cast : Cho Kyuhyun, Park Channie.

Genre : Married life. Romance.

Ratting : PG-18

Ps : TYPO! Ingat typo masih berserakan -_-” Oh, ya… kalau gak suka gak usah baca ya. No Bash!

Setelah sekian lama. Finally~~~~~ Bisa juga apdet ya,,, Semoga masih ada yang nungguin part ini. Semoga saja -_____-” Tau kalau kalian bakalan bosen kok,,,tau banget malah…

Okey, langsung saja~~~~ Happy Reading^^

Sebelumnya

Kyuhyun membuka matanya dan otomatis menghentikan lumatan—lembutnya di bibir Channie. Nafas mereka berdua yang terengah membuat Kyuhyun berusaha mengatur pernafasannya. Tatapannya tertuju pada Channie, seolah menyalahkan Channie kenapa tidak—Okey, ini salahmu Cho Kyuhyun. Bagaimana Channie bicara kalau bibirnya saja terus kau lumat seperti tidak ada habisnya?

“Ehm…”

Okey, cukup untuk mengatur pernafasannya kembali normal, Kyuhyun bangkit dan menatap ke arah Dokter beserta seorang perawat—yang bahkan pipinya terlihat memerah karena malu atau karena melihat jelas bagaimana ia mencium Channie, walau tadi posisinya membelakangi Dokter dan perawat itu. Sial. Bagaimana bisa?

“Emm, maaf mengganggu. Tapi, saat ini aku akan memeriksa keadaan istri anda, lebih penting, sepertinya.”

PART 11

Asap keluar dari cerutu yang pria tua ini hisap masih terus berlangsung, bahkan sejak sejam yang lalu, pria ini begitu intens menatap layar datar di depannya tanpa bisa mengalihkan pandangannya walau pada anak buah dan orang kepercayaan yang ada di dalam ruangan ini bersamanya.

Hatinya memanas, sudut bibirnya bergetar dan gigi-giginya bergelatuk, marah. Itu yang ia rasakan. Tidak. Ini lebih dari sekedar marah. Harga diri dipertaruhkan. Tapi, ia tahu satu hal. Dia tidak pernah bisa menang melawan musuhnya yang satu ini.

Perasaannya tidak tenang. Apalagi kabar terakhir yang ia terima, umpan mangsanya telah sadarkan diri beberapa jam yang lalu walau keadaannya belum membaik. Gusar karena rencananya gagal total. Oh, sebenarnya gadis itu sangat berpengaruh besar atas kesuksesan rencanannya untuk menjatuhkan pria yang dianggap sangat membuat harga dirinya jatuh terpuruk, pria muda yang sangat sombong dan selalu membuatnya muak. Baca lebih lanjut

FF “Nothin’ On You” Part 10 [Kyuhyun-Channie]

10268105_10202549366908640_1282945841_n

FF “Nothin’ On You” Part 10 [Kyuhyun-Channie]

Story by : Deani [@yesungcharger]

Cast : Cho Kyuhyun, Park Channi.

Genre : Married life, Romance/?

Ratting : semua umur *tumben banget –”

PS : Banyak kata-kata KASAR. TYPO! Jadi sebelum membaca, baca ini baik-baik ya!!! Tidak suka, tidak usah membaca! Don’t Bash!!!

Part ini panjang, jadi mungkin kalian akan BOSEN, untuk antisipasi aja, kalau ntar komplain bla-bla… bakal aku CEKEK :p

Happy Reading~~

Channie menjerit melihat Dokter Shin tidak sadarkan diri dan orang itu menarik jarum suntik yang ada di tubuh Dokter Shin yang sudah terkapar, tentunya dengan senyum penuh kemenangan.

“Ka—Kau! Apa yang kau lakukan! Pergi!” teriak Channie. Ia takut. Keringat dingin membasahi tubuhnya dengan cepat. Tubuhnya bergetar hebat. Cho Kyuhyun, pulanglah segera!

“Oh, tuan puteri yang malang. Mari, kita bersenang-senang dulu, sebelum kau menemui ajalmu. Sayang

PART 10

Tubuh Channie bergetar.

Seseorang itu mendekat ke arahnya dengan langkah pelan.

Mulutnya terkatup rapat sementara keringat dingin terus keluar dari tubuhnya. Jantungnya berdebar dengan keras seiring dengan seringai lebar dari wajah seseorang yang ada di hadapannya. Menelan ludahnya dengan susah payah, Channie mencoba mengatur nafasnya.

Dia tidak boleh takut. Tidak boleh…

“Si—siapa kau.” pekik Channie. Dia? Channie berusaha mengingat wajah di depannya yang tidak asing. Ayo, Channie ingat, ingat. Baca lebih lanjut